Legenda Tombak Halilintar
Pilihan; Ujian Mental
Dungeon Sky Lord, dungeon yang sudah ada sejak awal munculnya game Sky Legend. Namun, sejak itu pulah dungeon Sky Lord belum pernah ada player yang bisa menyelesaikannya.
Dungeon Sky Lord dikenal juga dengan ujian bagi mental Player. Itulah kenapa, dungeon ini belum ada yang menyelesaikannya. Setiap kali dungeon Sky Lord terbuka, maka membutuhkan syarat yaitu beberapa Player dalam jumlah tertentu untuk membuka gerbang Sky Lord. Hal itu merupakan ketentuan yang terus terjadi untuk Sky Lord.
Meskipun dengan Player yang begitu banyak memasuki Sky Lord, hingga hari ini belum ada Player manapun yang mampu menyelesaikan Dungeon Sky Lord. Bahkan, top Player sekalipun, mereka belum ada yang bisa menaklukkan dungeon ini.
Satu hal yang membuat Dungeon Sky Lord istimewa, jika dungeon ini dapat diselesaikan maka dungeon ini akan tertutup untuk selanjutnya. Di dalam Sky Legend, ada dungeon istimewa yang ketika diselesaikan maka dungeon itu akan menghilang. Seperti, dungeon Sky Lord ini.
Riki sudah berada di lorong pertama, Dungeon Sky Lord saat dungeon terbuka.
Kehancuran tiba-tiba terjadi, para patung yang semula diam terlihat mengamuk. Persatuan para tim player hancur, yang ada adalah saling mencari keselamatan diri sendiri. Para Player yang terbelah dengan kekuatan energi pedang mengerikan, dari patung-patung yang berjejer raksasa. Mereka membelah dengan serangan senjata yang mereka pegang.
”Ini adalah pembantaian!” teriak Player, lelaki kurus dengan armor kuat, dia level 112. Tiga rekan dalam timnya sudah dibunuh dengan cepat. Mereka tidak menyadari bahwa patung-patung itu adalah umpan. Timnya ada tujuh Player, dan kini tersisa empat saja.
Mereka semua adalah Player dengan level yang cukup tinggi, di atas level 100. Namun, tidak semua berhasil menghindari serangan dari patung-patung besar itu. Bahkan, sabetan pedang itu memiliki tekanan yang kuat, sehingga mampu mementalkan para Player.
Patung-patung itu hanya menyerang sekali, lalu mereka kembali ke tempatnya semula dengan cekungan di dinding. Mereka diam lagi dan tidak bergerak, seperti patung dan hanya ada sisa kehacuran dan cukup banyak Player yang terlog out karena serangan patung – patung tersebut.
Para Player bergidik, setidaknya sudah seratusan Player terlog out. Jadi, inilah yang disebut pembantaian. Mereka yang terluka segera mendekati Healer untuk meminta bantuan. Ada juga yang bisa menggunakan penyembuhan sendiri, meskipun tidak bisa cepat.
Riki sudah dicegah sebelumnya, untuk tidak bergerak lebih dulu. Sebelum terjadi pergerakan patung – patung tersebut. Tangan Riki sebelumnya memegang pergelangan tangan Dark Shadow, dan patung-patung tersebut mengamuk.
”Jangan bergerak, tunggu di sini sebentar!”
Dark Shadow kaget dengan hal itu, dan setelah kejadian pergerakan patung-patung besar itu. Dark Shadow menjadi paham. Sepertinya, lelaki ini paham sesuatu atau memiliki sense yang lebih tajam darinya.
Kejadian yang menghilangkan lebih dari seperdelapan Player di lorong pertama itu, membuat Dark Shadow sadar bahwa Lelaki di sebelahnya itu bukan Player biasa.
”Dari mana kamu mengetahuinya?” sense Dark Shadow saat patung bergerak juga menyadari saat serangan mereka terarah. Dia tentu bisa menghindari serangan-serangan itu jika dia berada di bawah salah satu patung.
Namun, Riki sudah tahu sejak awal mereka datang kesana.
”Insting dari ribuan pertarungan yang sudah kita lakukan di Sky Legend. Kita harus belajar semua hal dengan cepat bukan?” jawab Riki.
Dark Shadow akhirya tidak bertanya lagi. Dia sudah mencari informasi tentang Riki, yang sebelumnya bermain sebagai Player dengan nama akun Penghancur Semesta. Dia mengubah nama akun usernya, setelah itu dia naik level dengan sangat cepat. Pasti ada sesuatu yang membuatnya cepat berkembang dalam waktu yang singkat.
Pemandangan di depan mereka cukup mengerikan, untung saja ini hanya di dalam game. Tim raid yang dibentuk masing-masing Player mengalami kerugian. Meskipun begitu ada juga Pro Player di antara mereka yang mampu menghadang serangan dari patung-patung tersebut.
Sebuah tulisan muncul besar di ujung lorong.
[Eliminasi pertama 112 / 1.001 Player. Pilihlah dua pilihan. Bertarung melawan Patung atau memilih menyerah hingga waktu kalian habis, dan kalian akan dikembalikan ke luar dari dungeon Sky Lord]
Apa-apaan lagi itu! Kini, semua Player diberikan pilihan aneh. Melawan patung atau diam menyerah, dan akhirnya terlempar keluar dari dungeon Sky Lord.
[Setiap Player akan memilih, mereka yang akan meneruskan memilih melawan dan yang memilih kembali, maka dia akan dikeluarkan dari dungeon Sky Lord. Pilihan ada pada masing-masing Player]
Dan kali ini, Player harus memilih dua hal yang menentukan hidup mereka di dalam game. Jika mereka lanjut, maka mereka harus melawan patung – patung kuat itu. Namun, jika mereka memilih mundur. Maka, artinya mereka menyerah dan keluar dengan selamat dari dungeon Sky Lord.
”Itu artinya, kita tidak memiliki pilihan. Satu melawan untuk meneruskan perjalanan masuk ke Sky Lord, atau pilihan kedua gagal dan kembali pulang,” kata Dark Shadow.
”Kamu benar! Jadi pilihannya adalah, tentang siapa yang berani untuk maju.”
”Jadi ..., apa pilihanmu?” tanya Dark Shadow penasaran pada sosok Riki, dia kini adalah seorang Player di level 103. Meskipun begitu, sense dan instingnya cukup kuat. Dan lagi, dia adalah calon suaminya, meskipun itu hanya sebuah rekayasa.
Riki tersenyum tanpa menoleh pada Dark Shadow, ”Apa kamu pikir aku datang kemari untuk pulang?” Riki pun melangkah maju ke depan, memegang tombaknya lebih erat.
”Aku harap kata-kata besarmu sesuai dengan kemampuanmu, jangan pernah menangis dan bersembunyi di belakangku nanti!” kata Dark Shadow.
[Waktu memilih 23 detik dari 60 detik]
Waktu yang diberikan hanya satu menit.
Mereka melangkah maju, hingga di tengah koridor besar itu. Patung-patung masih berdiri kokoh, mereka melewati para Player yang masih berdiskusi dengan tim mereka masing-masing. Mereka pun akhirnya memutuskan.
Mereka yang sudah melihat kengerian di lorong pertama, memutuskan untuk berhenti. Mereka tak akan sanggup untuk masuk lebih dalam. Hal itu karena di awal saja, kekuatan patung-patung itu sangat kuat. Dan ini alasan, kenapa Sky Lord belum diselesaikan hingga sekarang.
[Waktu habis, 300 Player memilih berhenti. Mereka akan otomatis keluar dari Sky Lord. Eksekusi di lakukan]
Splash!
Tertinggal sekitar lima ratus lebih Player, yang memutuskan untuk melanjutkan raid penyelesaian Sky Lord. Termasuk, Riki dan Dark Shadow. Mereka semua bersiap dan patung-patung besar itu melangkah maju seluruhnya. Para Player mulai waspada, tapi patung-patung besar itu melangkah menuju ujung lorong, dan berbaris dengan dua baris memanjang. Para Player bersiap dan mereka harus bertarung menghadapi patung-patung itu.
[589 Player tersisa, persiapkan diri anda untuk pertarungan yang lebih mencekam]
Semua Player mempersiapkan energi mereka. Mereka siap bertarung sepenuhnya, Riki merasa ada sesuatu yang aneh. Patung-patung besar itu berbaris, untuk apa?
[”Tenang saja, Riki. Aku melihat bahwa mereka tak lagi memiliki energi, artinya patung-patung itu bisa dikalahkan dengan mudah saat ini. Jadi, tenanglah!”]
Tombak Halilintar memberitahu Riki untuk tenang, di saat para Player bersiap bertarung. Dark Shadow pun gemetaran, dan tangannya bersiap mencabut pedang jika para Patung itu menyerang.
[Silakan Masuk Player, ini adalah ujian mental. Ujian sebenarnya masih berada di dalam]
Apa!
Patung-patung besar itu bergeser, membuka jalan bagi para Player untuk melewati di tengah mereka. Para Player ragu-ragu melangkah, tapi mereka tak peduli lagi karena sistem sudah memberitahu mereka. Mereka berjalan dan berada di tengah para patung yang berbaris di pinggir dinding. Tidak ada sesuatu apapun, pintu gerbang tiba-tiba terbuka di belakang patung-patung tersebut.
Pintu memasuki dungeon lebih dalam dari Sky Lord. Mereka semua masuk, termasuk Riki dan Dark Shadow.
”Apakah kamu juga merasakan bahwa para Patung itu tidak akan menyerang kita?” tanya Dark Shadow.
”Begitulah, makanya aku tenang saja dari tadi.”
Dark Shadow menyipitkan matanya, kenapa Riki bisa tahu banyak hal. Sejak tadi, dia memang merasakan kalau Riki tidak mengeluarkan energi apapun. Jadi, dia benar-benar tenang meskipun di depan patung-patung besar itu?
Player yang tersisa memasuki gerbang, dan saat semuanya masuk. Pintu gerbang tertutup.
[Karkash, Gomu, dan Ruby. Tiga penjaga di lorong kedua Sky Lord. Kekuatan mereka mampu menghancurkan sebuah Kota. Kalahkan mereka untuk meneruskan lorong selanjutnya dari kedalaman Sky Lord]