Squad Star Girls Story

Bagaikan Tom & Jery

Jennie menatap Eun woo yang melamun, "Hey, yuk ke kantin! Kasihan Lisa pasti sendirian." Jennie menepuk bahu Eun woo menyadarkan cowok itu dari lamunannya.

 

Tebakan Jennie salah besar, karena saat ini Lisa sedang ditemani sama Bobby dan Mark yang sedang mencari keberadaan Eun woo. 

"Ya ampun Jennie lama banget ya, whatsapp nya juga gak aktif." Lisa menggerutu kesal menunggu Jennie dan Eun woo keluar dari ruangan.

 

"Lis, gimana kabarnya?" Bobby mencoba mengajak komunikasi Lisa cewek yang sudah memblokir kontaknya.

"Baik," jawab Lisa dengan ketus.

 

"Singkat, padat dan jelas, sombong banget sih Lo Lis," ejek Bobby sembari tersenyum kecut. Dia memang salah telah memberikan harapan kepada Lisa tapi apa daya dia minder dengan kekayaan keluarga cewek itu, yang ada dia direndahkan oleh semua orang bila berpacaran dengan Lisa.

 

Lisa diam dia tidak mau berbicara dengan Bobby, hatinya menjadi sakit bila mengingat cowok itu memeluk cewek lain. 

"Haha emang enak dicuekin, gak usah diladenin Sa! Biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu," celetuk Mark seraya tertawa puas melihat Bobby yang diabaikan oleh Lisa.

Bobby pun langsung menoyor kepala Mark yang udah kurang ajar menganggap dirinya sebagai anjing, "Sue Lo." 

 

"Sorry bro, lagian ya lo gak lihat apa muka Lisa jutek kayak gitu maksa ngajak dia ngobrol," celetuk Mark dengan sisa tawanya. 

Benar saja, Lisa tidak nyaman sejak kedatangan Bobby dan Mark di kantin ini, rasanya dia ingin segera pergi dari sini namun itu tentu saja salah karena jika dia menghindar akan kelihatan jelas perasaannya.

 

"Ya gue kan niatnya baik, sebagai temannya Lisa juga kalau gue gak ngajak ngobrol nanti dikira sombong," jelas Bobby dengan segala alasannya yang masuk akal.

 

"Iya benar, tapi sayang gue lagi gak mood hari ini Bob, jadi mending Lo ngobrol aja sama Mark tentang cewek-cewek lo itu," sahut Lisa dengan ketus masih dengan wajahnya yang jutek. 

 

Entah kenapa ucapan Lisa terdengar sinis sekali kepada Bobby, dia memang sedang berusaha menyembunyikan perasaannya.

Bobby terkekeh dia menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskannya di udara, "Mark, gue punya cewek berapa sih emang?" 

 

"Banyak gak usah ngitung Lo, semua cewek Lo deketin gimana mau jadi cowok setia Lo, kalau sikap Lo gak mau diubah," tukas Mark memberitahu. 

 

"Perlu digaris bawahi kalau bukan gue yang deketin tapi cewek-ceweknya aja yang datang sendiri," sergah Bobby dengan sombongnya, matanya menyipit kala tersenyum membuat cowok itu terlihat begitu tampan. 

 

Terdengar playboy banget ya, Lisa tersenyum miris begitu bodohnya dia baru menyadari sifat Bobby yang satu ini, bahkan dia tidak sama sekali mendengar jika Bobby punya banyak cewek kecuali baru-baru ini dia dekat dengan cowok itu dan teman-temannya. 

"Jangan-jangan Lo Makai pelet ya atau …." Mark menyipitkan matanya mencoba menerawang Bobby, "Atau Makai susuk? Ngaku aja lo, benar kan?" tudingnya lagi. 

 

"Astagfirullah, mulut Lo nih ya asal ceplos aja gak makai tatakan," tukas Bobby seraya menoyor kepala Mark. 

Melihat tangan Bobby yang sudah melayang ke atas pun membuat Mark langsung menghindar.

 

"Awas ya Lo kalau asal ngomong lagi gue sumpel tuh mulut," ancam Bobby seraya menunjuk Mark yang sembunyi di belakang Lisa.

 

Lisa yang terganggu dengan keributan dua cowok itu merasa pusing akhirnya mengpause drama yang ditontonnya. "Cukup Bobby, kalian nih udah gede masih aja ribut," omelnya.

"Tuh kan princess guenya ngambek gara-gara Lo tuh," ujar Bobby merasa tidak terima diomelin Lisa.

 

"Lo yang mulai, makanya jadi cowok jangan playboy cewek cantik kayak Lisa disia-siakan, Lisa Lo mau gak sama gue? Gue sama Bobby gak beda jauh kok tampannya," goda Mark seraya mengedipkan sebelah matanya menatap Lisa di sampingnya.

Lisa mengangkat kedua alisnya dia tidak salah dengar dengan ucapan Mark yang menyukainya juga?

 

Sedangkan Bobby merasa panas mendengar ucapan Mark yang mencoba menggoda Lisa dia bangkit dari duduknya, "Lo jangan macem-macem ya Mark!" geram Bobby sambil meraih kera baju Mark.

 

Padahal niat Mark hanya bercanda dia ingin membuktikan ke Lisa kalau Bobby juga masih ada perasaan kepada cewek itu, tapi sepertinya Bobby kepancing emosi sebab dia sudah berani merayu Lisa di depan matanya sendiri pula.

"Kok Lo marah sih Bob?" tanyanya sambil nyengir.

Lisa menatap Bobby yang memang terlihat marah, "Jadi, Bobby cemburu lihat Mark ngodain gue?" batinnya tersenyum senang.

 

"Sialan Lo." Bobby akhirnya melepaskan tangannya dari kera baju Mark, dia baru menyadari ulah temannya ini yang berhasil memancing emosinya, kemudian dia melihat Lisa yang tersenyum tipis dengan kepalanya yang menunduk. 

Seketika gelak tawa Mark pecah berhasil membuat Bobby emosi, disaat itu pula Jennie dan Eun woo datang bersamaan.

 

"Lah Lo berdua kok ada disini?" pekik Eun woo menunjuk kedua sahabatnya. 

Jennie pun langsung menghampiri Lisa dia merasa khawatir dengan sahabatnya begitu melihat keberadaan Bobby.

"Lo gak apa-apa Lis?" tanya Jennie pelan.

 

Lisa menggelengkan kepalanya, "Gak apa-apa kok, gimana udah selesai laporannya?" 

"Udah, kita langsung pulang saja habis ini yah," ujar Jennie dia mengaktifkan datanya untuk melihat pesan masuk di aplikasi hijaunya.

 

"Gue nyariin lo, kata Sanha ada di sekolah makanya gue ke sini ngajak dia," sahut Mark sambil menunjuk ke arah Bobby.

 

"Ngapain nyariin gue?" tanya Eun woo dia merasa tidak punya janji hari ini dengan para sahabat-sahabatnya.

"Kita ditantang untuk ikut balap motor dengan geng Black Squad, kita harus ikut kalau enggak mereka pasti bakal mengira kita penakut," jelas Mark yang meminta Eun woo untuk menyetujuinya.

 

Eun woo menarik bangku dan mendudukkan bokongnya, "Siapa yang mulai?" 

"Sorry Eun woo, kemarin gue dan yang lain ikut balap motor namun tim kita kalah, jadi gue mau balas dendam sekarang please lah Bang Dongsaeng saja menyetujuinya masa Lo enggak sebagai kaptennya." Bobby masih mencoba membujuk Eun woo untuk ikut.

Geng Black Squad diketuai oleh Yuta, Eun woo kenal betul bagaimana Yuta yang begitu keras kepala dan licik tiap kali dalam perlombaan dia selalu berbuat ulah untuk bisa menang. 

 

"Gue izinkan kalian untuk membawa yang lain, tapi sorry gue gak bisa ikut lagi ada urusan," jelas Eun woo dia lagi malas untuk balap motor lagipula motornya belum diservis.

Mark tersenyum senang meski Eun woo tidak bisa ikut dia bisa ambil alih posisi cowok itu sebagai kapten untuk membawa pasukan geng motornya.

 

"Ya udah, gak masalah kita cabut dulu ya, thank bro nanti malam kalau senggang kita kumpul di tempat biasa," ujar Bobby dia melakukan tos high five dengan Eun woo sebelum pergi.

"Hati-hati ya bro, gue titip anak-anak sama Lo," seru Eun woo dia tahu betul bagaimana jika di medan perlombaan, sebenarnya dia harus ikut untuk mengawasi jalannya perlombaan itu dia takut jika Yuta dan teman-temannya berbuat curang. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!