Legenda Tombak Halilintar
Tahan Kekuatanmu, Riki!
Pasukan dari tim Argentina merasa marah, mereka merasa diremehkan. Mereka tak terima dihina oleh Riki, tim lemah dari Indonesia. Mereka berani memprovokasi tim kuat seperti Argentina. Mereka memang tak melihat luasnya langit. Maka, mereka akan menghancurkan tim Indonesia dengan kekuatan mereka. Mereka akan membuat mereka tim Garuda malu, dan akan menghancurkan sehancur-hancurnya.
Demian yang merasa diremehkan maju dengan kekuatannya.
Wooosh! Wooosh!
Energi mengiringi kekuatan kapak besar milik Demian dan dia menghantam lantai arena di depannya. Efeknya, pasti akan membuat tim dari Indonesia kesulitan menghadang energi kuatnya.
Brush! Crak!
Jangkauan energi dari kekuatan itu meledak, menyebar. Efek serangan itu ke depan secara penuh seperti kipas. Serangan Demian sangat kuat untuk membuat efek kontrol dan slow pada area yang terkena efek serangannya. Tekanan dan angin dihempaskan, efek slow diberikan dari kekuatan serangan Demian.
[Efek slow diberikan, tekanan dan sepanjang efek serangan menciptakan medan magnet. Lawan di depan yang terkena efek serangan dengan radius 100 meter di depan terkena efek 75 % efek slow dari pergerakan dan stat mereka]
”Mampus kalian semua!” teriak player Juan, para Player rendahan memang terlalu banyak bicara. Mereka hanya bisa terbuka matanya dengan diberikan pelajaran. Efek slow yang sudah diberikan oleh Demian adalah efek slow, tidak hanya pergerakan bahkan stat mereka sekaligus. Kekuatan Demian memang selalu bisa diandalkan.
[Efek slow yang kuat menyerang dengan radius serangan yang jauh]
Bayu yang berada di depan, dia harus melindungi teman-temannya dengan baik. Dia pun menggunakan pedangnya, meskipun gemetar tapi dia harus melakukan yang terbaik. Dia maju dan melompat ke depan, untuk menghadang efek serangan dari kapak Demian dengan mengayunkan pedang besarnya.
Ayunan pedang Bayu menciptakan shield yang besar dan tebal. Dia mengeluarkan semua kemampuannya untuk dapat menahan getaran damage kuat dari musuh.
Crak! Crak!
Dinding retak dan akhirnya pecah. Kekuatan serangan dari Demian sangat kuat.
Brush!
Efek slow pun diberikan pada lima player dari Indonesia. Energi besar dengan kabut energi menghempas dengan cepat, dan mengenai tim dari squad Garuda. Riki tahu apa yang harus dilakukannya dalam kegelapan kabut. Dia melihat ke arah Dark Shadow yang menganggukkan kepalanya.
Riki teringat percakapannya sebelum memasuki kapsul game Sky Legend. Pesan yang membuat Riki harus menahan kekuatannya.
”Riki, jangan berlebihan. Ingat, simpan energimu dengan baik. Jangan sampai kita dicurigai dari awal. Tahan kekuatanmu dan cukup dengan menang secara sederhana ketika kualifikasi,” kata Suci.
”Kenapa harus demikian?” tanya Riki.
”Seorang ksatria sejati tahu, kapan dia menggunakan kekuatannya dengan baik dengan menyesuaikan dengan musuhnya.”
Riki tak bisa membantah perkataan Suci, ”Aku akan mencobanya.”
Dan, saat pertempuran itu. Riki menahan kekuatannya. Dia mempersiapkan tombaknya untuk membantu Bayu setelah efek serangan kuat menyerang mereka.
[Perisai Basilisk diaktifkan]
Splash!
”Awas!” teriak Dinda.
Leandro yang merupakan player role Assassin sudah paham apa yang harus dilakukannya. Dia adalah Player dengan serangan akhir. Efek slow yang dilepaskan Demian pasti akan membuat pergerakan dan stat lawan berkurang banyak. Maka, menjadi tugasnya untuk memberikan serangan kejutan. Kecepatan kuat digunakan dan Leandro sudah berada di antara para player dari Indonesia.
Dia sedang mengincar player mage, penting untuk menjatuhkan penyihir terlebih dahulu. Dan, dia melesat samping kanan dan mengarahkan dua belatinya ke arah Gayatri.
Woosh! Klang!
Leandro kaget, dua belatinya tertahan di udara. Kegalapan kabut masih tercipta. Dan, dan ada energi lingkaran sihir yang menghadang serangannya mendekati Gayatri. Sihir lingkaran shield itu dibuat oleh Gayatri. Dan, dia tersenyum.
”Bagaimana kamu masih bisa bergerak demikian cepat?” tanya Leandro ketika melihat Gayatri juga memiliki kecepatan yang tinggi.
Riki tak membantu Gayatri atau pun Dark Shadow. Mereka paham, Gayatri bisa menjaga diri dengan baik.
”Apakah kamu meremehkan aku?” kata Gayatri, ”Aku pernah menjadi salah satu pasukan terkuat dari Genos!”
Leandro kaget mendengar hal itu, dia juga tahu tentang organisasi Genos tapi dia terlalu sibuk dengan solo leveling bersama timnya, baik menerima misi atau memasuki dungeon. Meskipun, dia juga pernah mendapatkan misi untuk mendapatkan kristal darkness.
Namun, kenapa efek dari serangan Demian tidak mempan pada mereka?
Di bawah!
Bayu, tank mendapatkan buff. Dia menggunakan pedangnya dan memecah efek slow setelah efek slow diberikan.
[Anda memberikan buff pada player dengan kekuatan energi pecahan dari tubuh anda]
Ada energi dari putaran pedang player Riki, yang membuat kekuatan Bayu meningkat. Bayu merasakan energi kuat dan menghunjamkan pedangnya ke tanah. Efek Slow dari serangan lawan pun menghilang.
Leandro tahu, dia dalam bahaya. Dia menarik dua belatinya yang ditahan dengan shield milik Gayatri. Dan, dia kaget karena serangan cepat dari arah kanan mengarah padanya. Dua pedang dengan kilatan cepat mengarah padanya.
Klang! Klang! Klang!
Leandro pun kaget, ada seorang assassin wanita yang menyerangnya sangat cepat. Dia masih bisa mengimbangi kecepatan itu dan menahannya. Serangan itu bukanlah serangan assassin biasa, bagaimana mereka bisa meremehkan tim seperti ini?
Woosh! Klang! Klang!
Serangan pedang dari atas, Leandro merunduk dan memutar dua belatinya.
Klang! Energi kuat berbenturan. Serangan demi serangan, mereka ke sana dan kemari. Serangan mereka seimbang. Leandro berharap dia akan bisa menjatuhkan salah satu dari mereka, atau jika perlu menjatuhkan lima lawannya. Dia meremehkan mereka karena merasa bahwa player dari Indonesia sudah dipastikan tim yang lemah.
Klang!
Leandro mundur dan memutar tubuhnya. Dia tak menyangka, penyihir dan assassin mereka sangat kuat. Namun, sejak awal dia memang melihat salah satu dari mereka adalah player level lemah. Masih di level 150 an. Tim squad dari Argentina itu bahkan mengira bahwa Player itu, akan dipermainkan di akhir setelah menjatuhkan empat lainnya.
Namun, kesombongan player lemah itu yang memicu kemarahan player Argentina. Leandro memutar tubuhnya. Tujuannya kali ini, adalah player level lemah di tim lawan. Dia adalah Riki yang memegang tombak. Jika ikan besar tidak bisa ditangkap, maka cukup ikan paling kecil. Hal itu akan mengurangi kekuatan tim mereka.
Benar saja! Ha.. Ha.. ha..!
Leandro menyilangkan dua belatinya dengan cepat, tujuan sudah ditargetkan. Kecepatan tinggi.
”Lightning Speed!”
Kali ini pasti berhasil, player lemah itu akan dikalahkan dengan mudah.
Wooosh!
”Awas Riki!” teriak Bayu, kecepatan Assassin dengan level yang sudah tinggi. Sulit bagi Riki untuk menghindari kecepatan serangan itu.
Brush! Boom!
Tidak! Bayu tidak bisa melindung Riki, dia masih menahan efek dengan defensif pedangnya. Serangan efek dari Demian terus diarahkan pada mereka.
”Kamu harus mati dulu player lemah!” teriak Leandro tersenyum. Serangan kuat dengan dua tusukan itu mengarah pada Riki. Player lainnya tidak ada yang khawatir, kecuali Bayu yang begitu khawatir. Jika satu terbunuh maka tim akan menjadi lemah.
Riki tersenyum, ”Majulah!”
[Tusukan Halilintar diaktifkan, menahan kekuatan Tusukan Halilintar. 90 persen kekuatan serangan dihilangkan]
Crak! Brush!
Boooomm!
Energi yang besar terlihat meledak di antara kabut.
”Sudah cukup Demian, mereka pasti sudah dikalahkan,” kata Melany pada Demian. Energi besar yang pecah dalam kabut energi itu pasti sudah menjatuhkan tim lawan. Jika tidak semuanya, Leandro pasti sudah menjatuhkan beberapa player. Kecepatan Leandro dan serangan damagenya tak perlu diragukan.
Demian menarik kekuatan serangannya, kabut mulai terhenti.
Tidak ada player yang terlog out? Empat player dari Argentina kaget. Apakah Leandro hanya membuat mereka semua terluka? Kabut mulai hilang, dan empat player dari Argentina kaget. Kabut yang menipis memperlihatkan lima player lawan masih berdiri kokoh. Dan seorang terlihat tergeletak di bawah, dia kesulitan bergerak dan terluka. Itu adalah Leandro.
Dua belati hancur dan pecah di sekitarnya. Serangan tombak Riki telah menghancurkan dua belati lawan, dan menghancurkan armor kuat yang dipakai Leandro.
Tidak mungkin!
”Leandro!” teriak Juan, dia menggunakan pedangnya. Melompat dengan cepat, kekuatan pedang dengan energi yang menembus langit diarahkan pada Player lawan mereka. Sekarang empat lawan lima, mereka tetap memiliki peluang. Leandro yang dijatuhkan adalah player paling lemah di antara mereka. Masih ada peluang!
”Tunggu Juan, kita harus mempersiapkan rencana!” teriak Thian. Dia terpaksa ikut maju dengan bola energi di kakinya. Jika gegabah, maka mereka bisa kalah.
Bayu maju dan menghadang pedang dari Juan.
Klang! Energi kuat dihempaskan. Bayu tak bisa menahan serangan dari Juan, kakinya gemetaran.
[Buff diberikan, anda mendapatkan tambahan energi 10 kali lipat]
Bayu merasakan energinya bertambah banyak, dia mampu menahan serangan dari Juan. Buff itu diberikan oleh Dinda. Dia melayang di udara dan memberikan buff dari atas.
Thian melihat hal itu, dia menarik kaki kanannya ke belakang. Menendang bola energi dengan kuat, damage yang kuat dari bola energi itu.
”Jatuhlah!” teriak Thian. Tujuan serangan Thian adalah Dinda, role support magic.
Dark Shadow paham, dia melesat dan memutar pedangnya. Dia menghadang bola energi yang akan mengenai Dinda.
Klang!
Bola kembali, damage kuat itu ditahan oleh Dark Shadow. Thian kaget, serangannya ditahan dengan baik. Dia pun menerima bola energi itu dengan baik. Dia bersiap kembali untuk ultimate serangan bola energi memantul.
Skill ini akan menjatuhkan mereka semua. Serangan dengan bola energi yang akan mengenai lawan yang berkumpul. Musuh akan terkena dan bola akan terus memantul hingga musuh habis. Ultimte dari serangan Thian.
HIIIIIIAAA!
Bola energi siap ditendang lagi oleh Thian. Dia menggunakan ultimatenya.
”Hancurkan mereka semua, Thian!” Demian.
Klap!
Apa ini!
Kaki Thian tak bisa bergerak saat hampir mengenai bolanya. Kakinya kaku, dan itu adalah kekuatan dari Dinda yang dapat mengontrol pergerakan lawannya.
Tidak mungkin!
Saatnya penghakiman.
”Hujan Api Abyss!”
Duarr! Brush!
Dari atas, Gayatri menggunakan kekuatan dari kedua tangannya. Dan hujan energi menyerang tim lawan. Thian masih belum bisa menggerakkan kakinya, dan dia mulai bisa bergerak. Namun, serangan api abyss sudah datang.
Brush! Booom! Booom!
[Player Thian terlog out]
Player dari Argentina yang semula diprediksi menang dalam hitungan detik. Kini, mereka sudah dijatuhkan. Tersisa tiga player saja, Demian melindungi Melany dan Juan menghadang serangan Gayatri dengan pedangnya. Leandro masih terjatuh dan belum bisa bergerak lagi.
”Apakah kalian sekarang mau menyerah?” tanya Gayatri yang maju sambil melayang di udara.
Tim dari Argentina kaget, sekaligus memikirkan apa yang harus mereka lakukan sekarang. Musuh mereka, tidak terlihat kuat. Namun, kerjasama mereka sangat baik.
Jadi, apakah mereka akan menyerah?
Mereka sedang memikirkan hal paling berat dalam pertandingan awal ini!