Aku Datang, Aeera!
Ksatria Pedang Halilintar 12
”Kamu! Tidak mungkin!”
Cylorg kaget, dia gemetar dan mundur ke belakang.
Srak! Srak!
Tubuh Cylorg masih gemetaran.
”Siapa kamu, sebenarnya?” Cylorg masih tak percaya. Serangannya bahkan tidak bisa mengalahkan makhluk kecil itu.
”Aku sudah bosan bermain!” Kenan menarik pedang bergeriginya.
Woosshh! Klap!
”Pulanglah dengan tenang, monster jelek!”
Energi pedang, dialiri halilintar yang menyelimuti pedang Kenan. Kenan melesat dengan kecepatan penuh, energi pedang memanjang dan bersiap menyerang. Kenan mengayunkan pedangnya, Cylorg yang melihat kecepatan serangan makhluk panggilan itu mempersiapkan kedua cakarnya yang memegang pedang. Dia tak percaya bahwa dirinya yang kuat bisa dipermainkan oleh makhluk rendahan.
HIIIIAA!
HIIIIIIIIIAAAAA!
Telinga Cylorg menyala, mengalirkan energi hingga kedua sayapnya yang besar. Kedua pedangnya juga menyala dan menyambut Kenan.
Brush! Boooom!
Pada akhirnya, energi seperti pelangi yang melengkung dengan berpendar-pendar. Serangan Kenan menghancurkan pedang raksasa milik Cylorg, sayap apinya bahkan hancur berkeping-keping. Kenan melewati tubuh raksasa Cylorg dengan energi pedangnya. Kenan melayang dan memegang pedang bergeriginya yang masih menyala.
Sudah berakhir!
Langit cerah terlihat menawan. Kenan melayang di udara, membelakangi Aeera dan juga penyihir lainnya. tubuh raksasa Cylorg terbelah dan jatuh ke tanah, menciptakan getaran bumi yang dahsyat karena tubuhnya yang besar.
”Ini tidak mungkin! Luar biasa!” teriak Blacksmith Kai sambil memegangi kepala dengan kedua tangannya.
***
Kota York hancur cukup parah, selain itu mereka sudah ketahuan. Penduduk Kota York yang berjumlah ratusan, semuanya memutuskan untuk pergi ke tempat lainnya. ada kota di seberang pulau dan itu cukup aman. Pengkhianat sudah mati di tangan Cylorg. Mereka sudah aman.
Kai sedang berdiskusi dengan penduduk kota yang bersamanya, dan di sisi lain Kenan memanfaatkan kesempatan itu untuk melatih Aeera untuk mempertahankan suplai mana divine. Kenan bertahan cukup lama di dunia itu. Pelatihan yang dilakukan Kenan di bumi, semua itu dapat dijadikan untuk memberikan arahan pada Aeera, bahkan tujuh murid Cyprus lainnya berlatih bersama dengan Aeera.
Kedua guru mereka bahkan kini menjadi kagum, seorang makhluk panggilan yang mampu mengajari pemanggilnya mana divine.
”Fokus dan konsentrasi, Aeera. Semakin kamu merasakan energi alam di sekitarmu, mana divinemu akan disuplai dan kamu bisa menyatu dengan alam. Kamu akan bisa menjadi penyihir yang terkuat!”
Kenan menyemangati Aeera yang kini duduk di atas batu dan memejamkan matanya. Tujuh murid lainnya ikut melakukan pelatihan bersama Aeera, tapi Kenan hanya fokus untuk melatih Aeera.
Aeera membuka matanya lagi, ”Itu cukup sulit tuan Kalandra, pelatihan seperti ini belum pernah kami lakukan. Biasanya, mana divine itu stagnan karena energi dari fisik kami, selain itu kami bisa menambah mana divine dari artefak atau item sihir dari blacksmith!”
Kenan tahu, ini memang berbeda dengan dunianya. Mungkin, dunia Aeera berbeda dengan kepadatan energi alamnya. Benar saja, di dunia ini, banyak lahan tandus dan hanya beberapa pohon saja yang terlihat. Energi alamnya sangat tipis.
Aeera mendapatkan pelatihan khusus, dia sudah mampu untuk membentuk energi orb dalam pikirannya. Hal itu membuat suplai mana mulai terhubung dengan alam di sekitarnya. Energi orb itu berputar meskipun kecil dan itu menjadi pendorong mana miliknya.
”Cukup latihannya,” kata Kenan.
Mereka semua berhenti, sudah beberapa menit mereka berlatih. Dan, mereka bergabung lagi dengan Blacksmith Kai karena Kai ingin berbicara dengan Aeera.
”Aeera ..., terima kasih atas bantuannya. Kamu memang seperti ibumu, Meera,” kata Blacksmith Kai.
”Apakah paman mengenal Ibuku?” tanya Aeera.
”Tentu saja!” Kai pun bercerita tentang masa mudanya. Dia adalah salah satu Blacksmith terbaik kerajaan, dia mengenal Meera adalah pelayan kerajaan. Meera adalah penyihir yang hebat, dan Kai membuatkan item sihir padanya. Meera menikah dengan pangeran Hanmus secara sembunyi.
”Apakah kamu masih menyimpan item kalung dari Ibumu?” tanya blacksmith Kai.
Aeera hanya tahu satu hal yang ditinggalkan Ibunya, sebuah kalung yang selama ini disimpannya. Aeera mengambil kalung itu, ada kristal di bandul kalungnya.
”Item ini adalah item yang paling istimewa yang aku temukan!”
Blacksmith Kai pernah menjelajah sebuah dungeon tersembunyi, itu adalah dungeon Clyrik di Benua Eudor. Dia menemukan kristal itu dengan menggali dungeon itu lebih dalam. Hal itu karena Kai memiliki peta tentang dunia ini, di mana dia punya data tentang tempat monster dan iblis menguasai manusia di semua tempat.
Kota York adalah tempat persembunyian yang aman, dan Kai menetap di sana. Namun, kota ini sudah tak aman lagi.
”Tuan Kai, bisakah kamu membagi peta itu untukku?” tanya Kenan tiba-tiba.
”Untuk apa?” tanya Kai.
”Aku tidak tahu, sepertinya aku akan memerlukannya. Suatu hari, aku tidak tahu apakah aku bisa datang ke dunia ini lagi atau tidak. Namun sebelum itu, aku ingin membebaskan dunia Aeera dari kejahatan Iblis dan Monster.”
Kenan mantap mengatakan hal itu, dia tahu bahwa usia manusia terbatas. Jika dia meninggal, maka dia tak akan bisa dipanggil lagi oleh Aeera. Setidaknya, jika di bumi dia tidak bisa bermanfaat dan menjadi pecundang. Dia ingin menjadi pahlawan dan dikenang di dunia di mana Aeera hidup.
”Tuan Kalandra, apakah anda ingin bertarung melawan semua monster dan Iblis?” tanya Aeera tak percaya.
”Benar, apakah anda mau melakukannya?” tanya Blacksmith Kai, semua penyihir di sana juga menantikan jawaban dari Kenan.
”Jika aku bisa melakukannya, maka aku akan mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster dan mengembalikan dunia ini menjadi damai!”
Semua orang di sana tak percaya dengan omongan Kalandra. Seorang makhluk panggilan yang ingin menghancurkan raja monster dan raja iblis yang menguasai dunia sudah beratus-ratus tahun lamanya.
Blacksmith Kai tersenyum, ”Apakah ramalan itu benar? Ramalan, pembebasan oleh Ksatria Pedang Halilintar!”
Ksatria Pedang Halilintar?