3 Duyung Cantik

Kerang Kebaikan

Bersamaan dengan kepergian Bokapnya Andi tiba-tiba ponsel Ara berdering membuat Ara sibuk mencari ponselnya lalu mengangkatnya begitu sudah menemukan ponselnya. 

 

"Hallo?" sapa Ara pada seseorang yang berada di seberang sana.

 

"Ara, sekarang coba kamu bikin stiker phone!" pinta Bu Maya yang berada di laut dia sedang duduk di dalam kerang mutiara.

 

Mendengar itu perintah dari Bu Maya, Ara pun langsung mengikutinya begitu dia menjalankannya Bu Maya memainkan biolanya menimbulkan bunyi yang sangat merdu.

 

Seketika Bokapnya Andi menoleh seperti tertarik oleh alunan musik biola yang dimainkan Bu Maya, tiba-tiba dia jadi merasa ngantuk.

 

Ara dan kedua sahabatnya melihat Bokapnya Andi yang terus menerus menguap dan tertidur di atas bangku panjang yang ada di halaman tersebut membuat Ara melongo kaget melihatnya.

 

Ara, Ratu dan Astrid berlari bersembunyi karena Bu Maya akan melakukan sesuatu untuk Bokapnya Andi. Di dalam laut Bu Maya tersenyum melihat Jodi yang tertidur pulas.

 

Sesaat kemudian Andi datang memanggil Bokapnya yang sedang dicarinya begitu dia melihat ke depan ternyata Bokapnya sedang tertidur di atas bangku entah itu pingsan atau apa yang pasti Andi terlihat khawatir.

 

"Papah, Pah, Papah!" teriak Andi berlari menghampiri Bokapnya.

 

"Pah, Papah bangun Pah, Papah kenapa?" ujar Andi sambil menggoyangkan tubuh Bokapnya namun tak kunjung bangun juga, "Aku harus cari bantuan, Pah! Bangun Pah!" Dia pun pergi ke mencari bantuan.

 

Andi mencari bantuan di seberang jalan sampai dia tidak melihat bahwa ada mobil di belakangnya begitu terdengar klakson mobil Andi langsung menoleh terkejut dan tertabrak.

 

"Aaaaa!" teriak Andi sembari menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

 

Bokapnya Andi langsung bangun dan terkejut melihat pemandangan di depannya yaitu Andi yang terluka dengan berdarah di pelipis cowok itu.

 

"Andi!!" teriak Bokapnya yang langsung berlari menghampiri Andi yang masih tergeletak di jalanan dia berlutut memangku tubuh anaknya.

 

"Andi bangun Di, Andi!" teriak Jodi menggoyangkan kedua pipi anaknya. "Tolong! Tolong!" Dia semakin bingung karena Andi tak kunjung bangun.

 

Ketika Andi sadar Bokapnya langsung tersenyum. "Andi kamu gak apa-apa Nak?" ujarnya penuh kekhawatiran.

 

Namun ternyata Andi malah kembali tertidur napasnya pun terhenti Bokapnya langsung panik, "Andi bangun Andi! Andi jangan pergi Nak!" teriaknya frustasi dia merengkuh jasad anaknya sambil menangis. "Andii!" teriaknya.

 

Jodi terbangun dari tidurnya dengan kaget dan ternyata kejadian itu hanyalah mimpi buruknya. "Andi, di mana anak itu? Aku harus cari dia," katanya bangkit dari duduknya. "Andi! Andi!" teriaknya sembari pergi dia tahu kemana harus mencari anak itu. 

 

Sedangkan Ara, Ratu dan Astrid bersembunyi di pepohonan, melihat Bokapnya Andi pergi bergegas mereka pun ikut pergi mengejarnya. 

 

Akhirnya Jodi benar-benar menemukan Andi di tempat tinju biasa anak itu berlatih, dia memperhatikan Andi yang sedang berlatih dengan keras.

"Andi!" panggil Bokapnya dengan tersenyum.

 

Panggilan itu berhasil membuat Andi menoleh namun hanya sebentar cowok itu merasa enggan untuk melihat Papahnya sendiri. 

 

Bokapnya mendekati ke arah Andi, "Di," lirihnya.

"Papah mau apa lagi Pah? Papah mau jual apa lagi?" gerutu Andi dengan terus meninju samsak yang ada di depannya.

 

Mendengar ucapan anaknya membuat Jodi membuang napasnya dia tidak percaya jika anaknya akan terus berburuk sangka kepadanya. "Papah mau minta maaf Di," lirihnya.

 

Ucapan Papahnya terdengar jelas di telinganya Andi menghentikan latihannya. "Papah benar-benar menyesal dengan semua kejadian ini Di," terang Bokapnya lagi. 

 

Andi pun langsung menoleh terkejut. "Apa? Andi gak salah dengar Pah?" katanya masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

 

"Enggak Di, Papah janji Papah gak akan judi lagi," kata Bokapnya yang mau bertaubat. "Kita bisa memulai semuanya dari awal, maafin Papah ya!" lanjutnya dengan lirih.

 

Sempat merasa ragu dengan apa yang dikatakan oleh Bokapnya sendiri, Andi menatap Bokapnya dan begitu terlihat bahwa Bokapnya serius mengatakan hal itu dan mau berhenti Andi pun tersenyum lalu memeluk Bokapnya dengan terharu.

 

Ara, Ratu dan Astrid muncul dari belakang setelah melihat kedamaian keluarga Andi, mereka tersenyum senang ikut merasakan kebahagian yang Andi rasakan, Ratu tersenyum kepada Ara dan menyandarkan kepalanya kepada sahabatnya itu. 

 

Jodi melepaskan pelukannya lalu dia memegang bahunya Andi. "Sekarang kita pulang yah!" ujarnya.

 

Andi tersenyum memandang Papahnya lalu menganggukan kepalanya. Akhirnya mereka pun berlalu pulang bersama.

"Khemm, yes tugas kita berhasil," seru Ara dengan senangnya dia mengulurkan ke dua tangannya kepada Ratu dan Astrid.

 

Prok, Ratu dan Astrid pun menepuk tangan Ara sembari tersenyum ini adalh tugas pertama mereka melakukan sebuah kebaikan.

 

"Siapa dulu dong kita gitu loh," pekik Astrid sembari asik bergoyang.

Ketika mereka keluar Astrid melepaskan kalung petunjuknya, "Semuanya sudah beres tapi kok ini kalung gak nyala lagi ya?" ujarnya menatap kalung tersebut dengan heran.

 

"Kira-kira apa ya petunjuk kita selanjutnya kok gak ada tanda-tandanya sih," lirih Ratu semuanya terasa sama saja.

 

"Gimana kalau kita tanya Bu Maya aja," usul Ara dengan antusias.

"Yah jangan dulu deh!" Astrid menolak 

usulan Ara dia ingin menunggu reaksi kalung petunjuk ini dulu.

 

Lima detik kemudian kalung itu kembali menyala.

"Tuh kalungnya nyala lagi," seru Ara dengan heboh sambil menunjuk kalung yang dipegang Astrid.

 

"Iyah, kira-kira sekarang kita harus ngapain lagi ya?" Ratu semakin penasaran akan tugasnya yang selanjutnya.

 

Tiba-tiba ada kupu-kupu berwarna oren yang terbang ke arah mereka Ara menoleh menatap kupu-kupu tersebut.

 

"Eh lihat! Ada kupu-kupu tuh tapi kok warnanya beda ya?" pekik Ara menunjukan kepada kedua sahabatnya kepada kupu-kupu yang sedang terbang ke arah mereka. "Ada cahayanya," lanjutnya.

 

"Jangan-jangan itu dia petunjuk kita selanjutnya, yuk kita tangkap!" sahut Ratu nampak antusias.

 

Mereka semua pun melompat-lompat mencoba menangkap kupu-kupu itu yang diduga mereka sebagai petunjuk.

"Yeah ketangkep," tukas Ratu begitu berhasil menangkap kupu-kupunya.

 

Mereka semua pun membawa kupu-kupu itu ke rumah Ara, Astrid memasang kalungnya kembali agar tidak hilang.

"Eh kok kupu-kupunya berubah?" seru Ara kaget melihat perubahan kupu-kupu yang dipegang Ratu.

 

"Iya kok kupu-kupunya berubah jadi kerang sih?" Ratu menatap kerang yang ada di tangannya. "Cantik banget lagi."

 

Astrid menggaruk-garukkan kepalanya merasa bingung dengan semua yang terjadi. Tiba-tiba ponselnya berdering dia pun langsung mengangkatnya.

 

"Hallo?" sapa Astrid pada seseorang yang ada di seberang sana.

"Astrid, kamu simpan kerang itu baik-baik siapa tahu menjadi petunjuk kalian selanjutnya," jelas Bu Maya yang langsung memutuskan sambungannya.

 

Astrid terkejut menatap ponsel miliknya dia tidak tahu jika itu adalah Bu Maya, Ratu serta Ara pun menatap Astrid menunggu kabar selanjutnya.

 

"Kenapa Strid?" tanya Ara bingung menatap raut wajah sahabatnya.

"Bu Maya minta kita simpan kerang ini baik-baik karena bisa jadi kerang ini akan memberikan kita petunjuk selanjutnya," sahut Astrid 

 

Terima kasih sudah mampir! Salam hangat dari author manis ini:) 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!