Untuk FADHIL

Kerinduan Keyla

Fadhil pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas sambil memainkan ponselnya, hatinya memang sedikit merasa lega saat ini karena perjanjian antara dirinya dan Mamahnya akan berlaku sampai kapanpun.

“Baiklah hari ini gue bakal siapin diri untuk menemui Keyla besok,” ujarnya dengan tersenyum jail.

Mengingat Keyla sudah menangis karena dia mengira bahwa dirinya telah menghianati cintanya hal itu membuat Fadhil ingin tetap memainkan perannya mulai saat ini.

Dengan santai Fadhil merebahkan tubuhnya di kasur yang selalu membuatnya nyaman saat tertidur, dia kembali teringat akan kejadian semalam yang terjadi kepada dirinya saat di diskotik hal itu membuatnya merasa sangat buruk, kepalanya masih terasa sakit perlahan Fadhil memejamkan matanya.

Sedangkan Keyla berencana untuk pergi ke suatu tempat bersama teman-temannya untuk menghibur dirinya yang masih patah hati.

“Sayang, kok belum mandi katanya mau pergi.”

Keyla menoleh menatap sang Bunda yang berdiri di depan pintu kamarnya melihat wajah cemberut Keyla Adiba pun langsung menghampiri putrinya.

“Ada apa sih kok cemberut gitu mukanya?” tanya Adiba sambil mengelus-elus rambut Keyla.

Keyla memeluk Bundanya karena selama ini dia belum berani cerita tentang masalah di dalam hubungannya dengan Fadhil.

“Bunda,” ujar Keyla lirih.

Adiba mengerti bagaimana perasaan anaknya saat ini tapi dia pura-pura tidak tahu apa-apa karena Keyla pun belum menceritakan semuanya.

“Ada masalah dengan Fadhil?” tebak Adiba.

Sontak Keyla langsung menatap Bundanya dengan nelangsa, matanya mulai berlinang ada bendungan air yang dia tahan di sana, tiba-tiba tubuhnya merasa gemetar mendengar nama cowok itu di sebutkan, rasa rindunya kembali hadir mengingat bahwa sudah beberapa hari dia tidak pernah bertemu atau pun mendengar kabarnya semenjak tersebarnya berita itu.

“Lagi berantem sama Fadhil?” tanya Adiba kembali saat Keyla diam dengan termenung.

Keyla mengangguk perasaanya tidak bisa dibohongi saat seseorang bertanya tentang keadaannya saat ini.

“Fadhil mau tunangan Bun dengan Laura wanita yang memang sudah Mamahnya jodohkan dengan Fadhil,” jelas Keyla dengan gemetar.

Air bening berhasil lolos dari matanya dan mengalis begitu saja di pipinya, Keyla sungguh merasa bingung apa yang harus dia lakukan.

Adiba membiarkan Keyla menangis karena air mata itu tidak pernah berbohong, apa yang hatinya rasakan dia akan ikut bersedih dan mengeluarkan air mata.

“Menangislah jika kamu memang perlu menangis, Mamah akan menjadi pendengar setia kamu saat ini,” tukas Adiba sambil tersenyum memandang anak remajanya.

Keyla menundukan kepalanya, “Sejak mendengar berita itu awalnya aku kurang percaya tapi ketika Raya sendiri yang bilang aku langsung menangis, aku gak kuat Bun, dan saat Kevin ke kelas dia mengajak aku untuk pulang tapi karena aku takut Bunda akan menanyakan atau mungkin memarahiku aku mengajak Kevin untuk pergi ke jembatan cinta hingga akhirnya Kevin bilang ‘Kalau kamu percaya sama Fadhil maka rasa takutmu akan hilang’, begitulah kata Kevin dan dia juga bilang semuanya akan baik-baik saja tapi aku masih tetap benci dengan Fadhil Bunda dia udah mengecewakanku,” ungkap Keyla dengan gemetar, dia yakin Bundanya akan mengerti keadaannya dan perasaannya di bandingkan dia bercerita dengan Ayahnya.

Adiba mengusap air mata Keyla yang terus-terusan mengalis, “Sayang, terkadang perjodohan itu terjadi karena kasih sayang dan rasa takut orang tua terhadap masa depan anaknya, apa yang terjadi dengan Fadhil sebenarnya kamu juga mengalaminya bukan?”

Keyla sadar bahwa dia pun terlibat dalam perjodohan Ayahnya dan sahabat dekat Ayahnya yang tidak lain anaknya adalah Kevin yang sudah dia anggap sahabatnya sendiri.

 

“Kamu pasti merasakan apa yang Fadhil rasakan saat ini namun, si anak berhak menolak saat pasangannya itu bukan orang yang tepat untuk dirinya, apa yang dikatakan Nak Kevin benar, kamu harus percaya kalau Fadhil itu sayang sama kamu dan gak akan mengecewakanmu tapi, jika kamu tidak percaya dengan Fadhil bagaimana jika Fadhil sendiri tidak benar-benar sayang sama kamu dan akan meninggalkanmu?” jelas Adiba sambil menatap mata anaknya yang berlinang.

 

Keyla memang percaya bahwa Fadhil suka dan sayang kepadanya meskipun hubungannya tanpa status dia sangat yakin bahwa Fadhil benar-benar sayang dan bukannya Fadhil tidak suka dengan Laura?

 

“Keyla yakin Bun, kalau Fadhil itu sayang dengan Keyla dan Fadhil pun sebenarnya tidak menyukai Laura, jadi kemungkinan dia bisa menolak pertunangan itu, ” tukas Keyla dengan hati yang mulai tenang.

 

Adiba mengangguk membenarkan pemikiran Keyla, “Iya benar sayang, kamu yang sabar aja ya ini ujian kamu dalam mencintai seseorang.”

 

Keyla mengusap air matanya dan memantulkan dirinya ke cermin, melihat matanya yang sembab dia merasa malu dan jika Fadhil melihat pasti cowok itu akan memarahinya mengingat itu bibir Keyla tersenyum simpul.

 

“Ya sudah kamu siap-siap sana nanti teman-teman kamu ke sini kamunya belum siap bagaimana?” Adiba selalu menjadi pengingat yang baik bagi Keyla.

 

Keyla memeluk Bundanya dengan senang dia merasa bangga punya Bunda seperti Adiba yang selalu pengertian.

 

“Makasih ya Bun, Keyla mau cuci muka dulu biar wajah Keyla lebih segar dan bersinar,” ujarnya dengan menampilkan barisan giginya yang rata.

 

“Okey, Bunda tunggu di bawah ya! Sepertinya besok Ayah kamu akan pulang,” ungkap Adiba.

 

“Wahh Keyla udah kangen banget sama Ayah Bun,” jelas Keyla.

 

Adiba pun tersenyum dan mengusap rambut Keyla dengan lembut sebelum pergi meninggalkannya sendiri.

 

Di kamar mandi Keyla merasa kesal karena matanya yang sembab tidak kunjung hilang membuatnya takut akan pertanyaan-pertanyaan dan ejekan dari teman-temannya.

 

“Huhf kalau habis nangis susah ya buat menghilangi bekasnya, mata oh mata please kembalilah seperti semula,” kata Keyla mencoba bediskusi dengan matanya semdiri.

 

“Non, di bawah udah ada teman-teman Non Keyla,” ujar Bi Ajeng.

 

Keyla menoleh dan mengangguk, “Baik Bi, terima kasih,” sahutnya.

 

“Sama-sama Non Keyla, Bibi permisi ke bawah ya Non.” Bi Ajeng pun kembali turun untuk melayani tamunya Keyla.

 

Keyla sangat suka merias wajahnya, kali ini dia memakai baju kemeja putih polos dan celana jeans tidak lupa pula dia mengikat rambutnya dan merapihkan anak rambutnya.

 

“Hay Zhayeng,” teriak Anna sambil berlari menghampiri Keyla.

 

Keyla menyambut Anna dengan senang, pelukan hangat dari seorang sahabat kembali dia rasakan.

 

“Lo yang sabar ya Keyla, gue yakin lo itu strong!” ucap Anna sambil mengangkat tangan kanannya sambil tersenyum ceria.

 

Keyla menunjukan wajah baby facenya, “Iya makasih ya,” ujarnya.

 

“Annyeong Keyla,” seru Ratna sambil mengikuti gaya orang Korea yang membungkukan tubuhnya.

 

Keyla lantas tertawa saat melihat perilaku temannya itu, “Astaga, gue senang banget bisa kumpul bareng kalian lagi,” ungkap Keyla.

 

Semua teman-temannya pun tersenyum karena mereka juga senang bisa berkumpul seperti yang mereka lakukan di sekolah.

 

“Heh Key, ponsel lo kok gak aktif sih gue kan tadi pagi nelpon lo,” gerutu Bella dengan kesal.

 

Keyla terkekeh, “Ponsel gue sengaja gue matiin biar enggak terganggu sama notif apapun,” jelas Keyla.

 

Raya mengernyitkan keningnya, “Sampai segitunya Key, apa lo juga mau mencoba menjauh dari kita hah?” ujarnya.

 

Keyla ikut duduk bersama yang lainnya sambil asik mengobrol, “Bukan begitu maksud gue, ada beberapa orang yang lagi gue hindari.”

 

“Eh lo tahu gak sih, film apa yang lagi seru saat ini di biskop?” seru Amel dengan antusias.

Yang lainnya pun terlihat berpikir mencoba menebak film apa yang sedang viral di bioskop minggu ini, karena memang mereka selalu menunggu kabar dari film-film favorit yang akan ditayangkan di bisokop membuat mereka tidak ingin kehabisan tiket ataupun melewatkannya begitu saja.

Keyla akui berkumpul dengan sahabatnya bisa membuatnya kembali tersenyum dan bahagia terkadang dia tidak habis pikir kalau dia tidak punya sahabat sudah pasti harinya akan sangat membosankan.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!