Bisikan Pembalasan

Sang Guru

Detik-detik itu hampir tiba, seluruh wartawan bersiap menyalakan kamera mereka serta mencari tempat mengambilnya yang lebih baik. Berita adalah sebuah jalan agar mereka dapat disebut profesional dalam bidangnya. Banyak masyarakat yang datang, sekedar memastikan apa yang mereka lihat di televisi yang marak beberapa hari ini. Bagi para pedagang asongan, hal ini juga menjadi sumber pencahariaannya, namun mereka juga merasakan keadaan yang mencekam, hal itu terlihat dari wajah-wajah manusia disana.

Manusia pun kini di seluruh penjuru, selalu menyalakan stasiun televisinya, menunggu-nunggu kisah akhir tragedi di Sekolah Karya Bakti. Bagi yang tidak terbiasa menonton televisi, mereka juga terkena imbasnya dan ikut menonton.

Seolah centre, pusat semua mata terfokus pada kasus yang membuat polisi pun saling silang pendapat mengenai penyelesaian kasus ini. Dan itulah yang terjadi, silang pendapat ini akhirnya berakhir pada keputusan bahwa bagaimanapun caranya, kasus ini harus segera selesai. Segera lumpuhkan. Namun, Arifin meminta sedikit waktu, dia akan menggunakan ibu penyandera. Dan, permintaan itu dikabulkan.

@ @ @

Rahma masih berusaha keras, semakin pelan gerakannya karena lelah namun juga semakin teratur menata bata di lubang terowongan tersebut. Bata yang ditumpuk itu demikian tebal, maka Rahma  harus benar-benar cermat membuang bata hingga dapat melewatinya. Maka, dia akan menutup terowongan itu pelan-pelan.

Tunggulah aku segera Ded. Tunggu aku

Keringat telah sempurna berjatuhan dari wajahnya, jilbabnya sudah mulai membasah. Namun, semangatnya untuk segera menemui sahabatnya telah menggantikan otot-ototnya menjadi besi, kekuatannya menjadi tak terbendung, dan semangatnya tak pudar.

Alam menjadi saksi atas usahanya ini.

@ @ @

Waktunya tiba...

Semua tak bersuara, hanya desing angin dan helaian napas yang terdengar demikian lirih. Mereka menunggu pintu gerbang dalam sekolah tergerak dan membuka perlahan-lahan. Mereka membayangkan akan ada orang keluar dari sana beberapa orang dan terjadi sebuah transaksi mirip di dalam film-film action.

Di gerbang luar sekolah, nampak polisi dengan ketat siap mengantisipasi setiap keadaan yang tidak diinginkan. Seperti yang dipesankan Dedi, polisi memundurkan garis kuning pembatas, hingga orang-orang semakin menjauh dari sekolah beberapa meter.

Pintu gerbang dalam sekolah mulai terbuka. Dua orang yang terikat tangannya di belakang tampak menutupi satu orang yang tengah memegang senapan rakitan. Dan pintu dibelakangnya terbuka lebar. Dua sandera itu adalah Firman dan Mega.

Arifin segera mengambil microfon, ”Dedi, kumohon hentikan semuanya sebelum semuanya terlambat. Bukankah kau ingin semuanya membaik?” suara itu memantul ke seluruh penjuru. Semuanya terdiam.

”Tidak akan ada yang menyesal! Cepat berikan makanan itu!”

”Dengarkanlah sebentar, ada yang ingin berbicara padamu Ded.”

Hening, dan sejenak sebuah suara wanita terdengar parau dengan tangisnya.

”Anakku, Dedi, maafkan ibu nak. Ibu mohon akhirilah semua ini, Ibu sudah sembuh anakku, Ibu akan menjagamu. Maafkan..., maafkan Ibu nak...” semesta terdiam, peristiwa itu ditontong oleh ratusan juta manusia di layar televisinya masing-masing. Seolah adegan drama dalam sebuah film.

”Hentikanlah anakku, kita akan memulainya lagi dari awal. Ibu akan meninggalkan laki-laki itu untukmu. Ibu mohon...”

Ada tetes airmata yang mengalir di pipi Dedi.

”Maafkan anakmu ini Ibu, tapi aku harus mengakhiri semua ini. Aku tidak ingin ada orang di dunia ini, yang mempunyai nasib seperti aku. Aku ingin semua orang dihargai, aku ingin semua orang mengerti perasaan orang lain. Aku ingin.., aku ingin agar tidak ada seorangpun yang meremehkan seorangpun. Dan biarlah, aku sebagai orang terakhir yang mengalaminya.”

”Tidak Ded, kamu salah. Bukan begitu caranya,” sebuah suara menggantikan suara bu Halimah di microfon, pak Mahfudz.

”Pak Mahfudz.”

”Iya Ded, Bapak datang untukmu. Lupakanlah semuanya, kita akan menjadi seperti apa yang kita harapkan. Tidak akan ada lagi yang akan berbuat jahat pada siapapun. Kita akan bersama dan saling menguatkan.”

Hening.

”Maafkan aku Pak!” Dedi menajamkan matanya, ada bening-bening air yang membanjir, ”Kali ini, aku tak bisa menuruti Bapak. Aku punya keyakinan yang akan aku pertahankan. Maafkan aku Pak.”

Arifin kembali mengambil microfon, ”Sudahlah Ded, semuanya sudah berakhir. Kesempatan ini adalah kesempatan yang terakhir.”

”Anda benar, ini adalah kesempatan terakhir. Sekarang, aku inginkan makanan itu...”

Belum genap habis suara Dedi, Firman sudah tidak memikirkan apa-apa lagi, dia berlari sekuat tenaga kearah gerbang. Semua mata tertuju pada Firman yang tengah berlari...,

Namun...

Mega pun berontak ingin lari, Dedi mencengkeram pundak wanita itu. Beberapa polisi bersigap memegang senjatanya dan mengarahkan pada Dedi, bersiap menembak. Dedi, sedikit gugup namun segera menodongkan pistolnya di kepala Mega.

Keadaan demikian tegang, beberapa detik tersebut. Pak Mahfudz bergetar bibirnya, ”Pak Arifin, jangan lakukan ini, serahkan Firman kembali padanya. Anak itu hanya butuh diyakinkan.”

”Tidak bisa! Ini sudah keterlaluan,” suara itu dari orang di sebelah pak Arifin.

”Tapi...”

”Sudahlah Pak Guru, anda tidak tahu apa-apa tentang ini.”

”Tapi...,” ada kekhawatiran di mata Mahfudz, karena dia tahu satu hal tentang Dedi. Kumohon jangan lakukan hal buruk Ded.

Beberapa polisi bergerak semakin banyak, menyambut Firman, mereka telah siap-siap pula menodongkan pistol kearah Dedi yang sedang mencengkeram Mega.

”Sudahlah Dedi! semuanya sudah berakhir. Segera serahkan dirimu, atau kami akan melumpuhkanmu dengan paksa,” suara itu dari seorang berseragam polisi yang mengambil alih tugas pak Arifin.

Dan, ada kekhawatiran yang tiba-tiba menyeruak di benak Mahfudz, dia sangat tahu sifat dan karakter Dedi. Dedi akan nekat jika telah dipaksa.

@ @ @

”Sudahlah Dedi! semuanya sudah berakhir. Segera serahkan dirimu, atau kami akan melumpuhkanmu dengan paksa,” 

Rahma berhenti sejenak, kata-kata itu terngiang di telinganya dengan kuat. Pasti telah terjadi sesuatu disana, dan dia tidak mengetahuinya. Tapi, dia teramat takut dengan kata-kata itu, karena dia juga tahu karakter Dedi dengan baik.

Ded, jangan lakukan hal yang buruk. Jangan lakukan...

@ @ @

Benar saja, Dedi tersenyum menyeringai tertangkap oleh puluhan kamera dari kejauhan yang membidiknya. Sekejap itu, hanya sekejap. Dan keadaan tiba-tiba amat mengerikan. Tangannya sigap menarik sebuah benang di dekatnya, di gerbang itu.

Ledakan besar terdengar menggelegar, api merah berkobar dan membubung serta pecahan bagian mobil itu, api yang berhamburan melukai beberapa polisi yang tengah memegang senjata dan menyambut Firman. Api bercampur asap tebal membubung, menghilangkan ketajaman pandangan setiap manusia. Dedi tersenyum, dan tawanya meledak dalam gelap itu serta segera membawa Mega kembali ke sekolah dan menutup gerbang dalam sekolah.

Polisi sangat bingung, bagaimana ledakan mobil itu terjadi. Hanya saja, mereka sempat menangkap sejenak gerakan tangan Dedi saat menarik seperti  benang di sebelahnya, yang terikat di gerbang tersebut. Dan itulah yang menjadi pemikiran mereka asal ledakan tersebut.

Polisi yang lain berhamburan, menguak asap tebal ledakan dan membawa polisi yang luka terkena api ledakan. Dalam kerumunan dan jeritan itu, Mahfudz menatap gerbang dalam sekolah yang telah tertutup, matanya menerawang jauh ke dalamnya.

Akhirnya, ledakan amarahmu keluar juga Ded. Setelah ini, aku yakin kau pasti puas. Namun, sebentar lagi kau akan sedih dan menyesalinya. Selanjutnya, pikiranmu pasti akan menghentikan semuanya. Kau akan mengakhiri semuanya, dan aku tidak akan membiarkanmu menyelesaikan apa yang ingin kau akhiri.

Allah, sadarkanlah dia ya Rabb 

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!