Kembalinya Magic Assassin
Aku Sudah Kehabisan Waktu untuk Kalian (2)
Srak!
Tubuh Bagas terhempas ke belakang, dia terduduk. Jenni yakin, tembakannya tidak meleset dan mengenai perut Shadow Eagle. Jenni merasakan sakit luar biasa di pundaknya, dagger milik James masih menancap di bahunya.
Srak!
Jenni mencabut dagger tersebut, darahnya menetes membasahi bajunya. Argus segera mendekati Jenni.
”Kamu tidak apa-apa, Jenni?” tanya Argus.
”Lebih dari itu, apakah ini sudah berakhir?” mata Jenni masih belum percaya dan dia masih melihat ke arah Shadow Eagle yang masih diam.
[Health aktif, penyembuhan terhadap luka dilakukan otomatis]
[Tugas anda belum berakhir, anda adalah mesin pembunuh para Assassin]
[Waktu tersisa 60 menit]
Benar!
Mata Bagas terbuka, dia merasakan energi menjalar ke seluruh tubuhnya. Tubuhnya mulai bergerak.
Argus dan Jenni benar-benar kaget, ada gerakan dari Shadow Eagle. Dari kejauhan, Khalid dan inspektur Jodi masih melihat dari kejauhan dan bersiap.
”Tidak mungkin!” teriak Jenni dan berdiri kepayahan, lukanya masih terbuka.
”Sudah kubilang pada kalian, aku bangkit dari neraka!” suara Bagas terdengar menggelegar.
”Serang sebelum dia pulih!” teriak Argus, dia memutar pedangnya.
Jenni mengarahkan pistolnya dan mentargetkan serangannya pada Shadow Eagle yang mulai bergerak.
DOR!
DOR!
Tring!
Tring!
[Kecepatan Assassin Aktif]
Bagas melihat satu dagger yang jatuh di sebelahnya, dia segera mengambilnya dengan kecepatan penuh. Bagas melihat arah peluru yang mencoba mengenai kepalanya, dia menghalangi peluru itu dengan daggernya.
Argus datang menyerang saat Bagas menahan kedua peluru.
Klang!
Pedang dan dagger bertemu, dari belakang Jenni menembakkan peluru lagi kearah Bagas.
DOR!
Bagas sudah tak peduli pada rasa sakit yang dideritanya, dia memutar tubuhnya untuk menghindari serangan peluru dari Jenni. Kaki kanannya berputar dan menendang punggung Argus dengan kuat. Argus terhempas. Bagas menggunakan tubuh Argus untuk menolak tubuhnya, dia menuju Jenni dengan daggernya. Kali ini, dia mengincar kepala Jenni.
Wooossh!
”Hentikan, James! Menyerahlah!”
”Lepaskan Aku!” suara wanita yang kedua tangannya diborgol oleh Ricky.
Sebuah suara di belakang Jenni, jaraknya cukup jauh. Mata Bagas tajam melihat ke belakang, persis sebelum dia mencapai tubuh Jenni. Disana, Ricky yang tersisa dari pasukan Bison sudah membawa seorang sandera dan mengarahkan pistolnya tepat di kening kanan sandra tersebut. Mata Bagas tak bisa lepas dari sandera yang dibawa oleh Ricky. Itu adalah ..., Nadia. Wanita yang dicintai oleh Bagas.
Ricky sudah menyelidiki semua tentang James, dan dia sudah meminta pasukannya untuk menculik Nadia. Dia akan menggunakan Nadia saat dibutuhkan. Dan, dia sudah menyadari kekuatan dari Shadow Eagle. Maka, dia pun membawa wanita itu untuk mengalahkan Shadow Eagle.
Bagas kaget dan dia tak menyadari bahwa Ricky akan menahan Nadia.
”Ucapkan selamat tinggal pada wanita ini!” teriak Ricky.
Klik!
Ricky menarik pelatuk pistolnya, dia melihat Shadow Eagle berhenti di depan Jenni. Dan, sesuatu dilakukan oleh Ricky pada Nadia. Dia menembak kepala Nadia.
DOR!
”Nadia!”
***
[Magic Exchange diaktifkan, kemampuan yang mampu bertukar tubuh dengan siapapun yang anda lihat]
DOR!
Tembakan Ricky benar-benar dilakukan, darah menetes ke bawah. Semua orang di sana melihat hal itu. Sandera yang ditembak oleh Ricky.
Bruk!
Tubuh di dekat Ricky terjatuh, tapi semua orang tidak percaya dengan penglihatan mereka. Tubuh yang terjatuh itu adalah, tubuh, Shadow Eagle dengan topengnya yang terjatuh di sebelahnya. Tubuh Bagas jatuh tengkurap karena tembakan dari Ricky dan kedua tangan Bagas diborgol.
”Ha... ha... ha...! ternyata benar! Aku benar-benar jenius, aku mengalahkan dewa kematian!” suara Ricky terdengar bahagia. Dia sudah menyadari kemampuan Shadow Eagle yang mampu berpindah tempat dengan orang yang dilihatnya. Dia sudah mengkonfirmasi hal itu, maka dia menembak sandera untuk membuktikannya. Meskipun hal itu seperti tidak mungkin di dunia ini, tapi analisa Ricky pada akhirnya benar.
Nadia yang berganti posisi dengan Bagas, dia pingsan dan terjatuh menimpa tubuh Jenni. Nadia pingsan karena posisinya berubah dengan sangat cepat. Namun, sebelum Bagas berpindah tempat. Dia sempat menyerang Jenni untuk terakhir kalinya. Dagger menancap di dada Jenni dan menembus tubuhnya. Jenni meninggal dan tak lagi bergerak.
”Jenni!”
Argus mendekati Jenni yang tertimpa tubuh Nadia, matanya terlihat terbuka dan dia sudah tidak bernapas. Argus berdiri dan melihat kearah Ricky.
”Ayo, Ricky. Kita masih memiliki dua penghalang terakhir. Polisi dan pembunuh yang berkhianat. Serahkan Khalid padaku, seorang pengkhianat dari Dark Head biarkan aku yang menghabisinya!”
Argus bersiap menghadapi Khalid dan Jodi, Ricky pun mengarahkan pistolnya. Mereka berdua harus cepat menyusul para pemimpin pembunuh untuk menyelesaikan misi dari Jenderal Bison.
***
Bagas di antara kesadaran dan tidak sadar. Tubuhnya seperti dicabik-cabik oleh rasa sakit yang luar biasa. Dia bahkan hampir hilang kesadaran.
Namun, dia melihat layar sistem di depan matanya.
[Waktu anda, 55 menit. Apakah anda akan menyerah?]
Tidak!
Aku tidak boleh menyerah!
Bagas masih memiliki waktu, bahkan jika tubuhnya hancur berkeping-keping dan menjadi debu. Dia akan menghabisi semua orang yang telah menjatuhkannya!
[Dua permintaan anda masih tersimpan, apakah anda ingin mengkonfirmasi permintaan anda]
Benar!
[Apa permintaan kedua anda]
”Biarkan rasa sakit yang aku derita hingga akhir! Namun, jangan matikan aku sebelum aku menyelesaikan misiku! Biarkan aku merasakan semua rasa sakit dan berikan aku membalas dendam!”
[Permintaan dikonfirmasi, tubuh anda tidak akan hancur dan anda akan menerima semua rasa sakit yang anda derita]
***
Inspektur Jodi sudah terluka, dia sudah lelah. Khalid harus melindungi Jodi, dua orang musuh mendekati mereka.
”Biarkan aku yang menghadapi mereka, larilah selagi kamu bisa, Inspektur!” kata Khalid.
”Bersiaplah untuk mati!” Argus bersiap menyerang Khalid.
Ricky bersiap menembak, dan Khalid berada di depan Jodi.
”Kalian mau kemana? Aku masih belum mati!”
Suara itu!
Empat orang itu kaget dan melihat ke arah Shadow Eagle, dia bangun.
Tidak mungkin!
Crak!
Borgol di tangan Shadow Eagle dibuka dengan kemampuan James yang sudah terlatih. James dan Bagas, itu adalah identitas yang tak penting. Lelaki itu mendorong kedua tangannya dari lantai dan mengambil topeng yang terjatuh. Dia memasangnya kembali ke wajahnya.
Bagas berdiri tegak, tubuhnya memiliki banyak luka dan bajunya robek di banyak tempat.
”Mustahil!”
Ricky gemetaran.
”Aku sudah tidak punya banyak waktu untuk kalian!”
HIAAAAAA!
Wooosshh!
Argus melihat Shadow Eagle bergerak, dia menggunakan pedangnya untuk menahan serangan James.
[Stealth diaktifkan]
Klap!
Bagas memegang pergelangan tangan Argus dengan kuat, memutar tangan tersebut dan memaksa pedangnya berbalik.
Krak!
Tulang tangan Argus patah, pedang itu menembus tubuhnya.
Crop!
Bruk!
Bagas melewati tubuh Argus, menggunakan tolakan dan mengarahkan serangan pada Ricky. Ricky gemetar dan mengarahkan pistolnya.
DOR!
DOR!
Tembakan itu mengenai tubuh Bagas, rasanya sakit tapi Bagas tak peduli dan menggunakan kecepatannya. Memutar pistol Ricky dan mengarahkan balik pistol itu kearah kening Ricky.
DOR!
”Siapa kamu sebenarnya?”
Mata Ricky melotot, tubuhnya mulai kejang dan wajah Shadow Eagle di depannya. Kening Ricky tertembus pistolnya sendiri.
”Aku adalah dewa kematian!”
Bruk!
Tubuh Ricky terjatuh, tersisa Jodi dan Khalid. Angin berhembus menerpa rambut Shadow Eagle.
”Aku kehabisan waktu, Khalid! Aku butuh bantuanmu.”
”Apa itu James?”
Wossh!
Bug!
Khalid tak bisa mengikuti kecepatan James, dia melewati Khalid dan memukul leher belakang Inspektur Jodi. Khalid tak menduga bahwa James melumpuhkan Inspektur Jodi. Jodi terjatuh dan pingsan.
”Bawa wanita itu dan inspektur Jodi, minta inspektur untuk menjelaskan semua kejadiannya ke publik. Sisanya, aku yang akan menghabisi para pembunuh!”
”Tapi James, aku ingin ...”
”Hentikan Khalid, ini adalah misiku!”
Khalid tak berani menjawab.
”Bawa keduanya ke tempat aman!”
”James, siapa kamu sebenarnya?” Khalid masih penasaran, ”Kamu bukanlah James!” Khalid sempat melihat wajah Shadow Eagle saat topengnya terjatuh.
Bagas melihat Khalid, dia menggerakkan tangannya dan membuka topengnya. Saat itu, Khalid tak menyangka bahwa Shadow Eagle yang selama ini dikira adalah James. Dia adalah pemuda sekolah yang selama ini dia kenal.
”Aku adalah James, kamu percaya atau tidak itu tidak penting Khalid. Namun, aku telah kembali dari kematian!”
Bagas memakai topengnya kembali, dia berjalan meninggalkan Khalid.
”James! Kembalilah dengan selamat!” teriak Khalid. Namun, dia tak mendengarkan jawaban apapun dan tubuh Bagas menghilang dengan kecepatan seorang pembunuh. Khalid ditinggalkan, tugas untuk membawa Jodi dan Nadia.
Dan, Khalid yakin bahwa James akan menyelesaikan misinya.
”Berjuanglah, James!”