Untuk FADHIL

Diskotik Tempat Pelarian

Fadhil pun termenung di atas bar diskotik bersama teman-temannya yang sedang happy dengan para wanita, sudah sejak lama mereka tidak berkunjung ke tempat ini karena sering kali kena omel karena ketahuan mabuk apalagi kini orang tua Fadhil sering pulang ke rumah begitu pun Riko yang sudah menemukan Bella cewek cerewet yang selalu melarangnya untuk selingkuh dengan wanita lain.

“Fadh, udah dong jangan minum terus!” ujar Adit sontak merebut wine yang ingin Fadhil tuangkan ke dalam gelasnnya lagi.

Adit sudah menghitung berapa kali Fadhil minum wine malam ini hal itu membuatnya merasa kasihan yang awalnya ingin mengajak Fadhil bersenang-senang malah membuatnya semakin hancur.

“Gue baik-baik aja, lo tenang aja gue gak akan mabuk kok meski sudah minum berkali-kali,” sahut Fadhil sambil terkekeh.

“Lo gak mau joget bareng para wanita cantik itu Fadh?” seru Jaya dengan asik berjoget mengikuti irama diskotik di temani wanita cantik.

“Enggak, lagi mau pokus dengan satu wanita cantik dan manis ini saja,” ujar Fadhil sambil merayu cewek yang duduk di samping Adit.

Hal itu tentu saja membuat Adit marah karena Fadhil sudah menggoda cewek pilihannya, “Mending lo cari yang lain aja deh Fadh!”

Fadhil tertawa mengetahui sikap Adit yang begitu posesif, Ilham datang dan bergabung bersama yang lainnya.

“Santai aja kali Dit, gue gak akan rebut cewek lo kok,” seru Fadhil sambil berusaha untuk menuangkan anggur ke dalam gelasnya.

“Ham dari mana aja sih lo kita tungguin dari tadi juga?” tanya Adit menatap Ilham yang berpenampilan keren.

“Lo ngomong apa sih suaranya gak jelas banget!” celetuk Ilham sambil mendekatkan dirinya dengan Adit.

Suara musik di diskotik membuatnya seperti orang bolot, Ilham baru saja duduk sudah ada cewek yang menggodanya tanpa ragu dia meladeninya dan mempersilahkan cewek itu duduk di sampingnya.

“Lo dari mana aja, kenapa baru datang?” Adit kembali melemparkan pertanyaan kepada Ilham yang belum sempat di jawab.

“Biasa, ada urusan dulu, itu kenapa si Fadhil kok mabuk gitu?” tanya Ilham yang baru menyadari keadaan Fadhil.

Adit kembali menjauhkan botol minumannya dari depan Fadhil, malam ini Fadhil terus-terusan termenung dan mengoceh.

“Aku baik-baik saja okey,” ujarnya sambil terkekeh.

Riko menatap Fadhil sinis, “Kayanya lo harus pulang deh Fadh,” tukasnya.

Ilham memegang jidat Fadhil yang terasa sedikit panas, “Sakit nih dia.”

Fadhil menghempaskan tangan Ilham dengan kasar, “Kalian gak perlu khawatir gue gak apa-apa kok,” ujarnya.

“Jaya mana nih, kok gue belum lihat dia dari tadi ya?” tanya Ilham sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok temannya itu.

“Dia lagi asik sama cewek-cewek cantik,” celetuk Riko.

“Huhu, Jaya emang jagonya goyang.” Ilham bertepuk tangan mengakui jika Jaya memang suka bergoyang dan bernyayi apalagi dengan ditemani cewek-cewek cantik.

“Sayang, aku boleh pijat lengan kamu?” ujar wanita cantik berambut pirang yang sedang duduk bersama Adit.

Adit menoleh dan tersenyum, “Tentu saja boleh sayang,” jawabnya.

Diskotik ini adalah salah satu tempat mereka berkumpul ke dua setelah caffe Permai, dulu Fadhil dan teman-temannya selalu berkunjung ke sini karena kejenuhan mereka dan ingin bersenang-senang dengan para wanita tapi, semenjak beberapa bulan mereka hampir tidak pernah berkunjung ke tempat ini apalagi untuk mencari kesenangan.

Musik terdengar sangat keras, lampu disko pun kadang membuat orang yang belum pernah ke sana jadi merasa pusing melihatnya, Fadhil selalu mengajak teman-temannya untuk duduk di pojong jauh dengan stage performance dan cahaya lampu disko.

Riko masih asik menatap orang di depannya yang sedang bergoyang dengan para wanita yang sebagian pakaiannya yang terbuka ada pula yang hanya memakai rok mini dan bra saja hal itu membuat Riko sedikit menjauh dari pandangan seperti itu karena dia takut akan tergoda.

Bayangan Keyla melintas dibenak Fadhil membuat dirinya semakin larut oleh rasa rindu dan rasa bersalah yang bercampuran, dia baru menerima pesan dari Kevin bahwa Keyla sudah diantar ke rumahnya dan keadaannya sedikit membaik hal itu membuat dirinya merasa lega tapi masalah dengan orangtuanya masih belum selesai.

“Fadhil, kamu lagi di mana Nak?”

Fadhil membuka pesan dari Mamahnya yang masih terus menanyakan keberadaannya hal itu memang menunjukan rasa peduli orang tuanya terhadap dirinya tapi, tetap saja orang tua tidak akan mengerti apa yang dia inginkan.

Perdebatan antara ke dua orang tua Fadhil yang saling mementingkan keegoisan dari diri mereka masing-masing, membuatnya merasa terkengkang sedangkan Papahnya hanya bisa diam dan menuruti apa yang sudah di tentukan oleh Mamahnya karena lebih berkuasa atas harta dan tahtanya.

“Fadh, lo udah nyari tahu tentang teman kecil lo itu?” tanya Riko membuka percakapan dengan Fadhil.

Fadhil terdiam lama sebelum dia menjawabnya, “Gue udah gak peduli lagi dan sepertinya dia juga udah lupa dan gak mau kenal gue lagi.”

Air bening Fadhil menetes tanpa dia sadari mungkin sudah dari tadi Fadhil menahan gejolak hatinya, amarah yang bercampur rasa sedih membuat air matanya menetes.

“Jangan jadi cowok yang cengeng itu bukan Fadhil yang gue kenal.” Riko melihat air bening itu menetes langsung menegurnya.

“Gue merasa hidup gue udah hancur banget gak ada artinya di mata ke dua orang tua gue,” ungkap Fadhil yang menyembunyikan kepalanya di atas lipatan tangan.

“Fadh, lo gak boleh ngomong gitu! Lo itu berarti buat orang tua lo buktinya sekarang lo udh di angkat jadi CEO,” ujar Ilham yang mencoba mengubah pola pikir Fadhil yang sedang tidak benar.

“Kamu boleh pergi dulu sayang, nanti kita lanjutkan lagi ya!” ujar Adit kepada wanita pirang itu.

Wanita itu bangkit dari duduknya dan sebelum pergi dia mengerlingkan sebelah matanya kepada Ilham yang dibalas senyum manis cowok itu.

Kini hanya mereka saja, teman-temannya Fadhil memang sangat peduli satu dengan yang lainnya melihat keadaan Fadhil yang sedang dalam masalah membuat cowok itu lemah dan tidak berdaya.

“Ingat bro! Hidup lo itu gak jauh beda sama gue jadi jangan merasa lo sendirian,” seru Riko sambil berusaha tegar.

Adit menengakan duduknya dan membangunkan Fadhil yang masih menundukan kepalanya.

“Percaya sama gue Keyla akan balik lagi sama lo dan masalah keluarga lo mereka pasti bisa mengerti apa yang lo inginkan dan yang tidak lo inginkan,” ujar Adit sambil menepuk-nepuk punggung Fadhil.

“Gue percaya kalau gak ada orang tua yang jahat di dunia ini tapi kenapa orang tua gue selalu mengengkang kemauan gue dan jalan hidup gue tuh seperti udah mereka atur gitu sejak gue kecil,” jelas Fadhil masih tidak mengerti dengan keegoisan orang tuanya.

“Kalian tahu kan? Kalau gue itu serius sama Keyla? Gue gak main-main sama tuh cewek.” Fadhil merasa kehilangan kepercayaan dari Keyla dan teman-temannya cewek itu karena udah buat Keyla menangis karenanya.

Riko kembali berpikir untuk menemukan solusinya, “Okey urusan Keyla biar gue yang bantu ngomong.”

“Sekarang kayanya lo butuh istirahat Fadh, biar lo gak sakit apalagi sekarang lo udah mabuk begini,” timpal Ilham.

Keadaan orang yang mabuk memang terkadang pikirannya sangat mudah terpancing emosi dan tidak tentu arah bahkan bisa tidak sadarkan diri itulah yang sedang Fadhil alami sekarang.

“Gue sayang sama lo Keyla,” gumam Fadhil dengan matanya yang mulai sayu dan mulai tidak sadarkan diri.

Panik, semua teman-temannya langsung membawa Fadhil ke pulang ke apartemen, kondisi Fadhil begitu menyedihkan membuat Riko, Ilham dan Adit saling padang mereka mencoba membantu Fadhil untuk bisa menemukan solusinya. Urusan Keyla menjadi tanggung jawab Riko karena cowok itu cukup dekat dengan Keyla, sedangkan urusan kedua orangtua Fadhil menjadi urusan Adit dan Ilham karena mereka berdua sudah kenal dekat dengan Nyokap dan Bokap Fadhil.

"Keyla, Lo dimana?" lirih Fadhil yang terus-menerus memanggil nama Keyla.

"Eh gays, badan Fadhil panas!" teriak Riko histeris ketika dia merasakan suhu tubuh Fadhil yang panas.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!