Legenda Tombak Halilintar
Lawan Baru, Luzdar!
Riki terus melewati ronde demi ronde. Dia harus menyelesaikan semua ronde di lantai 100 ini. Apapun yang terjadi, mencapai puncak adalah tujuannya saat ini. Tidak ada tujuan lain selain hal itu bagi Riki.
[Anda Lulus Ronde 3, apakah Anda ingin melanjutkan?]
[Anda Lulus Ronde 4, apakah Anda ingin melanjutkan?]
Riki terus melanjutkan ronde yang dipersiapkan untuknya. Dia menghadapi apapun monster atau makhluk apapun yang akan membuatnya lulus ke ronde berikutnya.
[Anda Lulus Ronde 19, apakah Anda ingin melanjutkan?]
”Lanjut!”
Kali ini, beast besar besar dengan delapan tangan yang runcing muncul. Tangan-tanganya bahkan bisa memanjang. Monster itu memiliki belalai seperti gajah di hidungnya dan dia sangat tinggi, sekitar 20 meter. Ada taring yang menambah seram pada monster itu, taring itu melengkung ke atas, dia terlihat menggerakkan kepalanya dan bersiap memakan para Player yang muncul mejadi lawannya.
[Kalahkan Kelmouth, Makhluk yang menguasai bagian dari halilintar. Kekuatannya adalah, Penghancur Gunung]
Kamish yang melihat semua pertarungan Riki, kini menatap dari ujung ruangannya. Dia melihat bahwa Player Riki sudah bertarung dengan 19 Makhluk yang sudah dikalahkan di pertarungan arena. Setiap pertarungan akan memberikan stat, dan kekuatan player tersebut akan terus meningkat. Player itu bahkan tidak istirahat untuk memulihkan energinya. Dia bertarung dan terus bertarung, seperti sebuah mesin pembunuh.
Kamish tersenyum, sudah cukup lama hingga ada seorang Player yang mengingatkan Kamish pada Player Hanzo dari Jepang. Hanzo mendapatkan peringkat nomor satu di menara ini, dia telah mampu mencapai ronde ke 27. Apakah Player Riki akan mampu mengejar batas dari Player Hanzo? Kamish berdebar untuk melihat terus pertandingan Riki memasuki ronde-ronde selanjutnya.
Kelmouth maju dan arena langsung bergetar, tekanan kuat dan tubuhnya yang besar mampu membuat goncangan di dalam arena. Getaran kakinya luar biasa, dan dia mencabut pedang di punggungnya. Pedang yang memiliki ukiran dan lebar pedangnya lebih dari dua meter. Panjang dari pedang milik Kelmouth bisa mencapai puluhan belasan meter.
Sring!
[”Tenang Riki, biasanya makhluk besar itu bergerak lambat!”] kata Tombak Halilintar.
Belum sempat berakhir kata-kata dari Tombak Halilintar, Pedang musuh sudah dihempaskan oleh Kelmouth dengan derasnya ke arah Riki.
Brush!
Pedang yang diayunkan Kelmouth bahkan memiliki aliran listrik yang sangat kuat, sepert hempasan halilintar. Tekanan sudah diberikan, Riki mencoba menahan tekanan terlebih dahulu dengan energi defensifnya. Tekanan yang kuat dari energi Kelmouth, bahkan membuat tubuh Riki sulit bergerak.
Apa ini akhirnya? Jika tak bisa bergerak, maka sama saja dengan menyerahkan nyawa secara sukarela. Riki tidak mau menyerah, kekuatan yang sudah dicapainya hingga saat ini. Semua dikumpulkan, dan dia harus bisa memutar tekanan itu. Riki fokus untuk melihat titik pusat dari tekanan itu.
Latihan fokus yang sudah dilakukannya ribuan kali, fokus merasakan dengan sense dan menajamkan inderanya.
[Sense meningkat, pengalaman bertarung meningkat]
Sumber dari kekuatan itu adalah pedang besar milik Kelmouth, serangan ke titik pusatnya. Riki memegang tombaknya dengan kuat. Dia fokus melihat pada gagang pedang milik Kelmouth. Di sana, ada berlian di ujung pangkal pedang. Item yang sangat kuat. Item itu mampu menciptakan energi kuat dan pusaran badai halilintar.
Fokus! Dan ..., saatnya menyerang.
Brush!
Riki hanya fokus pada gagang pedang. Tombak Halilintar diarahkan dengan kuat, Riki melesat dengan kecepatan penuh. Ujung tombak memiliki energi kuat yang mengelilinginya, ada badai energi yang mengitari tombak Riki. Ujung tombak itu mengarah pada gagang pedang besar milik Kelmouth. Item seperti berlian yang ada di gagang pedang dihantam ujung tombak Riki.
Crak!
Pedang milik Kelmouth hancur, berlian jatuh. Namun, serangan kuat masih menghempas ke arah Riki, dengan sisa kekuatan serangan Kelmouth. Riki melepaskan Tombaknya untuk berpecah, menjadi pecahan energi dan dia menggunakan tinju tangan kanannya.
Serpihan Tombak Halilintar pecah lagi, dan langsung terpanggil ke arah tangan Riki. Menciptakan armor kuat di kepalan tangan Riki. Riki menyambut serangan kuat Kelmouth yang sudah kehilangan energi besarnya. Pertemuan energi itu pun terjadi.
Blaarr! Boomm!
Riki menembus tubuh Kelmouth yang hancur terpecah. Riki melihat ke bawah, berlian yang berada di pedang Kelmouth sebelumnya, kini sudah terjatuh. Di mana berlian item itu?
[”Tidak perlu mencari berlian itu, aku sudah menyerap dan memakannya!”] teriak Tombak Halilintar.
Riki menggelengkan kepalanya, ”Selera makanmu memang gila! tapi, hal itu sesuai karena aku membutuhkan kekuatanmu, untuk terus bertarung mencapai puncak Sky Legend!”
[”Tentu saja. Kamu naik level dan akan terus memakan semua item!”]
Item dari berlian milik pedang Kelmouth adalah item Rare, cukup bagus sehingga kemampuan Tombak Halilintar semakin meningkat. Kepadatan kekuatan energi Halilintarnya semakin kuat.
[Anda lulus Ronde 20, apakah anda ingin melanjutkan?]
”Lanjut!”
***
Riki terus meyelesaikan ronde demi ronde. Monster besar dan kuat sudah dikalahkannya untuk mencapai ronde selanjutnya. Riki tidak istirahat, dan baginya pertempuran adalah sesuatu yang menyenangkan untuk menambah level dan kekuatannya.
Semua itu mengasyikkan!
[Anda lulus Ronde 26, apakah anda ingin melanjutkan?]
”Lanjutkan!”
Kamish berdebar saat melihat pertempuran Riki. Dia sudah menjaga menara ini seumur hidupnya. Apakah hari ini, Kamish akan melihat satu sejarah besar lagi? Ronde 27 pernah dilalui oleh Hanzo. Saat itu, Hanzo yang merupakan Player terkuat hingga saat ini tak bisa mengalahkan lawannya dalam ronde tersebut. Hanzo tidak kalah dan juga tidak menang, hal itu karena pertarungan berlangsung demikian lama, dan Hanzo pun tidak mau menghabiskan waktunya di dalam menara. Dia memilih untuk berhenti dari pertandingan di ronde ke 27.
Maka, Hanzo menyatakan keluar dari Ronde 27, dan pertarungan imbang melawan makhluk yang dipersiapkan menara di Ronde tersebut. Jadi, apakah Player Riki akan bisa menembus batas melewati player Hanzo? Jika hal itu bisa dilakukan Riki, maka dia akan menghentikan pencapaian tertinggi dari Hanzo hingga saat ini.
Jika Riki mampu mengalahkan lawannya di Ronde 27. Maka, namanya akan dicatat sejarah sebagai Player yang mampu menjadi terkuat bagi yang menaiki menara ini.
Slap!
Bayangan makhluk mulai muncul di depan player Riki, dan tinggi makhluk itu sekitar dua meter. Fisik dari makhluk itu mulai terbentuk. Pertarungan tanpa henti dengan melewati setiap ronde. Levelnya sudah bertambah banyak, di samping stat dan kekuatannya terus meningkat.
Kamish sempat berpikir bahwa Player Riki akan beristirahat terlebih dahulu, tapi hal itu sama sekali tidak benar. Player Riki pun bertarung kembali.
[Luzdar, Kekuatan yang mampu menundukkan Naga. Kekuatan tempur dan daya kekuatan miliknya, mampu menggetarkan langit. Kalahkan dia, ronde selanjutnya akan dipersiapkan untuk anda]
Luzdar sepenuhnya terbentuk. Armor di kepalanya, dua mata yang besar mirip capung raksasa. Armor helm di kepalanya sangat keren. Dia makhluk yang memakai senjata tombak?
[Luzdar diprogram untuk menyesuaikan senjata yang dipakai dengan penantangnya. Kalahkan dia, dan anda akan memiliki akses masuk ke ronde selanjutnya]
Angin lembut bertiup, Luzdar memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang, dengan tombaknya. Riki pun bersiap.
Brush! Klang! Klang!
Pertempuran dengan mengandalkan energi; damage dan kecepatan yang beriringan. Pertempuran yang memenuhi semua tempat di dalam arena tersebut. Pertemuan senjata mereka menciptakan energi yang kuat. Ledakan dan saling melihat kelemahan lawan. Mereka sama-sama terus menyerang dan beberapa kali bertukar serangan. Saling terjatuh dan bangkit kembali, menyerang kembali dan benturan energi mereka membuat tanah di sekitar mereka bergetar.
Boom!