Kisah Semut yang Menawan

Kisah Semut dan Rizkinya

Adik-Adik kali ini kita akan berpetualang bersama semut ya, semoga banyak hal bisa kamu ambil pelajaran dalam hidupmu sehingga kami bisa menjadi hamba Allah yang Shalih dan Shalihah. Aamiin.

Suatu hari, seekor semut tengah berkeliling kesana-kemari di sebuah padang yang tandus, padang pasir yang hanya terlihat pasir yang menghampar seperti tidak ada kehidupan karena panasnya yang menyengat.

Semut itu sesekali menggaruk kepalanya dengan kaki depannya, padahal gak gatal lho tapi itulah kebiasaan semut. Dia memandangi sekitar, dia berpikir, siapa tahu ada makanan. Tugasnya adalah mencari makanan dan dikumpulkan ke sarangnya guna dimakan seluruh teman dan juga bangsa semut lainnya. Semut itu kembali memandangi sekeliling, belum ada makanan atau sisa makanan.

Semut itu pun berjalan kembali, tanpa kenal lelah dan terus berusaha mencari makanan. Semut sudah diilhamkan oleh Allah swt untuk mencari rezeki setiap hari, Pasti Allah akan memberinya rizki. Semut yakin dan berusaha bertawakkal kepada Allah swt dengan sungguh-sungguh, maka Semut tidak pernah khawatir lagi akan kekurangan makanan karena Allah Maha Kaya.

Hingga, ada sesosok manusia yang terlihat besar dalam pandangan semut. Ya, itu adalah sosok manusia. Namun, itu bukanlah sembarang manusia, ternyata manusia yang mendekati dan melihatnya adalah seorang Nabi, dia adalah Nabi Sulaiman as. (Alaihis Salam).

Nabi Sulaiman mendekatkan tubuhnya dan melihat makhluk kecil Semut itu sedang berjalan mencari makanannya.

Nabi Sulaiman pun tersenyum dan bertanya pada Semut, ”Wahai Semut, Kau sedang mencari makanan? Apa Kau yakin ada makanan di padang tandus ini padahal terlihat semuanya hanyalah hamparan pasir dan tak ada makanan yang terlihat?”

Semut itu pun melihat Nabi Sulaiman as., wajah Nabi Sulaiman nampak putih dan juga bercahaya. Dia termasuk adalah salah satu Nabi kesayangan Allah swt yang dianugerasi Allah swt memiliki banyak kemulyaan sehingga dapat berbicara dengan hewan, dapat menaklukkan angin dan juga menaklukkan para Jin.

”Wahai Nabi Allah, Nabi Sulaiman as., Aku percaya bahwa rezeki ada di tangan Allah, Aku yakin di atas padang pasir yang tandus itulah ada rezeki yang Allah swt. Khususkan untukku.”

Semut itu menjawab yakin kepada Nabi Sulaiman as., rezeki makhluk Allah swt tidak akan tertukar dengan mahluk yang lain, setiap yang bernyawa sudah ditetapkan baginya makanannya dengan ketentuanNya yang tepat.

Nabi Sulaiman as. semakin takjub dengan penjelasan Semut itu sehingga dia merasa bahwa Semut itu bahkan bisa beriman dan bertakwa dengan baik. Nabi Sulaiman as. pun bertanya lagi pada semut itu, ”Wahai Semut, Berapa banyaknya rezeki yang Engkau makan dari Allah swt dalam jangka waktu setahun?”

Semut itupun menjawab yakin bahwa dalam waktu setahun, dirinya menghabiskan sekitar satu biji gandum, gandum adalah makanan pokok di wilayah yang tandus, di tempat yang tropis dan banyak air biasanya adalah beras. Gandum juga digunakan untuk bahan pembuatan roti.

Nabi Sulaiman as. yang mendengar penjelasan Semut itu pun tertarik untuk membawa satu Semut itu pulang ke kerajaannya. Nabi Sulaiman as. pun membawa Semut itu dan dimasukkan di dalam botol ketika sudah sampai di kerajaannya. Nabi Sulaiman as. juga memasukkan satu biji gandum ke dalam botol tersebut agar Semut itu bisa hidup selama setahun di dalam botol dan tak perlu bersusah payah mencari makanannya.

Nabi Sulaiman as. pun akan melihat kembali semut itu setahun yang akan datang dan melihat bagaimana semut itu menjadi makhluk yang nyaman karena berada di dalam kekuasaannya.

Dan, setahun pun berlalu. Nabi Sulaiman as. teringat akan semutnya dan merasa bahagia karena Dia bisa menjaga semut dan memeliharanya. Semut yang punya keimanan tinggi kepada Rabb Semesta Alam.

Nabi Sulaiman pun membuka tutup botolnya dan melihat semut itu baik-baik saja. Namun, betapa kagetnya Nabi Sulaiman as. karena soal makanan yang berupa sebiji gandum yang Dia masukkan bersama semut itu. Ternyata...

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!