Legenda Tombak Halilintar
Serangan Puncak yang Mengerikan!
Pertarungan melawan tim dari Mesir, serangan bertubi-tubi dan kekuatan kerjasama tim yang baik membuat tim Indonesia sedikit kerepotan. Namun, hal itu karena Riki belum menggunakan kekuatannya.
Odion menggunakan pedangnya, dia melihat peluang karena tim lawan sudah terkurung dalam tekanan energi yang dilepaskan oleh Jabari.
Brush! Booom!
Ledakan super besar, hal itu karena energi pedang sudah dipersiapkan oleh Odion dengan baik. Odion yakin, meskipun mereka semua tidak terlog out, setidaknya mereka semua akan mengalami luka yang fatal di dalam game. Hp atau energi power mereka akan turun jauh, dan mereka akan mudah untuk dikalahkan untuk selanjutnya.
Kabut masih mengepul, tidak ada keterangan kalau tim lawan terlog out. Artinya, mereka semua masih berada di antara kabut tebal tersebut.
Asap mulai menipis, lima player yang menjadi wakil dari player tim negara Mesir. Mereka semua mengelilingi areal ledakan. Mereka semua bersiap dengan kekuatan mereka masing-masing. Mereka juga harus waspada, mereka khawatir kalau tim lawan masih bisa menyerang mereka tiba-tiba.
Saat kondisi mulai terlihat jelas, terlihat tanah yang hancur bagaikan ditimpa meteor besar. Asap masih menyisa dari tanah tempat ledakan besar itu. Dan, lima player masih berdiri tegak di bawah tanah yang sudah turun lebih dalam. Mereka semua tidak apa-apa! Mereka semua berdiri dengan tegak.
Bagaimana hal itu bisa terjadi! Lima player langsung mundur dan bersiap kembali.
[Skill Secon area diaktifkan, memindahkan makhluk atau item yang berada dalam jarak yang bisa dijangkau. Mengembalikan dalam waktu 9 detik]
Bayu, dia melihat ke arah Riki sekarang. Matanya hampir saja tak percaya, dalam waktu beberapa detik. Dia telah dipindahkan ke dimensi lain, dan mereka muncul lagi setelah beberapa detik, mereka muncul lagi di tempat semula. Saat di dimensi lain, Riki hanya mengatakan untuk tetap tenang. Beberapa detik lagi, kita akan kembali ke tempat sebelumnya.
Bagaimana seorang warrior bisa menguasai kemampuan sihir tingkat tinggi, dengan menggunakan manipulasi tempat dan waktu? Dia mampu menggunakan kekuatan dimensi yang kuat di dalam game.
Ini gila!
Bayu hanya bisa takjub mulai sekarang. Dia tidak akan pernah lagi meremehkan player meskipun memiliki level yang rendah. Dia pun tersenyum, Indonesia sangat beruntung memiliki player seperti Riki.
”Gayatri, sekarang!” kata Riki. Saat berada di area dimensi kedua, Riki sudah memberikan pesan kepada Gayatri untuk melakukan serangan kekuatan energi api abyss.
Gayatri pun paham, dia menggunakan kekuatan dari kedua tangannya. Tangan Gayatri memanjang, dan itu adalah energi api hitam yang membentuk tangan raksasa dan besar. Tangan itu mencapai kedua sosok yang sudah menyerang mereka barusan, dan jarank mereka paling dekat dibandingkan yang lainnya.
Odion mampu menebas tangan abyss milik Gayatri, tapi tidak dengan Jabari yang sudah mengeluarkan energi besarnya. Kini dia terkena serangan tangan energi yang besar dari Gayatri dan mencengkeram seluruh tubuhnya.
Player dari Mesir, mereka tahu Jabari dalam bahaya. Mereka berusaha membantu, Heba bersiap dengan serangan sihirnya untuk mematahkan tangan energi Gayatri. Namun, semua itu terlambat karena tangan energi milik Gayatri sudah dikontrol dengan cepat. Kekuatan energi itu menghancurkan tubuh Jabari.
Brush!
[Player terlog out]
AAAAAAHHHHH!
Teriakan Jabari ditandai dengan menghilangnya tubuhnya, tersisa data-data yang mengalir ke udara. Empat Player yang tersisa benar-benar kaget. Mereka semua tak percaya bahwa rencana hebat mereka dipatahkan dengan sangat mudah. Bahkan, mereka sudah mengalami kerugian karena salah satu tim mereka sudah keluar dari pertandingan.
Empat tim player dari Mesir kini hampir kehilangan akal sehat mereka. Mereka pun marah dan tak lagi bisa berpikir rasional.
”Serangan puncak!” teriak Kamuzu. Dia sudah tak tahan lagi melihat tim lawan yang merasa diri mereka di atas angin. Mereka harus merasakan rasanya terbunuh di dalam game, Kamuzu membuka kedua tangannya.
Tiga rekannya paham apa yang harus dilakukan. Serangan puncak. Tiga player lainnya mendekat dan berada di belakang Kamuzu. Mereka melakukan penyatuan kekuatan, dan mengalirkan energi ke tubuh Kamuzu dari belakang.
Odion tahu, Kamuzu yang memiliki kartu terakhir dan puncak dari persatuan tim mereka. Dia pun memberikan buff dan energinya, serangan puncak akan dilakukan. Mandisa dan Heba juga langsung mengerahkan semua kekuatan mereka pada Kamuzu. Kamuzu merasakan tubuhnya dipenuhi dengan energi.
Sekarang saatnya.
[Lock target, target lock diaktifkan]
Skrak! Skrak! Skrak!
Lima target dikunci oleh Kamuzu. Tidak ada yang bisa lepas lagi sekarang. Skill puncak ini membutuhkan energi yang besar. Tuan Guratin sudah memberikan skill terkuat ini padanya. Dia sudah menerima buff kekuatan besar dari rekan-rekannya. Tidak akan ada yang bisa lolos dari tim Indonesia saat ini.
[Serangan puncak, lock target didapatkan. Kehancuran akan mengejar mereka, tak peduli mereka menggunakan apapun. Mereka akan hancur dengan energi kehancuran tingkat tinggi]
”Saatnya kalian berakhir! Rasakanlah rasa sakit kematian kalian!” teriak Kamuzu.
Kamuzu meledakkan energi kuat dari tubuhnya. Energi yang keluar dari tubuh Kamuzu seperti ekor-ekor energi yang bergerak seperti ular yang memiliki kepala masing-masing. Ekor kegelapan yang bergerak terus menerus dalam jumlah banyak. Targetnya sudah ditetapkan, mereka tak akan berhenti sebelum menghancurkan target yang sudah Kamuzu tetapkan.
”Riki, itu adalah serangan tipe target. Serangan itu tidak akan berhenti meskipun kita menghindarinya!” kata Gayatri. Dia paling tahu kekuatan itu sangat berbahaya.
”Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Dinda, ”Aku mampu merasakan energi yang sangat kuat. Tekanan yang diberikan saja sudah mampu memberikan damage dari kejauhan!”
Ekor-ekor energi keluar dari tubuh Kamuzu penuh dengan kegelapan, ujung ekor hitam dan gelap itu seperti kepala yang siap menerjang target mereka.
”Riki, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Bayu paham, kekuatan perisainya tidak akan mampu menahan serangan kuat itu. Kini, dia hanya bisa bergantung pada Riki, dan bertanya agar dia memberikan solusi.
Riki maju ke depan. Dia melihat gerakan dari ekor-ekor kuat yang keluar dari punggung Kamuzu. Itu adalah kekuatan yang mirip dengan serpihan jiwa, sayangnya kekuatan itu sangat gelap dan pekat.
”Kita tak bisa menghindari serangan Kamuzu. Maka dari itu, hadapi saja dan jangan lari!”
”Apa!” kata Dinda dan player lainnya. Melawan dengan kekuatan mereka? Musuh sudah hampir menyerang.
”Berikan buff padaku! Aku akan mengguakan kekuatan ultimate dari seranganku!” kata Riki, dia maju satu langkah lagi dan mempersiapkan tombaknya.
Empat Player tak bisa menunggu waktu lagi. Mereka menggunakan energi mereka untuk memberikan pinjaman energi pada Riki. Mereka semua memberikan energi sama seperti tiga lawan mereka yang memberikan energi pada Kamuzu.
Woosh! Woosh! Woosh!
Riki merasakan energi dari 4 player yang mengalir dalam tubuhnya. Riki paham, sebenarnya dia tidak memerlukan energi dari empat temannya. Namun, dia melakukan itu agar mereka tidak curiga dengan energi yang dimiliki Riki dari kumpulan serpihan jiwa. Ribuan energi yang sudah diserap oleh Riki disembunyikan dengan baik di dalam tubuhnya.
Serangan datang.
”Sudah terlambat bagi kalian untuk menyerah. Aku akan membuat kalian mengalami rasa sakitnya kematian!” teriak Kamuzu. Dan ekor-ekor yang jumlahnya ratusan itu terangkat ke atas, menerjang dalam jumlah begitu banyak ke arah Riki dan teman-temannya. Begitu banyak dan mengerikan. Skill yang penuh dengan kegelapan.
Semua mata yang melihat pertandingan itu merasa merinding.
Wooosh! Woosh! Woosh!
Riki tersenyum, dia menarik tombaknya ke belakang.
[Tusukan Halilintar diaktifkan]
Riki menerjang maju dengan tombaknya, energi besar tercipta dan energi pedang bercahaya muncul dan memenuhi tempat di depan Riki. Bersama putaran dari Jarum Halilintar. Serangan itu terus masuk, dan menghancurkan serangan ekor-ekor energi gelap dari Kamuzu.
Brush! Brush! Brush!
Tidak mungkin!
Kamuzu terbelalak matanya. Hal terakhir yang dia lihat adalah cahaya. Matanya pun menjadi silau, dan ekor-ekor kuat yang menjadi serangan pamungkasnya hancur berkeping-keping.
Wooosh!
Kenapa rasanya tidak sakit?
Cahaya masih sangat terang, dan Kamuzu sudah terjatuh tak berdaya. Dia terduduk dan energinya seperti hilang. Ujung tombak sudah berada di depan Kamuzu, saat matanya mulai dapat melihat olehnya.
”Menyerahlah!” Riki berdiri dan mengarahkan tombaknya. Ketiga rekannya di belakang bahkan sudah terkena efek energi dan terjatuh pingsan.
”Aku menyerah!” bibir Kamuzu bergetar. Dia tak percaya dengan kemampuan lawannya, dua kali dikalahkan dengan mudah. Dan dia hanya bisa terdiam pasrah.
”Kita bermain game, untuk bersenang-senang! Bukan untuk mencari musuh!” kata Riki tersenyum.
”Ini dia keputusannya! Pertandingan ini dimenangkan squad Garuda dari Indonesia. Ini benar-benar fantastis!” teriak penyiar yang menyiarkan pertandingan itu. Dia sempat terdiam beberapa detik karena tak percaya. Dan, Indonesia melaju ke final, lima negara tersisa di final.
Pertandingan final akan menjadi sangat menegangkan.