Untuk FADHIL
Fadhil Berantem?!
Pagi yang begitu cerah, awan pun terlihat sangat indah namun, tidak dengan hati Keyla yang nampak sedih akhir-akhir ini, Fadhil memang suka membuat dirinya merasa bingung, terkadang buat dia senang dan terkadang juga buat dia sedih, kini Kayla sedang ragu dengan sikap Fadhil, dia takut akan merasakan sakit hati yang kedua kalinya, sebelumnya dia tahu betul bagaimana sikap Fadhil.
“Bun, Keyla berangkat dulu ya!”
Keyla mencium tangan Bundanya yang sedang sarapan di meja makan, Ayahnya sudah tiga hari ke luar kota untuk urusan kerja, membuat dia sangat rindu dengan Ayahnya.
“Kok wajah kamu cemberut gitu?” Sang Bunda pun menyadari raut wajah putrinya pada pagi hari ini, “Ada masalah, cerita sama Bunda.”
Mungkin biasanya Keyla akan cerita kepada Bundanya tapi, kali ini dia takut Bundanya akan melarang dirinya untuk suka dengan Fadhil dan pastinya Bundanya akan menyuruh Kevin untuk menemainya.
“Enggak Bun, aku baik-baik saja,” ujar Keyla sambil tersenyum lebar.
Sang Bunda pun mengangguk dan tentunya paham, “Ya sudah, kamu hati-hati ya sayang.”
“Iya Bun, assalamualaikum.”
Keyla pun berjalan menuju pintu keluar, hari ini dia merasa bingung dengan perasaannya, tadi malam Fadhil mencoba menelponnya namun, dia terpaksa tidak menganggkatnya, apa yang di katakan Amel saat itu juga sudah mengacaukan perasaannya.
Event ulang tahun sekolah pun akan berlangsung, Keyla selalu menyuruh Bella untuk melaporkan perkembangan acara nanti, bagi Keyla dia bisa menyembunyikan rasa sukanya kepada Fadhil namun, dia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya meski hanya sedetik.
Saat Keyla turun sampai di gerbang sekolahnya, dia melihat Fadhil dan kawan-kawannya, membuatnya menghela nafas dan berjalan dengan menunduk, langkahnya terhenti saat Fadhil ada dihadapannya.
“Minggir gue mau jalan,” ucap Keyla masih menunduk.
Fadhil jadi merasa Keyla sedang menguji perasaannya, hingga dia terpaksa harus membuktikan perhatiannya, dengan lembut dia menyentuh dagu Keyla dan menatap bola mata indah milik Keyla.
“Jika ada masalah cerita sama gue, jangan buat gue tersiksa di jauhin kaya gini, nanti kalau gue di rebut cewek lain emang rela?”
Keyla memukul tangan Fadhil yang berani membuatnya bertatapan, pair jantungnya sedang berdetak tidak normal, saat sentuhan tangan Fadhil kembali dia rasakan.
“Lagian jadi cowok genit banget sama cewek,” tandas Keyla, dia tidak akan rela cowok yang sudah dia sukai sejak dulu, pergi lagi.
Fadhil tersenyum dan mengacak-acak poni Keyla, “Jangan mencoba buat menjauh, karena takdir telah mempersatukan kita.”
Adit bersiul mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Fadhil, “Denger tuh Key, Fadhil udah jatuh cinta banget sama lo.”
“Keren banget lo Key, bisa ngambil hati seorang Fadhil,” seru Jaya sambil bertepuk tangan kagum.
Fadhil pun membawa Keyla menjauh dari teman-temannya, dia merasa keganggu oleh ocehan mereka dan pastinya dia tahu bahwa cewek di depannya ini sedang menahan malu.
Sepanjang perjalanan Keyla menjadi bahan perhatian cewek-cewek, ada yang menatapnya kagum dan ada juga yang menatapnya sinis, hal itu sudah biasa bagi cewek-cewek yang mempunyai cowok tampan, selama ini Keyla merasa bahwa hubungannya dengan Fadhil tidak ada yang mengusiknya, membuatnya merasa senang, setelah di antar sampai ke kelas Fadhil pun berpamitan dengan Keyla untuk kembali ke kelasnya yang berada di lantai dua.
****
"Ngapa lo senyum-senyum sendiri? Gila lo," celetuk Anna sengit, Kemudian mengikuti arah bola mata Bella memandang. "Serius lo suka sama guru baru itu Bel?"
"Udah tampan, tinggi, pintar siapa sih cewek yang gak mau sama dia," jawab Bella sambil tersenyum lebar.
"Nih, pesenan kalian." Amel pun datang dengan membawa nampan berisi bakso, kemudian duduk di samping Keyla. "Key, lo kenapa sih? Cemberut kaya gitu," tegur Anna saat melihat Keyla yang menatap ponselnya dengan wajah cemberut.
"Gue lagi sedih," jawab Keyla sambil memanyunkan bibirnya. Lalu mangambil bakso miliknya.
"Sedih kenapa sih?" Raya pun memajukan tubuhnya, Menatap Keyla dengan penasaran.
"Lee Min Hoo wamil selama 2 tahun, dan gue bakal kangen banget sama Oppa Min Hoo." Kini teman-teman Keyla melotot mendengar jawaban Keyla.
"Astaga! Gue kira lo kenapa, ya iyalah Oppa Lee Min Hoo kan sudah tua," celetuk Bella sambil memasukan baksonya ke dalam mulut.
"Namanya juga orang Korea, ya kalau umur mereka sudah mencapai 30 ke atas, ya harus melaksanakan wamil. Karena itu adalah aturan Negara Korea," sahut Anna sebelum meneguk air minumnya.
"WAMIL apaan sih emang?" tanya Raya dengan wajah yang polos. Keyla pun menggelengkan kepalanya heran.
"Ara, Ara gue kira lo tahu," tandas Bella sambil menoyor kepala Raya. Membuat Raya mengaduh kesakitan.
"WAMIL itu singkatan dari wajib milliter," jawab Keyla diikuti anggukan Raya yang mulai paham.
"Keyla, lihat tuh," ujar Ratna dengan menunjukan jarinya ke arah warung yang berada di pojok kantin. "Eh, kenapa tuh ribut-ribut?"
Raya langsung bangkit dari duduknya, "Eh, kenapa?" tanyanya pada anak cewek yang sedang lari menuju ke tempat itu.
"Fadhil berantem," jawabnya, "Yaudah gue duluan ya."
Mendengar nama Fadhil Keyla langsung ikut berlari, membuat teman-temannya kebingungan dan khawatir terjadi apa-apa dengan Keyla.
"Key, tunggu!"
Keyla, Bella, Anna dan Raya menerobos orang-orang untuk ke depan agar lebih jelas. Keyla tertegun saat melihat Fadhil yang sudah babak belur dan.
"Kevin!!!" Keyla menjerit melihat Kevin yang terus-menerus menghajar Fadhil. Padahal di sudut bibirnya sudah berdarah. Melihat teman-teman Fadhil yang malah diam dan mendukung kelakuan Fadhil, membuat Keyla geram.
"Keyla lo mau ngapain?" tanya Anna saat Keyla mulai mendekati dua cowok itu.
"HENTIKAN KEVIN!!!" Semua penonton menatap Keyla heran, melihat sikap berani Keyla teman-temannya pun mendekat dan membantu Keyla.
Semua orang menoleh, termasuk Kevin dan Fadhil. "Keyla?" desis Kevin, tanganya mengusap sudut bibirnya yang bedarah.
"Gue bilang hentikan," ucap Keyla tegas, jujur saja dia sangat takut melihat perkelahian namun melihat siapa yang berkelahi membuatnya geram.
Fadhil menghampiri Keyla, "Keyla ngapain sih?" tanya Fadhil heran, melihat cewek itu. Ada rasa khawatir saat melihat tangan Keyla yang gemetar.
"Awas lo," acam Kevin sebelum pergi, Keyla meyuruh Raya menemani Kevin. Keyla melihat jika Kevin menatapnya sebelum pergi.
"Sudah sana bubar!!!" teriak Bella membuat semua penonton merasa kesal. karena pertunjukannya dihentikan. Keyla pun meminta izin kepada Anna dan Bella untuk tidak mengikuti pelajaran. Kedua temannya pun mengangguk mengerti.
"Fadhil, lo gak apa-apa?" tanya Keyla dengan sangat cemas.
Akhirnya Keyla membawa Fadhil ke kantin. "Bi Rena, ada kotak P3K?" tanyanya pada Bi Rena pemilik kantin itu. Yang sudah akrab dengannya.
"Ada Neng, nanti Bibi ambilin ya."
"Gue gak apa-apa kok, ini cuma luka kecil nanti juga sembuh sendiri." Keyla melotot mendengar perkataan Fadhil, membuat Fadhil tertawa.
"Hey, kok ketawa sih?" tanya Keyla heran. Sebelah alisnya terangkat.
Keyla merasa risih di tatap Fadhil seperti itu. "Lo perhatian banget sih sama gue? Membuat gue semakin takut untuk nyakiti lo, tau gak?" katanya pelan, kemudian dia meraih tangan Keyla. "Maafin gue, gue janji gak akan berantem lagi," ucapnya sambil memohon agar Keyla mau memaafkannya.
Keyla menatap bola mata Fadhil yang sudah membuatnya selalu menunduk saat di tatap, namun kini dengan berani Keyla memandang Fadhil dan menyerahkan bidatin serta kain kasa dan hansaplast.
Fadhil mengangkat sebelah alisnya heran, "Masa ngobatin sendiri sih, kan gak kelihatan," gerutunya.
Keyla pun akhirnya mengobati Fadhil dengan syarat cowok itu harus menutup matanya, dengan hati-hati dia mengobati pelipis Fadhil yang terluka dan pipinya yang terlihat bengkak. "Tuh udah, sakitkan? Lain kali jangan berantem lagi!"
Diam-diam Fadhil memperhatikan wajah Keyla yang sedang mengobatinya, wajah cantik yang selalu terlihat menggemaskan. "Iya, kan tadi gue udah janji, makasih ya Putri Snow White."
"Lagian udah gede masih aja berantem, heran," keluh Keyla sambil membereskan obat-obatan.
Fadhil tersenyum mendengarnya, "Biasa atuh cowok, kalau gak suka berantem bukan cowok namanya."