Aku Datang, Aeera!
Jangan Khawatir! 38
FUSION BREAK!
Fusion dilakukan.
Splash!
Apa ini? Aku berada dimana?
Kenan berada di depan sebuah pintu, ruangan serba putih. Pintu itu terlihat sangat familiar, persis saat dirinya masih kecil dulu. Saat ayahnya kecelakaan karena bekerja dan dirawat di rumah sakit. Kenan gemetaran membuka gagang pintu itu, dan ruangan serba putih serta dipan putih untuk pasien terlihat disana.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenan melangkah perlahan, kakinya cukup ragu tapi Kenan memaksanya juga. Dia melihat seseorang lelaki yang tengah dirawat dengan beberapa alat yang berbunyi, beberapa kabel saling terkait di tubuh lelaki itu. Dan, sebuah tulisan kecil di meja menunjukkan nama pasien itu. Kenan memperhatikannya seksama.
Ini adalah ...
Splash!
AAAAHHHHHHHH!
Pandangan Kenan serba putih, jiwanya ditarik ke belakang dan meninggalkan sosok tersebut dengan cepat. Jiwa kenan tersedot cepat.
***
WOSH!
Kenan membuka matanya, tangannya aneh seperti robot. Eh! Apa ini? Kenan mengelengkan kepalanya berharap itu memperjelas dirinya dalam mimpi atau kenyataan. Dia membuka tangannya, dan di sekitarnya ledakan api membara dimana-mana.
”Kenan! Kamu kembali? Kita telah berhasil melakukan fusion. Kini, aku berada di dalam tubuhmu menjadi satu kekuatan. Kamu telah mencapai tingkatan ultimate.”
Suara Pedang Halilintar.
”Kamu dimana, Pedang Halilintar?” tanya Kenan.
”Aku melingkupi tubuhmu dengan armor, ledakan ini tak akan bisa melukaimu.”
Ledakan terus membara, suara api dan gemuruh tiada henti.
”Di mana putri Kalya?” Kenan melihat sekitarnya, tak ada apapun dan hanya kehancuran yang terlihat.
”Aku akan memperjelas segalanya mulai sekarang. Pertama, kita berbagi kenangan adalah kepastian karena kita melakukan fusion. Kekuatan kita akan menjadi penentu misi kita menghancurkan iblis dan monster. Kedua, aku bebas!”
”Apa maksudmu kamu bebas?” tanya Kenan.
”Misiku di dunia ini ada dua; pertama mengalahkan iblis dan monster. Kedua, jika aku gagal aku hanya perlu melakukan fusion dengan pahlawan yang akan menyelamatkan bumi ini. Setelah fusion, aku punya pilihan untuk bebas dari kutukan, atau tetap meneruskan misiku.”
”Jadi ...? kamu menipuku, Pedang Halilintar!”
”Tidak ada yang menipumu! Jika kita tidak melakukan fusion, mungkin kamu sudah binasa dengan energi ledakan dari Cyton!”
Ah sial!
Jika Pedang Halilintar bisa bebas dari kutukan, dia akan pergi dan Kenan akan berjuang sendirian?
”Baik, tapi bagaimana dengan putri Kalya? Di mana dia sekarang!” teriak Kenan.
Suara menggema dari tubuh Kenan, suaru itu dari partikel di seluruh tubuh Kenan bagian luar. Tubuhnya diselimuti armor.
”Satu hal yang kamu tidak tahu tentang kekuatanku. Aku bisa membalikkan waktu meskipun tidak bisa secara dominan. Kini, sebagai hadiah dari kebebasanku. Aku akan membalikkan waktu, maka dari itu aku perlu bantuanmu.”
Kedua tangan Kenan bergerak sendiri, terbuka di depannya dan dua tangannya seolah mau menyatu. Energi tipis mengitari kedua tangan Kenan, Kenan mengikuti gerakan itu. Tangan Kenan bergerak sendiri, energi semakin padat dan membesar dan meledak. Cahaya membesar dan Kenan melihat dunia terbalik, asap yang mengebul kembali ke belakang, seperti adegan film di replay kembali.
SYUUTTTT! SYUUTTT!
Ledakan direplay, ini adalah pemandangan yang mustahil. Kenan melihat tubuh putri Kalya mulai terbentuk kembali setelah hancur, asap menghilang dan kini ledakan itu berpusat kembali ke langit. Tepat, ketika Cyton hampir mengeluarkan energi ledakan itu. Energi itu kembali mengecil dan berada di tangan Cyton kembali.
Waktu benar-benar diputar ulang, semua ada dalam pandangan Kenan.
”Aku tidak bisa melakukan lebih dari itu, Kalandra. Energiku terkuras habis, aku butuh waktu untuk istirahat. Selanjutkan, aku serahkan padamu untuk mengakhiri monster itu!”
Jadi ... waktu direplay!
”Matilah kalian semua! Aku akan membawa kalian ke neraka bersamaku! Aku akan membalaskan dendam pasukanku!”
Teriakan Cyton terdengar dan Kenan tahu itu adalah serangan yang akan dilepaskan oleh Cyton. Putri Kalya menatap Kenan, sama persis seperti kejadian sebelumnya.
”Mungkin, ini akhir hidupku, Kalandra. Terima kasih sudah menyelamatkan ...”
”Cukup Kalya! Jangan berpikir untuk mati di sini. Aku akan menyelamatkanmu!”
Wosh!
Kenan melesat, menerjang. Kecepatan itu membuat Kalya kaget, itu adalah kecepatan yang tidak mungkin bisa dikejarnya. Kecepatan itu, adalah kemustahilan untuk dapat dilakukan oleh makhluk hidup.
”Jangan bermimpi menghentikan ...!”
BRUSH!
Belum sempat monster raksasa Cyton menyelesaikan ucapannya. Kenan mengarahkan tangannya dengan cepat, bayangan tubuh Kenan begitu cepat bahkan mata Cyton tak bisa melihat lagi. Cyton merasakan energi besar sudah menghantam kepalanya sehingga tangannya yang memegang kendali atas serangan terakhirnya buyar. Ledakan energi di udara terjadi, bersamaan dengan tubuh Cyton yang meledak karena serangan kuat Kenan.
BOOOOOM! BLLLAAAAARRR!
Kenan melewati ledakan dahsyat dan melayang di udara. Melihat tubuh hancur Cyton ambruk menciptakan udara yang berhembus begitu kencang.
Rambut Kenan berkibar diterpa angin, tergerai dan Kenan segera melesat ke arah Putri Kalya. Kalya sekejap baru menyadari bahwa Kenan sudah berada di depannya. Kecepatannya itu seperti sebuah teleportasi, Kalya tak bisa mengikuti kecepatan itu dengan matanya. Tubuh Kenan dibalut dengan armor merah, berkilau bagai energi nano kecil yang menyatu dengan dilapisi baja yang kuat.
”Armor sihir yang hebat!” kata Kalya tanpa sadar.
”Kita harus bergegas, putri Kalya. Pasukan Iblis dan monster menyerang kerajaan manusia, jika terlambat kita tak akan punya kesempatan lagi.”
Crak! Splash!
”Kenan, aku tak bisa bertahan lama dengan fusion. Aku butuh istirahat karena mengeluarkan kekuatan khususku mengulang waktu. Energi sihirku mencapai titik rendah.”
”Terima kasih, Pedang Halilintar. Dan, aku mohon agar kamu mau menemaniku melawan raja iblis dan raja monster. Aku akan menuruti semua keinginanmu, aku janji. Kamu belum boleh kembali, kamu harus menyelesaikan misimu.”
Pedang Halilintar terdiam dalam genggaman Kenan.
Kenan tak bisa memaksa pedang itu. Namun, Kenan sangat membutuhkan bantuan Pedang Halilintar itu. Kenan baru sadar, setelah melakukan fusion, dia tahu bahwa Pedang Halilintar adalah seorang manusia.
”Putri Kalya, ayo kembali. Kita akan bertarung lagi untuk pertarungan terakhir melawan Raja Iblis dan Raja Monster.”
Putri Kalya mengangguk, ”Ini adalah pertarungan yang menentukan sejarah. Melawan penjajahan iblis dan monster selama ribuan tahun. Tentu, bisa hidup bebas dan merdeka adalah impian kami. Meskipun harus mati, itu adalah harga yang setimpal agar generasi manusia dan elf bisa hidup dengan damai dan bahagia.”
Kenan menangguk.
Perang akhir siap dimulai. Kalya memanggil burung sihirnya, mengepakkan sayap dan keduanya melompat ke punggung burung sihir itu.
WOSH!
Burung terbang dengan kecepatan tinggi, Kalya memperhatikan Kalandra. Dia terlihat sangat serius dan tidak bercanda seperti biasanya. Mungkin, ada yang menganggu pikirannya.
”Tidak perlu terlalu khawatir terhadap hasil perangnya!” kata Putri Kalya, rambutnya tergerai. Kecantikannya memukau Kenan, persis seperti Luna di dunianya. Hanya saja, telinga putri Kalya runcing ke atas khas ras Elf.
”Kenapa kamu berkata seperti itu?” tanya Kenan heran.
Putri Kalya tersenyum, ”Di dunia ini, pertarungan melawan iblis dan monster sudah terjadi ribuan tahun. Kami sudah terbiasa dengan peperangan dan darah. Tak mengapa untuk bertarung hingga mati. Namun, jika perang itu punya harapan untuk membawa kedamaian meskipun akan kalah. Hal itu layak dilakukan. Harapan, selama kami punya harapan dan bisa tersenyum esok hari. Itu sudah merupakan kebahagiaan bagi kami.”
Kalya melihat ke depan, hembusan udara menerpa wajahnya. Burung sihir melesat dengan cepat. Kenan melihat Kalya dan tersenyum.
”Kamu benar, aku terlalu khawatir. Aku takut jika kita kalah.”
Pluk!
Kalya menepuk pundak Kenan, ”Aku tahu kamu bukan berasal dari dunia ini. Artinya, ada harapan untuk mengalahkan para monster dan iblis. Aku hanya perlu percaya hal itu, sejak kamu bisa membangunkan ibuku yang tertidur panjang. Aku sudah siap untuk bertarung bersamamu.”
Kenan tersenyum, dia melihat ke depan.
Mari bertarung! Tanpa takut khawatir lagi.
”Terima kasih, Kalya.”
WOSH!
***
Sebentar lagi sampai, peperangan terjadi dimana-mana. Energi ledakan dan dentuman terdengar. Gerbang terlihat dari kejauhan dan hancur. Kenan dan Kalya terbang cepat melintasi pasukan monster dan iblis, melewati raksasa dan meliuk menghindari serangan mereka.
Wosh!
Berhenti!
Burung energi berhenti di udara. Kenan tak bisa bergerak, tubuhnya gemetaran berada di dekat halaman kerajaan yang hancur di semua tempat. Raja Iblis dan Raja Monster duduk berhadapan dengan jarak cukup jauh. Di depan mereka, beberapa raja diikat termasuk Alex dan Haruga. Tim Aeera tertunduk dan diikat dengan ikatan energi. Semua sudah dikalahkan!
Tidak mungkin!
Raja Iblis, Helios menggerakkan jari telunjuknya dan sesosok tubuh melayang dari arah lain. Tubuh itu melayang dan tak bisa bergerak, energi telekinesis mempengaruhi tubuh itu dan melayang di dekat Helios. Itu adalah gadis dengan suara kesakitan yang ditahannya.
”AEEERRAAAA!”
Teriakan Kenan membahana, energi meledak dari tubuh Kenan. Dia melesat kearah Helios, tak pedul apapun. Kenan dirasuki amarah.
HIIIIIAAAAAAAAA!