Youtuber Kocak Mengungkap Kuntilanak

Panggilan Hutan Mangga 1

Di sebuah desa terpencil bernama Karanganyar, dikelilingi oleh hutan jati yang menjulang tinggi dan sungai yang mengalir tenang, hiduplah seorang pemuda bernama Ardi. Dengan semangat petualang yang membara, Ardi dikenal sebagai YouTuber yang gemar menjelajahi tempat-tempat angker dan mistis. Channel YouTube-nya, "Hantu-Hantu Seru", selalu dinantikan para penggemarnya yang penasaran dengan aksi-aksi nekatnya.

Kali ini, Ardi mendapat informasi menarik tentang sebuah pohon mangga tua yang konon dihuni oleh kuntilanak. Pohon mangga itu terletak di ujung desa, tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Berdasarkan cerita yang beredar, siapa pun yang berani mendekati pohon tersebut pada tengah malam pasti akan melihat penampakan kuntilanak yang cantik namun menyeramkan. Tentu saja, tantangan seperti ini tidak bisa dilewatkan oleh Ardi.

"Oke, guys, siap-siap ya! Malam ini kita akan membuktikan kebenaran tentang kuntilanak pohon mangga!" seru Ardi dengan semangat, sambil menyalakan kamera ponselnya. Ia mengenakan kaos oblong bergambar pocong dan celana pendek, lengkap dengan headlamp di kepala.

Sebelum berangkat, Ardi menyempatkan diri untuk meminta restu kepada Nenek Asih, neneknya yang dikenal sakti. Nenek Asih memberikannya sebuah kalung kecil terbuat dari batu akik. "Ini jimat peninggalan kakekmu," ujar Nenek Asih. "Semoga bisa melindungimu." Ardi mengucapkan terima kasih dan menyimpan kalung itu di dalam saku celananya.

Sesampainya di lokasi, Ardi langsung disambut oleh suasana yang mencekam. Bulan purnama bersinar redup menembus celah-celah dedaunan, menciptakan bayangan-bayangan aneh di sekelilingnya. Suara jangkrik dan burung hantu terdengar sayup-sayup, menambah kesan mistis tempat itu.

Ardi mulai berjalan mendekati pohon mangga. Semakin dekat, ia semakin merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Pohon mangga itu tampak begitu tua dan kokoh, dengan akar-akar yang menjalar ke segala arah. Di bawah pohon, terdapat sebuah batu besar yang sering dijadikan tempat duduk oleh warga desa.

"Menurut cerita, kuntilanak sering muncul di batu ini," gumam Ardi sambil mengeluarkan alat perekam suara. Ia duduk di atas batu dan mulai bercerita tentang tujuan kedatangannya. "Halo, kuntilanak! Kalau kamu ada di sini, tunjukkan dirimu! Aku tidak takut!" teriak Ardi dengan suara lantang.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba angin berhembus kencang, menggoyangkan dahan-dahan pohon mangga. Ardi merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh ke sekeliling dengan waspada. "Ada yang di sana!" teriaknya, sambil mengarahkan kamera ke arah semak-semak.

Namun, tidak ada apa-apa selain bayangan-bayangan yang bergerak akibat terpaan angin. Ardi mulai merasa sedikit ragu. Apakah ia terlalu berlebihan? Atau mungkin, cerita tentang kuntilanak itu hanya isapan jempol belaka?

Saat hendak menyerah, tiba-tiba terdengar suara tawa perempuan yang sangat merdu, namun terdengar begitu menyeramkan di tengah malam yang sunyi. Suara itu berasal dari arah pohon mangga. Ardi menoleh ke atas, jantungnya berdebar kencang. Di antara cabang-cabang pohon, terlihat sosok perempuan dengan rambut panjang terurai dan wajah pucat.

"Siapa kamu?" tanya Ardi dengan suara bergetar.

Sosok perempuan itu tersenyum misterius. "Aku sedang menunggumu," jawabnya dengan suara lembut namun menusuk.

Ardi semakin ketakutan. Ia mencoba untuk berdiri, namun kakinya terasa lemas. Tiba-tiba, sosok perempuan itu menghilang. Ardi terjatuh ke belakang dan pingsan.

Ketika Ardi membuka matanya, ia sudah berada di rumah sakit. Nenek Asih duduk di samping tempat tidurnya. "Untung kamu selamat, Nak," ujar Nenek Asih sambil mengelus rambut Ardi.

"Apa yang terjadi, Nek?" tanya Ardi dengan suara lemah.

Nenek Asih tersenyum misterius. "Kamu bertemu dengannya, bukan?"

Ardi mengangguk pelan. Ia masih ingat dengan jelas sosok perempuan cantik yang membuatnya ketakutan.

"Kuntilanak itu sebenarnya hanya ingin teman, Nak. Dia merasa kesepian karena sudah lama hidup sendirian di pohon mangga itu," jelas Nenek Asih.

Ardi terdiam. Ia tidak menyangka bahwa di balik sosok menyeramkan itu, ternyata tersimpan kesedihan yang mendalam.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!