Legenda Tombak Halilintar
Melawan Solam dan Gayatri
Guardian Langit mempercayai ksatria Riki, dia fokus pada pertarungannya sendiri. Dia melawan Zigar dan fokus untuk mengalahkan musuh kuat tersebut.
Woosh! Brush!
Guardian Langit menghantamkan Pedang Naga Langitnya ke arah Zigar, Zigar juga menggunakan kekuatannya untuk menahan serangan Guardian Langit. Pedang mereka bertemu dan tekanan kuat saling diberikan.
Klang! Booom!
Mereka berdua saling adu kekuatan di tengah pertempuran yang sengit. Pasukan Ksatria kembali bersemangat, dan maju melawan pasukan Genos. Pertarungan kini imbang dalam kekuatan. Pasukan Genos sudah banyak yang dikalahkan dengan serangan lemparan kuat dari Pedang ksatria Riki. Serangan energi pedang besar itu telah membuat pasukan Genos kehilangan separuh lebih pasukannya.
Semangat para ksatria dan player pun membara, Riki telah menjadi motivasi mereka untuk bertarung kembali. Di sisi mereka, ada ksatria yang kuat yang memimpin mereka semua.
HIIIAAAAAAA!
Di sisi lain, Solam dan Gayatri berhadapan langsung dengan Riki. Pasukan Ksatria menghadapi semua monster yang tersisa. Kekuatan dinding kabut milik Solam masih terus mengurangi kekuatan magic power para Ksatria dan Player. Riki juga merasakan hal itu, dia harus bisa menghancurkan dinding kabut yang dibuat oleh Solam tersebut.
Riki harus menggunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan dinding tersebut.
”Aku akui kekuatanmu, Player Riki. Aku hanya heran, Player sekuat dirimu bahkan tidak ada yang mengenalmu. Aku ingin melihat, sebatas mana kekuatan yang kamu miliki!” kata Gayatri bersiap kembali, dia masih melayang di udara.
”Seorang Legenda, tidak akan takut pada apapun. Tidak ingin terkenal atau bahkan memilih keburukan. Aku hanya heran, bagaimana Player kuat sepertimu memilih jalan yang salah!” kata Riki balik menyerang kata-kata Gayatri, dia pun bersiap dengan tombaknya.
Gayatri marah mendengar hal itu, dia benar-benar Player sombong. Dia bahkan berani mengatakan bahwa dirinya jahat!
”Solam! Kita habisi Ksatria sombong ini!” teriak Gayatri. Solam paham, mereka berdua menerjang bersama ke arah Riki.
Wooshh!
Gayatri menerjang, dua pedang energi muncul di kedua tangannya. Riki bersiap dengan Tombak Halilintar. Gayatri, dia begitu gesit dan cepat, gerakannya seperti menimbulkan bayangan yang tertinggal. Gerakan yang indah, itu adalah gerakan seorang penari yang mematikan. Selain sihir, dia juga mampu bergerak dengan kecepatan tinggi.
Klang! Klang! Klang!
Kecepatan yang baik, Riki paham karena dia melihat betapa cepatnya gerakan dari Gayatri. Riki mengayunkan Tombak Halilitnar. Satu sabetan pedang energi dari kekuatan Gayatri terlihat lambat, padahal satu sabetan sebenarnya memiliki ratusan sabetan pedang sekaligus. Semua itu seperti ilusi. Kecepatan yang sangat tinggi mampu menipu mata lawan, jika lawan mereka kehilangan konsentrasi.
Kecepatan itu seperti lambat, padahal kekuatan Gayatri adalah kecepatan serangan super cepat.
Wooosh!
Dia memang hebat.
Sayangnya, Riki mampu melihat serangan itu dengan fokusnya. Kecepatan dan kekuatan Riki sudah meningkat sangat tinggi. Skill God Speed miliknya terus berkembang, seiring dengan kenaikan level dan seluruh statnya.
Player Gayatri tak percaya, kecepatan yang sudah begitu dibanggakan. Hal itu membuatnya terkesima dengan kemampuan player Riki. Dia sudah menggunakan kecepatan bayangan dan sihir ilusi, kecepatannya itu harusnya bisa membuat Riki terkena serangan cepatnya. Namun, Riki menangkis serangan cepat dari dua pedang energinya dengan menangkisnya.
Klang! Klang! Klang!
Riki mampu mengimbangi serangan cepat Gayatri, tombaknya mampu menangkis dua serangan pedang dengan seimbang. Tombak Halilintar mampu menahan semua serangan Gayatri. Riki, dia adalah pengguna tombak yang mampu mengendalikan tombaknya dengan baik.
Brush! Boom!
Gayatri mundur ke belakang, dia membuka dua pedang energi ke masing-masing sisi. Sambil melayang, Solam menggunakan kekuatan kipasnya. Solam mengayunkan kipasnya ke arah Riki, angin efek dari kipas menyerang ke arah Riki. Meskipun kipas itu terkesan kecil, tapi energi dari kipas itu mampu membuat energi serangan yang kuat.
Wusshhh!
Angin efek menyebar.
[Kekuatan Kipas Solam, radius 100 meter di depannya, efek slow diberikan. Siapapun dalam formasi dinding energi yang sudah terpasang. Efek slow dikenakan, 5 kali efek slow motion]
Kekuatan item yang menarik. Solam memang merepotkan dengan kemampuan senjata kipasnya. Serangan itu mampu mengunci player lawan dalam melepaskan kekuatan.
Riki segera menyadari menyadari, tapi dia melambat. Kekuatan NPC Solam yang menjadi bagian dari kekuatan Genos, kekuatannya adalah buff dan mampu membuat sihir dalam kekuatan dinding energi yang dibuatnya. Gayatri tersenyum melihat hal itu, efek dari serangan Solam sudah diberikan.
”Aku akan menutup omong kosong besarmu itu, Player Riki!” teriak Gayatri, saat itu juga, ribuan senjata jarum energi mengelilingi tubuhnya. Ada lingkaran sihir yang memunculkan senjata-senjata energi itu. Dia bersiap menyerang Riki dengan kekuatan sihirnya.
”Maafkan aku, mungkin kita akan bertemu lagi di kehidupan nyata, Player Riki. Karena, aku juga player dari Indonesia. Selamat tinggal!” ucap Gayatri yang mempersiapkan ultimate serangan yang kuat dari kemampuan sihirnya.
Woosh! Wuussh! Wooosshh! Boom! Booom!
Serangan demi serangan yang sangat kuat, mengarah pada Riki. Tidak ada habisnya, serangan itu keluar dari lingkaran-lingkaran sihir di sekitar Gayatri. Semua Ksatria terbelalak matanya, kekuatan Gayatri memang kuat. Dia adalah prajurit yang tentu saja menjadi bagian dari kepemimpinan Genos.
Ksatria yang tergabung dalam Guild Gatot Kaca, mereka sadar bahwa ada Ksatria kuat seperti Riki yang tidak diketahui identitasnya. Mereka baru tahu kalau dia berasal dari Indonesia, mereka lebih kaget lagi karena Anggota Genos yang memimpin penyerbuan itu juga dari Indonesia. Player Gayatri.
Serangan datang ke arah Riki, dia masih terdiam menunggu. Dia terkena efek slow, Guardian Langit khawatir bahwa Ksatria Riki tidak akan bisa bertahan setelah serangan kuat tersebut.
”Hati-hati, Ksatria Riki!” teriak Guardian Langit dia baru saja menghempaskan Zigar dengan pedangnya. Beberapa pasukan Genos juga menyerangnya sekaligus, Guardian Langit tidak bisa membantu Riki saat ini. Namun, dia berharap bahwa Riki, bisa keluar dari situasi sulitnya menghadapi dua kombo serangan dari pasukan khusus Genos itu.
Duarrr! Booom!