Untuk FADHIL
Tantangan Dari Kevin
“Den, bangun sudah pagi,” ujar Bi Tinah membangunkan Fadhil yang masih tertidur pulas.
“Hemm,” gumam Fadhil, “Bangunkan saya 5 menit lagi Bi.” Hari senin adalah hari yang sangat menyebalkan, apalagi ada upacara membuat Fadhil merasa ingin selalu bolos namun, kali ini sekolah sedang mengadakan acara, jadi tidak ada upacara pengibaran bendera.
Bi Tinah menggelengkan kepala melihat tingkah laku Fadhil yang malesnya belum juga hilang.
“Ayo Den, bangun! katanya hari ini ada acara perlombaan di sekolah, Den Fadhil kan ketuanya masa telat sih, ayo Den bangun!” teriak Bi Tinah dengan kesal karena bosnya tak kunjung bangun.
“Iya Bi.”
Fadhil yang memang sudah merasa sangat dekat dengan pembantunya, tidak pernah marah akan sikap Bi Tinah yang kadang berani memarahinya. Dengan keadaan belum sadar, Fadhil bangkit dari tempat tidurnya lalu meraih handuknya yang di genggam Bi Tinah dan berjalan dengan gontai menuju kamar mandi. Bi Tinah hanya terkekeh melihatnya, ketika Fadhil sudah masuk kamar mandi Bi Tinah pun langsung turun ke bawah untuk kembali bekerja.
Tak butuh waktu lama, Fadhil turun dengan pakaian sweater hoodie yang sudah melekat rapih di tubuhnya, dia pun langsung pergi ke sekolah, saat di jalan dia teringat akan Kevin yang begitu agresif saat memukulnya, cowok itu memang sahabat Keyla tapi, ada kemungkinan Kevin suka dengan Keyla, terlihat jelas dari sikapnya, karena pertengkaran kemarin yang belum selesai Kevin kembali mengajaknya untuk tanding futsal dengan syarat dia harus menjauhi Keyla jika kalah nanti, hal itu membuat dirinya kepikiran, bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu.
“Argghh!” desis Fadhil.
Hari senin selalu saja macet, Keyla menaiki angkot untuk ke sekolah membuat dirinya terjebak dalam kemacetan, dia pun mengusap peluhnya yang mengalir, karena takut telat dia memutuskan untuk berhenti dan berjalan kaki saja.
“Bang, berhenti di sini saja deh, nih bayarnya, makasih ya Bang.” Dengan hati-hati Keyla menyebrangi jalanan yang sedang macet total.
Saat Keyla sudah berada di pinggir jalan, ponselnya berdering telepon dari Bella yang menanyakan keberadaanya, mendengar Bella mengomel membuat Keyla nambah pusing.
“Lo mulai dulu aja, gue gak tahu sampai jam berapa ke sekolah soalnya macet total jalanan,” ujar Keyla sambil berjalan sedikit-sedikit untuk sampai ke sekolah.
Sambungan telepon pun terputus, Keyla memikirkan semoga saja Fadhil sudah sampai di sekolah agar bisa mengkondisikan keadaan.
“Kenapa bisa macet total sih?” gerutu Keyla sambil mengusap peluhnya, ini memang masih pagi namun, dia sudah merasa kegeraan saja.
Tiin ... tiin ...
Bunyi klakson motor dari arah belakang telah mengagetkan Keyla, dia pun langsung menoleh dan melihat siapa yang telah melakukannya.
“Kevin!” ujar Keyla sambil berjalan menghampiri cowok itu.
Kevin tersenyum kepada Keyla, “Buruan naik!”
Dengan perasaan lega Keyla langsung menaiki motor Kevin, dia tidak ragu untuk memeluk Kevin saat itu, rasanya dia sangat beruntung karena kedatangan Kevin, dengan perlahan Keyla menyenderkan kepalanya di bahu Kevin, dia merasa lelah sudah berjalan kaki.
Motor Kevin pun mencoba mencari celah untuk jalan, kemacetan sudah mulai menghilang, membuat kendaraan motor bisa berjalan dengan lancar namun, harus tetap berhati-hati, Kevin tersenyum manis melihat cewek di belakangnya yang sedang di zona aman.
***
“Keyla!” seru Raya sambil melambaikan tangan ke arah Keyla.
Keyla menoleh mencari sumber suara hingga mendapatkan sosok sahabatnya, “Hay Ra!”
Acara perlombaan sudah mulai sejak tadi, Keyla sudah terjebak macet selama 2 jam, hal itu membuat dia kebingungan harus melakukan apa, pikirannya sedang kacau sebab kemacetan total yang di sebabkan oleh truk yang menabrak pagar pengaman jalan, terdengar teriakan ricuh para penonton menggema di seluruh ruangan sekolah.
“Key, lo di cariin Fadhil, tadi dia sudah mencoba mengubungi ponsel lo tadi gak aktif,” ujar Raya membuat Keyla nambah panik.
“Duh, jangan-jangan dia mau ngomelin gue lagi, bagaimana ini? Dianya di mana Ray?” tanya Keyla panik.
“Coba lo cari di lapangan basket,” jawab Raya sambil menunjukan dengan jari telunjuknya.
Dengan bergegas Keyla langsung menuju lapangan basket, untuk menemui Fadhil dan yang lainnya.
“Fadhil, tuh Keyla sudah datang,” ujar Riko menepuk bahu Fadhil yang sedang duduk.
Fadhil menoleh melihat Keyla yang sedang berlari ke arahnya, dia pun langsung berdiri dan menyerahkan lembaran kertas kepada Riko.
“Sini ikut gue!” Fadhil menarik tangan Keyla dan membawanya jauh dari kerumunan.
“Kenapa gue telepon gak diangkat?” tanya Fadhil dengan meleparkan tatapan yang bisa membunuh membuat Keyla merasa sangat bersalah.
“Gue lupa mau ngabarin lo, maaf gue tahu gue salah, please maafin gue!” ujar Keyla sambil menunduk dia takut untuk menatap cowok di depannya itu.
“Gue gak maksud marahin lo, gue hanya khawatir dengan keadaan lo, waktu gue mau pergi buat jemput lo, panitia yang lain melarang gue dengan alasan gue ketua harus tetap stay by di sini,” jelas Fadhil, “Lo gak apa-apa kan?” lanjutnya sambil memegang ke dua pipi Keyla.
Keyla meraih tangan Fadhil, “Gue gak apa-apa, untung saja tadi ada Kevin yang jemput gue.”
Fadhil melepaskan tangannya saat mendengar nama Kevin, membuat Keyla merasakan ada yang aneh dengan sikap Fadhil.
“Owh,” ucap Fadhil sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum kecut.
“Ya sudah yuk, sebentar lagi mau pada istirahat kan?” Keyla mengajak Fadhil untuk bergabung dengan yang lain.
Pada hari ini, semua peserta lomba memakai baju yang begitu unik-unik, dan penampilan yang begitu memukau, pelombaan pun berjalan dengan lancar, tidak ada usaha yang sia-sia, semua ini berkat para panitia sudah berkerja keras dalam mempersiapkan acara, ketika waktu istirahat tiba, Keyla bergabung dengan teman-temanya.
“Ya ampun Key, gue panik banget tadi pagi tanpa lo,” ujar Bella yang telah menggantikan tugas Keyla sementara agar semua acara berjalan dengan lancar.
“Iya Key, sudah jam 07:40 WIB, acara belum juga mulai gara-gara pembawa acaranya belum datang, akhirnya Bella yang mau gantiin lo,” sahut Anna sambil menyandarkan kepalanya di dinding.
“Lo tahu gak sih? Gue kena omel Fadhil gara-gara telat ngasih komsumsi,” timpal Raya mengadu kepada teman-temannya yang lain.
“Iya gue minta maaf ya, gue kejebak macet total tadi pagi.” Keyla mengakui bahwa sebab dirinya teman-temannya jadi panik.
“Lagian kenapa gak minta supir lo buat nganterin aja sih, enak banget supir lo di gaji tapi gak kerja,” ceteluk Anna dengan omongannya yang sangat pedas.
“Supir gue tadi pagi nganterin Bunda ke pasar, gara-gara mobil truk yang nabrak pagar keamanan jalan, jadinya macet total deh.” Keyla masih kesal saat mengetahui apa penyebab kemacetan jalan.
“Bell, lo nyuruh Kevin buat jemput gue?” tanya Keyla penasaran.
“Bukan gue tapi Anna tuh,” jawab Bella sambil menunjuk ke arah Anna.
“Iya habisnya gue bingung harus nyuruh siapa buat jemput lo,” ujar Anna.
“Key lo tahu gak kalau tadi Fadhil khawatir banget denger lo belum datang.”
Raya dengan antusias langsung menceritakan wajah Fadhil yang terlihat begitu tampan saat sedang cemas, Fadhil yang memang tidak peduli dengan acara apapun kini menjadi terlihat antusias, dia terlihat sangat cool ketika mengatur semuanya.
“Iya gue rasa Fadhil keren juga ya jadi ketua, selama ini kepintaran dia gak kelihatan karena kenakalannya,” tandas Bella yang memang sering di usilin Fadhil.
Sedangkan Fadhil dan teman-temannya sibuk memikirkan pertandingan futsal yang akan di adakan nanti malam, syarat dari Kevin membuat Fadhil merasa terancam.
“Lo gak usah khawatir Fadh, gue yakin kita akan menang kok,” ujar Adit mencoba menenangkan Fadhil yang terlihat frustasi.
“Gue sudah menghubungi Ilham untuk ikut dalam pertandingan ini,” sahut Jaya yang yakin bahwa Ilham akan membantu Fadhil memenangkannya, Ilham juga pemain yang jago menurutnya.
Fadhil memang harus bisa memenangkan pertandingan ini, demi Keyla dia akan menerima tantangan Kevin, hari ini Papahnya sedang tidak ada di luar kota untuk rapat bersama rekan-rekan yang lain, dia berniat untuk menginap di rumah Jaya sepulang main futsal yang mungkin sampai jam 12 malam.