Cinta Menyatukan Iman
Selesaikan Urusan di Kantor
"Gue langsung ke kantor Bokap dulu gays sorry," ujar David dia menolak saat diajak main dengan Hamdan dan Alex.
Terkadang kita harus berpisah dengan teman, sahabat atau karib kita ketika sedang menyangkut urusan masa depan sendiri karena bagaimana pun juga kita memiliki masa depan yang berbeda dan jalan kesuksesan yang berbeda.
"Iya tidak apa-apa bro semangat!" seru Alex sambil mengangkat tangannya memberikan dorongan atau dukungan untuk David.
"Thanks, gaes." David pun berlalu memasuki mobil sportnya.
Kini dia selalu kuliah dengan menaiki mobilnya karena Pak Bayu selalu menjemputnya untuk langsung menuju kantor Papahnya.
"Mulai sekarang kayanya David bakal punya waktu sedikit bareng kita," ujar Hamdan menyadari bahwa urusan kantor Papahnya David jauh lebih penting dan pastinya berat membuat David harus pokus dalam pekerjaannya.
Alex mendekat lalu merangkul bahu Hamdan, "Iya benar banget Dan kini giliran David yang sibuk sama kerjaan kemarin-kemarin kita berdua yang sibuk tapi kenapa giliran David sibuk kita ngerasanya sepi banget ya?" pekik Alex dengan nelangsa.
"Iyalah sepi kan gak ada yang gesrek kaya dia lo juga pastinya gak ada temen buat berbuat usil kalau gak ada David," sahut Hamdan sambil tersenyum simpul.
"Iya benar juga kata lo ya sudahlah biarkan itu menjadi urusan David kita sebagai temannya harus memberikan dia dukungan dan semangat pasti tidak mudah menggantikan posisi Bokapnya di kantor," seru Alex seraya bangkit dari duduknya.
"Yaps itu pasti kita ngerti bagaimana di posisi David sekarang." Hamdan memang tidak tahu bagaimana perasaan David tetapi mengingat keadaaan yang sedang dihadapi David membuatnya mengerti jika kini David sedang berjuang.
Di dalam mobil David asik bermain dengan ponselnya sambil menunggu balasan dari Pak Hartono sang asisten Papahnya di kantor.
Sembari menunggu balasan David bermain ponselnya sebentar dan tidak sengaja melihat artikel tentang pemasaran produk lalu membacanya dengan saksama.
"Ada banyak agen yang mempromosikan produk dan jualannya lewat akun sosmed mereka hal itu menambah produk yang mereka jual laku besar," gumam David sambil menganggukan kepalanya.
Pak Bayu melirik dari kaca depan mobil mendengar bos mudanya ini sedang belajar memahami bisnis.
*Pak Hartono
"Saya sudah menunggu di kantor Mas David jadi kita akan bertemunya langsung di kantor saja."
"Pak, apakah masih lama?" tanya David sambil melihat jam tangannya.
"Sebentar lagi kok Den, sudah ditunggu ya?" ujar Pak Bayu dia mengira bahwa David sudah ditunggu di kantor.
"Iya Pak, entah kenapa jantung saya kok deg-degan kaya gini ya?" David merasakan jantungnya berdegup dengan sangat kencang ketika mobil sudah memasuki kawasan kantor.
"Hehehe tarik napas dulu saja, Den," kata Pak Ujang sambil tersenyum.
Akhirnya David pun menarik napasnya perlahan, lalu mengembuskannya tidak lupa dia pun melantunkan bacaan-bacaan dalam hatinya agar bisa lebih tenang nantinya bertemu dengan karyawan-karyawan kantor Papahnya.
Mobil pun kini sudah masuk gerbang perusahaan Nathan yang bernama Helac Official.
"Bismillahirrahmanirrahim," ujar David sambil turun dari mobilnya.
Di luar sana sudah ada dua pengawal atau saptam yang menyambut kedatangannya.
David pun langsung menggunakan jas kantor yang diberikan oleh Pak Bayu.
"Selamat datang di Helac Official Tuan muda David," seru dua pengawal tersebut sambil menundukan kepalanya memberi penghormatan kepada David.
"Terima kasih banyak atas penyambutan yang kalian berikan," sahut David sembari tersenyum.
Terlihat bunga ucapan untuk dirinya David merasa dirinya begitu istimewa atas kedatangan dirinya di kantor ini.
"Silahkan Tuan muda, Pak Hartono sudah menunggu di dalam," kata pengawal tersebut sambil menggentangkan tangannya mempersilahkan David untuk berjalan terlebih dahulu.
David menoleh ke arah Pak Bayu yang berada di belakangnya. "Silahkan Den, saya akan menunggu di luar!" kata Pak Bayu dia mengatakan sebelum David angkat bicara karena dirinya sudah mengerti apa yang akan David katakan.
Cowok itu pun menganggukan kepalanya, "Baiklah mari!"
David melangkah maju ke depan memasuki kantornya diiringi dengan dua pengawal atau saptam yang siap menjaga David sebagai bos muda di kantor ini.
Saat David sudah memasuki kantor semua orang yang ada di sana langsung terdiam mereka berhenti beraktifikas karena tahu jika David adalah anak bosnya yang akan menggantikan Papahnya di kantor.
"Ada Tuan muda, berdiri eh," seru yang lain samar-samar terdengar oleh David membuat cowok itu tersipu malu dan gemeteran.
Pengawal itu membawa David ke ruang utama di mana tempat Pak Hartono menunggunya.
"David selamat datang Nak," seru Pak Hartono yang langsung memeluk tubuh David.
David hanya bisa pasrah di peluk tubuh Pak Hartono yang sangat gemuk yang akhirnya langsung dilepaskan begitu saja.
"Terima kasih Pak, atas penyambutannya saya tidak tahu harus berkata apa lagi karena ini semua sudah pasti Pak Hartono yang menyiapkannya," tukas David baginya siapa lagi yang akan memberikan sambutan ini selain asisten Papahnya ini.
"Santai aja Dav, ini memang saya yang menyiapkannya tapi dibantu anak-anak kantor lainnya," sahut Pak Hartono sambil terkekeh.
"Silahkan duduk dulu kita minum dulu di sini nanti saya akan mengajak Nak David keliling kantor serta memperkenalkan kepada seluruh staf di kantor ini," lanjut Pak Hartono.
Awalnya Pak Hartono memanggil David Tuan muda namun cowok itu melarangnya dia akan lebih suka jika dipanggil nama saja tanpa ada embel-embel bos atau Tuan muda.
Tidak lama kemudian pelayan pun datang memberikan David serta Pak Hartono minuman untuk menemani pembicaraan mereka berdua nantinya.
"Bagaimana perjalanan menuju kantor ini lancar?" Pak Hartono memulai perbincangan dengan David.
"Alhamdulillah lancar Pak hanya saja jantungan saya dari tadi selalu berdetak dengan sangat kencang adapun rasa gugup masih saya rasakan," ungkap David dia masih terus merasakannya hingga saat ini.
Seketika Pak Hartono tertawa mendengar ucapan David. "Itu adalah hal biasa Tuan muda tarik napas saja dulu nanti juga terbiasa."
Akhirnya David menarik napasnya setelah minum mereka pun langsung kembali.
"Ya sudah nih minun dulu nanti setelah selesai minum saya akan ajak Tuan muda keliling kantor," kata Pak Hartono sambil tersenyum simpul.
Tidak lama kemudian David dan Pak Hartono beserta satu kariayawan pun bangkit dari duduknya untuk mengantarkan David ke ruang kerja Nathan dan memperkenalkan kepada para karyawan yang lainnya.
Pak Hartono sebelumnya sudah menyuruh para karyawan untuk berkumpul di aula.
"Selamat siang semuanya hari ini kita kedatangan tamu special di kantor kita yang akan menggantikan Tuan Nathan," ujar Pak Hartono dia mempersilahkan David untuk mengenalkan dirinya.
David pun mengulas senyum pada wajahnya sebelumnya dia menarik napasnya yang sedikit terasa berat. "Hay semuanya salam siang saya David Nathantion seorang mahasiswa di universitas Indonesia, selama Papah masih sakit saya yang akan menggantikan posisinya di kantor, insya Allah saya akan bekerja semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk kantor ini," kata David dengan tegas dia berharap semua karyawanya bisa menerima dirinya dengan baik.
Gemuruk tepuk tangan terdengar meriah menyambut kedatangan David sebagai bos muda baru mereka.
"Kami ucapkan selamat datang Tuan muda," seru seorang karyawan.
David hanya tersenyum menanggapi ucapan tersebut.
"Baiklah kalau begitu kembali bekerja seperti semula!" pinta Pak Jaka yang tadi bersama dirinya dan Pak Hartono.
"Mari Tuan muda saya antar ke ruang kerjanya ada di sebelah sini," ajak Pak Hartono kepada David yang langsung diikuti oleh cowok itu.
Sebagai anak dari Nathan sendiri, David tidak pernah datang ke kantor karena Papahnya selalu meminta dirinya untuk belajar dan terus belajar tidak sedikit pun tahu jika pada akhirnya dirinyalah seorang pewaris tahta dari Papahnya.
Tahap awal kesibukan David dimulai sejak hari ini untuk pertama kalinya juga dia menginjakan kakinya di kantor.