Legenda Tombak Halilintar
Memasuki Menara Ujian
Menara Sky Legend kini di depan Riki, siapapun yang ingin menjadi lebih kuat dan naik level lebih cepat. Mereka bisa mengambil jalan pintas dengan menaiki menara. Namun, tidak semua Player mau menempuh jalan memasuki ujian menara. Hal itu karena, kengerian yang pasti akan dialami oleh Player.
Ujian mengerikan dan menghadapi banyak monster menakutkan. Jadi, hanya sedikit di antara para Player yang memasuki menara. Pada akhirnya, mereka lebih menyukai naik level dengan jalan umum dan berburu, atau memasuki Dungeon dengan tim raid.
Riki juga sudah paham dari penjelasan Tombak Halilintar, Riki kini memang memiliki level yang cukup untuk memasuki Dungeon dengan membentuk Raid. Namun, hal itu membutuhkan tim raid, dan Riki bersama Tombak Halilintar memutuskan menaiki menara dengan solo leveling.
Menara Sky Legend menjadi tujuan Riki kali ini.
Ada empat penjaga yang menjaga pintu masuk menuju menara, mereka semua pastilah karakter dalam game atau NPC. Namun, mereka adalah penjaga yang dipilih sistem memiliki kekuatan yang sangat kuat. Empat penjaga itu setidaknya setara dengan Player yang memiliki level di atas 100.
Riki mendekat ke arah pintu masuk, ”Saya adalah Player Riki, saya ingin memasuki menara ujian.”
Riki memberi hormat kepada empat penjaga tersebut, mereka semua dibekali dengan senjata pedang dan tombak. Pedang di pinggang dan tombak untuk dipegang dan persis seperti di dunia nyata ketika sebuah kerajaan masih ada. Pedang di pinggang mereka juga terlihat kokoh dan kuat, mereka nampak rapi berbaris dan kini melihat ke arah Riki.
Dua penjaga yang menyilangkan tombak mereka, melihat ke arah Riki. Mereka cukup memperhatikan Riki dan melihat senjatanya, Tombak Halilintar yang terlihat seperti tombak biasa, menggambarkan bahwa Player yang datang adalah player biasa.
”Apakah kamu akan memasuki menara dengan senjata tombak?” tanya salah satu penjaga di sebelah kanan.
”Benar. Ini adalah tombakku. Aku menggunakan tombak untuk mengalahkan para monster jahat.”
”Benarkah?” kata salah satu penjaga lagi dan dia sangat antusias. Selama ini, rata-rata Player memang menggunakan pedang. Jadi, penjaga itu tertarik untuk menilai Player yang baru datang, dengan membawa tombak. Hal ini juga, karena Riki memiliki level yang dibilang rendah untuk memasuki Menara seorang diri.
Player yang memasuki menara, biasanya hanya bagi Player pemberani dengan level yang cukup tinggi. Setidaknya, mereka yang memiliki level di atas 70. Para Penjaga itu begitu tertarik seluruhnya pada Riki saat ini.
”Ah! Mungkin sudah ratusan tahun kita di sini, dan tidak pernah melihat seorangpun yang memiliki level di bawah 50, lalu dia ingin memasuki menara. Kecuali, dia memiliki kemauan yang kuat sebagaimana pernah ada Legenda Marsen yang melakukan hal itu,” salah satu mereka berbicara lagi.
Penjaga menara itu berkata tentang waktu, ratusan tahun. Tentu, waktu di dalam Sky Legend dan di dunia nyata berbeda. Riki paham akan hal itu.. Game di buat dengan sejarah yang panjang dalam pengembangan di dalam game. Hal itu akan menguatkan karakter dalam game. Seolah dunia fantasi di dalam game, sudah ada sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Soal Legenda Marsen, Riki baru mengetahuinya, bahwa ada seorang Legenda yang memasuki menara ujian saat levelnya juga rendah.
Penjaga satunya lagi pun menimpali, ”Kamu tidak perlu membayar untuk masuk ke menara, asalkan kamu menunjukkan salah satu skill tombak terkuatmu dengan senjatamu itu.”
Memasuki Menara, memang dikenakan biaya kristal untuk memasukinya, baru kali ini Riki melihat mereka para penjaga antusias. Mereka bahkan membuatnya untuk membayar gratis dengan menunjukkan kemampuan Riki. Boleh juga!
”Levelmu masih 46, jika kamu bisa membuat kami mengakuimu, maka kamu bisa masuk dengan gratis ke menara ini.”
Riki tersenyum, ”Baiklah, apa yang harus aku lakukan untuk membuktikannya?” tanya Riki.
”Kamu harus melawan salah satu dari kami,” kata penjaga yang paling kiri, matanya terlihat tajam dan dia memakai armor di kepalanya.
Riki mundur ke belakang, dia menguatkan pegangan tangan kanan pada tombaknya.
”Siapa di antara kalian yang ingin menjadi penguji untuk membuktikannya?”
Penjaga paling kiri, dia maju untuk melihat kemampuan Player level 46 yang berani memasuki menara ujian. Semua penjaga lainnya sepakat, dan mereka pun melihat pertandingan tersebut.
”Namaku adalah Harson, jadi kamu harus menggunakan semua kemampuanmu, Player.”
”Terimakasih prajurit Harson, dan namaku adalah Riki. Mari bertanding dengan adil!”
[Pertandingan Harson si Penjaga menara skill dengan pusaran badai melawan Riki Player yang akan memasuki menara]
Ready!
Woosh!
Serangan yang sangat cepat, mata Riki bahkan tidak bisa mengikuti pergerakan cepat dari Harson. Bagaimana dia bisa bergerak dengan sangat cepat, padahal dia adalah NPC. NPC adalah karakter di dalam game, dan bukan seorang manusia nyata seperti player. Mereka hanya mengikuti apa yang pengembang tugaskan untuk mereka di dalam game.
Brush!
Riki tak menduga, Harson sudah ada di atasnya dan mengayunkan tombaknya.
[Skill God Speed diaktifkan]
Syuung! Boom!
Ledakan kuat dari serangan tombak Harson mengenai tanah dan meledak. Riki menghindarinya dengan kecepatannya, dia ke samping kiri dengan cepat. Serangan sudah datang lagi dari Harson, asap ledakan tak membuat Harson kehilangan konsentrasi, dan dia mengejar Riki yang menghindar. Ayunan tombak lagi dari Harson dan mengarah pada Riki.
Benar-benar cepat! Riki baru menyadari bahwa penjaga tersebut memang kuat. Dia kini sadar, kenapa mereka tidak meminta Riki mengalahkannya, melainkan hanya untuk mengakui kekuatannya saja. Riki tidak akan mampu mengalahkannya.
Tombak Badai!
Serangan Harson datang dan itu sangat cepat, Riki bahkan belum sempat menapakkan kakinya ke tanah, setelah menghindari serangan sebelumnya. Saatnya menggunakan senjata, Riki memutar tombaknya. Tombak Halilintar menghadang tombak Harson.
Tring!
Harson menarik tombaknya, memutarnya dan menyerang Riki dengan cepat.
Riki menarik tombaknya dan langsung membuat perisai energi dengan kekuatan Perisai Basilisk. Namun, Riki tak menduga jika perisai yang dibuat dari tombaknyanya hancur oleh serangan tombak Harson.
Crak! Prang!
Brush!
Serangan energi kuat menembus pertahanan Riki dan mengenai tubuhnya. Dia terhempas dan bergulingan. Riki bangun kembali, Mantel Bajra mengurangi damage dari serangan Harson meskipun begitu Riki masih terhempas jauh.
Para Penjaga yang mengerikan! Pantas saja menara ini adalah menara mengerikan bagi para Player. Hal itu dijelaskan oleh Tombak Halilintar, dan Riki pun memahaminya.
Serangan datang lagi dengan cepat, Harson tak membiarkan Riki mengumpulkan energinya. Namun, Riki sudah cukup berlatih baik di dunia game dan dunia nyata. Fokus adalah segalanya, fokus dan membuat inderanya lebih tajam. Merasakan energi magic divine atau mana dari alam, bersatu dengan alam dan merasakan semua arah serangan.
[”Riki, gunakan hasil latihanmu!”] teriak Tombak Halilintar.
”Berisik! Aku tahu itu!” Riki bersemangat.
Serangan terkuat dari Harson, Pusaran Badai. Harsen memutar tombaknya di atas dan melompat ke arah Riki. Harson menghentikan putaran tombak dan mengarahkan ujungnya pada Riki.
Pusaran Badai!
[Skill Pusaran Badai mampu menciptakan gelombang tekanan yang kuat, energi pusaran mampu melumpuhkan musuh sebelum mengenai musuh]
Energi bergumpal seperti energi berputar dan menggulung. Ujung tombak dikelilingi pusaran badai milik Harson, dipenuhi kekuatan.
Riki bersiap menghadapi serangan kuat itu, dan ujung tombaknya dialiri energi, percik halilintar timbul di ujung Tombak Halilintar. Ujung Tombak Saka semakin kuat, aliran halilintar seperti percik api yang tercipta dari kekuatan fokus milik Riki.
Serangan datang, angin bergemuruh dan energi dari serangan Harson menimbulkan efek kehacuran di sekelilingnya.
Riki menghadang dengan serangan pamungkasnya. Skill terkuat yang dilatih Riki selama ini.
”Tusukan Halilintar!”
Boom! Brush! Boom!
Ketiga Penjaga tak bisa melihat karena pecahan energi yang kuat. Ledakan yang kuat dan asap cukup tebal. Saat asap mulai menghilang, mereka penasaran dengan hasil pertandingan itu.
Riki berdiri agak merunduk, dan Harson berdiri di depannya. Mereka bersiap lagi untuk bertarung, namun Harson tersenyum pada Riki.
”Aku mengakuimu, Player Riki. Serangan tusukan tombakmu mampu mengimbangi kekuatan tombakku. Jadi, kamu bisa memasuki menara dengan gratis!”
Tiga penjaga lainnya tersenyum dan mengucapkan selamat pada Riki, mereka respect pada Riki. Riki pun dipersilakan memasuki menara mengerikan di Sky Legend. Para penjaga berpesan, agar Riki berjuang dengan penuh keyakinan dan pantang menyerah di dalam ujian menara. Hal itu karena, ujian yang mengerikan di menara, adalah ujian yang sangat menakutkan.
Riki mengucapkan terima kasih pada para penjaga itu.
[Player Riki, anda memperoleh perhatian dari penjaga menara. Mereka mengakui kekuatanmu]
[Skill baru dipelajari, Pusaran Badai]
”Riki, jika kamu butuh bantuan kami. Maka, katakan saja kami akan membantumu,” kata Harson.
”Tentu saja,” Riki bersiap masuk gerbang menara, para penjaga itu membuka gerbang menara yang besar tersebut. Energi kuat mampu dirasakan di dalam menara. Sebuah dimensi aneh nampak ketika pintu gerbangnya dibuka.
”Riki, berhati-hatilah. Menara adalah tempat paling mengerikan. Namun, kamu akan menjadi Player kuat jika mampu mencapai lantai 100. Jadi, berusahalah! Kami semua akan mendoakanmu.”
Para penjaga itu memang baik, dari sini Riki belajar bahwa apapun itu adalah hukum timbal balik. Jika kita baik pada siapapun mereka akan merespon baik juga.
”Terima kasih teman-teman semua!”
Splash!
[Anda memasuki Menara. Level dan Skill bisa didapatkan di dalam menara, tingkat ujian memilih – Easy X Hard X Very Hard]
Ada pilihan ketika memasuki menara, mungkin banyak Player yang akan memilih Easy karena hanya mencoba, dan Riki pun memilih Very Hard.
[”Pilihan yang tepat, Riki. Dan, bersiaplah untuk mati!”] kata Tombak Halilintar.
”Aku sudah siap untuk mati, Tombak Halilintar.”
[Lantai 1. King Snake. Semburan air hijau yang menghancurkan satu kota, mampu melelehkan apapun yang terkena racunnya]
Riki berjalan, sebuah danau di depannya pun terlihat sekarang. Dan, tak menunggu lama King Snake muncul dari danau besar itu, kepalanya sebesar sebuah mobil truk. Tanduk satu di keningnya yang panjang.
[Kalahkan King Snake untuk membuka lantai 2, dan anda bisa lulus di lantai 1]
[”Ayo bertarung Riki!”]
”Berisik! Aku tahu!”
Brush!