Legenda Tombak Halilintar

Melawan Gamo yang Kuat!

Gamo melihat Riki yang naik ke arena untuk melawannya, level di bawah 100 dan dia begitu percaya diri? Bahkan, sudah banyak yang dikalahkan dalam serangan pertama karena level mereka di atas 100.

Benar – benar bocah yang terlalu sombong! Pikir Gamo.

”Kamu terlalu angkuh Bocah! Katakan, apakah kamu punya kata terakhir sebelum aku menghancurkanmu!” teriak Gamo, pedang masih di tancapkan ke bawah arena. Dia tersenyum sinis, dan seperti tak percaya ada bocah yang maju hanya untuk mengantarkan nyawanya.

”Kata-kata terakhirku adalah. Kamu harus menyerah, Gamo!” kata Riki sambil tersenyum dan mempersiapkan Tombak Halilintar.

[”Aku suka kata – katamu itu, Riki!”] Tombak Halilintar ikut bicara.

”Bocah Sombong!” teriak Gamo yang menarik pedangnya, dia marah. Gamo mengayunkan pedangnya dari tempatnya berdiri. Energi kuat, tekanan yang dahsyat menerjang dengan energi pedang, yang membentuk cembung dan menyerang sejajar ke arah Riki. Para Penonton yang melihat itu, yakin bahwa Riki akan kalah dalam serangan pertama tersebut.

Woosh!

Riki mengayunkan tombaknya dari bawah, mengayun ke atas. Tiga item di ujung tombak berputar kencang. Energi muncul dan menghadang serangan energi yang kuat dari pedang Gamo. Serangan energi pedang Gamo dapat di tahan dengan energi tombak dari bawah oleh Riki.

Klang! Brush!

[Perisai Basilisk diaktifkan, kemampuan perisai berkembang mengikuti perkembangan level Player dan kemampuan Tombak Halilintar]

Brush! Boom! Asap sedikit menutupi pandangan dan Gamo mengangkat pedangnya ke pundak. Dia yakin sudah menang.

Gamo tertawa keras, ”Ha... ha.. ha..! satu serangan yang menghancurkan manusia sombong!”

”Siapa yang kamu hancurkan!” teriak Riki, ledakan terhenti dan asap menghilang. Riki masih berdiri dan perisai Basilisk hilang kembali. Riki memutar tombaknya di atas tubuhnya. Ujung tombak menyala, dan tiga item Jarum Halilintar terus berputar kencang. Riki memusatkan energi, menciptakan angin energi yang kuat di ujung tombaknya.

[Skill Pusaran Badai diaktifkan!]

Riki melepaskan pusaran badai ke depan, dan energi kuat menggulung ke arah Gamo. Gamo kaget melihat serangan kuat itu, Gamo melihat bahwa Player itu cukup kuat juga. Namun, tidak cukup kuat untuk menghentikan pedang penghancurnya. Gamo menghempaskan serangan energi kuat Riki dengan ayunan pedangnya.

Bang! Brush!

Serangan Riki dipentalkan dengan defensif pedang yang memiliki tekanan kuat. Riki menyadari, bahwa lawannya kali ini sungguh kuat. Setidaknya, dia setara dengan Player dengan level 120an.

”Menarik! Lumayan untuk ukuran Player dengan level di bawah seratus,” kata Gamo semakin bersemangat.

Giliran Gamo, dia menghentakkan kaki kanannya ke lantai arena. Bumi seperti bergetar, Gamo meletakkan ujung pedangnya ke depan dan ditahan dengan energi tangan kirinya. Ujung pedangnya mengarah para Riki. Fokus pada ujung pedang benar-benar diarahkan pada Riki. Skill kekuatan dari Gamo akan dikeluarkan. Gamo akan menyelesaikan Player tersebut dengan serangan yang kuat.

Gamo konsentrasi, energi mulai terlihat fokus di ujung pedang. Mata Gamo ikut tajam ke arah yang akan dihempaskan.

[Rain Sword Brust!]

Cling!

Nyala dari ujung pedang kuat milik Gamo. Dan, ribuan energi pedang mengelilingi Gamo. Di semua tempat terdapat energi pedang yang muncul dan mengarah kepada Riki. Ribuan energi pedang itu bergetar dan saling terhubung satu sama lain. Bersiap menyerang Riki dengan kekuatan damage yang sangat besar.

Riki melihat itu sebagai magic sword, atau sihir pedang. Kekuatan seperti itu memang hanya dimiliki mereka yang sudah mencapai level tinggi.

Riki mampu merasakan energi kuat dari ribuan energi pedang. Kekuatan yang luar biasa, pantas saja sebelumnya Player yang menantangnya dikalahkan semuanya. Mereka semua memiliki level di atas 100 dan sudah 10 Player lebih dikalahkannya. Hal itu menjadi kebanggan dari kerajaan Balka, dimana Gamo menjadi salah satu panglima di kerajaan tersebut.

”Sword Rain aktifkan!”

Teriakan dari Gamo, menandai dengan ribuan energi pedang itu menyerbu Riki dengan kekuatan yang sangat cepat. Tak ada celah untuk lari, dan semua energi pedang bergantian menyerang Riki. Gamo tipikal seorang Swordmanship. Dia menggunakan pedang dan juga sihir bersamaan. Kemamuan seperti itu jarang dimiliki oleh seorang seniman bela diri kuat sekalipun.

Riki menggunakan skill God Speed. Dia bergerak ke semua tempat, baik ke kanan dan kiri untuk menghendari serangan energi pedang energi Gamo. Ledakan terjadi di semua tempat, di mana energi itu pecah menghantam apapun yang ditemuinya.

Boom! Boom! Boom!

Beberapa serangan energi pedang itu tak semuanya bisa dihindari Riki, hal itu karena memang level mereka jauh berbeda.

Brush!

[Perisai Basilisk menahan serangan kuat, Mantel Bajra mengurangi defense kekuatan energi]

Riki masih berusaha menghindari satu-persatu serangan energi yang begitu banyak. Sense Riki mulai bekerja dengan baik, dan mulai bisa mengatur ritme gerakan untuk keseimbangan. Dia menghindari dan bertahan dengan baik.

[”Inilah yang aku maksud Riki, semakin kuat musuhmu. Maka, kamu akan belajar bagaimana menghadapi level yang lebih tinggi. Seorang Legenda akan melawan tantangan dan tidak melawan musuh yang sudah biasa!”] Tombak Halilintar memberikan motivasi pada Riki.

Riki memahami hal itu. Jadi ini alasan kenapa dia harus melawan musuh yang lebih tinggi levelnya. Hal itu akan membuat ketajaman indera dan sense lebih kuat. Tombak Halilintar benar, Riki semakin terbiasa. Meskipun beberapa serangan mampu mengenainya.

Gamo marah karena semua serangannya masih bisa ditahan 90 persen dengan baik. Gamo tak terima. Dia memusatkan kekuatan konsentrasi serangannya. Dia sebelumnya membuat energi pedang terus bermunculan dan menyerang bergantian. Kali ini tidak, dia membuat semua serangan menyerang, dalam satu ketukan serangan yang bergabung menjadi satu serangan.

Semua energi pedang yang diciptakannya menyerang Riki bersamaan. Riki melihat hal itu, serangan energi pedang berkumpul menjadi satu. Semua target dari Gamo fokus kepada Player Riki karena semua serangannya itu sudah dimodifikasi untuk mengenai target.

Ribuan energi pedang dalam satu serangan menyerang ke arah Riki.

Brush! Boom! Boooooommmmmmm!

Sudah tidak ada tempat lari, Gamo yakin kali ini sudah berakhir. Player itu tidak mungkin selamat.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!