Squad Star Girls Story

Beautiful View

"Jennie!!" teriak Rose berhambur dalam pelukan sahabatnya.

Rose senang melihat Jennie yang sudah bangun dan kini dia sedang bermain ponsel.

 

Jennie terkejut saat melihat ternyata ada Eun woo ikut bersama kedua sahabatnya, cowok itu membuatnya kembali mengingat kejadian perkelahian tadi.

"Gimana sudah merasa baikan?" tanya Lisa penuh perhatian. 

 

"Udah kok, kepala gue juga udah gak pusing lagi," sahut Jennie sambil tersenyum manis.

Eun woo pun mendekat ke arah Jennie yang sebelumnya ada di samping Lisa, Rose mundur ke belakang begitu menyadari keberadaan Eun woo di sampingnya.

 

"Pulangnya gue antar yah, ada hal yang mau gue bicarakan berdua sama Lo," ujar Eun woo dia ingin menebus rasa bersalahnya kepada Jennie.

 

Mendengar ucapan Eun woo Jennie langsung kebingungan dan menoleh ke arah Lisa dan Rose padahal dia sudah janji mau pulang bareng kedua sahabatnya itu.

 

Ada yang luka tapi tak berdarah, Lisa melirik ke arah Rose yang tampak tidak setuju namun sepertinya dia harus memberikan waktu untuk Eun woo berbicara berdua dengan Jennie. 

 

Akhirnya Lisa menyikut lengan Rose memberikan kode kepada cewek itu, "Ya sudah gak apa-apa Lo pulang sama Eun woo aja Jen," katanya. 

 

Jennie tidak percaya jika sahabatnya mengizinkan Eun woo untuk mengantarnya pulang, "Tapi …." 

"Jennie," sergah Lisa sambil mengedipkan matanya. "Eun woo kita titip Jennie ya, ingat hati-hati bawa motornya!" tuturnya memberikan nasehat.

 

"Ya sudah kalau gitu kita pulang duluan yah Jen," seru Rose sembari bersalaman kepada Jennie dan Eun woo. 

Lisa memeluk tubuh Jennie sebentar sebelum dia pamit untuk pulang, "Kamu jangan lupa istirahat ya di rumah." 

 

"Kalian hati-hati ya pulangnya," ujar Jennie pelan. Dia tidak bisa dipungkiri jika hatinya ingin sekali menolak ajakan Eun woo tapi dia juga penasaran akan hal apa yang ingin cowok itu katakan. 

"Eun woo kita pulang dulu ya," pamit Lisa dan Rose bersamaan.

 

Eun woo tersenyum hangat kepada kedua temannya, dia kagum dengan persahabatan Squad star girls yang selalu kompak dan saling menyayangi satu sama lain. Dia juga harus lebih waspada jika sampai menyakiti Jisso atau Jennie dia bisa habis oleh Lisa dan Rose nantinya. 

 

Begitu Rose dan Lisa pulang Jennie akhirnya bangkit dari duduknya dan menghampiri Irene di ruang sebelah.

"Irene, makasih ya udah rawat gue," ujar Jennie sambil tersenyum. 

 

Irene akhirnya keluar dari ruangannya, "Lo mau pulang Jen? Sama siapa?" tanyanya heran.

"Hemm tuh sama Eun woo," sahut Jennie sambil menunjuk ke arah Eun woo.

Irene semakin merasa jika Eun woo dan Jennie memang ada hubungan yang lebih dari sekadar bendahara dan ketua OSIS aja. 

 

"Ya sudah kalian hati-hati ya, Eun woo sepertinya luka Lo belum diobati ya?" Irene terkejut melihat bibir dan pelipis cowok itu yang masih ada bercak darah dan memar.

 

Eun woo mengembuskan napasnya pelan, dia memang sejak tadi tidak peduli dengan lukanya dia hanya mengompresnya dengan batu es di kantin setelah itu dia lupa dengan lukanya yang ternyata masih terlihat. 

"Gue udah gak apa-apa kok," sahut Eun woo santai.

 

Tiba-tiba mata Jennie menuju ke wajah Eun woo dia begitu memperhatikan wajah cowok itu rasa ngeri kembali timbul dia rasakan begitu juga ingatannya akan perkelahian Eun woo dan Baekhyun yang masih terus berputar di otaknya.

"Sok kuat banget Lo," pekik Irene tidak heran dengan tingkah laku cowok yang satu ini.

 

"Ya sudah Iren, kita pulang dulu udah sore nanti bokapnya Jennie khawatir dan gue yang bakal kena omel apalagi Jennie terluka gara-gara gue," pamit Eun woo tidak suka basa-basi. 

 

Mereka pun akhirnya keluar dari UKS, berjalan beriringan menuju parkiran, perasaan Jennie menjadi tidak karuan dia malu jika mengingat tingkahnya yang sok jadi pahlawan kesiangan rasanya dia tidak ingin melihat Eun woo atau orang-orang yang mungkin akan mempertanyakan tindakannya itu. 

 

"Lo mau ngomong apa Eun woo?" tanya Jennie mencoba mencairkan suasana. 

Eun woo menghentikan langkahnya, "Jangan di sekolah ya gue punya tempat yang bagus buat kita ngobrol nanti." 

 

"Jauh gak?" Jennie sudah merasa lelah untuk diajak keliling. 

"Tidak, gak jauh juga dari rumah Lo kok karena gue lihat tempat itu saat nganterin Lo pulang kemarin." Eun woo tersenyum tipis menyakinkan Jennie. 

 

Jennie pun menganggukan kepalanya meski dia penasaran di mana tempat yang Eun woo maksud, perasaannya selama melewati jalanan tidak pernah menemukan tempat yang bagus di sekitar rumahnya. 

"Yaudah yuk naik biar gak kesorean," ajak Eun woo sembari menyerahkan helm kepada Jennie. 

 

Begitu motor Eun woo meninggalkan sekolah yang sudah sepi hanya tinggal beberapa orang yang masih ada kegiatan. Sepanjang perjalanan Jennie memilih diam entah kenapa mulutnya sangat enggan untuk berbicara meski Eun woo selalu mencari celah untuk ngobrol namun dia hanya sekadar menyahut dengan dua kata saja 'iya' dan 'gak tau'. 

 

Kini motor Eun woo mulai memasuki gang Aroha city, setelah menunggu lampu hijau menyala motor Eun woo langsung melesat lurus aja sampai di pertiga jalan motor ninja Eun woo membelok ke arah kiri lalu melewati perumahan, membuat Jennie heran ternyata Eun woo sampai mampir ke daerah sini saat menjemputya. 

 

"Nah, ini dia tempatnya." Eun woo menghentikan motornya di sebuah taman yang mana terdapat rumah pohon di sana.

 

Jennie terkejut melihat pemandangan sekitar, "Bagus banget udaranya sejuk lagi," katanya begitu turun dari motor Eun woo.

"Sini helmnya dilepas dulu!" teriak Eun woo melihat Jennie yang masih memakai helm.

Tangan Jennie pun langsung memegang kepalanya, "Oh iya, sebentar!" katanya sambil mencoba melepaskan helmnya.

 

Eun woo turun dari motornya setelah memarkirkannya, dia tersenyum saat melihat ke arah Jennie yang terlihat kesusahan dalam melepaskan helmnya.

"Bisa?" tanya Eun woo memperhatikan kelakukan cewek itu.

Jennie masih sibuk melepaskan helmnya, dia tidak tahu kenapa rasanya sulit sekali tidak bisa dilepaskan.

 

Eun woo pun menghampiri Jennie dan mencoba melepaskan, "Sini gue bantu," ujarnya yang mengambil alih pekerjaan Jennie tadi. 

Tidak lama kemudian helm pun akhirnya terlepas, "Alhamdulillah, kok susah banget yah," keluh Jennie sedikit kesal.

"Karatan helm nya jadi ya sudah dilepasnya, ya sudah yuk ke sana." Eun woo mengajak Jennie untuk duduk di bangku panjang yang terletak di bawah pohon rindang yang diatasnya ada rumah pohon. 

 

"Astaga gue kira Lo mah ngajak gue ke caffe atau gak ke mana gitu eh malah ke sini tapi bagus juga sih udaranya sejuk," ungkap Jennie sambil menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.

 

"Gue juga jadi suka dengan tempat ini, oh ya gue mau bilang maaf sama Lo Jen, gara-gara gue yang kepancing emosi semuanya jadi berantakan dan Lo jadi kena sasaran Baekhyun," tukas Eun woo meminta maaf atas ulahnya di sekolah.

 

Sebetulnya Jennie sudah menduga jika hal penting yang ingin Eun woo katakan itu menyangkut kejadian perkelahian dirinya di sekolah.

 

"Jujur gue ngerasa kalau Baekhyun ada dendam pribadi sama gue yang mungkin tanpa gue sadari dia gak suka dengan sikap gue, makanya tadi gue kebawa emosi tanpa memandang dia senior, bagi gue senior macam dia tidak patut dihormati." Eun woo bercerita dengan serius terlihat dari raut wajahnya.

 

"Sebenarnya apa sih permasalahannya?? kok sampai berantem gitu perasaan gue lihat Lo lagi duduk setelah merapikan bangku," ujar Jennie dia ingin tahu hal apa yang membuat Eun woo jadi emosi.

 

"Baekhyun menegur gue karena gak ikut kerja bantuin kalian, katanya gue adalah junior yang belagu dan sok keren. Gue udah jelasin dia gak terima gue ngegas dan terjadinya, Lo percaya ini adalah luka pertama gue gara-gara berantem?" jalas Eun woo panjang lebar, dia juga menunjukkan luka di pelipisnya. Memang betul dia sudah tidak pernah berantem setelah masuk SMA, bahkan ada tawuran pun dia tidak pernah ikut. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!