Legenda Tombak Halilintar
Memasuki Dungeon Bersama Tim
Riki bahagia meskipun dia lelah, dia baru saja mengalahkan beast yang sangat kuat sendirian dan tidak menggunakan bantuan tim.
Riki sudah berada di level 34, dia memilih menyembunyikan levelnya. Beberapa Player yang memang menginginkan popularitas dan berlagak sombong, mereka menampilkan level mereka, dan itu terlihat bagi Player lain saat di dalam game. Perburuan Riki belum berakhir, dia membuat Tombak Halilintar penasaran, karena Riki merupakan Player yang sangat bersemangat.
Semangat itu muncul karena Riki sudah berhasil mengalahkan musuhnya, terus berkembang dan keberhasilan kecil pada akhirnya akan mendorong keberhasilan yang besar juga.
[”Waktu pertama kali aku melihatmu, kamu seperti Player payah dan tidak punya harapan. Namun sekarang, bahkan kamu seperti seorang pro player sejati,”] kata Tombak Halilitar memuji.
”Ah! Aku kehilangan rasa percaya diri. Semua yang aku mainkan hanya untuk berpikir mencari uang untuk keluargaku,” Riki teringat hal itu kembali, menjadi Player yang hanya menjadi kuli dan mengumpulkan kristal di dalam game.
Tombak Halilintar diam mendengar Riki, mereka berjalan untuk memasuki Dungeon. Tombak Halilintar sudah memahami dengan baik, sistem di dalam Sky Legend. Datanya dalam tombak sudah berkembang, karena ada kecerdasan buatan yang ditanamkan. Dia sudah merekam semua yang ada di dalam Sky Legend.
”Apa yang harus aku lakukan sekarang, Tombak Halilintar?” tanya Riki.
[”Masuk Dungeon”] kata Tombak Halilintar.
”Kita akan menjadi bagian dari tim raid dengan membentuk tim raid?” tanya Riki lagi.
[”Benar”]
Riki tahu, untuk memasuki sebuah Dungeon meskipun itu level terendah. Maka, Player harus membentuk tim raid, baik bekerjasama dalam Guild atau membentuk tim dengan Player solo lainnya. Hal ini berlaku untuk Player dengan level di bawah level 100.
Player yang sudah memasuki level 100, mereka diberi keistimewaan untuk solo leveling di dalam raid Dungeon meskipun seorang diri. Membentuk tim dalam sebuah raid portal, mereka membutuhkan minimal 5 Player untuk menjalankan raid.
Setiap Player bisa menggunakan alat chat di dalam portal, dan melihat begitu banyak chat dari para Player. Termasuk, berita dan informasi terkini tentang Sky Legend.
[”Belajarlah untuk bekerjasama dalam tim untuk Raid, tapi ingat jangan pernah percaya pada Player manapun. Setiap Player memiliki kepentingan mereka masing-masing. Menjadi waspada adalah jalan terbaik, untuk bertahan dalam tim saat raid berlangsung,”] pesan Tombak Halilintar.
Pesan dari Tombak Halilintar, hal itu memang sering diceritakan oleh Evans tentang Player yang melakukan PK kepada Player lainnya. Mereka akan membunuh Player lainnya dan mengambil manfaat dari itu semua. Biasanya, para Player seperti itu adalah mereka yang memang ingin membully pemain lainnya, Player yang lebih rendah levelnya dari mereka.
Tawaran dalam raid begitu banyak, Player dari seluruh dunia bermain game Sky Legend. Bahasa yang diterjemahkan dengan baik dalam game. Semua ini memudahkan semua Player, mereka juga bisa memasang wajah mereka atau bahkan membuatnya ditambah dengan filter agar lebih macho atau lebih cantik. Riki sendiri tetap menggunakan avatar wajahnya, semua itu tidak penting. Namun, untuk beberapa Player lainnya hal itu penting, karena kadang mereka ingin tampil seperti yang mereka inginkan.
Riki mencari informasi paling dekat dengan posisinya di dalam game, hal ini bagi Riki untuk belajar bagaimana Raid pada Dungeon. Riki hanya mengikuti sekali, saat mendapatkan Tombak Halilintar di Dungeon Kratos. Kali ini, dia akan menjadi bagian dari Player yang menyelesaikan raid. Dia ingin mencari tim raid melalui informasi chat Player.
Terlalu banyak! Luar biasa para pemain di Sky Legend, bahkan pemain solo sangat banyak. Riki tak bisa memilih karena luar biasa tawaran raid di tempat paling dekat dengan posisinya saat ini. Namun, Riki mengambil asal dan langsung chat pada admin tim raid yang ada, dibutuhkan tujuh orang dan kurang satu orang lagi.
Riki dengan kemampuan Warrior menawarkan diri masuk, level sudah diberikan dan dalam waktu cepat dia langsung diterima. Tujuh orang yang akan melakukan raid, mereka semua solo player, termasuk Riki.
[Bergabung dalam Raid, Tim Alpha dibentuk]
Alpha adalah nama salah satu tim yang akan menjadi ketua, hal ini karena dia yang membeli Dungeon tersebut dari developer dengan kristal yang dimilikinya. Player lain, bisa dikatakan hanya menjadi tambahan dan akan diberikan hasil dari raid sama rata dan hanya dikurangi 10 persen sebelum dibagi. 10 % adalah bagian dari Player yang sudah membeli Dungeon tersebut.
Ini adalah bagian dari belajar Riki tentang raid Dungeon. Pertemuan lima menit lagi, Riki melakukan Simcal dengan sejumlah kristal. Semakin jauh, maka semakin banyak kristal yang digunakan. Kali ini tempat raid dekat, jadi hanya membutuhkan 20 kristal.
[Mengaktifkan teleportasi Simcal, titik koordinat ditentukan]
Splash!
Riki sampai di titik koordinat yang merupakan tempat bagi tim raid berkumpul. Riki memegang tombaknya yang menutupi dua item Jarum Halilintar. Tombak Halilintar terlihat seperti tombak biasa.
Di dalam Sky Legend, ada banyak kendaraan seperti di dunia fantasi yang bisa digunakan. Namun, untuk mempercepat perpindahan Player, menggunakan Simcal tapi hal itu juga menggunakan kristal sebagai biaya. Jika menaiki kuda, beast travel, atau bahkan kereta, maka biayanya lebih murah. Untuk melakukan raid dengan cepat, biasanya Player menggunakan simcal.
Energi berkilauan menyedot tubuh Riki, dan memunculkannya di titik dimana dia akan bertemu dengan para tim dalam raid yang sudah ditentukan. Tiga orang sudah di sana, mereka melihat Riki dan tersenyum dari beberapa puluh meter.
[”Riki, waspadalah! Aku melihat wajah mereka dan mendeteksinya. Mereka adalah para Player Solo, yang sudah banyak membuat kecurangan dan bahkan membully para Player lainnya yang lebih lemah!”] ucapan dari Tombak Halilintar hanya bisa didengar oleh Riki.
Riki mengerti dan mendekati ketiganya, mereka dua lelaki dan satu perempuan. Armor mereka cukup bagus, level mereka juga di atas 40. Rendra level 47 Warrior, Alpha 45 Tank, dan Rindi 47 Penyihir. Alpha adalah Player yang membeli dungeon untuk dijelajahi.
Mereka bertiga menyambut Riki dan saling berkenalan, dari laporan Riki yang sudah diberikan. Riki adalah Player level 34 dengan spesifikasi Warrior. Mereka terlihat baik dan ramah pada Riki, dan meminta Riki untuk tenang jika ini pertama kalinya baginya menjadi bagian dari tim raid. Mereka akan menang karena mereka jumlah banyak dan juga memiliki kemampuan skill yang kuat.
Selanjutnya, tiga orang Player datang. Satu orang perempuan datang Prilly level 39 kemampuan Healer. Dua lagi datang yang merupakan saudara kandung yang ikut bersama Santi Tank level 41 dan Joni Assasin level 40.
Tim sudah lengkap, dan mereka semua berangkat. Hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berkumpul. Pintu Dungeon sudah terlihat.
[Raid Dungeon, pemilik Alpha dan hanya dapat diakses Alpha]
Alpha maju paling depan, dia membuka tangannya ke arah pintu Dungeon di sebuah tebing yang terlihat ada portal menyala.
[Sinkronisasi sidik jari, sinkron Player selesai. Pintu dungeon terbuka]
Sebelum memasuki portal, Alpha sudah menjelaskan bahwa itu adalah Dungeon yang menyimpan harta karun yang cukup banyak. Namun, dungeon itu terisi dari monster Orc dan mereka sering keluar di malam hari untuk mencari mangsa, baik itu manusia atau pun hewan yang akan mereka makan.
Jadi, tugas mereka membersihkan Dungeon dan mendapatkan hadiah di dalamnya.
Dungeon dan Misi berbeda di dalam Sky Legend. Dungeon memiliki tempat menetap dan pengalaman bertarung Player akan meningkat, sedangkan hadiah didapatkan tersembunyi ketika membersihkan dungeon. Sedangkan misi, Developer game sudah memberikan hadiah dalam pengumuman misi. Player solo maupun tim yang menyelesaikan akan mendapatkan hadiah.
Tujuh Player pun masuk dalam dungeon, perjanjian kontrak untuk hadiah penyelesaikan dungeon sudah disepakati bersama. Mereka memasuki Dungeon dengan sebuah goa yang sangat besar.
”Namamu ..., Riki bukan?” tanya Prilly yang merupakan Player Healer. Healer mempunyai spesifikasi untuk mengobati Player saat pertarungan. Healer dapat memberikan support energi bagi Player yang sudah habis energi power dalam dirinya dan membuatnya pulih kembali. Mereka sangat dibutuhkan dalam setiap raid dungeon, maupun Player yang melindungi tim saat raid.
”Benar! Maaf, saya adalah Player level rendah. Mohon bantuannya jika saya terluka, nona Prilly.”
Player bernama Riki ini sangat sopan, Prilly dengan senang hati mengiyakan hal itu. Sebagai Healer jarang sekali mereka diperhatikan dengan baik, dan diminta bantuan dengan sopan. Mereka berjalan dalam barisan paling belakang. Goa yang besar dan mereka terus memasuki dungeon tersebut.
Splash!
Dungeon itu dipenuhi dengan Orc, mereka setinggi manusia manusia dan hanya lebih beberapa centimeter saja. Mereka bertujuh, meskipun tim baru dibentuk namun mereka bertarung cukup baik, kerjasama dalam pertempuran yang bagus. Hal itu karena mereka memiliki kemampuan dalam spesifikasi Player masing-masing dan tentu saja, mereka sudah berada di level di atas 30. Mereka sudah memiliki kemampuan bertarung dengan baik karena pengalaman sebagai Player dengan level yang cukup tinggi.
Orc yang mengisi goa mereka kalahkan satu persatu, mereka terus masuk ke dalam goa lebih dalam untuk menuju ruangan bos. Mereka bersiap, Player penyihir menggerakkan para monster dengan telekinesis dan menghantam mereka dengan energi sihir. Player tank dan Fighter atau Warrior, mereka bertarung di depan.
Mereka tampak bersemangat karena ruangan bos sebentar lagi mereka masuki.
[Ruangan Bos Orc, 25 Meter dari posisi Player]
Sebentar lagi sampai.
Saka juga ikut bertarung tapi dia tidak memperlihatkan kemampuan yang berlebihan dan hanya sekedar pertarungan biasa. Saka tahu bahwa para Player yang bersamanya semuanya kuat.
Rendra membelah Orc terakhir dan menendangnya, Orc tumbang dan semua Player mendapatkan pengalaman sebanyak mereka bertarung melawan Orc. Ruangan Bos, mereka memasukinya. Dan ..., pandangan mereka terbuka lebar karena ruangan Bos yang besar itu. Ada ribuan ORC Spartan yang lebih tinggi dari Orc yang mereka hadapi sebelumnya. Di sisi kursi singgasana, King Orc sedang memegang dagunya dengan kedua tangannya.
Misi pertarungan yang sebenarnya, dimulai!
[Memasuki wilayah Bos Monster, King Orc dan seribu Orc Spartan. Kalahkan mereka semua. Dungeon selesai setelah membunuh Bos Monster]
Ribuan Orc Spartan kini melihat ke arah tujuh orang Player yang berada di pintu masuk.
”Tank! Beri jalan!” teriak Rendra.
Brush! Woosh!
Pertarungan dimulai dengan lebih dahsyat!