3 Duyung Cantik

Ratu Jadi Pahlawan

Ara tersenyum karena rencananya berhasil Om Verry dan Mamahnya kini sedang kencan berdua di sana.

 

Jauh dari rencana Ara ternyata Teri diam-diam mengikuti Papahnya sampai. "Papah!" panggilnya menatap Papahnya dengan kesal dan menatap Nyokapnya Ara dengan tidak suka.

 

Teri pun menghampiri Papahnya dan Nyokapnya Ara, "Oh jadi Papah kencan di sini, kan aku udah bilang kalau dia itu cewek matre yang mengincar harta Papah," seru Teri dengan emosi.

 

"Teri! Kamu." Bokapnya Teri pun bangkit dari duduknya dan langsung menampar anaknya itu yang sudah kurang sopan.

 

"Sepatah kata lagi yang keluar dari mulut kamu, kamu keluar dari rumah Papah!" Begitulah kata Bokapnya Teri menatap anaknya itu tajam.

 

"Mas," sergah Melly kaget melihat Teriyang ditampar dia mencoba menghentikan sikap laki-laki itu.

Teri memegangi pipinya yang terasa sakit, "Papah keterlaluan!" teriaknya dan pergi dari keluar dari restoran.

 

"Jangan pergi, biar saya yang susil ya!" ujar Verry melarang Melly untuk pergi menyusul Teri. Akhirnya dia sendiri yang pergi menyusul anaknya itu.

Di rumah Astrid hendak pergi namun dilarang oleh adiknya. 

 

"Kakak jangan pergi tinggalin aku dong, Papah sama Mamah kan lagi pergi, Bibi juga lagi pulang kampung." Tomi merengek melarang sang kakaknya untuk pergi.

 

"Aduh Ton, kakak itu sedang banyak urusan jadi gak usah yah," sahut Astrid menatap adiknya.

 

"Aku gak mau ditinggal sendiri ka, lagian kalau Mamah dan Papah tahu kalau aku ditinggal sendirian kakak pasti kena marah," tukas Tomi mengingatkan kakaknya yang ditugaskan untuk menjaga dirinya.

 

Astrid jadi bingung dia tidak bisa membawa adiknya untuk ikut pergi bersamanya, "Hem. Kakak tahu harus nitipin kamu sama siapa," serunya begitu dia mendapatkan ide.

 

"Sama siapa kak?" Tomi menatap kakaknya penasaran namun Astrid hanya tersenyum.

 

Setelah dari restoran ternyata Teri langsung pulang ke rumah membuat Verry meninggalkan Melly sendirian di sana.

 

"Teri! Teri!" panggil Bokapnya begitu sampai di rumah, dia mencoba mencari anaknya itu di kamar namun kamar terlihat kosong hal itu nambah membuatnya bingung.

 

"Ri! Riri!" Verry memanggil pembantu rumah tangganya itu dia sudah merasa pusing.

"Iya Pak?" Riri si pembantu itu langsung menghampiri Verry dengan menunduk hormat.

 

"Kamu melihat Teri?" tanya Verry to the point wajahnya terlihat cemas.

"Tadi sih Non Teri pulang Pak, namun pergi lagi," sahut Riri yang sempat melihat kepulangan Teri.

 

"Ya udah." Verry kembali menyuruh pembantunya itu untuk pergi, dia berdecak pinggang bingung harus mencari anak itu ke mana.

 

Lalu Verry melihat sebuah kertas yang terletak di atas meja lalu dia menghampiri dan mengambilnya tersera tulisa Teri di sana. 

 

"Selama Papah masih berhubungan dengan Tante Melly aku gak akan pulang ke rumah." Begitulah isi surat dari Teri.

Sedangkan Astrid pergi ke rumah Ratu untuk menitipkan adiknya kepada sahabatnya itu.

 

"Aku nitip Tomi ya Ray, please mau ya? Yah? Soalnya aku mau pergi, udah lama aku gak pergi nyalon," lirih Astrid sembari memegangi rambutnya dia memohon agar Ratu mau menjaga adiknya selama dia pergi.

 

Melihat Astrid yang terus memohon Ratu jadi tidak enak lagi pula hari ini dia tidak ada kerjaan dan di rumah emang lagi gak ada orang, "Iya iya tapi jangan lama-lama yahh," sahutnya dengan tersenyum.

 

Astrid tersenyum lebar begitu mendengar Ratu mau menjaga adiknya. "Ahh thank you so much muachh." Dia mencium pipi sahabatnya itu. "Dadah Tomi!" Dia melambaikan tangannya kepada adiknya dan tersenyum Ratu.

 

"Ra, selamat nyalon," seru Ratu menatap kepergian sahabatnya lalu dia menatap Tomi yang sedang duduk di bangku dia dihampirinya. 

 

"Chil, dari pada kita bosen mending main bola yuk di luar," tukas Ratu dia memang sedikit tomboy dibanding kedua sahabatnya itu makanya tidak salah jika Astrid menitipkan Tomi kepada Ratu.

 

"Asikkk, ayok kak!" Tomi berseru dengan semangat dia senang jika ada yang menemaninya bermain bola.

 

"Ayok oper lagi dong!" Ratu mulai asik bermain bola bersama Tomi.

 

Tomi asik bermain bola lalu dia pun menendang bola itu kepada Ratu namun tendangan Tomi terlalu kencang sehingga bola tersebut malah jatuh ke kolam renang.

 

"Yahh gimana sih Tom, bolanya kok malah nyebu," ujar Ratu berdecak pinggang melihat bola yang jatuh ke kolam renangnya.

 

Tomi pun langsung berlari menghampiri bolanya itu yang belum jauh dia mencoba meraih bola nya tersebut.

"Bisa gak Tom?" seru Ratu sedikit berteriak.

 

"Bisa," sahut Tomi masih berusaha mengambil bolanya namun sedetik kemudian dia malah kecebur di kolam renang.

 

"Tomii!!!" teriak Ratu melihat Tomi yang tidak bisa berenang, "Duh gimana ya?" Dia jadi bingung dan panik bagaimana cara menyelamatkan anak kecil itu sedangkan dia tidak bisa berenang dengan sembarangan.

 

"Ka Ratu tolong aku!" teriak Tomi melambai-lambaikan tangannya. "Ka Ratu!" serunya yang sudah tidak tahan.

 

Ratu semakin panik dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, di rumahnya tidak ada orang yang bisa menolong Tomi jika terjadi kenapa-napa kepada anak itu Astrid pasti akan marah. "Duh Tomi!" Tidak banyak mikir begitu melihat Tomi yang tidak berdaya Ratu pun langsung nyebur ke kolam renang untuk menyelamatkan adiknya Astrid.

 

Ratu membawa Tomi ke tepi kolam renangnya, "Tomi! Bangun Ton!" Ratu mencoba membangunkan Tomi dengan mengguncangkan tubuh anak kecil itu. 

 

Tiba terdengar suara Omahnya yang sedang memanggilnya. "Ratu! Ratu!" 

 

Ratu kembali dibuat panik dengan kedatangan Omahnya yang mendadak dan di saat dia berubah menjadi duyung dia bingung jika membawa Tomi kembali ke dalam air pasti akan bahaya meninggalkan Tomi sendirian pun Omahnya pasti akan terkejut melihatnya. Ratu semakin dibuat pusing oleh semuanya dia mencoba menundukkan kepalanya agar tidak terlihat.

 

Lalu Ratu pun menggunakan kekuatannya pada kolam renang di sebelahnya hingga kolam itu menguap panas dan menimbulkan asap di sana. 

"Ratu, kau di mana sayang? Khuk, khuk." Omahnya Ratu terbatuk-batuk terkena asap itu.

 

Begitu semuanya tertutup oleh asap Ratu naik ke atas dan berusaha mengeringkan ekornya dan berhasil membangunkan Tomi.

 

"Ya ampun Ratu, kamu kenapa?" tanya Omahnya begitu melihat Ratu dan anak kecil laki-laki yang basah.

"Dia adiknya Astrid tadi kecebur Omah terus aku selamatkan," jelas Ratu.

 

"Oh ya ampun kamu gak apa-apa sayang?" Omah dengan perhatian mengelus kepala Tomi. "Ratu kok kolam renang kamu banyak asap, dari mana ya?" lanjutnya heran melihat asap yang mengepul di udara.

 

Ratu kebingungan dia pun ikut terbatuk-batuk agar Omahnya tidak curiga. "Khuk, khuk Ratu juga gak tahu Mah," sahutnya. "Kayanya ada yang bakar sampai deh Omah." 

 

"Ya ampun ya udah yuk masuk! Masuk kasihan banget kalian," ujar Omah sembari merangkul cucu dan anak laki-laki itu masuk ke dalam rumah. 

 

Sore harinya Astrid dan Ara datang ke rumah Ratu mereka mengetuk pintu sahabatnya itu.

 

"Ratu! Ratu!" teriak Ara dan Astrid bersamaan.

"Assalamualaikum Ratu!" seru Ara begitu pintu tak kunjung dibuka.

 

Pintu pun dibuka oleh Tomi dia terkejut melihat kedatangan kakaknya. "Kakak!" pekiknya dengan senang. 

 

"Tomi, hay!" Astrid memeluk adiknya yang sudah dia tinggalkan di rumah orang.

"Kakak sini!" ajak Tomi menarik tangan Astrid menjauh dari pintu rumah itu.

 

"Kenapa?" tanya Astrid bingung.

Ara ikut berjalan menghampiri Tomi yang membawa Astrid. 

 

"Kakak tadi aku kecebur di kolam renang, tapi untungnya ada kak Ratu," ungkap Tomi menceritakan kejadian tadi.

 

"Terus?" Astrid terkejut begitu mendengarnya.

 

"Iyah kak Ratu nyebur ke kolam menyelamatkan aku," sahut Tomi dengan tersenyum senang karena dia bisa ditolong. 

 

Astrid menoleh kepada Ara sekilas dia terkejut mendengar cerita adiknya ini, "Apa Ratu nyebur ke dalam air? Terus, terus kamu lihat apa?" 

 

Tomi terdiam seraya berpikir dan mengingat kejadian saat itu, namun Astrid dan Ara panik mereka takut jika Tomi melihat wujud Ratu saat menjadi duyung.

 

"Tidak lihat apa-apa," kata Tomi bersamaan dengan kedatangan Ratu yang mengedipkan sebelah matanya kepada kedua sahabatnya. 

 

Ara dan Astrid tersenyum karena mereka bersyukur Tomi tidak melihatnya dan bisa terselamatkan.

 

"Kak Ratu emang pahlawan aku kak," tukas Tomi tersenyum kepada Ratu dan kakaknya. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!