Kisah Semut yang Menawan
Pasukan Semut yang Menghindari Injakan Manusia
Nabi Sulaiman as. memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki Nabi lainnya, Nabi Sulaiman as. terkenal bisa berbicara dengan binatang dan memerintah jin, serta dapat memerintah angin sekehendaknya.
Seperti dalam surat An-Naml ayat ke 15 yang artinya, "Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”.
Kali ini, kita akan berbincang soal barisan semut yang sedang mencari makanan dan mendapati pasukan Nabi Sulaiman as. yang akan lewat.
Suatu kali, Nabi Sulaiman as. dan seluruh rombongan pasukannya pergi keluar dari istinanya untuk suatu keperluan. Nabi Sulaiman as. selain bersama pasukannya yang terdiri dari manusia dan jin juga bersama pasukan dari berbagai jenis burung ikut serta.
Di daerah lembah semut, Nabi sulaiman as. mendengar percakapan dalam koloni semut yang berada di depan Nabi Sulaiman as. Ada seekor semut yang merupakan pemimpin dari koloni semut itu yang tengah memberikan pengumuman kepada seluruh semut agar segera masuk ke dalam lubang-lubang sarang agar mereka tidak terinjak oleh banyaknya pasukan Nabi Sulaiman as. yang hendak melewati lembah itu.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran dalam surat An-Naml ayat 18. Allah swt berfirman yang artinya, ”Hingga apabila mereka sampai di Lembah Semut, berkatalah seekor semut, ’Hai semut-semut, masuklah kalian ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
Saat itulah, Nabi Sulaiman as. yang mendengar ucapan dari semut dan koloni yang mendengar pengumuman itu membuat Nabi Sulaiman as. tersenyum dan tertawa.
Semut-semut itu pada awalnya tidak mengetahui kalau Nabi Sulaiman as. dapat mendengar ucapan para semut sehingga mereka berkata supaya tidak terinjak Nabi Sulaiman dan pasukannya yang mereka tidak menyadarinya.
Namun, saat itu Nabi Sulaiman as. berhenti dan menghentikan pasukannya. Nabi Sulaiman as. meminta pasukannya untuk berhenti sejenak. Para pasukan pun bingung karena Nabi Sulaiman as. meminta untuk berhenti sejenak bukan di tempat istirahat. Namun, Nabi Sulaiman menjelaskan kalau di depan mereka ada banyak koloni semut yang tengah bersembunyi di lubang-lubang mereka dan takut terinjak oleh mereka. Nabi Sulaiman dan pasukannya pun menunggu para semut-semut itu hingga mereka semua masuk ke sarangnya.
Dalam Surat An-Naml ayat 19, Allah swt berfirman yang artinya, "Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Maka dari itu, ketika kita bersyukur kepada Allah swt, atas kenikmatan yang diberikanNya, maka Allah swt akan semakin sayang pada kita dan menambah kenikmatan yang diberikan kepada kita.
Sesungguhnya, kisah semut yang takut terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman as. ini menunjukkan sikap mensyukuri nikmat Allah swt. Jangan pernah mengingkari setiap nikmat yang Allah berikan sehingga kita menjadi hamba-hamba yang shalih.
Nikmat di dunia ini saja tidak bisa kita hitung jumlahnya, mulai dari air dan oksigen yang kita hirup. Semua gratis, bahkan itulah sumber kehidupan kita. Apalagi organ lengkap yang kita miliki, semua adalah tanda kebesaran Allah swt. Seperti kisah Nabi Sulaiman as. yang selalu bersyukur atas setiap nikmat yang dia terima.