Legenda Tombak Halilintar

Tantangan Pertarungan!

Riki harus berbuat sesuatu, sebelum Guratin melakukan rencananya. Dia yakin, Guratin memang menginginkan sesuatu yang melebihi seluruh ekspektasi manusia atau Player. Dia ingin menguasai dunia yang sebenarnya, dia adalah sosok yang ingin keluar dari Sky Legend dan menguasai dunia nyata.

Memang terdengar aneh, tapi Riki sudah memastikan bahwa ancaman dari Guratin bukanlah ancaman main-main.

Hubungi Developer!

Hal itulah yang dipikirkan Riki saat ini. Dia segera mencari nomor salah satu Developer Sky Legend yang disimpannya, nomor itu adalah milik pak Dae Jung. Tidak semua orang bisa mendapatkan hubungan dengan orang-orang hebat tersebut. Dan, secara kebetulan, Riki ditemui langsung oleh Deveoper dari Korea Selatan tersebut. Riki harus bisa menghubungi sosok tersebut, dia juga harus membicarakan semua hal yang terjadi dalam game Sky Legend.

Tut! Tut! Tut!

Riki dua kali melakukan sambungan telepon, dan telepon itu pun akhirnya diangkat. Namun, seseorang mengangkat telepon tersebut. Dan dia adalah, Ji Won yang selalu menemani pak Dae Jung. Ji Won cukup kaget karena panggilan tiba-tiba, dari sosok Player Indonesia yang selalu diawasinya tersebut.

”Apa ada sesuatu yang penting, untuk disampaikan pada pak Dae Jung?” tanya Ji Won penasaran.

Riki ragu untuk mengatakannya, dan dia mendapatkan informasi dari Ji Won bahwa pak Dae Jung sedang mengadakan rapat penting dengan para Developer. Mereka rapat berlima di tempat khusus di dalam game Sky Legend, dan hanya mereka berlima yang bisa memasuki akses rapat tersebut.

Pak Dae Jung menitipkan handphone tersebut kepadanya, dia akan menjawab telepon siapapun yang mencoba menghubungi pak Dae Jung. Dae Jung sedang ada rapat yang sangat penting dan tertutup, sehingga dia hanya akan bertemu dengan empat Developer lainnya di dalam area khusus di dalam game.

”Kalau begitu ..., katakan pada pak Dae Jung begitu dia keluar dari game. Katakan, bahwa saya  memiliki pesan penting untuknya, Sky Legend harus diperbaiki!”

Ji Won cukup heran dengan pesan itu, tapi Riki sepertinya tidak ingin memberitahu dan hanya akan bicara pada pak Dae Jung semata.

”Baiklah, saya akan menyampaikannya pada pak Dae Jung, ketika dia sudah keluar dari game,” kata Ji Won. Sambungan pun terputus. Ji Won menaruh handphone milik pak Dae Jung ke meja kembali. Ada sesuatu yang aneh! Tidak mungkin, Riki menelpon pak Dae Jung tanpa alasan penting.

Ada rahasia apa yang ingin disampaikan oleh Riki tersebut? ah! Nanti juga pasti Ji Won akan paham. Dia pun mengerjakan tugasnya kembali, begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Pekerjaannya juga sudah menumpuk demikian padat.

***

Dua hari sebelum pertandingan global dimulai.

Di Indonesia, mereka tiba-tiba kedatangan tim khusus dari Korea Selatan yang akan bertanding, dalam turnamen global yang hanya tinggal menghitung jam. Mereka datang secara khusus, sebagai bentuk kerjasama antar negara. Kedua Menteri olahraga masing-masing negara, yaitu Indonesia dan Korea Selatan. Mereka kenal sangat baik.

Kunjungan Player dari Korea Selatan sekaligus untuk melihat dan berlibur di Indonesia. Namun, mereka sekaligus ingin melihat bagaimana kekuatan Player dari Indonesia yang akan bertanding di turnamen global dua hari lagi.

Mereka lima orang player segera mendapatkan perhatian yang luar biasa dari media di Indonesia. Mereka adalah pro player yang selalu masuk dalam enam belas besar, pada setiap pertandingan dua tahun sekali. Mereka pun menjadi berita viral di seluruh Indonesia tentang kedatangan mereka di Indonesia.

Para Player kuat yang menjadi idola, mereka sebagaimana dipuja-puja karena kekuatan mereka dalam bermain game.

Lima Player itu datang bersama Menteri Olahraga Korea Selatan. Mereka adalah; Kim Nara player mage top player, kedua ada Chin Ho dengan role warrior, Chul Moo player warrior, Dae Hyun role tank, dan terakhir si cantik Kyung Mi yang merupakan player role support. Lima player itu sekaligus hendak mengunjungi Bali dan berlibur untuk hari ini, mereka akan bersiap sehari selanjutnya dan setelah itu bersiap untuk pertandingan kualifikasi.

Berita mereka datang hingga berlibur diliput media, tapi mereka menolak saat sedang berlibur. Mereka diliput saat kunjungan ke Kementerian Olahraga. Setelah berlibur mereka pun berkunjung ke Kementerian dan disambut dengan hangat.

Semua orang kagum dengan lima Player kuat dari Korea Selatan. Para staf di Kementerian Indonesia hanya bisa berharap, tim Indonesia kali ini akan mampu bertanding dengan baik. Bahkan, jika bisa mereka ingin tim player Indonesia bisa menembus batas mereka. Masuk dalam kualifikasi tingkat satu saja, itu sudah cukup prestasi yang membanggakan negara.

Kim Nara sudah tak sabar dan meminta pada Menteri untuk bertemu lima player dari Indonesia. Dia ingin melihat, bagaimana Player dari Indonesia yang merupakan negara dengan luas yang jauh lebih besar dari negaranya.

Pak Johan dan Dita kemudian mengarahkan mereka ke ruang pelatihan para player Indonesia. Tim dari Indonesia memang sudah bersiap dengan baik, jadi mereka bisa memperlihatkan player Indonesia dengan bangga tentunya.

Player dari Indonesia, lima Player hari ini sudah diberitahu untuk hanya berlatih sebentar. Mereka ada tamu dari player Korea Selatan. Maka, mereka pun bertemu dengan lima player dari Korea, di ruang pelatihan kementerian olahraga.

Pak Johan memperkenalkan tiap player dari Indonesia yang akan bergabung di pertandingan global. Dia juga memperkenalkan lima Player dari Korea Selatan. Mereka pun saling berjabat tangan.

”Apakah di Indonesia yang begitu banyak jumlah penduduknya, para prianya lemah?” Chul Moo berkomentar sedikit pedas. Dia memang terkenal sedikit arogan. Namun, itu sesuai karena gelarnya sebagai salah satu warrior terkuat di seluruh dunia. Namanya, menjadi bagian dari 100 Player terkuat dunia saat ini. Semua mengetahui tentang dirinya.

Player dari Indonesia cukup tersinggung, tapi mereka masih mampu menahan diri. Hal itu sebenarnya karena di tim Indonesia, tiga perempuan masuk dalam tim tersebut sekaligus; Gayatri, Suci, dan Dinda. Di antara lima player Indonesia, Lufi yang sedikit merasa diremehkan.

Pak Johan kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan, dia tahu bahwa para Player dari Korea Selatan itu jelas arogan karena kekuatannya. Ini hanyalah kunjungan persahabatan, jangan sampai terjadi masalah di sini!

”Bagaimana kalau kita berlatih bersama, meskipun sebentar. Pertarungan tim player, sekaligus untuk memberikan arahan bagi tim dari Indonesia,” kata Pak Johan. Memang, di dunia ini Player yang memiliki kekuatan dan uang, mereka dapat bertindak semau mereka.

Hal ini karena, di dunia ini. Prestasi hanya bisa dilakukan dengan tingginya level di Sky Legend dan memiliki kekuatan di sana.

”Itu ide yang bagus!” kata menteri dari Korea Selatan.

”Boleh dicoba!” kata Kim Nara, ”Kami juga ingin melihat apakah Indonesia sudah berkembang cukup bagus untuk pertandingan kali ini.”

Sebenarnya, Kim Nara berharap untuk bertemu dengan Riki. Ksatria Riki yang ditemuinya di Gladiet, Riki yang mampu bertarung imbang melawan Ksatria Emas dan Ksatria Perak dari Gladiet. Kim Nara mengira bahwa sosok Player yang sudah menerima pertemanan dengannya itu, akan menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia.

Namun, dia tidak menemukannya sama sekali.

Pak Johan gembira, karena ini juga akan menjadi pelatihan yang baik, untuk para Player dari Indonesia. Tidak sia-sia mengundang utusan dari Korea Selatan dalam kunjungan kali ini.

”Aku tidak setuju! Membuang-buang waktu saja melawan para player lemah seperti mereka!” Chul Moo kembali berulah. Dia melihat para Player itu terlihat lemah, dan tidak ada dari mereka masuk dalam daftar top global sama sekali.

”Apa kamu bilang!” Lufi kini sudah tidak sabar lagi, dia sudah menahan emosi sejak awal. Dia tak terima dikatakan player lemah dia sudah berlatih demikian keras.

”Tunjukkan kalau kamu tidak lemah, kita bertanding satu lawan satu, by One!” Chul Moo ingin melihat keberanian player Lufi tersebut.

”Aku terima! Kita bertanding satu lawan satu, dan buktikan kesombonganmu itu!” kata Lufi marah.

Mereka yang berada di sana, tidak bisa melerai hal itu. Hal itu lumrah dalam permainan game, biarkan mereka menyelesaikan hal itu.

”Aku tidak hanya sekedar mau bertanding. Kita bertaruh!” kata Chul Moo lagi.

”Apa maksudmu bertaruh!” Lufi masih marah.

”Taruhannya mudah, jika kamu bisa selamat dari tiga seranganku. Maka, aku akan mundur dari tim, dan tidak akan bertanding dalam pertandingan global nanti. Namun, jika kamu tak bisa melewati tiga seranganku. Maka, mundurlah dari turnamen global! Kamu tidak pantas ikut jika tidak bisa melewati tiga seranganku!”

Tantangan yang mengerikan bagi player Lufi, tapi dia sangat marah. Dia merasa dihina, apalagi negaranya. Tiga serangan saja! Dia benar-benar meremehkannya!

”Baiklah, aku terima tantanganmu! Aku akan membuktikan bahwa kamu hanya omong besar!” kata Lufi.

Mereka yang melihat hal itu tidak bisa menolak. Ini adalah pertemuan persahabatan, tapi berubah menjadi sebuah intrik pertempuran dari para player muda.

Merepotkan!

Mereka pun memasuki kapsul di sisi berbeda, tempat area pertandingan ditentukan. Player lainnya menyaksikan dalam layar. Player dari Indonesia cukup was-was, apakah Lufi akan bisa melewati tiga serangan kuat dari Chul Moo.

Sedangkan di sisi player Korea Selatan, mereka terlihat tenang dan santai.

Pertandingan pun dimulai!

Woosh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!