Untuk FADHIL

Keyla Dilabrak Laura?!

Saat pulang sekolah, Keyla berjalan sendiri ke kamar mandi namun, saat berada dilorong kelas, tiba-tiba tangan Keyla di tarik oleh seseorang, dia menoleh sambil berteriak kesakitan oleh genggaman tangan yang kuat.

“Laura!” ujar Keyla terkejut.

“Kenapa? Lo takut sama gue?” tanya Laura dengan tatapan yang sinis.

Keyla merasa kesakitan oleh genggaman tangan Laura, “Lepasin enggak!” teriaknya sambil berusaha melepaskannya.

“Ada hubungan apa lo sama Fadhil?” tanya Laura to the point.

Keyla diam merasa terintimidasi, dia merasa sedikit takut diperlakukan seperti ini, teman-teman Laura menatap Keyla tajam seperti ingin menerkamnya juga.

“Gu-e, eng-gak ada hubungan apapun dengan Fadhil,” jawab Keyla sedikit gemetar, wajahnya pucat ketakutan.

Laura yang merasa tidak percaya langsung memberikan tamparan kepada Keyla, membuat Keyla terdorong ke dinding kelas.

“Auww,” rintih Keyla sambil menyentuh pipinya yang terasa panas dan sakit.

“Ini pelajaran buat lo yang udah berani deketin Fadhil,” ujar Laura, sudah lama dia ingin memberikan Keyla pelajaran karena sudah mencoba mendekati Fadhil.

“Lo gak tahu diri banget ya, selama ini gue lihatin lo deket-deket sama Fadhil emangnya gue gak cemburu dan bakal diam saja gitu?!” teriak Laura penuh emosi.

Keyla masih menunduk, pipinya terasa panas terkena tamparan Laura yang sedang marah, dia baru menyadari satu hal bahwa Laura memang sudah lama membencinya.

Laura menarik dagu Keyla membuat cewek itu menatap wajahnya, Cintya dan Tiara mengawasi keadaan takut ada seseorang yang akan melaporkannya kepada Guru namun, sepertinya kelas sudah sepi.

“Lo jangan berharap ada yang akan menolong lo dari perbuatan gue karena Kevin pun sudah berjanji kepada Fadhil untuk tidak ikut campur lagi masalah lo, hebat banget sih lo ya, bisa ngambil hati Kevin dan Fadhil cowok hebat di sekolah ini,” ujar Laura dengan sengaja memberi tahu Keyla akan perjanjian Fadhil dan Kevin yang memang sengaja di rahasiakan kepada Keyla.

“Gue gak akan percaya sama apa yang lo bicarakan!” celetuk Keyla dengan air bening yang mulai mengalir di pipinya, dia berharap Fadhil akan datang menolongnya.

“Terserah! Dan satu hal lagi, sepertinya gue harus kasih tahu lo sesuatu, agar lo paham kalau gue itu akan bertunangan dengan Fadhil, JADI GUE MINTA SAMA LO JAUHI FADHIL!”

Laura memberikan penekanan di akhir kalimatnya, dia pun pergi meninggalkan Keyla, dia merasa puas telah memberikan peringatan serta pelajaran karena sudah berani merebut hati Fadhil. Keyla terduduk lemah, hatinya sangat perih, bukan karena tamparan Laura tapi, mendengar bahwa Fadhil akan bertunangan dengan Laura dan perjanjian Kevin.

***

“Bell, Keyla mana?” tanya Fadhil saat berjumpa dengan Bella di gerbang sekolah.

“Tadi sih bilangnya mau ke toilet dulu tapi, sampai sekarang belum datang-datang, gue jadi khawatir Fadh.” Bella merasa cemas saat Keyla tak kunjung datang, Fadhil langsung pergi mencari Keyla karena perasaannya yang tiba-tiba tidak enak.

“Bell, nitip motor gue dulu ya! Gue mau nyusulin Keyla,” ujarnya sebelum berlalu pergi.

Dengan cepat Fadhil berlari menaiki tangga dan menuju kelas Keyla yang nampak sepi kemudian dia juga mencari Keyla di kamar mandi yang terlihat kosong, petugas kebersihan sedang menyapu halaman, Fadhil menghampirinya dan bertanya tentang Keyla, saat mendapat informasi dari petugas kebersihan Fadhil pun langsung berlari menuju halaman samping sekolah dan akhirnya mendapatkan Keyla yang sedang duduk di bangku panjang halaman dengan menunduk.

“Keyla!”

Fadhil berteriak untuk mengetahui bahwa apa yang di lihatnya itu memang benar Keyla, saat Keyla menoleh dia pun langsung menghampirinya, dia terkejut ketika Keyla langsung memalingkan tubuhnya saat dia duduk di dekatnya.

“Hey, ada apa denganmu?” tanya Fadhil dengan lembut dia merasa heran dengan sikap Keyla yang seperti ini.

Keyla terisak, hatinya sangat perih seperti tersayat pisau, begitu banyak sekali rahasia yang mungkin sengaja disembunyikan semua orang dari dirinya, bukan hanya perbuatan Laura tapi pengakuannya yang begitu menyakiti hatinya.

Fadhil mencoba menyentuh bahu Keyla agar dia dapat menatap Keyla dengan jelas namun, sepertinya Keyla tidak mau menatapnya.

“Pergilah! Gue pengen sendiri dulu,” sahut Keyla, dia ingin sekali memeluk Fadhil namun, mengingat pengakuan Laura membuatnya kembali terluka.

“Tatap saya Keyla! 5 menit, 3 detik, 1 detik saja, kumohon,” ujar Fadhil masih dengan suara yang lembut, hasratnya ingin sekali memeluk cewek di depannya ini namun, dia masih menjaga batasannya jika dengan Keyla.

Melihat tingkah Keyla membuat Fadhil cemas dia pun langsung membawa Keyla dalam pelukan, hembusan nafas Keyla sangat terasa oleh Fadhil, air mata Keyla menetes dengan deras di baju Fadhil, perlahan Fadhil mengecup rambut Keyla dengan lembut. “Maaf,” bisiknya di telinga Keyla.

Gendang telinga Keyla merasa geli dibuatnya, hatinya berdetak sangat kencang, perlahan namun pasti Keyla pun membalas pelukan Fadhil, rasa takut kehilangan sedang dia rasakan, sedangkan pelukan Fadhil kini mampu menenangkannya.

Fadhil memang sangat mencintai Keyla, dia merasa khawatir dengan keadaan Keyla yang seperti ini, dia merasa bahwa telah terjadi sesuatu kepada Keyla, hingga membuat Keyla meneteskan air mata dan tidak mau menatap wajahnya.

Terkadang Fadhil sadar bahwa tidak mudah untuk menjalin hubungan dengan Keyla, begitu banyak hal yang belum Keyla ketahui tentang dirinya dan masa lalunya, kecupan lembut Fadhil pada rambut Keyla mampu membuat Keyla tenang dan merasakan kedamaian dalam dirinya hingga rasa takutnya mungkin telah pudar, perlahan Fadhil melepaskan pelukannya.

“Gu-e.” Perkataan Keyla terpotong oleh telunjuk Fadhil yang menghalanginya.

“Yuk pulang,” ujar Fadhil sambil menggenggam tangan Keyla, tidak pernah lupa dia pun memberikan senyuman hangat kepada Keyla.

Keyla mengangguk kepada Fadhil dia pun langsung bangkit dari duduknya, dia berharap Fadhil tidak akan meninggalkannya, dia tidak takut akan ancaman Laura yang mungkin rencananya untuk menjauhinya dengan Fadhil.

Bella sudah pulang terlebih dahulu dengan meninggalkan pesan kepada Fadhil, dia melihat saat Keyla sedang berpelukan bersama Fadhil, karena itu Bella langsung pergi dan membiarkan Fadhil yang akan mengantar Keyla pulang.

Fadhil pun memberikan jaketnya kepada Keyla, sejujurnya dia ingin bertanya apa yang telah terjadi namun, ini bukan saatnya, terpaksa dia harus menyimpan banyak pertanyaan di kepalanya untuk saat ini sampai Keyla sudah membaik baru dia akan bertanya.

Sepanjang perjalanan mereka tidak mengeluarkan satu patah kata pun, pikiran Keyla masih terbayang akan insiden tadi di sekolah, membuat bibirnya kelu tidak bisa berkata-kata, membayangkan hubungannya dengan Fadhil pun dia sudah tidak sanggup untuk menerimanya ditambah lagi perjanjian Kevin yang tidak jelas.

Ingin sekali Keyla menyandarkan kepalanya di punggung Fadhil, dia masih takut untuk melakukan hal tersebut, bahkan kecupan hangat Fadhil pada dirinya pun masih dia rasakan, entah kenapa saat dia bersama Fadhil itu seperti ... semuanya akan baik-baik saja.

Motor Fadhil pun memasuki Gg. Hj. Ahmad, dia merasa bahwa Keyla sedang tidak baik-baik saja, bahkan mengingat tangisan Keyla pun itu telah menyakiti dirinya, dia jadi semakin penasaran, dan akan mencaritahunya apa yang telah terjadi.

Keyla turun dari motor di bantu oleh tangan Fadhil, perlahan namun pasti setiap sentuhan yang dia rasakan seakan begitu menyakitkan ‘Fadhil akan bertunangan dengan Laura' dia masih ingat akan perkataan Laura tentang perjanjian Kevin dengan Fadhil, dia juga ingat bahwa sudah 2 hari Kevin tidak pernah memberinya kabar bahkan dia tidak pernah kelihatan selama di sekolah.

“Keyla!" seru Fadhil menghentikan langkah Keyla.

Keyla menoleh menatap Fadhil yang masih duduk di atas motornya.

"Gue mau lihat senyuman lo sebelum gue pulang, agar hati gue tenang," ujar Fadhil dengan tatapan yang dalam kepada Keyla.

Mendengar permintaan Fadhil, Keyla langsung memberikan senyuman manisnya kepada Fadhil.

"Thank, gue pulang ya! Jangan lupa istirahat biar hati lo tenang!" Fadhil pun langsung menyalakan mesin motornya dan pergi meninggalkan Keyla yang masih diam dengan pikiran yang entah ada ke mana.

Keyla masuk ke dalam rumahnya, untuk jauh dari Fadhil membuat Keyla menyerah dia tidak akan sanggup melakukannya, entah kenapa berada di dekat Fadhil membuat Keyla begitu nyaman dan tenang dia yakin Fadhil akan melakukan apapun untuk melindunginya.

"Aku sayang kamu kuda laut," gumam Keyla sambil memeluk jaket milik Fadhil yang masih ada padanya.

***

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!