Dinikahi Calon Ipar

Kelahiran Sang Jagoan

Pertama kali bertemu orang yang melahirkan ke dunia seumur hidupnya, Diana seperti mimpi dan tak ingin bangun lagi. Selama ini ia mengira ibunya Meta adalah orang yang telah melahirkannya juga. Ternyata dia salah.

 

Dan kini, wanita yang telah menyediakan rahimnya untuk dia tumbuh selama sembilan bulan lebih, talah ada di depan mata. Mereka masih berpelukan melepaskan rindu. Seolah hanya ada mereka berdua di sini. Bahkan, Diana sampai melupakan suaminya. Dalam kondisi normal, ia akan merasa malu bersikap seperti ini di depan suaminya. 

 

"Apa kalian nggak menganggap kami ada?" ucap Daniel dengan nada cemburu. 

 

Sepasang wanita kembar beda usia itu melerai pelukannya. Lalu menatap tajam pada pria yang barusan berbicara. Seolah mengerti dengan tatapan itu, Daniel memilih untuk duduk di samping Desta. 

 

"Apa setelah bertemu kalian akan bersekutu untuk memusuhiku? Kenapa tatapan kalian seperti itu?" cicitnya membuat ia mendapat lemparan dua bantal sofa secara bersamaan. 

 

"Tuh, kan ... benar. Bahkan kalian kompak sekali merundungku." Daniel menampilkan ekspresi dramatis yang sangat bertolak belakang dengan sifatnya selama ini. Akibatnya kini ia mendapat timpukan dari pria di sebelahnya. 

 

Ia membulatkan matanya menatap sang ipar. "Bahkan kamu juga ikut-ikutan menyiksaku?" 

 

"Jijik! Kenapa kamu jadi lebay gini, sih? Kesambet di mana?"

 

Seketika ruang berukuran 4x5 meter ini dipenuhi derai tawa. Kebahagiaan terukir jelas di wajah mereka. 

 

***

 

Hari ini Desta sangat sibuk. Dua jadwal operasi ditambah ia harus menandatangani setumpuk berkas yang dibawa asisten pribadinya ke RS membuatnya tak bisa beristirahat. 

 

Untung saja hari ini nggak ada jadwal di poli. Sehingga ia tak harus kejar tayang untuk menyelesaikan berkas itu secepatnya. Ia harus ekstra hati-hati sebelum membubuhkan tanda tangan di sana. Pengalaman di kantor cabang cukup menjadi pelajaran baginya untuk selalu membaca isi berkas itu sebelum mencoretnya. 

 

Sementara itu, asisten yang menunggunya masih tetap setia menemani bosnya sambil menikmati kopi buatan OB. Ia juga tak mau buru-buru kembali ke kantor. Jadi ia akan tetap menikmati waktu tunggu ini dengan sesantai mungkin. Hitung-hitung lagi istirahat. 

 

"Nggak ada masalah berarti kan, di kantor?" tanya Desta tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di depannya. Ba matanya bergerak liar ke kiri dan ke kanan untuk membaca dengan cepat. 

 

Kehebohan di luar ruangan cukup menyita perhatiannya. Sehingga ia menghentikan aktivitasnya sejenak. Tak lama seseorang mengetuk pintu dengan keras dan terburu-buru.

 

"Masuk!" 

 

Setelah mendengar izin darinya, seorang perawat menyembulkan kepalanya di balik pintu. 

 

"Maaf, Dokter. Istri Anda mau melahirkan. Sekarang sedang di bawa ke ruang bersalin," ucap perawat itu sedikit tegang. Pasalnya sebelum ini Desta sudah mewanti-wanti untuk tidak mengganggunya. 

 

"Ok. Terimakasih, Nin." 

 

Pria itu langsung meninggalkan berkas-berkas yang baru tersentuh setengahnya. Tak peduli dengan asistennya yang menunggu. Saat ini istri dan calon anaknya jauh lebih penting. 

 

Dia ingin mendampingi perjuangan istrinya melahirkan buah hati mereka. Dengan tergesa ia meningglkan ruangan tanpa berpesan apapun pada sosok yang menunggunya sejak tiga jam yang lalu. Saat ia masih berada di ruang operasi. Tapi bagi pria yang telah kekerja dengannya selama lima tahun ini, itu bukan masalah. 

 

Langkah panjang Desta membawanya ke ruang bersalin. Tak perlu memints izin, dia bisa langsung masuk dan menunggui sang istri di dalam. Sementara Mommy, Daddy, Daniel, dan Mama terlihat sangat cemas menunggu di luar. 

 

"Sayang, tenang, ya. Kamu pasti bisa."

 

Hanya selarik senyum yang tersungging dari bibir Diana. Wanita itu tampak menikmati setiap detiknya untuk melahirkan sang biah hati. Ini adalah momen pertamanya dalam bersalin. Meski peluh sudah membanjiri sekujur tubuhnya, tak sedikitpun ia mengeluarkan suaranya. 

 

Ia mencoba mengatur napas sesuai instruksi dokter. Sambil mulutnya tak lepas dari zikir. Rasa nyeri itu kini semakin sering frekuensinya. Dokter juga mengetakan jika jalan lahir sudah menunjukkan pembukaan lengkap. 

 

"Ayo, Bu Diana, tarik napas panjang dan mengejan!"

 

Dengan membawa bismillah, Diana melakukan hal itu. Desta yang menyaksikan perjuangan bidadari hatinya tetap berada di sisi sambil menjadi pegangan oleh Diana. 

 

"Bagus, Bu. Sekali lagi! Satu tarikan, ya! Kepalanya sudah terlihat!" 

 

Diana mencengkeram kuat kedua lengan suaminya. Beberapa detik kemudian, suara bayi menangis memekakkan telinga. Pegangan tangan itu mengendur bersamaan rasa haru yang menyeruak. Desta yang menyaksikan detik-detik kelahiran putranya tak mampu menyembunyikan bulir air matanya yang menetes karena haru. 

 

"Selamat, Dokter, Bu Diana. Bayinya cowok," ucap dokter kandungan yang bernama Meisya. 

 

"Terikasih, Sayang. Terimakasih telah melahirkan dia ke dunia," bisik Desta sambil memberi kecupan ringan bertubi-tubi pada sang istri. 

 

***

 

Ruang VVIP berukuran 4x5 meter itu terdengar riuh. Seorang bayi merah di dalam box dikelilingi oleh lima orang. Desta, Daniel, Mommy, Daddy, dan Mama. 

 

Semua tampak antusias menyambut kelahiran Desta junior. Bayi lelaki yang parasnya sangat mirip dengan Desta itu tertidur damai di dalam box. 

 

"Hah, kenapa wajahnya mirip sekali denganmu? Ah, nggak asik ah. Satu orang Desta saja sudah membuatku jengkel, kenapa sekarang ditambah Desta kecil? Kenapa ponakanku nggak mirip Diana sama sekali?"

 

Daniel terus menggerutu melihat bayi mungil itu. Dalam hati ia bahagia karena akhirnya rumah tangga sang adik telah sempurna. Setelah melewati berbagai rintangan dan ujian, akhirnya kebahagiaan itu hadir di tengah-tengah mereka. 

 

"Jelaslah mirip papany. Nggak mungkin juga dia mirip kamu!" 

 

"Kenapa tidak? Aku kan, omnya!"

 

"Ish, kalau mau nikah sono! Terus buat anak yang mirip sama kamu!" 

 

Semua orang geleng-geleng kepala mendengar perdebatan tak bermutu itu. Diana yang masih lemas hanya bisa meresponnya dengan senyum. 

 

"Sayang, apa kamu pengen makan sesuatu?"

 

"Nggak, Mas. Aku hanya lelah."

 

Desta mengelus kepala Diana yang tertutup kerudung. Lalu memberi kecuman singkat dan membiarkannya beristirahat. 

 

Sementara penghuni lainnya memilih untuk memesan makanan melalui rumah sakit. Mudah saja bagi Desta yang bekerja di rumah sakit ini untuk meminta tolong OB untuk memesankan makanan untuknya. 

 

Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang. Desta yang ingat dengan kerjaannya yang masih tersisa, menelpon asistennya untuk membawa berkas-berkas itu ke mari. 

 

Makanan datang bersamaan dengan asisten pribadinya. Lalu semua makan bersama dengan suasana gembira. Mommy dan Mama tampak sangat akrab. Ternyata keduanya memang teman sejak SMA. Wajar jika sekarang keduanya semakin dekat setelah diikat oleh hubungan perbesanan. 

 

Saat tengah asik makan, bayi merah itu menangis sangat kencang. Otomatis Desta dan lainnya langsung menghambur ke box bayi tanpa memedulikan makanan mereka yang belum habis. 

 

"Ada apa, sayang? Apa anak papa sedang haus?" tanya Desta seolah bayi mungil itu mengerti pertanyaanya. Namun saat hendak mengangkatnya, perekat diapers yang dikenakan lepas. Alhasil, bayi yang masih belum selesai buang hajat itu, mengotori pakaian Desta. Sontak semua orang tertawa melihatnya. 

 

"Wah, anak papa pinter sekali. Lihat, baju papa bau pesing karena ulahmu!" ucapnya sambil mengusel wajah bayi itu dengan hidung mancungnya. 

 

Melihat interaksi ayah dan anak itu membuat dada Diana membuncah bahagia. Ia tak menyangka Allah memberi kebahagiaan secepat ini. Keluarga kecilnya telah lengkap dengan kelahiran sang bayi. Ya Allah, terimakasih atas anugerah terindah ini. 

 

The end

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!