3 Duyung Cantik

Arabella Diculik Andi

Setelah pulang sekolah arabel menghampiri ratu dan Astrid yang sedang membaca buku dengan asyik nya. 

 

"Haii! siap pulang bareng?” ujar Arabell dengan ceria namun tidak ada jawaban dari kedua sahabatnya. 

 

“Pulang yuk!” ajak Arabell kembali. “Kalian pada kenapa sih, kok diem aja dari tadi, sariawan ya?” ujarnya sambil menaikkan tasnya 

 

Astrid melirik Ara sekilas, “Pulang ajah sendiri,” sahut Astrid ketus. 

 

"Bukannya lo mau sendiri? Lo kan nggak mau main sama orang aneh dan nggak normal kayak kita, jadi mending lo cari temen yang normal-normal aja,” timpal Ratu sama ketusnya dengan Astrid. 

 

Arabella menatap kedua sahabatnya dengan heran “Kalian pada kenapa sih? Kalian tuh salah paham tahu,” terangnya.

 

Astrid mulai berdiri, "Mending mulai sekarang kita masing-masing aja deh, okey?" katanya.

 

Ratu pun ikut bangkit dari duduknya, “Jadi mending aku pulang sendiri aja deh kayak waktu itu di pantai,” serunya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

 

Melihat sikap kedua sahabatnya membuat mata Arabella memanas seakan-akan ingin menangis, dia tidak menyangka kedua sahabat masih marah dengan kejadian di pantai kemarin. 

 

“Okey, kalau itu mau kalian, tapi Percaya deh kalian tuh udah salah paham," kata Arabell dengan nelangsa.

 

Astrid melirik ke arah samping, seakan-akan menyuruh Arabel untuk segera pergi sehingga Arabel langsung pergi dengan perasaan yang sedih, hatinya hancur melihat kedua sahabatnya marah kepada dirinya. 

 

Saat Arabel menuruni tangga dia sempat kembali menoleh ke arah kedua sahabatnya, air matanya jatuh dengan cepat dia langsung menyeka air matanya, dan kembali menuruni anak tangga.

 

Dari ujung parkiran terlihat mobil Andi yang sedang melaju dengan cepat dan langsung berhenti tepat di depan Arabell. 

 

Andi langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Arabell. 

 

"Hai Ra, pulang bareng yuk?" ajak Andi dengan begitu baik.

 

Entah kenapa arabella selalu menghindar dari Andi, “Duh, sorry Di, gue pulang sendiri ajh.” 

 

“Udah bareng gue aja, gue bawa mobil kok” Andi masih tetap memaksa agar Arabell mau pulang bareng.

 

Namun Arabell langsung berjalan pergi meninggalkan Andi. 

 

“Ara! Ara! Tunggu!" teriak Andi, dia berusaha menyusul namun cewek itu berjalan dengan langkah kaki yang panjang, Andi pun memutuskan untuk menyusulnya dengan mobil.

 

 

Akhirnya tepat di gerbang pintu keluar sekolah, mobil Andi berhenti tepat di samping Arabell, dia pun langsung turun. 

 

“Ra, please gue mau ngomong sama Lo sebentar," ujar Andi seraya memegangi tangan Arabell, menahannya untuk tidak pergi.

 

“Gue mau pulang sendiri Di,” sergah Arabell yang tampak frustasi. 

 

“Yaudah gue anterin ya,” ujar Andi, yang masih memegangi tangan Arabell seakan enggan untuk melepaskannya.

 

“Gak bisa, Di!" seru Arabell seraya memohon agar Andi mau melepaskannya.

 

Kesabaran Andi habis, “Bisa, yuk ikut gue!" Dia menarik paksa tangan Arabell untuk masuk ke dalam mobilnya.

 

Disisi lain ada Doni yang melihatnya namun dia bingung dengan apa yang terjadi dengan Arabell.

 

"Andi apaan sih maksa-maksa, lepasin Di!” Arabell berteriak berusaha menolak untuk pergi bersama.

 

"Udah ikut, buruan masuk!” ujar Andi seraya mendorong pelan kepala Arabell untuk masuk ke dalam mobil.

 

Akhirnya Indah dengan pasrah masuk ke dalam mobil Andi, dengan cepat Andi membawa mobilnya keluar dari gerbang sekolah. 

 

“Hah, Ara!!” teriak Doni dia bingung apa yang harus dia lakukan, akhirnya dia berlari mencari Astrid dan Ratu untuk memberitahukan hal ini, dia takut Arabell dalam bahaya.

 

Di perjalanan Doni menabrak Bu Maya yang hendak pulang, hampir saja Doni hendak jatuh ke tanah namun dengan sigap Bu Maya menahannya.

 

"Doni, kamu ngapain lari-lari hampir nabrak lagi?” tanya Bu Maya kerutan di keningnya.

 

"Tadi saya melihat Arabel, diculik sama Andi jadi saya buru-buru mau memberitahukan ini kepada Astrid dan Ratu, permisi Bu.” Doni pun bergegas pergi mencari kembali.

 

“Eh Doni!" Bu Maya berteriak hendak menghentikan namun cowok itu sudah berlari terbirit-birit.

 

Di jalan Astrid dan Raya sedang memikirkan kejadian tadi saat bertemu Arabell. 

 

"Gue nyesel banget Rat, sikap gue tadi cuek banget sama Ara, mungkin apa yang dia katakan ada benarnya juga,” ujar Astrid. 

 

Akhirnya Doni melihat kedua sahabatnya itu, "Astrid, Ratu!” teriaknya sambil berlari menghampiri mereka. Keduanya menoleh melihat Doni yang sedang berlari.

 

"Gawat, aku tadi liat Ara dibawa masuk mobil Andi dengan paksa,” kelas Doni dengan napas yang tergopoh-gopoh.

 

“Apaa!!" teriak Astrid dan Ratu bersamaan, mereka kaget mendengar hal itu karena mereka tahu bagaimana sikap Andi kepada Arabell.

 

“Terus Ara, dibawa kemana?" tanya Ratu panik 

 

“Aku juga tidak tahu," jawab Doni 

 

"Yaudah sekarang kita susul mobil Andi,” kata Astrid antusias.

 

“Yaudah yuk, buru-buru!" sahut Raya yang berlari bersama Astrid untuk mengambil mobilnya.

 

Doni yang ditinggal langsung ikut berlari menyusul kedua cewek itu.

 

Namun saat mereka sampai di parkiran, mobil mereka terjebak oleh mobil yang lainnya entah milik siapa sehingga tidak bisa keluar. 

 

"Ayo, cepetan dorong nanti keburu jauh mobilnya," ujar Astrid panik.

 

“Iya, yuk bantuin Don," sahut Ratu sama paniknya.

 

"Ini gimana?” ujar Doni menunjukkan mobil yang menghalangi itu.

 

“Yaudah kayaknya kita harus dorong deh,” tukas Astrid. 

 

“Satu, dua, toga!!” teriak mereka bertiga, berusaha mendorong mobil yang menghalangi.

 

"Kita coba sekali lagi," ujar Ratu masih bersemangat.

 

Mereka masih terus mendorongnya, namun hasilnya nihil karena mobil itu sama sekali tidak bergerak sedikitpun.

 

“Kayaknya dikunci deh," ujar Doni frustasi.

 

Sampai akhirnya Dirga datang dengan mobil hitamnya tepat di samping mereka, lalu membunyikan klaksonnya.

 

“Dirga!!” teriak Doni, dia mengenal mobil Arga, membuat kedua cewek itu ikut menoleh.

 

"Ada yang butuh tumpangan?” tanya Dirga, yang menurunkan kaca mobilnya terlihat wajah tampan cowok itu yang sedang memakai kacamata hitam.

 

“Ayokk!" teriak Astrid dan Ratu yang langsung naik ke dalam mobil Dirga, yang sudah baik menawarkan tumpangan.

 

Dengan cepat Dirga membawa mobilnya yang entah kemana dia akan membawa ketiga teman barunya ini 

 

"Ga, cepetan bawa mobilnya,” teriak Ratu yang panik takut kehilangan jejak mobil Andi.

 

"Rat, mending lo telpon Ara dulu deh,” ujar Astrid memberikan usul.

 

“Oh iyaya." Ratu pun dengan cepat mencari nama kontak Arabell di handphonenya.

 

"Kalian ini sebenarnya ada apa sih, kenapa panik banget?" tanya Dirga yang heran melihat teman-temannya yang sejak tadi menyuruhnya agar membawa mobil dengan cepat.

 

"Ara diculik Andi, Ga!” sahut Astrid memberitahu.

 

Dirga langsung melepas kacamatanya, " Hah, Ara diculik?” pekiknya.

 

"Iya Ga, tadi aku liat Ara dipaksa-paksa untuk naik ke dalam mobil sama Andi,” jelas Doni sebagai saksinya.

 

"Terus mau kemana kita sekarang, kemana mencarinya?” tanya Dirga panik.

 

Disisi lain Arabell dalam keadaan panik dia tidak tahu kemana Andi akan membawanya pergi.

 

“Hah, ke pantai?" teriak Arabell saat tahu tempat yang ingin dituju oleh Andi. 

 

“Iya,” sahut Andi dengan santainya sambil tersenyum tipis.

 

"Aku gak mau, aku gak mau liat laut!” sergah Arabell dengan panik.

 

“Emang kenapa sih dengan pantai?" tanya Andi sambil tersenyum.

 

Tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nama Ratu disana, semoga dengan cepat dia langsung mengangkat telepon tersebut. 

 

“Halo Ratu, bantuin gue sekarang gue mau ke laut," rengek Arabell dengan perasaan panik dan ketakutan. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!