Aku Datang, Aeera!
Aku Harus Sembuh dari Rasa Sakit 30
Shodam melayang di udara, dia memukul Kenan saat lengah. Kekuatan serangan itu mampu melemparkan Kenan dan menghancurkan sebuah bukit.
Gigi-gigi Shodam terlihat meringis, dia merasa sangat bertenaga. Pasukan di belakangnya juga semakin bersemangat karena sudah menelan pil iblis. Kekuatan semua pasukan menjadi berkali lipat.
”Tuan Kalandra! Kumohon jangan kalah!” teriak Aeera khawatir.
Kenan terlempar hingga tertumpuk tumpukan batu dan tanah. Dia menggerakkan tangan dan kepalanya. Kepalanya seperti berat, pukulan yang kuat. Selama di dunia Aeera baru kali ini dia mendapatkan rasa sakit yang cukup berat. Tiba-tiba pandangan matanya sedikit samar dan kurang jelas. Dan, bayangan dirinya sendiri dibully oleh rekan-rekannya tiba-tiba terbayang.
Rasa sakit yang dideritanya saat dibully sulit untuk dihilangkan. Kenan melihat bayangan samar dirinya saat dibully. Matanya melihat semua kenangan itu dan benar-benar muncul di depannya.
Bug!
Tendangan kaki tanpa pengantar, lurus mengenai perut Kenan dengan baju sekolah. Kenan terjerembab dan membentur dinding.
”Jangan berani melawan, jika aku suruh keluarkan uang kamu harus keluarkan uang sakumu!” teriak seorang pembully, Tomi.
Kenan masih merasakan sakit di perut dan punggungnya, beberapa tamparan sudah membekas di pipi kanan dan kirinya. Beberapa orang berada di belakang Tomi dan mereka juga terlihat tertawa saat Tomi menyiksa Kenan.
Tomi ikut duduk di depan Kenan, dia merogoh sesuatu di saku baju Kenan dan mendapatkan uang. Mengambil uang itu dan menempelkannya di pipi Kenan, dan menepuk pelan.
”Jika dari awal kamu menyerahkan uangnya, mungkin pukulanku tidak akan sekeras tadi. Namun, kamu menolaknya jadi terima akibatnya.”
Plak!
Tangan kiri Tomi kembali menampar Kenan, Kenan meringis dan diiringi tawa Tomi. Beberapa rekannya bahkan ada yang merekam kejadian itu dengan semangat.
Tomi berdiri melihat Kenan yang masih tertunduk dan kesakitan. Tomi menggerakkan kakinya dan menginjak bahu kanan Kenan.
”Kamu adalah budakku! Jadilah budak yang baik. Ha.. ha.. ha..!”
***
Kenan mengepalkan tangan kanannya, tangannya gemetaran. Dia merasakan sakit kepala karena serangan Shodam, ditambah dengan bayangan di depan matanya saat dirinya mendapatkan penyiksaan.
Aku bukanlah pecundang! Aku harus sembuh. Saat itulah, dia melihat ibunya muncul dari balik kabut. Tangan ibunya terbentang menyambut Kenan.
”Kenan ... kamu harus kuat!”
Tangan Kenan gemetaran, dia bergerak meskipun sulit. Kenan terus memaksa untuk bergerak, seluruh tubuhnya terasa sakit tapi dia tak mau menyerah. Dia bangkit, matanya menyala.
Aku adalah Kenan Kalandra, makhluk terkuat yang dipanggil Aeera!
BOOOOM!
Kenan harus menghadapi semua kelemahannya jika dia ingin menyelamatkan Aeera dan menjadi pahlawan.
Percikan batu beterbangan, energi meluap dari tubuh Kenan. Rasa sakit yang sudah dideritanya selama ini masih lebih sakit daripada pukulan Shodam.
Hah! Hah!
Kenan mengatur napasnya, ledakan itu membuat kaget Shodam dan pasukannya.
”Masih belum mati juga. Ayo bertarung sampai mati!” teriak Shodam.
Kenan melihat ke arah Aeera yang terlihat khawatir, dia tersenyum dan menggerakkan tangannya. Jempol tangan Kenan dikeluarkan, Dia memberi kode pada Aeera semuanya baik-baik saja.
”Aeera! Percayalah padaku, makhluk terkuat yang kamu panggil!” teriak Kenan dan melesat terbang menghadang serangan Shodam.
Brush! BOOOM!
Benturan kuat terjadi di udara, menimbulkan desing angin membara dan membuat suasana kacau. Pukulan Kenan menghadang serangan palu milik Shodam.
”Jangan bertingkah sok kuat, manusia!” Shodam terus menekan serangan energinya.
Kenan tersenyum. ”Kamu memilih musuh yang salah, Shodam!”
Booom!
Keduanya terpental, mereka melesat kembali untuk bertemu dan beradu kekuatan.
Brush!
Pukulan Shodam menghantam pipi Kenan dengan cepat, tapi Kenan juga menghantamkan pukulannya kanannya di pipi Shodam. Keduanya terpental.
Brush!
Kenan turun ke bawah, Shodam juga merasakan pipinya sangat sakit.
”Bagaimana Shodam! Ayo terus bertarung!” teriak Kenan, dia tak peduli dengan rasa sakit dan melesat ke arah Shodam kembali.
Wosh!
Shodam melihat Kenan terlihat menakutkan.
”Semua pasukanku, serang manusia itu bersama! Kita harus kalahkan dia!”
Perintah Shodam ditaati oleh semua pasukan iblis, semuanya menyerang Kenan dari semua sisi.
Saropus, Thogut, dan Samel yang merupakan tiga dari pasukan tertinggi Shodam yang tersisa dari lima pasukannya menyerang Kenan bersamaan.
Aeera sangat khawatir, kali ini adalah pertarungan habis-habisan yang dilakukan tuan Kalandra untuknya. Bertahanlah dan menanglah, tuan Kalandra. Doa Aeera dari kejauhan.
Booom!
Kenan menghantam Thogut tapi diserang dari dua sisi bergantian oleh Samel dan Saropus. Kenan terhempas lagi. Pertarungan ini adalah pertaruhan, Kenan bangkit lagi. Rasa sakit yang dialaminya kali ini, tidak lebih sakit dari semua penderitaan dan penghinaannya di dunia dulu. Kini, Kenan harus berubah. Dia ingin sembuh dari semua ketakutannya.
HIAAAAAAA!
Ledakan energi terjadi, Kenan mengeluarkan sesuatu dari saku kantong celananya. Itu adalah sebuah sarung tangan. Kenan sudah menyimpan sesuatu dari tas sebelumnya. Itu adalah sarung tangan kain yang merupakan miniatur dari sebuah toykids. Dia membelinya di marketplace sebelumnya.
Kenan tersenyum, dia akan menjadi seorang Sarobot, ha.. ha.. ha..
Kenan sudah menantikan hal ini. Ada darah yang keluar dari bibir Kenan, Kenan mengusap darah itu. Dia merasakan rasa sakit dulu saat hidungnya mimisan dibully saat sekolah. Saat itu, dia sangat ketakutan melihat darah dan bersembunyi karena takut. Kini, darah ini tak lagi ditakutinya.
Semuanya harus diakhiri.
Sarung tangan diisi mana divine oleh Kenan. Dia melihat film Sarobot di film pahlawan yang mendapatkan kekuatan dewa dari sarung robot yang diciptakan oleh seorang peneliti. Kenan tertarik dan membelinya. Apakah senjata ini bisa membuat perubahan dalam pertarungannya kali ini?
”Kamu sudah kalah manusia! Menyerah saja dan terima kekalahanmu. Kamu akan mati tanpa menderita!” Shodam mengangkat palunya. Tiga bawahannya mengepung dari atas dan mengeliling Kenan. Sementara pasukan iblis berada di sekitar Kenan dan bersiap dengan kekuatan energi mereka dan bersiap menghancurkan Kenan.
”Ha.. ha.. ha..!” Kenan tertawa, ”Apakah kamu pernah melihat semua yang disiram dengan pertamax dan dibakar, Shodam?” tanya Kenan.
Shodam tidak mengerti igauan Kenan, ”Kamu hanya membual dan mencoba mengalihkan kekalahanmu. Pasti kamu sedang mencari kesempatan untuk kabur bukan?”
”Ah! Kamu masih belum mengerti. Pertamax itu adalah bahan bakar dan ketika api menyulutnya maka habislah semua semua dan sarangnya.”
”Omong kosong! Serang dan bunuh segera manusia itu!” teriak Shodam.
Pasukan iblis yang sudah marah menyerbu Kenan.
Kenan menyisir dari kening rambutnya dengan tangan kirinya, sepertinya inilah gaya seorang Sarobot. Dia mengambil senter laser mainan dari saku celananya. Dan, saat semua serangan datang, Kenan tersenyum dan dentuman energi kuat menyebar dengan energi yang sangat menyilaukan.
Aeera melihat hal itu, tuan Kalandra, kumohon bertahanlah!
BOOOOMM!
Energi kuat memancar dari tangan kiri Kenan, ada lubang robot yang menyala dari telapak tangan kiri Kenan yang sudah dialiri energi mana dari sarung Sarobot. Di tangan kanannya, energi laser menyala merah dan membesar. Kenan bergerak dan memutar tubuhnya, energi memancar dari kedua tangannya yang terbuka dan menghancurkan pasukan yang menyerangnya di udara.
Tubuh meledak, hancur, energi pecah, tubuh berhamburan dan ledakan super kosmik membuat semua orang melihat kejadian itu.
Apakah ini kiamat!
Sementara, Kenan tersenyum meliuk terbang ke udara, melompat dari tanah dan terbang sambil memutar tubuhnya. Pedang dan energi di tangannya berputar dan menyerang semua sisi, energi merah dari kedua tangannya menyebar seperti energi pedang memanjang dan terus menghancurkan pasukan iblis.
Shodam melihat energi pedang merah menghantam tubuhnya, dia menggunakan kekuatan energi dari palunya untuk menahan serangan itu.
Klang!
Brush!
Tidak mungkin!
Palu miliknya yang merupakan senjata terkuat yang dimilikinya mulai retak.
Crak! Crak!
Crash!
Energi pedang itu menghancurkan palu energinya, menembus pertahanan di tubuhnya dan membuat Shodam terpental jatuh. Saat itulah, Shodam melihat tiga iblis terkuat di bawah komandonya; Saropus, Thogut, dan Samel tertembus energi serangan dari Kenan dan tubuh mereka hancur meledak.
Tidak mungkin!
Kenapa manusia itu memiliki kekuatan yang mungkin sebanding dengan raja Iblis, Helios! Apakah dengan memakan pil iblis bahkan tidak bisa mengalahkan seorang manusia?
Tidak mungkin!
BOOOOM!
Tubuh Shodam menghantam tanah dan ledakan besar terjadi. Saat Shodam bangkit dan tubuhnya terasa sakit. Dia melihat semua pasukan Iblis yang bersamanya sudah musnah. Kenan sudah berdiri di sebelahnya.
Kenan tersenyum dan mengeluarkan energi besar dari sarung tangan Sarobot miliknya, energi besar mulai muncul dan bersiap menghancurkan tubuh Shodam. Shodam sudah kalah! Namun, saat energi itu hendak meledak. Tiba-tiba tubuh Kenan meredup, energinya habis. Mana divine habis! Kenan Kaget dan melihat ke arah Aeera, Aeera dalam bahaya!
Tidak mungkin!
Benar saja, Aeera tertangkap oleh salah satu pasukan monster, Cyton. Pemimpin pasukan Monster. Aeera melayang di udara dan tubuhnya dibelenggu dengan lilitan energi. Itu adalah kekuatan Cyton yang mampu mengunci mana divine.
”Aeera! Lepaskan Aeera!”
Kenan tak peduli, dia melesat ke arah Cyton yang menangkap Aeera. Namun, teriakan Cyton membuat Kenan berhenti.
”Berhenti, atau aku hancurkan tubuh gadis malang ini! Ha.. ha.. ha..!”