Legenda Tombak Halilintar

Window di Dunia Nyata?

Riki menyerang Marcel secara cepat, Marcel bahkan tak menduga bahwa Riki menyerangnya. Dia menyadari bahwa dia sudah terpental cukup jauh, tubuhnya terasa sakit. Marcel tak terima dan ingin membalas, tapi tubuhnya terasa sakit dan serangan itu sangat cepat seperti dia berhadapan dengan Assasin di dalam game.

Nadine segera datang dan membantu Marcel untuk bangun, Marcel menampik tangan kekasihnya itu dan berusaha menopang tangannya ke tanah. Dia tidak mau terlihat lemah di depan Riki yang masih berdiri dan menatapnya. Marcel bangun sendiri dan masih memegangi perutnya. Dia merasakan perutnya cukup sakit, kekuatan Riki sungguh kuat.

”Kenapa kamu melakukan kekerasan, Riki! Dasar bodoh!” teriak Nadine yang tak percaya, Riki si sampah itu berani memukul kekasihnya.

”Jika aku dihina maka tidak masalah, tapi jika berani menghina Ibuku. Maka, aku tidak akan menerimanya. Ingat itu baik-baik!”

”Sial!” Marcel mendekati Riki, ”Aku akan membalasmu nanti. Satu pukulan, maka aku akan membalasnya. Aku akan mencarimu di dalam Sky Legend, dan membuatmu tidak akan bisa lagi bermain! Aku akan membunuhmu berulang kali hingga kamu tak ingin lagi bermain game!”

Marcel pergi, dan Nadine melirik sejenak ke arah Riki sambil mengikuti Marcel, ”Matilah kamu, Riki!”

Riki tak peduli, kali ini mereka sudah keterlaluan karena menghina Ibunya. Ibu yang telah menjaganya penuh cinta sejak kecil, dan orang lain berani begitu saja menghinanya. Anak mana yang rela ibunya dihina!

[”Boleh juga! Seharusnya dia harus mendapatkan balasannya!”] kata suara mekanis dari tangan Riki. Tombak Halilintar juga mengatakan bahwa lelaki itu yaitu Marcel, dia memang merendahkan Riki agar namanya hancur di mata wanitanya itu.

Riki terus berjalan, ”Tombak Halilintar, bagaimana kalau dia benar-benar mencariku di dalam game, dia sendiri dulu hampir mendekati level 100!” Riki kebingungan sekarang. Dia akan menjadi target perburuan. Apalagi, Marcel punya rekan-rekan yang bermain game, maka bisa jadi dia akan ditargetkan untuk selalu diburu dan dipaksa untuk logout.

[”Dasar penakut! Kamu hadapi saja kalau dia sendiri menemuimu di dalam game. Jika kamu takut bertindak, maka kamu punya skill kamuflase. Kamu bisa menyamar menjadi orang lain di dalam game.”]

Benar juga! Jadi skill Kamuflase merupakan salah satu skill yang akan membuat player terlihat sebagai player lain. Hal itu dijelaskan Tombak Halilintar, termasuk tombaknya juga bisa keluar dari game, dan berkamuflase menjadi gelang yang dipakainya.

Memang aneh, tapi itulah yang terjadi para Riki saat ini.

”Dengarkan aku!” sebuah suara cukup keras ada di antara lorong kampus yang sepi. Riki kaget dan diam sejenak, melihat dari sudut dinding, dan ada seorang wanita setengah baya dan tiga orang di sekitarnya.

Salah satunya adalah, wanita berkerudung. Dan, Riki ingat betul bahwa wanita itu yang dulu tanpa ekspresi, dan ditabraknya beberapa hari yang lalu. Wanita berkerudung itu sedang dikelilingi tiga orang, dan wanita itu bersandar pada dinding. Riki yakin jika wanita yang berada di depan dan sudah berumur, Dia sedang berbicara mengancam mahasiswa berkerudung. Wanita yang mengancam itu adalah wanita yang menjemputnya dahulu. Apa yang terjadi?

”Setelah kamu wisuda dan menikah! Maka semuanya akan berakhir. Jadi, jangan membuat masalah sama sekali. Kamu mengerti!” kata wanita itu dengan galak. Riki kaget, bukankah wanita itu adalah Ibunya? Hal itu merupakan prasangka Riki karena dulu wanita itu dijemput wanita pengancam, dan dipeluk dengan penuh senyuman. Meskipun, wanita berkerudung itu tetap tidak tersenyum dan tanpa ekspresi.

Mungkin, perkiraan Riki salah. Wanita itu pasti bukan ibu kandungnya ketika melihat perlakuan ancaman yang dilakukannya pada wanita berkerudung.

Riki mencoba biasa saja dia berjalan tenang, dia berjalan normal seolah tidak tahu apa-apa. Dia keluar dari persembunyiannya dan sambil bersiul, seperti tak peduli pada apapun yang terjadi.

Riki melewati koridor itu, mereka pun terlihat kaget dan berpencar untuk tidak mengepung wanita itu. Saat Riki persis melewati mereka.

”Sungguh kejam dunia ini, membully bisa di manapun juga. Haah! Dan, bahkan kepada siapapun termasuk keluarga!” kata Riki sambil tak peduli dengan mereka, sambil berjalan santai  dan menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Wanita setengah baya mengedipkan matanya pada salah satu lelaki yang bersamanya, keduanya adalah penjaga yang selalu bersamanya. Salah satu lelaki mencekal pundak Riki dan menghentikan Riki dari langkah santainya.

”Siapa yang kamu maksudkan!” kata lelaki besar itu dengan suara menekan.

Riki terhenti, ”Tentu saja yang merasa! Membully orang itu adalah sesuatu yang paling menyakitkan di dunia ini. Siapapun yang menerima bully, dia bisa menjadi psikopat dan orang paling kejam di dunia ini jika dia sudah kehilangan kendali atas dirinya.”

Lelaki yang mencekal pundak Riki itu kaget, dia bahkan mundur satu langkah. Hal itu karena tekanan dan tatapan mata Riki yang menatap dengan tajam.

[Dominasi atas orang lain diaktifkan]

Riki tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kini, layar window di depannya muncul seperti di dalam game. Sebelumnya, hal itu muncul dan menghilang lagi. Kali ini, window itu muncul dan tak menghilang menembus kepala sosok penjaga yang baru saja mundur.

Dunia nyata dan dunia game seperti tidak memiliki beda sekarang. Status window terus terlihat.

”Menghilang!”

Riki berkata seperti itu window itu menghilang. Penjaga yang tadi mundur semakin bingung. Ini benar-benar seperti di dalam game.

”Bedebah kecil dan bahkan berani meremehkan kami! Beri dia pelajaran!” teriak wanita setengah baya yang kini tidak lagi menatap wanita berkerudung.

Lelaki di sebelah wanita sebelumnya, mendekat ke arah Riki dan hendak memukul Riki.

[Ancaman bahaya. Ketajaman mata ditingkatkan, refleks kekuatan diperkuat]

Status window muncul kembali memberi Riki peringatan.

Pukulan datang ke arah Riki, dan Riki melihat gerakan itu melambat. Riki menunduk dengan mudah, dalam menghindari pukulan itu. Ini seperti dalam mimpi, mereka seperti melambat dalam pandangan Riki, Riki seperti masih bingung dengan apa yang terjadi. Ini adalah dunia nyata dan buka di dalam Game. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebelumnya, kecepatannya saat menyerang Marcel juga membuat tubuhnya sangat ringan dalam bergerak.

[”Dasar Riki, apa kamu tahu akibat aku keluar dari Game. Kini, hidupmu juga sama seperti di dalam game. Kamu dapat meningkatkan levelmu di dunia ini, dan juga di dalam game secara simultan dan bersamaan”]

Jadi begitu? Masa bodoh dengan itu semua!

Bug! Bug!

Satu tendangan memutar dan mengenai dua penjaga itu sekaligus, keduanya jatuh di sisi yang sama dan saling menimpa. Wanita setengah baya dan gadis yang dibully kaget melihat hal itu. Ternyata, lelaki itu pandai berkelahi! Dia bahkan melumpuhkan dua penjaga itu dengan cepat.

”Aku tidak melakukan apapun! Dan, terserah kalian mau berbuat apa lagi. Selamat tinggal!” Riki meninggalkan mereka lagi. Tak peduli, apa yang mereka pikirkan tentang dirinya. Riki pergi begitu saja.

Dia masuk ke kelasnya, kelas sudah mulai dan Riki meminta maaf karena datang terlambat. Dia duduk di sebelah Evans. Suara sumbang datang dari beberapa temannya.

[Indera pendengaran anda diperkuat]

”Sudah telat di game, telat pula di dunia nyata, dasar pecundang!” suara dari Nadya.

Ratmi menimpali, ”Tidak perlu mengurusi dia, sejak dulu kita pernah bertemu dengannya, dan dia hanya berkutat pada level rendah. Hidupnya hanya akan menjadi kuli selamanya di dalam game. Biarkan saja dia!”

Riki tak mau menggubrisnya.

”Hei Riki, apakah kamu tahu sekarang aku sudah level berapa?” Evans menyenggol siku Riki dan berkata pelan.

”Hah! Paling kamu naik dua level saja, dan kini tebakanku kamu di level 41 bukan?” balas Riki.

”Tidak Riki, aku sekarang sudah di level 45. Aku sudah menjadi sangat kuat di dalam game. Aku akan menjadi legenda baru, Riki!” Evans bercerita penuh semangat.

Riki pun kaget, ”Bagaimana kamu bisa melakukan lompatan yang sangat cepat? Apakah kamu menggunakan Kristal Darkness!” Riki cukup keras mengatakannya.

”Jangan keras – keras Riki, nanti banyak yang mendengar.”

Dosen saat itu kaget mendengar suara Riki yang cukup keras.

”Riki! Kamu sudah telat dan masih saja ribut!” Pak Lukman melihat ke arah Riki.

”Maaf Pak, saya hanya kaget saja tadi. Sekali lagi, maaf Pak.”

Evans tersenyum pelan, ”Benar Riki, aku menggunakan dua kristal sekaligus. Aku dapat kristal biasa dan kristal Darkness. Tak masalah sedikit jahat di dalam game.”

Evans kembali tersenyum, Riki tak percaya bahwa Evans sampai melakukan kejahatan di dalam game untuk bisa naik level dengan cepat.

[”Game akan semakin kacau, Riki. Hal itu karena sistem baru yang menggunakan kristal darkness dan kristal justice. Ada konsekuansi yang harus ditanggung oleh semua umat manusia”]

Suara Tombak Halilintar, dan hanya Riki yang bisa mendengarnya. Ada perubahan alur besar dalam Sky Legend yang belum diketahui. Dan, itu masih menjadi misteri bagi Riki.

Apa yang akan terjadi dengan meta baru dari perubahan game update ini?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!