Legenda Tombak Halilintar
Ingat Tujuanmu, Riki!
Nyonya Prilly menceritakan tentang Suci atau Dark Shadow pada Riki. Level dari Dark Shadow yang merupakan nama akun di dalam game, adalah level 167. Prilly juga menceritakan bahwa Dark Shadow adalah Player yang mengerikan di dalam game, dia membunuh banyak monster dan karakter jahat dengan kecepatan bayangannya.
Nyonya Prilly mengajak Riki dan Dark Shadow untuk melakukan raid bersama. Mereka berdua harus menemaninya. Entah kenapa, Dark Shadow seperti tak bisa menolak ajakan dari nyonya Prilly. Riki beranggapan, mungkin ada hubungan khusus di antara mereka.
Mereka pun memutuskan memasuki salah satu dungeon, mereka bertiga dan melakukan pertarungan tim bersama. Riki menyembunyikan kemampuan tombaknya, dan Dark Shadow memperlihatkan pertarungan cepat dan kuat. Level tentunya sangat mempengaruhi. Riki baru menyadari bahwa mereka yang berada di level tinggi, kemampuan bertarung memang sangat jauh berbeda.
Prilly yang mengajak Riki dan Suci atau Dark Shadow untuk raid sekali saja. Prilly memang memiliki rencana untuk membuat keduanya saling mengenal. Sayangnya, mereka juga sudah saling kenal. Prilly berharap keduanya bisa menjadi teman baik. Prilly tahu satu hal soal Suci, dia adalah wanita yang kesepian dan penuh tekanan, sejak kedua orangtuanya meninggal dunia. Karena, Ibu dari Suci adalah teman baik Prilly.
[Selamat datang di Dungeon Dark Zombie. Kalahkan Zombier, raja dari Zombie]
Para Zombie raksasa keluar dari sarangnya, mereka bertarung dengan gigih. Namun, Riki memahami sesuatu bahwa Suci memang pantas disebut Dark Shadow. Riki tidak kenal dengan nama Dark Shadow, tapi kemampuannya sungguh hebat. Kecepatan dan damage yang diberikan membuat para Zombie hancur dan pecah dalam serangannya.
Energi yang dikeluarkan Dark Shadow sangat kuat, dan dia memiliki wajah tanpa ekspresi. Suci, seorang wanita yang selalu tak berdaya di dunia nyata, dan seperti pembunuh kejam di dalam Sky Legend.
Prilly berharap bahwa ada keakraban di antara keduanya, tapi dia melihat Dark Shadow seperti biasanya. Dingin dan kejam. Dia mencapai level tinggi di dalam game, dia memang sudah putus asa pada dunia sejak kedua orangtuanya meninggal. Dulu, Prilly sering merawat Suci sejak kecil, dan sejak Ibu dan ayahnya meninggal. Dia berubah dingin dan seperti kehilangan harapan.
Prilly menjadi salah satu tempat bagi Suci bercerita, karena dia teman baik Ibunya. Sejak orangtua Suci meninggal, Suci diasuh Bibinya yang merupakan adik ayahnya. Sejak itu, Prilly jarang bertemu Suci, kecuali bertemu saat game dan keduanya sama-sama aktif. Prilly berharap dia cocok dengan Riki, dan mereka ternyata sudah saling mengenal.
Namun, Prilly tidak tahu bagaimana pandangan Riki karena melihat kekuatan dan kecepatan Dark Shadow dengan pertarungannya. Dark Shadow tidak melihat ke belakang sama sekali, bahkan dia yang membunuh Bos Monster di Dungeon itu sendirian, dan Raid pun berakhir.
[Anda mengalahkan Zombier, dungeon di selesaikan. Hadiah diberikan pada tim raid]
Dan, Prilly gagal membuat segalanya lebih baik, tapi setidaknya mereka sudah bertarung bersama dan sudah saling mengenal. Prilly berharap bahwa Suci memiliki teman di dunia nyata, karena Suci selalu melamun dan tak memiliki teman. Padahal, wajahnya sangat cantik dan Prilly menganggap Suci juga sebagai anaknya sendiri.
”Lalu, bagaimana keputusanmu?” tanya Dark Shadow tiba-tiba. Dia memakai pedang dan menaruh di punggungnya. Baju di dalam Game Dark Shadow dipenuhi baju hitam, dan dia memakai kerudung seperti di dunia nyata. Namun, matanya tajam dan memiliki aura membunuh yang kuat.
”Aku belum bicara dengan Ibuku, aku akan mengabari setelah aku bicara dengan Ibuku.”
Percakapan itu membuat Prilly heran, apa yang sedang mereka bicarakan?
Hingga, Dark Shadow berpisah karena harus solo leveling, dan membunuh banyak monster sendirian. Seperti biasanya, dia memang tidak suka diganggu saat berpetualang di dunia game.
”Bibi ..., aku harus pergi. Aku sudah bersamamu dalam satu raid, jadi aku pergi dulu.”
”Baiklah,” kata Prilly.
Woosh!
Kecepatan yang tak terlihat, bagaikan bayangan yang menghilang. Riki menyadari, levelnya sangat tinggi. Mungkin jika bertarung dengannya, Riki tidak akan memiliki kesempatan menang. Riki semakin bersemangat untuk naik level lagi setelah ini.
”Apa yang dia bicarakan padamu, Riki?” tanya Prilly. Dia tahu bahwa Suci tidak pernah bicara pada orang lain dan selalu mengurung dirinya.
Riki pun terpaksa menceritakan apa yang kemarin dibicarakan dirinya dan Suci. Prilly akhirnya mengerti, Suci hanya ingin lepas dari Bibinya yang kejam itu, mereka hanya menginginkan harta peninggalan dari orangtua Suci. Bagi Suci, jika dia level tinggi dan melakukan raid. Suci bisa mendapatkan banyak kristal, dan itu sudah cukup banyak baginya. Maka, dia tak memerlukan harta peninggalkan orangtuanya tersebut.
”Jadi ..., apa keputusanmu Riki?” tanya Prilly penasaran.
”Aku tidak tahu Nyonya, aku juga belum diskusi dengan Ibuku. Bagiku, pernikahan juga sangat penting dan tidak sembarangan kita harus menikah bukan?”
Prilly tersenyum, ”Kamu pemuda yang baik, Riki. Tapi ingatlah, aku kenal baik dengan Suci. Dia wanita yang sangat baik, hanya saja sejak ditinggal orangtuanya sejak kecil. Dia berubah menjadi sosok yang berbeda dan hanya menjadi mayat hidup di dunia nyata. Dia seperti kehilangan semangat hidupnya. Jika kamu memikirkannya dengan baik dan menikahinya, mungkin dia akan memiliki harapan.”
Prilly meminta Riki memikirkannya baik-baik, Suci juga gadis yang cantik. Jika mereka menikah dan saling mencintai, maka mereka bisa bahagia. Mereka pun berpisah, Riki pada akhirnya duduk di bawah pohon dan memikirkannya. Dia pernah suka dengan Nadine, meskipun hanya menjadi babu baginya, karena Nadine hanya mementingkan uang dan popularitas. Hari ini, dia ditinggalkan Nadine karena dia memilih lelaki dengan kekayaan dan juga level tinggi di game Sky Legend.
Lalu ..., bagaimana masa depan Riki setelah ini.
[”Riki! Aku tahu perasaanmu. Namun, jangan lupakan bahwa kamu ingin menjadi legenda dan mencapai puncak. Apapun yang mengganggumu dari mimpimu itu. Kamu harus bisa tetap komitmen pada tujuanmu!”] suara Tombak Halilintar menyadarkan lamunan Riki.
”Kamu benar, Tombak Halilintar!” Riki berdiri dan memegang tombaknya dengan kuat. Riki sudah sampai di sini, dan berjalan menuju kekuatan terbesar. Hal kecil tidak boleh membuatnya larut dalam ketidakberdayaan.
”Katakan padaku, Tombak Halilintar. Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk mencapai puncak? Aku sudah melewati menara dan kini kita harus naik level lebih cepat lagi!”
[”Akhirnya kamu menyadari tujuanmu kembali, Riki. Apapun yang mengganggumu, maka hal itu hanya sebagai duri yang bertebaran di jalan. Langkahmu, adalah menjadi legenda dan berada di puncak di atas siapapun!”] kata Tombak Halilintar menyemangati.
”Kamu benar, Tombak Halilintar. Ayo bertambah kuat, misi selanjutnya adalah, menjadi lebih kuat!”
Dan, Dungeon Sky Lord. Tombak Halilintar selalu mengatakan hal itu, bahwa dungeon itu akan menjadi titik awal bagi kekuatan Riki di masa depan.
Sky Lord, Aku datang!