The Quest for The Lost Inheritors

Yang Terjadi di Hail

Di hari ketujuh seperti yang sudah dirasakan oleh Ratu Reŷanim, para Takala kembali membawa kabar baik. Mereka disambut di balairung oleh semua yang sudah menunggu, terlebih Raja Thornell. Cialla, Can’ Ara dan Can’ Eru, menceritakan pengalaman mereka saat menanam bibit pohon Akishá, dan mencari tempat agar pohon itu bisa berkembang tumbuh, sehingga bisa memberikan lagi kekuatannya bagi para dryad.

“Kami tiba di Clirwatar, dan mendapat bisikan yang begitu jelas, bahwa di sana adalah tempat yang paling tepat untuk menanam Akishá.” Cialla mengawali kisahnya. “Lalu kami terus berjalan menyusuri hutan, hingga tiba di satu lapang yang cukup luas, di tengah-tengah hutan itu. Aku tak tahu nama hutan itu apa. Sepertinya belum terjamah oleh siapa pun.

“Lalu kami bertiga berkumpul mengelilingi bibit pohon Akishá, meletakkannya di atas permukaan tanah berumput. Merasakan embusan angin yang begitu lembut, lalu terjadilah keajaiban itu. Akishá mulai tumbuh, dan membesar dengan cepat.

Can’Ara dan Can’Eru mengangguk mengiyakan.

“Lalu cabang-cabangnya pun mulai tumbuh besar, tubuhnya terus tinggi membumbung ke angkasa, dan tumbuh pohon-pohon lain di sekitar kami. Itu benar-benar menakjubkan,” jelas Cialla.

“Apa ini berarti bangsa dryad bisa mendapatkan kembali kekuatan?” tanya Raja Thornell.

“Kekuatan kami bukan sesuatu yang magis dan meledak-ledak, Yang Mulia,” jawab Ratu Reŷanim. “Akan tetapi, apabila pohon Akishá sudah tumbuh, dia akan menggerakkan akar-akarnya untuk memberi kami kekuatan melalui pepohonan yang ada di sekitar kami. Di mana ada pepohonan, niscaya kami akan baik-baik saja.”

“Apa ada pepohonan di timur sana?” tanya Putri Thaira.

“Selama itu bukan pepohonan yang telah mati, atau ternoda oleh kekuatan jahat, kurasa kami masih bisa mendapatkan kekuatan dari sana,” jawab sang ratu.

“Jadi, untuk sementara ini, tidak akan ada masalah apabila kita pergi ke sarang bangsa dëia,” ucap raja Thornell, sembari menatap pada Ratu Reŷanim dan Akoéta bergantian.

“Bangsa kami akan menepati janji. Jadi ke mana pun kau akan pergi, kami akan menemani.” Sang ratu mengangguk diplomatis. “Kapan saja kau sudah rampung dengan rencanamu, kami siap untuk berangkat.”

Akoéta mengangguk. “Kami para centaur, akan ikut bersamamu, Yang Mulia.”

Wajah Raja Thornell tidak bisa menutupi lagi rasa haru juga bahagia, dia langsung bangkit dari singgasana dan membungkuk dalam-dalam pada rekan-rekan aliansinya.

“Terima kasih, aku sangat menghargai bantuan kalian,” dia berucap. Lalu dia kembali berdiri dan tampak air mata sudah mengaliri pipinya. “Raja Lord Raignald tentu sangat bahagia mendengarnya di alam sana. Sampai kapan pun, kami bangsa manusia, akan sangat berterima kasih kepada kalian. Dan takkan pernah melupakan kebaikan kalian.”

“Tunjukkan saja jalan kemenangan pada kami, Yang Mulia.” Senyum Ratu Reŷanim terulas.

“Kita pasti bisa mengalahkan bangsa mereka,” balas Akoéta penuh semangat.

Élsus tiba-tiba berdeham pelan, lalu maju. “Sepertinya, aku tidak bisa pergi bersama kalian. Karena, aku ingin mencari keberadaan Aldérin. Pergi menuju tempat bangsa dëia merupakan keputusan yang besar, dan aku berharap bisa bertemu Aldérin agar dia bisa bersama ikut menuju ke sana.”

“Ah, ya … kita membutuhkan bocah kecil itu, Findarel.” Cialla mengangguk. “Dia memiliki kekuatan yang sangat besar, dengan Estion di sampingnya. Itu merupakan keuntungan yang sangat besar, bagi kita.”

“Apa kita harus pergi mencari Aldérin ini terlebih dahulu?” tanya Raja Thornell.

“Tidak, aku yang akan pergi dan menyusul kalian secepatnya,” balas Élsus.

Yang lain hanya saling menatap satu sama lain.

“Dengan siapa kau akan pergi, Élsus?” tanya Putri Thaira.

Lalu Élsus menjawab, “Dengan Keld Fielgreen.”

“Apa kau yakin? Keld tidak memiliki pengalaman bertempur,” sahut sang putri keheranan. “Seharusnya kau bersama seseorang yang bisa diandalkan. Aku akan meminta tiga prajurit untuk menemani kalian untuk mencari di mana Aldérin.”

“Jangan,” tolak Élsus. “Akan lebih mudah bagiku untuk bepergian hanya berdua dengan Keld.”

“Jika sang druid menginginkan seperti itu, maka sudahlah, biarkan dia dengan pergi,” balas Ratu Reŷanim.

Dia mengangguk penuh arti pada Élsus. Karena sang ratu tahu, bahwa Keld menyimpan kekuatan yang kemungkinan sebagai pewaris dari salah satu saudara Estion. Namun, hal itu tidak akan dulu dipaparkan pada yang lain, karena Élsus ingin memastikan kebenarannya.

“Aku yakin Élsus bisa menjaga dirinya dan juga Keld, percayalah pada keduanya.”

“Baiklah, semoga kalian bisa menemui Aldérin dan menyusul kami tepat pada waktunya,” sahut Raja Thornell. “Kami semua mengandalkanmu, Élsus.”

“Aku akan berusaha secepatnya, Yang Mulia,” balas Élsus. “Esok di pagi hari aku akan segera pergi bersama Keld, dia sudah bersedia untuk menemaniku.”

“Baiklah, pertemuan ini aku tutup. Kurang dari satu pekan, kita akan segera pergi menuju sarang bangsa dëia. Ada banyak yang harus kita bawa, karena perjalanan ke sana cukup lama dan panjang,” ucap Raja Thornell. “Aku sudah menyiapkan semua, tetapi tetap setiap kelengkapan harus diperiksa.”

“Kami akan membantumu, Yang Mulia,” sahut Akoéta.

Setelah itu, pertemuan pun bubar. Raja Thornell pergi keluar istana, diikuti rekan-rekan aliansinya dan Putri Thaira. Sedangkan para Takala pergi menaiki tangga, mengikuti langkah Élsus.

“Benarkah Keld salah satu pewaris dari Pelanthum Irior?” tanya Can’Ara.

Élsus menggeleng. “Aku belum yakin. Karena itu, aku ingin membawanya untuk menemui Aldérin.”

“Apa Aldérin memiliki semacam kekuatan untuk meyakini seseorang bahwa mereka salah satu dari pewaris legenda?” Kali ini Can’Eru yang bertanya.

“Kurasa jika dia disebut Fel’ Maes, pasti ada sesuatu yang membuat Aldérin memang memiliki kemampuan untuk mengetahuinya,” kata Élsus.

“Kau yakin, hanya pergi bersama dia? Kami bisa menemanimu, dan kami juga bisa melindungi diri, bahkan berlari cepat berhari-hari,” kata Cialla.

“Aku tak mau Keld merasa tertekan, jadi sebaiknya aku saja dan dia yang pergi bersama-sama.” Lagi-lagi Élsus menolak bantuan, meski itu dari para Takala.

“Baiklah kalau begitu, semoga perjalanan kalian akan baik-baik saja,” tukas Cialla.

“Kami hendak beristirahat sejenak, sebelum membawa keperluan kami untuk pergi ke timur,” kata Can’Ara. “Kau dan Keld berhati-hatilah saat esok pergi.”

“Apa perlu kami antar hingga ke gerbang bagian utara?” Can’Eru terkekeh pelan.

“Jika kalian tidak keberatan. Aku senang jika kalian bisa mengantar kepergian kami,” ucap Élsus.

“Kami akan mengantar kalian,” balas para Takala serempak.

*

Pagi itu penuh haru bagi Keld, keluarganya sudah berkumpul di depan gerbang pintu utara kota, dan mereka berusaha tegar untuk tidak menjatuhkan air mata. Paltis sibuk membetulkan mantel yang dipakai oleh suaminya, bahkan dia sudah membuatkan bekal untuk makan siang, hingga makan malam. Tas Keld menggembung, berisi kebutuhan yang disiapkan oleh Paltis sejak semalam.

“Jauhi masalah, jika ada sesuatu yang mencurigakan, lari dan berlindung,” bisik Paltis sembari menatap wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca. “Kami akan menunggu dan berdoa untukmu selalu. Berhati-hatilah.”

“Tentu saja,” angguk Keld dengan suara parau dan dia pun berusaha menahan air matanya. “Kalian saling menjaga di sini selama aku pergi. Hail masih menjadi kota aman, aku akan pastikan itu.”

“Kami sudah diberi banyak kemudahan oleh raja dan tuan putri, kau tidak usah risau, Keld.”

Keld mengiyakan, lalu dia memeluk Paltis, mengecup dahi perempuan itu dengan penuh kasih sayang. Dan memeluk putra-putrinya dengan erat. Tampak Élsus datang bersama para Takala, dan sudah waktunya bagi Keld berpisah untuk sementara dengan keluarganya.

Itu yang dia harap, bisa kembali dengan selamat dan hidup dalam damai setelahnya.

Cialla menghampiri Keld, lalu mengulurkan telapak tangan. Di telapak tangannya, ada biji-biji kecil bulat berwarna coklat gelap. “Ini untukmu,” ujar dryad itu.

Keld yang tampak kebingungan, menerimanya. “Terima kasih. Apa ini bisa aku makan nanti?”

Para Takala tertawa. “Tentu tidak, Keld. Itu adalah buah pohon Akishá, ketika buah-buah ini berguguran, maka akan muncul bunga-bunga di seluruh pohon itu. Dan sangat indah.”

“Apa yang harus aku lakukan dengan buah ini?” tanya Keld.

“Ketika kau dalam bahaya, letakkan salah satu buah ke dalam tanah. Maka dia akan menjadi pagar tanaman berduri yang kokoh. Sehingga kau bisa menyelamatkan diri,” jawab Can’Eru.

“Apa ini akan benar-benar terjadi? Maksudku, aku bukan bangsa kalian.” Keld kelihatan ragu.

“Akishá sudah memberikan restunya, dia akan melindungimu. Dan siapa pun yang membawa berkah dari buah pohonnya,” balas Can’Ara.

“Ah, terima kasih.” Keld kelihatan begitu senang. Lalu dia masukkan dengan hati-hati buah pohon Akishá ke dalam kantung kecil yang menggantung di pinggangnya.

Para Takala beralih pada Élsus.

“Berhati-hatilah, kami akan menunggu kalian di timur,” kata Cialla.

“Kami akan membawa Aldérin dan Findarel.” Élsus menyunggingkan senyumnya.

“Dan Lya, tentu saja,” seloroh Paltis. “Bawalah gadis itu pulang ke Hail, kami sangat mengkhawatirkan dia. Begitu juga Malda, dia selalu berharap Lya pulang sesegera mungkin.”

“Baik, Nyonya Paltis. Aku akan membawa Lya kembali,” ucap Élsus.

“Ingatlah, Élsus, kau harus waspada. Ada desas-desus yang aneh di utara, aku mendengar dari orang-orang di sini. Tetapi, jangan jadikan itu sesuatu yang menggelayut dan menggerogoti keberanianmu,” kata Can’Eru. “Jika memang pergi ke sana, tidak membawa hasil. Jangan lagi mencari tahu, segeralah berangkat dan menyusul kami. Lalu biarkan Keld pulang seorang diri ke Hail, dia lebih baik bersama keluarga. Bukan untuk berperang.”

“Akan kuingat itu,” angguk Élsus. “Kalau begitu kami pergi, semoga kalian diberkahi oleh dunia langit. Sampai jumpa,” pamitnya.

“Sampai jumpa lagi!” balas yang lain sembari melambaikan tangannya.

Lalu Keld dan Élsus melangkah melewati gerbang utara kota Hail, mereka berjalan dengan tegap menuju ke utara. Untuk mencari keberadaan Aldérin.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!