KAJA (Agro Secret)
Jupiter Wind (1)
Suara ayam berkokok dan suara hewan pagi saling bersahutan, rumah terpencil di ujung desa, rumah Noran dan Kaja.
Entah mengapa, Kaja merasa heran dia diminta Cuma membawa dua ember air dan disuruh pulang segera setelah mengambil air tersebut. Bahkan, Kaja diminta tak mengambil air di gunung dan hanya di ujung desa dimana ada sumur umum yang bisa digunakan oleh siapapun.
Kaja keheranan, namun terus bergegas mengambil air tersebut. Sampai melewati Perguruan Angin Timur, Kaja kembali diejek.
“Sampah sedang sakit! Dia bawa dua ember saja, hahahaha,” Baron dan rekan-rekannya masih membully, kecuali Putri yang kasihan melihat Kaja. Guru Perguruan yang berada ditingkatan tertinggi Perak mendiamkan murid-muridnya menghina Kaja. Di perguruan Angin Timur punya 5 guru utama, kelimanya adalah anggota Aflif dari Desa Pertiwi. Ya, mereka mendapatkan tugas dari Aflif Pusat untuk mengajar di desa mereka, membina generasi baru agar banyak pahlawan baru yang lahir dan membantu perdamaian dunia, itu misi mereka.
Arda, pemimpin Aflif dan menjadi pendiri perguruan Angin Timur. Prabu, Loka, Samo dan Bunto merekalah tumpuan harapan desa untuk mendidik anak-anak desa untuk memiliki masa depan yang cerah. Selain mendapatkan bayaran dari Aflif pusat mereka juga mendapatkan berkah setoran dari sukarela masyarakat. Sudah 10 tahun mereka mengabdi dan memenuhi misi Aflif di desa Pertiwi.
Kaja tak mempedulikan olok-olok para murid Perguruan Angin Timur, dia bergegas.
“Hentikan semua latihan! Kita akan menyaksikan pertandingan terbesar di dunia, penantang baru akan mencoba merebut tahta Lord Master. Ayo bersiap dan menyaksikan Televisi!” Semua murid tersenyum, “Ayo!”
Kaja sempat mendengarnya, dia pun bergegas pergi dan mempercepat langkahnya agar sampai rumah dan mendapatkan kesempatan untuk menonton pertandingan lima tahunan tersebut. Ya, pertandingan akan dibagi dalam kualifikasi 5 benua, hingga mendapatkan 4 pemenang setiap benua dan akhirnya ke 20 peserta terbaik bertanding untuk menentukan siapa yang bisa mengalahkan Lord Master sang pemimpin Aflif. Jika menang, dia akan menggantikan Lord Master sesuai dengan kebijakannya dengan para penasehat Aflif.
Tentu saja semua orang ingin menjadi peserta dan bisa menjadi Lord Master, dan syaratnya ikut turnamen adalah menjadi anggota Aflif.
* * * * *
Kaja menaruh ember air, belum sempat duduk dia dipanggil Kakeknya.
“Kesinilah, bukankah kau ingin melihat pertarungan Lord Master?”
Kaja mengangguk dan mendekati Noran, tv sudah menyala. Penyiar pertandingan sedang berapi-api memberikan arahan dan siapa pemenang turnamen 5 benua dan orang paling beruntung berkesempatan menjadi Lord Master berikutnya. Namun, jika itu dia bisa mengalahkan Lord Master yang sudah 15 tahun memimpin Aflif dan tak terkalahkan, Gasan Arwana.
Pertandingan dimulai, Lord Master mengenakan topeng seperti biasanya. Ketegangan terjadi dalam pertempuran itu meskipun itu dari layar televisi. Sorak penonton histeris meneriakkan Gasan! Gasan! Menang!
Kaja ikut terbawa suasana, matanya berbinar. Namun, Noran Kakeknya seolah santai saja dan acuh. Lebih dari 10 menit pertarungan masih berlanjut
Booom Booom Booom
Wusssshhhh
Lawan Lord Master, Master Ramaya mengeluarkan dentuman keras dengan tombaknya, bayangan Srigala Perak hampir menembus dinding penghalang Lord Master. Ramaya penantang menggunakan Kekuatan Rakuta yang diperolehnya, Srigala Perak.
“Kakek, Pertarungan mereka luar biasa!”
“Biasa saja Kaja, sebentar lagi juga kelar. Lord Master pasti menang!” Noran menjawab santai.
“Darimana Kakek tahu, lihat saja Ramaya mendesak mundur Lord Master pertahanannya hampir jebol.”
Penyiar pertarungan lantang bersuara, “Apakah Ramaya akan sukses mengalahkan Gasan Arwana dan menjadi Lord Master yang baru! Menarik! Menarik! Kita lihat saja!”
Saat itulah Nampak senyuman kecil dari Lord Master Gasan, dia menarik tangan kirinya ke belakang dan muncullah bayangan Mamoth besar menjuntai belalali dan gading berjumlah 6. Ramaya kaget dan keadaan berbalik, serangan kemudian saling bersahutan, perbedaan kekuatan mulai terlihat. Pada akhirnya, Lord Master kembali dimenangkan oleh Gasan, Ramaya mengaku kalah.
*****
Noran mematikan TV-nya dan tak peduli dengan Kaja yang masih terlihat takjub akan pertandingan tersebut.
“Ikuti aku Kaja! Aku akan mengajarimu sesuatu yang paling penting dalam hidupmu, ini akan menjadi bekal selama hidupmu.”
Kaja berpikir kalau Kakeknya akan mengajari receptarier lagi atau obat baru, sayangnya Kaja salah. Saat melangkah meninggalkan Rumah dan meninggalkan pelataran rumah yang luas itu, Noran berhenti dan Kaja pun berhenti tepat di belakangnya.
“Kaja! Ikuti aku, jangan teralihkan dan fokus mengikuti aku! Ingat, jika kau tak bisa mengikutiku di belakangku, Kau akan menyesal!”
Ada aura yang muncul dari tubuh Noran, energinya meluap, Apa Ini?? Kaja kaget, seolah ini pertama kalinya Kakeknya bicara serius sekali, angin hembusan energi bahkan sangat kuat hendak mementalkan tubuh Kaja.
“MULAAIII!”
Noran berteriak dan angin di sekitarnya seolah air mengalir, dia terlihat berlari dengan cepat. Kaja mengikutinya dan mencoba berlari, entah kenapa dia bisa terus mengejar Kakeknya. Selama ini, dia memang setiap hari berlari sebagai hukuman, tapi itu berlari biasa. Kali ini, Dia berlari sangat cepat dan tidak pernah dilakukan sebelumnya.
Noran semakin cepat, Kaja pun tak mau tertinggal. Semakin cepat! Cepat dan cepat. Noran bahkan seolah seperti kilat dan meliuk menghindari pepohonan lebat, Kaja pun konsentrasi, matanya terlihat jernih bercahaya, dia menghindari pepohonan meskipun beberapa kali hendak menabrak tapi dia kemudian fokus dan akhirnya bisa menstabilkan tubuh dan kecepatannya.
Mereka bahkan kini sangat cepat seperti dua kilatan petir yang bekejaran. Terus berlari, sesekali menendang pohon dan beralih ke pohon lain untuk memberikan tekanan agar lebih cepat. Kaja mengikuti semua gerakan Noran Kakeknya, dia baru sadar bahwa dirinya menjadi sosok yang luar biasa dan tak bisa dibayangkannya.
Noran tiba-tiba berhenti di tepiah danau yang luas, di atasnya ada air terjun yang deras dan tinggi sekali. Noran tersenyum saat menyadari Kaja bisa mengikutinya dengan baik.
“Itu adalah pelajaran pertama, Kau menguasai teknik Wind Speed.”
Kaja menjadi heran, dia sedikit menahan napasnya karena masih terlihat sedikit lelah namun segera mengatur napasnya dan memulihkan dirinya dengan Teknik pengobatan dan pemurnian jiwa.
Noran sebenarnya sedikit terkejut dengan kemampuan cucunya itu, namun kini menjadi yakin bahwa dia telah menjadi seorang guru yang hebat. Dia sendiri belum pernah memiliki murid, dan untuk Kaja…, dia terpaksa melakukan ini, rahasia yang pelik sedang disimpannya sendirian.
Semalam, tanpa diketahui Kaja. Noran telah membuka kunci dalam diri Kaja yang itu akan membuat Kaja bisa mengeksplore semua kemampuannya yang selama ini dikunci oleh Noran sehingga seolah Kaja hanya manusia biasa yang tak bisa membuahkan hasil dari latihannya setiap hari. Selain itu, Noran juga mengalirkan energi auranya kepada Kaja sehingga Kaja memiliki yang lebih besar kini.