Legenda Tombak Halilintar

Night Shadow

Latihan pagi, dan Riki melakukannya dengan rutin. Riki lari cukup jauh, dan dia kembali untuk berolahraga untuk menguatkan fisiknya. Kemudian, dia akan melakukan latihan pernapasan untuk mencoba menyatu dengan energi di alam, sekaligus menenangkan energi yang sudah dilepaskan saat latihan fisik sebelumnya.

Riki melanjutkan latihan memainkan tombaknya, tusukan dan tusukan. Tombak Halilintar juga memberikan saran akan hal itu. Tusukan yang selalu dilakukan, skill puncak akan membuat kekuatannya menjadi legenda. Mereka yang paham pada satu titik serangan, maka mereka akan mencapai puncak dengan hal itu.

Tombak Halilintar terus memandu Riki dalam menggunakan tombak. Latihan pun selesai, Riki pulang ke rumah. Dia berlatih di belakang rumahnya. Riki menemukan Ibunya, Irma sedang duduk di kursi ruang tengah.

Riki duduk di sebelah Ibunya, bu Irma pun tersenyum pada Riki.

”Apakah kamu akan main Game lagi, Puteraku?” tanya bu Irma. Dia mulai mengerti kenapa Putera pertamanya itu selalu bermain game. Dia selalu menjual item di dalam game, dia tak tahu bagaimana hal itu terjadi. Namun, Irma percaya bahwa puteranya itu adalah anak yang jujur.

”Iya Bu, aku harus mencari uang lagi,” jawab Riki.

Irma memahami bagaimana kehidupan sudah jauh berbeda dengan zaman dulu. Sekarang, bahkan dengan bermain Game, seseorang sudah dikatakan bekerja. Hal ini karena perkembangan internet yang sangat pesat, dan game menjadi kebutuhan manusia itu sendiri. Mereka bahkan masuk ke dalam game dan menikmati petualangan seperti di dunia nyata.

”Makanlah dulu, Ibu sudah buatkan bubur untukmu,” kata bu Irma. Riki memang paling suka bubur kacang hijau.

”Baiklah, Bu!”

”Kakak! Kak Riki, kapan aku boleh main Sky Legend seperti Kakak? Belikan aku kapsul gameku sendiri, Kak!” pinta Sendi yang ingin bermain game juga.

”Tidak Sendi, belum waktunya untukmu. Kakak akan membelikannya kalau kamu sudah kelas dua SMA. Namun, besok Kakak akan antarkan kamu ke Counter. Kamu bisa beli Hp, dan bermain online game tapi bukan untuk VR.”

”Baiklah, kak Riki. Dan, terima kasih!” senyum Sendi mengembang. Belum saatnya dia bermain VR, hal itu karena ada peraturan juga yang mengharuskan Player minimal berusia 17 tahun.

Riki pun makan dengan lahap, dia cukup menghasilkan uang. Riki selalu memberikan uang pada Ibunya. Kini, mereka tidak lagi kesulitan. Ibu Irma bahkan membuka usaha kecil-kecilan dengan membuat Kue dan dijual online. Ada dua Ibu yang bekerja membantu Ibu Irma. Hal itu membuat Riki lebih bersemangat lagi, untuk mencari uang lebih banyak. Riki harus mempersiapkan sekolah terbaik untuk adiknya. Apalagi, Riki tidak mau dihina lagi oleh semua orang dan juga teman-temannya.

[Selamat datang di Sky Legend]

[Menara atau Kota Mercury. Player memilih karena menyimpan tempat terakhir sebelum log out]

Riki tentu saja memilih Menara, hal itu karena dia sudah memutuskan untuk mencapai level tertinggi di menara, dan membuktikan kekuatannya. Riki tetap akan bersenang-senang dan menjadi legenda, tentu saja mengumpulkan kristal yang banyak!

Chating aktif di dalam game, pesan dari Dokter Prilly. Dia mengajak bertemu karena dia mengajak salah satu temannya, yang sangat ingin diperkenalkannya pada Riki. Namun, Riki harus menolaknya. Hal itu karena, Riki akan menyelesaikan menara Sky Legend terlebih dahulu. Riki akan fokus terlebih dahulu, untuk menyelesaikan menara hingga lantai tertinggi.

”Baiklah, lain waktu kalau kamu sudah selesai di menara, kabari Saya saja.”

Itulah tulisan terakhir dari nyonya Prilly.

Prilly bercerita kalau temannya di dalam Sky Legend itu memiliki level yang sangat tinggi, dan dia juga memiliki tujuan memasuki Sky Legend untuk menjadi yang terkuat. Dia selalu sendiri dan solo leveling. Kata nyonya Prilly, temannya itu masih gadis dan seorang Pro Player. Itulah kenapa, Prilly sangat ingin mempertemukan Riki dengan wanita yang menjadi teman bagi  Prilly tersebut.

Prilly menutup chatnya, dia sedang bersama dengan rekannya. Player ahli dua pedang pendek, dia adalah seorang Assasin super cepat. Prilly menceritakan bahwa pemuda baik yang dikenalnya tidak bisa bertemu dengannya, dikarenakan sedang menaiki menara dan melakukan solo leveling di sana.

Perempuan yang menjadi rekan Prilly diam saja, menikmati makanan mie yang dipesan di kedai di dalam game Sky Legend. Semua Player bisa menikmati makanan di dalam Sky Legend, mereka juga merasakan rasa dari masakan tersebut. Namun, entah itu nyata atau hanya halusinasi. Realitas dalam Sky Legend memang terlalu sempurna, sehingga menyihir para Player untuk betah bermain di dalamnya.

”Kapan – kapan kita akan bertemu dengannya, saya yakin dia juga tidak akan lama berada di Menara. Biasanya, Player menyerah di lantai 20-an.”

Prilly masih sanksi dengan kemauan Riki untuk menyelesaikan semua ujian di lantai menara. Rata-rata, Para Player akan menyerah di lantai 20. Mereka keluar dari menara dan naik level pada petualangan Sky Legend, dengan Dungeon atau Battle Player.

Hal itu berbeda dengan apa yang dialami Riki di dalam menara Sky Legend. Dia sudah membulatkan tekadnya. Dia harus menaklukkan menara, hingga lantai tertinggi dan menyelesaikan menara dengan tingkat ujian Very Hard.

[Lantai 20 terbuka untuk Anda, kalahkan Night Shadow. Night Shadow, bayangan pembunuh yang membunuh lebih dari seribu Player di menara]

Di antara pepohonan dan malam yang gelap, Riki berjalan dan merasakan hawa membunuh yang sangat kuat. Night Shadow, apakah dia adalah NPC manusia atau monster?

Woosh!

Klang!

Refleks yang cepat, Riki menggunakan kekuatan kecepatan skill God Speed. Dia melompat ke sisi lain, sambil mengayunkan tombaknya. Benturan senjata terjadi, lawannya menggunakan pedang dan hanya seperti bayangan hitam. Kecepatan yang setara dengan God Speed!

Riki bersiap kembali dan melihat segala arah, dia konsentrasi penuh. Dia telah melewati lantai 15 hingga 19. Semua musuh sudah dikalahkannya dengan baik, kemampuannya bertambah dengan baik setiap kali pertarungan yang dilakukan. Musuh kali ini adalah Night Shadow. Kecepatannya yang bagus, mungkin ujian kali ini adalah membuat kecepatan God Speed miliknya akan mengalami kemajuan.

Klang! Klang! Klang!

Dari kanan, dari atas dan dari belakang. Serangan datang lagi dari kiri, Riki mundur dan fokus matanya dikuatkan. Akhirnya, dia melihat bayangan itu seperti makhluk berjubah, dan hanya terlihat kilatan pedangnya. Matanya menyala, Riki mundur cepat dan mampu melihat bayangan itu. Riki menguatkan dirinya, dia menjejak kakinya dan menahan serangan pedang dari musuhnya. Riki membuat dorongan energi. Mereka sama-sama menyerang.

Brush!

Ledakan energi terjadi. Riki terpental, selain cepat dia memiliki efek tekanan yang kuat.

[Anda menerima damage, 50 energi dikurangi Mantel Bajra menjadi 25 damage]

Riki memahami semakin dia kuat dan bertambah semua stat, stok energi dari  dalam permainan juga semakin kuat. Damage yang diterima juga berkurang. Hal ini membuat Riki memiliki ketahanan defense yang lebih baik.

Riki mencoba fokus, kali ini dia tidak boleh terkena efek dari tekanan lagi. Serangan dari belakang datang. Riki tidak bergerak, dan fokus melihat arah serangan. Mengandalkan sense, kecepatan musuh sangat kuat jadi hanya ada satu cara. Membuatnya melambat.

”Tusukan Halilintar!”

Riki menghunjamkan tombaknya ke bawah tanah, dan membuat area ledakan di sekitarnya hingga jangkauan diameter 25 meter. Gabungan dari kekuatan Tusukan Halilintar dan Slow Thunder dilakukan fusion.

[Skill Tusukan Halilintar fusion Slow Thunder]

Kena!

Night Shadow melambat, dan kini terlihat jelas bahwa musuhnya adalah seperti bayangan malam, musuh hanya memiliki mata yang menyala dan memakai jubah. Kecepatan Riki sekarang, mampu mengimbangi Night Shadow. Jadi, saatnya untuk mengakhiri. Riki menarik tombaknya yang menghunjam ke tanah, tombak pecah menjadi pecahan nano. Pecahan tombak langsung membuat tangan kanan menjadi armor kuat, dan pukulannya langsung menghadang Night Shadow dengan pukulan serangan penuh.

Brush!

Ledakan yang sangat kuat tak bisa dihindari, dan apapun di depan Riki hancur dan meledak.

[Anda menerima 100 damage, anda mengalahkan Night Shadow. Kecepatan anda ditingkatkan]

[Anda naik level]

Riki cukup lelah, tapi dia bahagia. Namun, cukup satu senyuman karena dia harus menaiki lantai selanjutnya.

[Lantai 21 terbuka untuk Anda]

[”Aku suka gayamu untuk terus Naik level, Riki! Aku tidak akan mengganggumu dan teruslah menjadi kuat untuk dapat layak menjadi Tuanku! Ha... ha... ha...!” tawa keras Tombak Halilintar memberi komentarnya.

”Berisik!”

Tombak Halilintar selalu saja berisik, tapi Riki hanya tersenyum dan mengumpat sendiri. Setidaknya, dia punya teman yang bisa diandalkan. Teman! Benar, dia tak memiliki teman yang membantunya solo leveling dengan setia. Mungkin, Riki gila karena menganggap tombaknya sebagai teman.

[Tim dibentuk, Tiga Player untuk mengalahkan Kretos. Makhluk pemakan binatang dan menempati Goa terdalam. Selesaikan Raid untuk naik ke lantai 22]

Splash! Tubuh Riki diteleportasi menuju dimensi lain, di lantai selanjutnya.

Semangat Riki semakin membara.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!