Bidadari untuk Raka

Perkembangan Usaha

Hari terakhir penelitian dari Nisa, Raka ikut datang karena itu adalah hari pamitan Raka dan Nisa kepada para pasien yang sudah menjadi objek penelitian Nisa.

Banyak pasien yang ikut bersedih, karena ini perpisahan mereka setelah beberapa minggu bersama dengan Nisa yang selalu melakukan pemeriksaan pada mereka. Mereka semua juga sedih karena harus berpisah dari Raka yang sudah empat kali datang untuk mengisi kajian islami. Memberikan mereka motivasi hidup dan ketenangan hati.

Para pasien tersebut merasakan bahwa hati mereka yang menjadi tenang, maka mereka lebih bersyukur dan penyakit yang mereka miliki seolah lebih mudah untuk ditahan rasa sakitnya. Mereka menjadi lebih bersyukur dan lebih dekat kepada Allah swt.

“Terima kasih atas semuanya, pak Raka.”

“Tentu saja, bu Dokter Nisa.”

“Kamu menggoda lagi, bukan?” Nisa tersipu malu, wajahnya memerah.

“Oya, mbak Nisa. Kalau boleh tahu, bagaimana kamu bisa melakukan penelitian di tempat ini. Bukankah ini sangat mahal?” Tanya Raka memberanikan diri bertanya.

Nisa tersenyum, “Alhamdulillah, Rumah Sakit ini adalah milik pamanku. Jadi, aku bisa secara khusus meminta hal ini padanya.”

Akhirnya, Raka tahu dan paham sekarang. Pantas saja, Nisa begitu bebas keluar masuk dan melakukan apapun di Rumah Sakit tersebut.

“Aku tak menduga bahwa pak Raka sangat fasih berdakwah, jika pak Raka mau mengisi kajian televise pasti acaranya akan ngetop banget!” kini, Nisa berbalik menggoda Raka.

Raka pun tersenyum, “Saya hanya  menyampaikan apa yang saya ketahui, mbak Nisa.”

Obrolan keduanya semakin akrab, beberapa minggu berjalan mereka sangat intens dalam mempersiapkan tugas yang sedang dipersiapkan Nisa untuk tugas akhirnya.

“Apakah hasil dari penelitiannya sudah bisa dipublikasikan?” Tanya Raka.

“Ya…, sebenarnya sudah. Hanya, ada beberapa bagian yang belum selesai dan tinggal kesimpulannya.”

Nisa menjelaskan, bahwa hati yang tenang dan bahagia. Memang, lebih banyak membuat perubahan terhadap kondisi psikis para pasien yang sakit. Hal itu berbeda bagi pasien yang tidak mendapatkan pencerahan dan suka mengeluh terhadap sakit yang dideritanya.

Mereka yang hidupnya ikhlas dan menerima, serta tenang hatinya dalam menerima musibah. Mereka akan lebih tenang dan fisik mereka stabil dalam menghadapi sakit yang mereka alami.

Riki paham, dia pun menganggukkan kepalanya. Hal itu benar secara medis dan tentu saja secara agama.

Mereka pun berpisah kembali, tugas membantu Nisa sudah selesai. Sudah banyak kenangan yang Raka juga dapatkan dari Nisa. Dan, saat Nisa memberikan uang dalam sebuah amplop, Raka menolaknya dengan tegas. Dia berniat membantu dan tidak mengharapkan uang itu.

Nisa pun sekali lagi mengucapkan terima kasih.

Raka izin sebentar untuk ke kamar mandi, dan pamitan pulang ke rumah.

***

Tugas sudah berakhir bagi Raka, dia baru saja selesai shalat malam. Dia teringat tugas-tugas sekolah. Dan, saat membuka tas miliknya. Ada sebuah amplop yang terdapat di dalam tasnya.

Amplop apa ini?

Raka penasaran dan membuka amplop tersebut. Uang begitu banyak di dalamnya dan terikat dengan baik.

Raka paham, itu pasti uang dari Nisa. Uang itu sangat banyak, bahkan jumlahnya bisa lebih dari sepuluh juta atau bahkan puluhan juta. Raka kemudian mengamil hanphonenya. Pasti, Nisa memasukkan amplop itu saat Raka menitipkan tasnya di Rumah Sakit untuk ke kamar mandi.

Benar saja!

Nisa meminta maaf karena memasukkan amplop itu ke dalam tasnya. Raka tetap tidak mau menerimanya dan dia akan mengambalikan uang tersebut. Raka membantunya dengan ikhlas.

Nisa pun meminta maaf sekali lagi dan meminta Raka untuk menerimanya karena sudah membantunya.

Esok harinya, sepulang sekolah. Raka menemui Farel dan menyampaikan uang di dalam amplop agar dibawa ke rumahnya. Raka meminta Farel memberikan amplop itu pada Nisa.

***

“Sarah, kita mendapatkan jackpot!”

Raka mengatakan hal itu pada Sarah yang menjemput adiknya mengaji di masjid.

“Memangnya ada apa, Kak?” Sarah penasaran.

Raka menceritakan mereka mendapatkan pesanan iklan yang sangat banyak dan semuanya dalam antrian. Mereka sudah mendapatkan gaji pertama dari periklanan dan itu sangat besar bagi Raka dan Sarah.

Mereka pun bersiap merekrut karyawan untuk membuat badan usaha mereka legal, sebagai badan usaha dalam hal konten di aplikasi dan web.

Tampilan untuk aplikasi semakin cantik setelah dipoles dengan biaya tambahan. Kini, Sarah semakin rajin menulis novel-novel Islami, dan Raka tak perlu bingung dengan keuangan sebagai honor guru sekolah.

Uang dari hasil mengolah aplikasi dan web sekarang sangat tinggi. Raka mengajar sekolah sebagai wujud pengabdian dan memberikan pencarahan pada para muridnya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!