Legenda Tombak Halilintar

Skill Kamuflase Tombak Halilintar

Permainan Sky Legend memiliki update terbaru yang aneh menurut Riki, sistem permainan sekarang sudah menggunakan dua pilihan riil seperti kehidupan. Biasanya, beberapa game yang melakukan petualangan di dalamnya, maka mereka akan selalu diarahkan pada misi kebaikan dan menumpas kejahatan.

Sky Legend dengan berani membuat terobosan, kali ini mereka membuat sistem yang baru dengan Player dapat memilih di dalam game. Apakah mereka akan menjadi penjahat atau menjadi seorang pahlawan. Hal itu bisa dilakukan Player di dunia game, mereka bisa menjadi pahlawan dan akan ada misi kebaikan yang mengikutinya.

Begitupun sebaliknya, jika mereka memilih menjadi penjahat di dalam Sky Legend, maka mereka akan mendapatkan misi kejahatan. Dan, ada organisasi kejahatan terbesar di dalam Sky Legend, mereka menamakan organisasi kegelapan, yaitu Genos.

Organisasi Genos dipimpin oleh salah satu Ras terkuat dalam dunia fantasi, Dark Elf bernama Guratin. Namun, belum ada yang berhasil menemui Guratin walaupun mereka memilih menjadi penjahat. Kekuatan level mereka naik lebih cepat dengan naik 50 persen lebih banyak, dari Player yang memilih menjadi pahlawan. Jadi, mereka yang mencari kekuatan dan kekayaan, pasti akan tergiur menjadi seorang penjahat di dalam game.

Toh! Itu hanya dalam permainan.

Pluk! Pluk! Pluk!

Riki berlari pagi, dia memperkuat dirinya. Ada yang lebih aneh lagi ketimbang Player yang bisa memilih, antara pahlawan dan kejahatan. Dan, Riki masih belum bisa mencerna hal itu dengan nalar logikanya sama sekali. Hal itu adalah, Tombak Halilintar.

[”10 kilo meter untuk pagi ini, dan lanjutkan dengan memperkuat tubuh dan serangan tanpa henti!”]

Nah! Itulah dia. Tombak Halilintar bisa keluar dari dalam game, dan menjadi kamuflase membentuk gelang yang kini dipakai oleh Riki. Gelang itu adalah bentuk dari Tombak Halilintar, senjata Legendary yang bisa keluar dari dalam game, dan selalu memberikan arahan dan menjadi mentor bagi Riki.

Sejak mendapatkan skill terbaru Kamuflase, Riki kaget karena ada suara yang sama ketika berada di dalam Game. Suara itu mengagetkan Riki, karena Tombak Halilintar sudah berubah menjadi sebuah gelang di tangannya.

Awalnya, Riki tidak percaya akan hal itu dan dia berpikir bermimpi atau masih di dalam game. Namun, hal itu berbarengan dengan window yang muncul di depannya, sama seperti dia berada di dalam Game. Suara mekanis seperti di dalam game pun terdengar.

Ding!

[Player Riki, anda memiliki sebuah sistem yang terhubung dalam Game dan dunia nyata]

[”Ayo berlatih lagi, Riki! Kamu harus lebih cepat berlatih dan menjadi lebih kuat. Kamu benar-benar sudah terlambat, terlalu banyak daripada Player lainnya di dalam Game!”]

”Berisik! Aku akan melakukannya, jadi diamlah!” teriak Riki.

Riki masih belum bisa memahami, senjata Legendary dalam game yang sudah sign dengan dirinya. Bisa keluar dari dalam game ke dunia nyata. Jika hal ini diketahui oleh Player di seluruh dunia, mereka semua pasti geger.

Riki sedikit mulai terbiasa, awalnya Tombak Halilintar mengatakan bahwa kemampuan yang diperolehnya. Kamuflase. Kekuatan itu diprediksi bisa membuatnya keluar dari dalam game dan membentuk diri secara partikel nyata. Dan, hal itu benar – benar terjadi saat Riki Logout dan mencobanya. Tombak Halilintar berkamuflase menjadi cincin dan berhasil keluar bersama Riki ke dunia  nyata.

Kini, Riki harus mendengarkan ocehan dari Tombak Halilintar, yang menjadi gelang di pergelangan tangan kanannya.

Riki menyudahi larinya, selesai lebih dari 10 kilo meter. Dia mengambil istirahat sejenak, melakukan push up dan lainnya. Kini, tubuhnya terbentuk lebih atletis, dan dia memiliki kekuatan yang cukup. Hal itu penting, kata Tombak Halilintar. Apa yang dimiliki Player di dunia nyata dan ketika masuk dalam Game, hal itu akan meningkatkan kekuatan secara drastis. Jika Riki ingin menjadi yang terkuat di dalam game, maka di dunia nyata dia harus berlatih keras.

Riki mengikuti hal itu, terakhir dia sudah memesan sebuah senjata yang dipesannya. Sebuah tombak di dunia nyata. Riki belajar mengayunkan dan memainkan tombak tersebut; mengayunkan tombak, memutar tombak, menjadi ahli dalam menggunakan tombak di dunia nyata. Terakhir, fokus pada tusukan tombak. Riki terus berlatih di pagi hari.

Riki menjadi cukup mahir menggunakan tombak di dunia nyata, dia memutar tubuhnya sambil mengayunkan tombak. Bahkan, dia juga belajar menggunakan tombak dengan kecepatan memainkannya. Riki menjadi sangat terlatih dalam menggunakan tombak.

Selesai latihan, persiapan untuk kuliah. Kemarin, Riki menjual kristal-nya pada pelelangan bandar game. Dia menjual sebanyak 400.000 kristal, dan mendapatkan sekitar 400 juta rupiah. Hari ini, Riki akan membeli sebuah rumah sederhana dengan uang itu. Dia ingin mengajak Ibunya dan adiknya, Sendi. Mereka pasti bahagia dan menempati rumah baru nantinya.

”Kakak hebat sekarang! Tidak pemalas seperti dulu lagi,” kata Sendi sambil makan, mulutnya penuh dengan makanan. Dia terlihat sangat senang karena uang dari kakak lelakinya yang bekera bermain game, dan uangnya kini sangat banyak.

”Makanlah yang benar, jangan sambil berbicara!” kata Riki.

”Riki jangan terlalu memaksakan bermain game, kamu harus bisa menjaga kesehatanmu juga,” kata Irma yang merupakan Ibu dari Riki dan Sendi. Dia tentu sangat khawatir karena Riki selalu di dalam kapsul game. Namun, kini dia sangat rajin berolahraga, sehingga pasti mampu mengimbangi ketika bermain game yang terlihat hanya diam, dan seperti orang tidur di dalam kapsul game.

Riki mengangguk dan tersenyum, ”Tentu saja Ibu, aku akan menjaga kesehatan dengan baik. Oya Ibu, apakah Ibu akan cek rutin kesehatan? Riki akan mengantarnya,” Riki teringat bulan ini Ibunya belum mengecek kesehatannya. Ibunya harus mendapatkan perawatan kesehatan yang bagus dengan saluran pernapasannya yang sering terganggu.

Saat dahulu harus dirawat di ICU, hal itu karena Ibunya tidak melakukan kontrol sama sekali, hal itu tentu karena keuangan mereka.

”Hari ini, Ibu ada rapat di sekolah adikmu. Kalau kamu mau mengantar, bagaimana kalau besok saja?”

”Tentu, Riki akan mengantarnya besok.”

Mereka melanjutkan makanan yang mereka makan. Riki bahagia sekarang, dia mulai bisa membantu ekonomi keluarga dengan penuh. Hari ini, Riki akan bertemu dengan sales property, dan memilih rumah sederhana untuk dibeli. Setelah ini, keluarganya tidak akan susah lagi karena kontrakan yang sempit ini.

Riki bersiap dan berangkat kuliah, tubuhnya menjadi ringan sekarang karena rajin berolahraga. Dia naik motor bebeknya dan melaju. Suara Tombak Halilintar kembali terdengar dan hanya dia yang mendengar suaranya.

[”Kendaraan di dunia nyata sangat berbeda dengan di dalam Sky Legend. Semua kendaraan adalah mesin, yang digerakkan dengan saling terkait dan memiliki pelumas”]

Riki tersenyum sambil mengendarai motor, Tombak Halilintar sejak memasuki dunia nyata. Dia selalu saja mengomentari apapun di sini. Tentu saja, dia adalah sebuah item dari dalam game yang berbasis dunia klasik dan tradisional, meskipun ada sentuhan modern tapi tidak secanggih di dunia nyata.

Mereka sampai di kampus, Riki menaruh motornya di parkir. Cukup sepi, dan tentu saja ini sudah jam masuk dari tadi. Riki sedikit telat tentunya, seperti biasa.

Dari arah yang berbeda, sebuah mobil yang cukup mewah memarkir kendaraannya di tempat parkir mobil. Riki melihat siapa mereka, dan tentu saja pandangan Riki sedang menatap wanita itu. Nadine dan kekasih barunya, Marcel. Mereka melihat Riki dan berpapasan jalan. Nadine tidak mau melihatnya dan membuang muka, Marcel tahu hal itu.

”Tidak perlu seperti itu, biasa saja. Itu memang nasib bagi mereka yang miskin dan sampah dalam Sky Legend. Benar bukan, Riki si Player Pecundang! Hanya saja, kamu lebih berbangga dengan nama sampahmu itu, Legenda Penghancur! Nama yang bodoh!” Marcel mengatakan hal itu karena memang awalnya, Riki menggunakan nama Legenda Penghancur. Nama terbaru yang digunakan Riki saat ini berubah hanya RIKI tanpa ada yang lain.

Marcel adalah Player dengan level di atas 90. Dia menjadi salah satu Orang yang kaya di dalam game, dan dia sering bermain battle player antar Kota di Indonesia.

Riki tidak mempedulikannya dan lewat begitu saja.

[”Apakah kita akan menghajarnya, Riki?”] suara dari gelang Riki, sepertinya si gelang atau Tombak Halilintar juga tidak suka pada Marcel.

”Tidak perlu. Kita hanya akan mengurusi hal penting saja. Kita akan menjadi Legenda tanpa perlu mengurusi hal sepele!”

Marcel yang merasa diabaikan merasa diremehkan, dia adalah super power di game dan menjadi pusat perhatian di kampus ini. Kenapa dia diremehkan pemain pecundang.

”Pantas saja, Nadine meninggalkanmu Player sampah! Kamu memang pecundang dan hanya bisa lari. Kamu pasti terlahir dari Ibu yang juga sampah!”

Langkah Riki terhenti, tangannya gemetaran. Jika dia yang dihina, maka dia sudah terbiasa, tapi jika sudah menyangkut Ibunya. Maka, bara api membara dalam dirinya.

Riki berbalik, kecepatan penuh dan sebuah pukulan menghantam perut Marcel dengan cepat. Marcel bahkan kaget dengan kecepatan Riki tersebut. Kecepatan yang hampir tak bisa diikuti matanya.

Bug!

Tubuh Marcel terpental sejauh beberapa meter ke belakang. Nadine kebingungan dan langsung menghampiri Marcel.

”Kamu gila, Riki!”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!