Legenda Tombak Halilintar

Permintaan Indonesia

Riki sedang berada di perpustakaan, dia sedang mencari buku-buku penunjang untuk tugas akhirnya. Dia mencari di rak buku yang begitu banyak, dia memilih mana buku yang tepat untuk tugas akhir kuliahnya. Dia juga harus menyelesaikan studinya, hal itu untuk membuat ibunya tersenyum karena ingin melihat Riki lulus sebagai sarjana.

Tut! Tut! Tut!

Panggilan handphone milik Riki, dia mengambil handphone di sakunya. Panggilan dari seseorang, siapa yang memanggilnya saat dia tengah sibuk mengurus tugas kuliahnya. Dari Suci? Kenapa dia menelepon, bukankah besok adalah hari pemberangkatan untuk pertandingan global?

Riki menekan menerima, tidak biasanya Suci memanggilnya. Apakah ini persoalan tentang pernikahan mereka?

Biarlah Riki mengangkatnya, siapa tahu ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan Suci.

”Kamu di mana sekarang, Riki?” tanya Suci terlihat tergesa-gesa dalam berbicara.

”Aku di kampus. Apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya Riki.

”Baiklah, kamu tunggu di sana. Aku akan ke sana!”

Tut Tut Tut!

Ada apa lagi sebenarnya? Riki belum paham, apalagi dengan segala hal yang sudah terjadi. Genos merupakan ancaman di dalam Sky Legend, tapi apakah dia juga menjadi ancaman bagi dunia yang sebenarnya? Namun, semua orang terlihat biasa saja. Apa hanya dirinya sendiri yang memikirkan ancaman mengerikan dari Guratin?

Riki pun mencari buku yang sesuai dengan laporan akhirnya, apapun yang terjadi dia juga harus menyelesaikan tugas kuliahnya.

Beberapa saat kemudian, di luar kampus sungguh ramai. Mahasiswa di kampus tersebut kaget karena ada sesuatu di udara. Riki tak peduli apa itu, dan helikopter turun di lapangan di tengah kampus. Pak Rektor bahkan langsung keluar dan menyambut siapa yang datang. Dia sudah ditelpon sebelumnya, Menteri Olahraga datang bersama dengan asistennya, nona Dita.

Ada apa lagi dia datang ke kampus?

Di belakang keduanya, ada top player dari Indonesia yang ramai menjadi viral berita. Mereka akan ikut dalam turnamen global hari besok. Dimulainya kompetisi untuk kualifikasi pertama. Keduanya adalah; Bayu dan Suci. Keduanya berjalan mengikuti pak Johan dan nona Dita. Semua mahasiswa mengabadikan hal itu dengan ponsel mereka.

Semua begitu kagum pada Suci sekarang, dulu dia diacuhkan dan kini dia dipuji. Bahkan, Marcel begitu memujanya. Nadine menjadi tak suka ketika Marcel selalu memperhatikan Suci dari kejauhan. Apakah lelaki sama saja? Dia dulu berhubungan dengan Riki yang payah. Dia pun ingat Riki yang tak punya masa depan dan Nadine pun meninggalkannya.

Sebenarnya, Riki adalah tipe lelaki yang setia. Hanya saja, hal itu tak cukup baginya. Sekarang ini, harta dan kekuatan adalah segalanya. Nadine terlalu malu memiliki kekasih yang menjadi sampah di dalam game, dan juga hanya bicara tentang keluarganya yang susah.

Kini, dia sudah bersama dengan Marcel yang merupakan Player kuat. Dia juga memiliki kekayaan yang banyak. Namun, meski begitu Marcel juga memiliki keburukan. Dia masih sering menggoda wanita lainnya.

Kali ini, rombongan pak Johan pun melewati barisan mahasiswa yang memberi mereka jalan. Bayu menjadi pusat perhatian, dan dia berjalan dengan elegan dan memakai kacamata hitam. Mereka terus berjalan dan memasuki ruang rektor utama.

Ada apa lagi pak Menteri datang ke kampus lagi? Bukankah tim untuk perwakilan player Indonesia sudah penuh! Eh, tunggu! Semua menyadari sekarang. Lufi sudah mengundurkan diri dan belum ada keputusan resmi siapa yang akan menggantikannya.

Jadi, apakah mereka datang untuk mengambil salah satu player di kampus tersebut? Apakah ada talenta terbaik di kampus itu selain Dark Shadow, yang akan dibawa kembali bersama mereka?

Semua orang menjadi penasaran. Apakah hal itu benar – benar akan terjadi lagi seperti kejadian Suci?

”Mereka pasti mencari aku, aku sudah level 149 sekarang. Aku tahu itu akan terjadi!” kata Marcel begitu percaya diri, ”Mereka datang ke sini untuk menjemputku. Namaku berada di antara 10 top player Indonesia role warrior. Aku yakin itu sekarang! Ini adalah saatnya kejayaan bagiku!” teriak Marcel tak karuan, dia sangat antusias.

Beberapa orang di sekitarnya mulai memikirkan hal itu. Jika memang pak Menteri datang ke kampus secara cepat begini, mereka mungkin memang mencari pengganti bagi player Lufi. Dan, jika itu benar. Bisa jadi, Marcel akan dipanggil untuk menggantikan Lufi dalam pertandingan besok untuk kualifikasi pertama.

Nadine terlihat senang, jika Marcel masuk dalam pertandingan global, maka dirinya akan menjadi pusat perhatian juga. Dia adalah kekasih top player yang akan mewakili Indonesia dalam turnamen global. Itu akan sangat hebat baginya!

Suci dan nona Dita akhirnya keluar dari ruangan rektor. Mereka keluar dan berjalan menuju ruangan samping. Semua hanya melihat mereka dan ada seorang penjaga dari keamanan yang mengikuti keduanya. Mereka menuju, perpustakaan?

Penjaga keamanan yang menjaga di pintu perpustakaan, dan kedua wanita itu masuk ke dalam. Di dalam perpustakaan hanya sedikit mahasiswa. Mereka sudah keluar ruangan begitu mendengar, ada beberapa player terkenal yang datang. Bahkan, hanya tinggal dua orang saja. Itu adalah Riki dan seorang wanita yang menjaga perpustakaan.

Riki masih duduk di salah satu kursi dan sedang memegang buku, metodologi penelitian. Dita dan Suci berjalan mendekati Riki yang sedang duduk. Riki melihat kedatangan mereka berdua.

”Silakan duduk,” kata Riki, ”Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu, Suci?” tanya Riki pada Suci. Dia melihat sosok Dita sekilas, sosok yang mirip dengan seorang wanita analisis. Dia terlihat santai dan terus memperhatikan Riki yang memaki kaos berkerah. Jaketnya ditaruh di samping buku.

”Nona Dita ingin bicara padamu, Riki!” kata Suci.

Dita sendiri masih melihat Riki dari kepala hingga ke bawah. Tidak ada yang spesial atau istimewa dari pemuda itu. Dia bahkan terlihat sangat tenang dan tak peduli apapun. Apakah dia benar-benar seorang player role warrior yang kuat? Kenapa dia tidak pernah mendapatkan data apapun tentang pemuda itu?

Selama bekerja sebagai asisten khusus untuk mencari bakat para Player di Indonesia, Dita tidak pernah menemukan data pemuda itu. Terakhir, dia mendapatkan rekaman dari player Gayatri saat pertarungan di Kota Genzone. Saat itu, terlihat player Riki yang berperang memimpin pasukan Ksatria. Dia diberikan amanah memimpin pasukan Ksatria oleh Guardian Langit.

Dia memang cukup kuat dalam pertarungan itu, tapi selama ini Dita tidak mengetahui apapun tentangnya. Satu hal yang membuat Dita percaya, bahwa ketiga wanita player yang akan bertanding besok; Dinda, Suci, dan Gayatri. Mereka yakin, bahwa pemuda di depannya saat ini bisa menang melawan ketiganya meskipun mereka bersatu.

Jadi, Dita mengambil langkah paling berani dalam hidupnya saat ini. Dia sedang bertaruh untuk pemuda biasa di depannya tersebut.

”Bergabunglah bersama tim nasional untuk membela negara ini. Kami dari Kementerian Olahraga meminta anda untuk bergabung. Kami memohon pada anda untuk bisa menggantikan player Lufi, yang sudah mengundurkan dirinya karena tak bisa mengikuti pertandingan. Tolong, bawa nama baik Indonesia dan bergabunglah dalam squad Garuda!”

Apa!

Riki hampir tak percaya dan menjatuhkan tangannya begitu saja, buku yang sedang dipegangnya bahkan jatuh ke lantai.

Bug!

Wanita yang menjaga perpustakaan bahkan membuka mulutnya lebar-lebar. Dia tak percaya bahwa dia menjadi saksi, di mana mahasiswa di kampusnya diminta secara langsung untuk menjadi Player yang akan mewakili dunia dalam turnamen global Sky Legend.

Ini seperti mimpi baginya!

Dan, Riki juga demikian. Dia terlihat cukup kaget, dia diam dan menggerakkan tubuhnya. Mengambil buku yang jatuh di lantai. Dia pun melihat ke arah Suci dan Dita bergantian. Dia menghirup udara cukup dalam dan mencoba tenang.

[”Riki, semua keputusan ada di tanganmu saat ini. Jika kamu mengambil tawaran ini, maka kamu akan menjadi seseorang yang baru. Dan, kamu akan segera menjadi pusat perhatian, Riki!”] kata Tombak Halilintar pada Riki.

Pesan dari Tombak Halilintar benar. Dia selalu diam setelah kejadian pertempuan besar itu. Mungkin, dia kaget melihat kekuatan Guratin yang mengerikan. Dia lebih banyak diam. Lalu, baru kali ini dia bicara tentang tawaran dalam menjadi Player untuk pertandingan global besok.

”Riki, kami membutuhkanmu. Mereka, para player dari negara lain sangat kuat. Dan, aku sudah melihat kemampuan mereka. Aku ...!” 

”Cukup Suci!” Riki menghentikan kata-kata Suci, ”Aku belum bisa memutuskan hal itu. Ini terlalu cepat bagiku. Namun, aku akan izin pada Ibuku. Jika dia memberiku izin, maka aku akan ikut. Dan, jika Ibuku tak mengizinkan, maka aku tidak akan menolaknya.”

Dita tak percaya, dia hampir saja ditolak oleh seorang Player? Di mana, semua Player berebut untuk mendapatkan tugas dari negara, untuk menjadi perwakilan mewakili Indonesia. Dan, player di depannya itu dengan mudah mengatakan bahwa dia menunggu izin dari Ibunya.

”Jadi ..., aku akan memberi keputusan secepatnya,” kata Riki dan berdiri. Dia menaruh buku di rak buku. Lalu meninggalkan kedua wanita itu keluar dari perpustakaan.

”Apakah ..., kamu yakin kalau dia memang kuat, Suci?” tanya Dita sekali lagi. Dia harus meyakinkan dirinya sendiri. Ini keputusan paling berani dalam hidupnya untuk melakukan taruhan paling tidak masuk akal untuk Indonesia.

Suci tersenyum, ”Jika dia ikut, sudah dipastikan kita akan lolos kualifikasi pertama.”

Apa! Mata Dita membulat, kenapa Suci begitu yakin? Apa yang membuatnya begitu yakin dengan pemuda sederhana itu?

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!