Legenda Tombak Halilintar

Akhir dari Luzdar

Riki melihat kesempatan, saat memutar tubunya ke atas. Riki melihat punggung Luzdar terbuka, kesempatan yang bagus dan Riki akan bisa memberikan Luzdar luka.

Woosh!

Tidak semudah itu!

Luzdar sudah memahami hal itu, matanya begitu tajam dan melihat bahwa Riki sudah mengincar punggungnya saat melompat. Luzdar pun tersenyum, manusia itu memang sedang meremehkan dirinya. Luzdar berbalik dengan kecepatan penuh, tombaknya langsung menyambut ayunan tombak Riki.

Klang!

Energi berbenturan kembali. Keduanya terpental. Riki tahu sekarang, kecepatan dan defensif Luzdar juga sangat kuat. Sepertinya akan cukup waktu untuk bisa mengalahkannya.

[Kalahkan Luzdar, anda akan mendapatakan title sebagai Player yang mencapai peringkat tertinggi di menara]

Riki bangkit lagi, pertarungannya dengan Luzdar sudah mencapai titik yang begitu lama. Mereka sudah saling bertempur dan mendapatkan serangan bergantian. Tekanan Luzdar mampu membuat Riki harus memaksa tubuhnya mengeluarkan defensif yang kuat. Mereka saling menyerang kembali. Tombak saling bertemu, tusukan dan ayunan dengan kecepatan tinggi saling beradu.

Bug!

Riki terkena serangan pukulan di perutnya yang tertutupi Armor. Riki terpental ke belakang. Serangan itu memang kuat, tapi Riki juga menggunakan energi defensif untuk menahannya agar tidak terkena damage yang besar. Riki terseret cukup jauh, dan dia bangkit kembali. Tidak ada yang bisa membuatnya menyerah!

Riki pun menggunakan kekuatan Tusukan Halilintar. Ledakan besar dari tombak Riki menghancurkan dinding di belakang Luzdar. Namun, Luzdar tidak terkena imbas. Luzdar membuat perisai di depannya, dan mampu untuk membuat dirinya tidak terkena imbas serangan kuat dari Riki tersebut. Seperti sebuah portal yang membuat serangan kuat Riki hilang di depan Luzdar, sehingga Luzdar tidak terluka dari serangan Riki.

Riki paham sekarang, kekuatan Luzdar memang mengikuti atau setara dengan penantangnya. Jika musuh memakai tombak, maka Luzdar akan memakai tombak, begitu pun senjata yang dipegang Riki, maka Luzdar menggunakan senjata yang sama. Satu lagi, kekuatan prediksi. Luzdar mampu memprediksi serangan lawannya, dan jika itu benar maka dia memindahkan serangan ke dimensi lain untuk dihilangkan.

Dia seorang petarung sekaligus memiliki sihir dimensi. Pantas saja, sulit mengalahkannya. Dan, belum ada Player yang mampu melewati Luzdar.

Dan, ini adalah tantangan bagi Riki. Seorang Legenda harus menemukan kelemahan dari Luzdar.

Kemampuan Luzdar memang kompleks, maka benar saja bahwa penantang terkuat yang melawannya memilih mundur. Dia adalah Player Hanzo dari Jepang, mungkin dia tak memiliki waktu banyak, sehingga memilih untuk menghentikan pertempurannya di Ronde ini.

Tidak bagi Riki, dia harus mencari cara untuk mengalahkan Luzdar dan ke Ronde selanjutnya.

Riki mengamati bahwa musuh seolah di setting memiliki kemampuan setara, dan semua stat mirip dengan dirinya. Maka dari itu, Riki harus menggunakan cara yang lain untuk membuat lawannya tak memahami dirinya.

Benar! Coba gunakan jurus yang belum pernah ada sebelumnya. Itu salah cara yang dipikirkan Riki saat ini. Dan, hal itu perlu dicoba.

”Tombak Halilintar! Apa kamu siap dengan refleks yang kugunakan? Aku tidak akan memberimu aba-aba, tapi lakukan seperti yang menjadi refleksku!”

[”Baiklah, saatnya untuk menghabisi Luzdar!”] kata Tombak Halilintar bersemangat.

Riki bersiap, dia melakukan sesuatu untuk mempersiapkan kekuatan besar. Dia meledakkan dirinya dengan energi dari dalam tubuhnya, dan pecahan energi keluar dari tubuhnya.

Brush!

Serangan datang, dengan kekuatan penuh dari Riki. Luzdar tahu dan dia juga mengeluarkan kekuatan besarnya. Tusukan tombak akan bertemu dengan tusukan tombak. Keduanya terlihat mengeluarkan kekuatan yang besar. Tekanan dari dua tombak mampu menciptakan gelombang energi besar yang saling terhubung, seperti aliran listrik yang saling bertabrakan.

Luzdar mengamuk dan mengeluarkan energi besar. Saat energi keduanya hampir bertemu, Luzdar kaget karena dia sudah mengeluarkan energi besarnya. Namun, tidak untuk Player Riki. Saat hendak bertemu dengan serangan Luzdar, Riki menghilang dan hanya tersisa kekuatan energi kecil yang menghadangnya.

Terlambat! Luzdar sudah mengeluarkan energi yang besar. Maka, kekuatanya yang besar itu tentu saja menghempaskan energi bayangan Riki yang sudah menghilang.

[Kamuflase digunakan, Tombak Halilintar menyamar sebagai Riki dan energi yang besar hanyalah tipuan]

Riki tersenyum, dia sudah muncul di samping Kiri Luzdar yang baru saja mengeluarkan kekuatan besar. Dia merasa sudah mampu menipu Luzdar. Tetap saja, dalam pertarungan dan pengalaman tiada henti. Refleks adalah segalanya dengan mengamati.

Pecahan Tombak Halilintar yang menyamar sebagai Riki pun pecah dan kembali membentuk tombak. Riki sudah mempersiapkan tangannya, meskipun sebelumnya tak memegang tombak. Namun, Tombak Halilintar mampu datang dengan cepat dalam pecahan nano dan menyatu kembali. Jadi, Riki sudah mempersiapkan serangan ultimatenya.

”Tusukan Halilintar!”

Luzdar tak sempat menghindar dan hanya mampu mencoba menahan kekuatan tersebut, dia sudah terlanjur mengeluarkan kekuatan yang besar sebelumnya.

Brush! Boom!

Energi yang dahsyat, Riki mengeluarkan semua kemampuanya. Tubuh Luzdar terkena serangan dahsyat itu. Defensif energi pun pecah, dan tombak milik Luzdar hancur berkeping-keping.

Ledakan berhenti, Luzdar terjatuh dengan lututnya menempel di lantai arena. Dan, dia menghilang seperti data yang memincahkan fisiknya ke dimensi lain. Perlahan tubuh Luzdar menghilang diterbangkan angin.

[Title baru didapatkan : Player Menara, Rank No 1]

[Kemampuan meningkat, Sense diperkuat]

[Anda naik level]

[Anda Lulus Ronde ke 27, apakah anda ingin melanjutkan?]

[Perlu diketahui, belum pernah ada Player yang lulus dari Ronde 27. Pertandingan akan lebih sulit. Hal ini karena, Penjaga menara belum menentukan lawan yang tepat untuk anda]

Riki hanya bisa tersenyum, memutar tombaknya. Ujung tombak kini menjulang ke atas.

”Aku akan menjadi legenda! Lawan apapun yang diberikan, Aku tidak akan mundur wahai pemilik menara!” teriak Riki.

”Lanjutkan!”

[Permintaan dikonfirmasi, musuh dipersiapkan untuk anda]

Senyuman kemenangan terukir, siapa lagi yang akan menjadi lawannya. Riki hanya akan melawannya dengan segenap kekuatannya.

[Lawan selanjutnya sedang dipersiapkan untuk anda, Player Riki]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!