Legenda Tombak Halilintar
Lantai 30, Selalu Diremehkan!
Tiga Player melawan Kretos, dua rekan tim Riki adalah player penyihir Mona dan Player tank Daus. Ketiganya langsung berhadapan dengan Kretos yang memiliki delapan kaki kuat, dan tubuh bagian atasnya adalah manusia yang memakai panah. Dia dipenuhi energi kegelapan.
Daus maju lebih dulu, dia menahan Kretos dengan kekuatan pedang besarnya. Tank memang menjadi pembuka saat pertempuran. Namun, tim yang lainnya harus paham bahwa Tank menahan musuh, sedangkan anggota yang lain melepaskan damage kuat dan mengakhiri musuhnya.
Timing harus tepat dalam melakukan kerjasama tim. Namun, Riki harus cepat. Riki tidak menghadang Kretos, dia melesat dan mengarahkan tombaknya ke arah Kretos. Kretos sedang terkena efek stun dari kekuatan Daus sebagai tank.
”Player Riki, kamu harus hati-hati! Jangan mati konyol! Teriak Mona dari arah belakang. Namun, Riki sudah tahu bahwa ini kesempatan terbaiknya. Dia tidak punya banyak waktu untuk bersantai, dia harus cepat naik level.
”Tusukan Halilintar!”
Energi besar yang mengiringi tombak Rki, kekuatan itu menghantam Kretos dan menembusnya. Energi ledakan yang dan diiringi cahaya berpendar-pendar.
Brush! Boom!
[Kretos dikalahkah, Lantai 22 terbuka untuk anda]
Daus dan Mona tak percaya dan melotot karena hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Monster kuat seperti Kretos dikalahkan dalam satu serangan. Seharusnya, mereka cukup lama untuk mengalahkan monster itu. Namun ...
Splash!
Belum sempat Daus dan Mona bertanya dan sadar, mereka sudah dipindahkan dalam waktu kilat.
Wooosh!
***
Perjalanan untuk mencapai puncak tak bisa dicapai dengan mudah. Mereka yang memilih untuk menjadi yang terkuat, selalu mendapatkan tantangan lebih kuat, dibandingkan dengan mereka yang memilih menjadi Player biasa.
Riki sudah memutuskan, maka dia akan fokus. Pertarungan di tiap lantai, baik sendiri maupun membentuk tim yang diacak dalam Menara Sky Legend. Semua dapat diatasi Riki dengan baik. Perjalanan Riki terus mendapatkan banyak hadiah. Dia telah mendapatkan skill baru, tapi Riki menolaknya. Dia lebih menginginkan skill yang sudah ada agar diperkuat, baik dengan item fusion maupun dengan pelatihan sendiri.
[Lantai 30, algoritma membentuk tim 10 Player. Kalahkan, Moman. Moman, makhluk Mitologi besar yang memiliki tangan kuat, dan jumlah tangannya banyak]
Splash!
Riki adalah Player terakhir dari 10 Player yang sudah berkumpul. Dia diteleportasi untuk menuju lantai 30. Dia pun bergabung dengan sembilan Player lainnya. Tim terbentuk dan mereka akan menghadapi monster yang berada di lantai 30.
”Kita sudah lengkap sekarang, saatnya menyelesaikan misi!” kata lelaki yang sudah ditunjuk menjadi pemimpin, dari tim yang baru dibentuk tersebut. Roland, Player level 81 dari Irlandia. Dia ditunjuk ketua tim karena memiliki level paling tinggi.
Para Player juga heran, kenapa anggota terakhir adalah seorang Player dengan level 59? Bahkan, dia bisa mencapai lantai 31 ini? Lebih mengherankan karena dia memilih menara Very Hard, dan dia memakai tombak biasa tanpa item armor hebat. Benar-benar Player sederhana!
[”Pandangan mereka semua sedang meremehkanmu, Riki!”]
”Biarlah, Tombak Halilintar,” Riki menjawab lirih. Benar saja, mereka semua memandang Riki dengan sebelah mata. Riki sudah sangat terbiasa dengan hal seperti itu.
Pertarungan dimulai, makhluk Moman memang memiliki tangan yang banyak, dan semuanya memiliki senjata. Para Player bertarung dengan cukup baik pada awalnya, namun mereka tak bisa menahan serangan yang begitu banyak. Serangan terus membombardir mereka, hal itu karena Moman memiliki seratus tangan dan semuanya bisa elastis memanjang.
”Bilqis! Gunakan kekuatan apimu!” teriak Roland yang masih bertarung sambil menangkis beberapa tangan yang mencoba menyerangnya.
Brush! Boom!
Api kuat yang dikerahkan oleh Bilqis, tapi serangan itu mampu ditangkis dengan energi semburan dari Moman yang juga memiliki semburan energi. Api yang dikeluarkan dari sihir Bilqis, bahkan tidak sepenuhnya menyerang Moman. Assassin bergerak cepat, tank membantu Bilqis dalam memberikan serangan pada Moman. Mereka menyerang dari segala arah. Serangan energi datang dari semua tempat.
Riki juga ikut maju, dia menangkis beberapa tangan Moman yang menyerangnya. Riki sama sekali tidak dipanggil untuk membantu. Dia benar-benar diremehkan. Riki mengayunkan tombaknya, memutar dan menghadang. Riki dapat mematahkan salah satu tangan musuh dengan kekuatan energi tombak. Namun, Player lainnya tidak ada yang memperhatikan Riki. Mereka semua sibuk dengan pertarungannya. Mereka bahkan tak sempat melihat Player lainnya karena sibuk dan fokus pada pertahanannya sendiri.
Moman memiliki tangan yang banyak, dan disertai juga dengan energi defensif yang kuat. Riki melihat mereka semua memang memiliki level yang kuat, tapi sudah kesulitan mengalahkan Moman. Moman sempat terkena serangan-serangan mereka. Namun, Moman juga dapat memulihkan diri dengan cepat.
Energi kuat dikerahkan Moman dan membuat para Player terpental, mereka terkena damage dari serangan kuat Moman tersebut.
Lyla yang merupakan Player support, berada di belakang bersama Riki.
”Player Lyla, apakah kamu bisa membuat dia tak bergerak dalam satu detik?” tanya Riki pada Lyla.
Lyla sempat heran, kenapa Player lemah ini bertanya soal efek menghentikan lawan dalam satu detik? Apa yang akan dilakukan dalam satu detik, sedangkan para Player lainnya bahkan tak bisa mendekati Moman.
”Aku bisa menghentikannya dalam dua detik saja,” kata Lyla.
”Baiklah, itu sudah cukup! Lakukan itu dan kita akan naik lantai selanjutnya!” Riki maju ke depan, sedangkan para Player lainnya masih memulihkan diri, ”Aba-abaku adalah saat aku mulai menyerang. Lakukan saja tugasmu, player Lyla!”
Riki berlari menuju ke arah Moman, semua Player tak percaya apa yang dilakukan Player level rendah itu? Benar-benar menyusahkan dan cari mati!
Lyla bingung, tapi sebagai Support dia harus memberikan yang terbaik. Dia menggunakan kedua tangannya dan bersiap untuk melakukan tugasnya. Riki semakin cepat dan menggunakan kecepatannya, Riki hanya fokus pada monster itu. Mengarahkan ujung tombaknya dengan tepat dan kekuatan yang besar dipersiapkan. Energi dari efek tombak menciptakan energi yang kuat.
[Efek Stoping diberikan]
Slap!
Moman tak bergerak, dua detik. Riki menggunakan kekuatannya, dan skill yang sudah dilatih ribuan kali, dan bahkan mungkin ratusan ribu kali hanya untuk menghasilkan damage terkuat.
[Tusukan Halilintar diaktifkan!]
Booom! Boom! Boom!
Semua Player tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Monster itu musnah dan bahkan langsung pecah tak berbekas. Pecahan energi menyebar ke semua tempat. Tusukan tombak energi yang mampu membuat mata tak bisa melihat dengan baik, karena damage energi yang sangat besar.
[Tim mengalahkan Moman, Pintu lantai 31 terbuka untuk masing-masing Player. Memasuki lantai dengan terpisah, dan semua mendapatkan hadiahnya masing-masing]
”Siapa kamu sebenarnya?” tanya Lyla.
Mereka semua mulai menghilang dan akan diteleportasi ke masing-masing tempat.
”Namaku Riki, aku dari Indonesia!”
Splash!
[Lantai 31 terbuka untuk anda]