Legenda Tombak Halilintar
Naik Level, Ayo Berburu!
Riki mempersiapkan dirinya kembali, Tombak Halilintar bias membuat kamuflase menyamar menjadi tombak biasa. Itu bagus! Jadi, Riki tidak akan dicurigai dan dia akan dianggap sebagai Player biasa dengan senjata tombak biasa.
Ini bagus!
[Selamat datang di Kota Mercury]
Dilihat dari segi apapun, Sky Legend adalah permainan yang luar biasa. Hampir sepertiga penduduk bumi sudah memainkannya. Semua di dalam permainan seperti nyata, Kota Mercury adalah tempat masuk para Player pertama kali. Kemudian, mereka akan melakukan teleportasi dengan Simcal, kemanapun tempat yang mereka inginkan.
Riki tetap saja dipandang sebelah mata bagi Player lainnya, hal itu karena levelnya rendah. Riki sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan Player yang selalu melihat Player lainnya, hanya dari level. Lebih baik, mencari kristal dan mengumpulkan uang yang banyak.
[“Mari berburu kristal dan tingkatkan levelmu dengan cepat!”] kata Tombak Halilintar.
“Jangan bicara terlalu keras, Tombak Halilintar. Nanti orang lain mendengarmu!”
[“Tidak perlu khawatir, Riki. Aku sudah memprogram dan suaraku hanya terdengar olehmu saja. Aku sudah memodifikasi suaraku.”]
Riki memahaminya sekarang, jadi dia tidak perlu khawatir lagi. Semua orang yang melihat saat Riki berbincang pelan dengan tombaknya, maka orang lain hanya melihatnya seperti bergumam dan bicara sendiri. Pada akhirnya, semua Player tidak peduli. Mereka lebih memikirkan urusan mereka sendiri-sendiri.
“Begitulah hidupku, Tombak Halilintar. Aku akan berburu dan mendapatkan kristal, aku butuh uang yang banyak untuk hidupku di dunia nyata. Aku harus mencari uang untuk ibuku yang sakit dan juga biaya sekolah adikku. Jadi, katakan padaku. Apakah ada trik untuk mendapatkan kristal dalam jumlah banyak di levelku sekarang?” Tanya Riki, dia tak punya tempat bertanya, dan kini bercerita pada Tombak Halilintar.
Para Player memiliki tujuan berbeda dengan bermain Sky Legend. Mereka menginginkan naik level dengan cepat, tapi ada juga yang hanya mencari hiburan di dalam permainan. Ada Player yang ingin menaikkan level, ada yang ingin mencari hiburan dan bersenang-senang bersama kekasihnya, dan juga ada yang ingin menjadi top global dan menjadi atlet game.
Tidak bagi Riki, tujuannya saat ini tetaplah mendapatkan kristal yang banyak dan menjualnya. Dia butuh uang sekarang. Dia hanya ingin mengumpulkan uang yang banyak untuk keluarganya.
[”Baiklah, Player Riki. Saya sudah melihat data anda. Dengan level yang kamu miliki, maka kamu bisa mendapatkan kristal yang banyak dengan berburu. Kamu bisa memasuki Dungeon ketika levelmu sudah mencapai level 30. Jadi, mari naikkan levelmu lebih cepat. Kita berburu untuk mendapatkan kristal dan menaikkan level dengan cepat!”]
Riki heran, kenapa kini Tombak Halilintar yang bersemangat untuk berburu?
”Baiklah! Mari berburu sekarang.”
Riki menuju hutan terdekat untuk berburu, dia memasuki hutan lebih dalam. Beberapa Big Rabbit muncul di pinggir hutan Solegrey. Riki membawa tombaknya dengan gagah, dia berjalan mendekati salah satu dari big Rabbit. Riki meminta Tombak Halilintar untuk siap beraksi menggunakan kemampuan skillnya. Jika mampu membunuh satu Big Rabbit maka, Riki akan mendapatkan 5 kristal. Semakin banyak mendapatkan Big Rabbit, maka Riki akan mendapatkan banyak kristal dengan akumulasi jumlah Big Rabbit yang dibunuhnya.
[”Baiklah, Riki. Cobalah untuk memburu mereka!”]
Riki terseyum, dia sangat yakin sekarang bisa mendapatkan Big Rabbit dalam jumlah banyak. Riki menarik tombaknya dan langsung menusuk dua Big Rabbit. Namun, semuanya berjalan tak beda dengan hari-hari biasanya. Riki bisa membunuh 10 Big Rabbit, dan sudah sangat lelah. Bahkan, dia terdorong beberapa kali, dan terluka karena terbentur menghantam pohon. Dia dikeroyok Big Rabbit.
Riki sekarang heran, kenapa tidak ada bedanya memiliki pedang biasa dengan Tombak Halilintar item Legendary? Riki harus bertarung melawan Big Rabbit yang merupakan Beast lemah nomor dua setelah Rabbit di dalam Sky Legend. Riki mendapatakan 50 kristal seperti biasanya, jika diuangkan maka itu menjadi 50.000 rupiah. Kesimpulannya, tidak ada bedanya memiliki Tombak Halilintar dengan pedang biasa yang dulu sering dipakainya.
”Katakan padaku, Tombak Halilintar! Kenapa aku tidak bisa melawan ratusan atau ribuan Big Rabbit. Kenapa aku tidak merasakan perbedaan apapun setelah menggunakanmu!” teriak Riki pada Tombak Halilintar.
[”Sedari tadi, Aku diam saja karena membiarkanmu belajar satu hal, menjadi kaya dan hebat itu tidak butuh hanya kerja keras, tapi kerja cerdas.”]
”Kau ..., kau bahkan mengatakan apa yang barusan kulakukan sia-sia?” tanya Riki kesal.
[”Jika kamu menghabiskan banyak waktu berburu, maka kamu harus mempersempit waktu dan mendapatkan banyak hasil. Kamu harus melihat dan merencanakan sesuatu. Gunakan akalmu untuk berpikir!”]
”Tidak mungkin! Bahkan, senjata bilang aku bodoh dan tidak berpikir!”
[”Siapa bilang kamu bodoh! Aku hanya bilang kamu harus berpikir,”] jelas Tombak Halilintar.
”Sama saja!” sama saja, kenapa Riki marah. Setiap saat dia selalu dihina oleh orang lain, ”Katakan padaku, bagaimana caranya?”
[”Kumpulkan mereka semua dalam satu titik, bukankah membunuh mereka dengan senjata apapun akan sama hasilnya? Jadi, gunakan api dan bakar dalam satu tempat.”]
Ide yang brilian!
Riki jadi berpikir lagi dan mulai menghilangkan kemarahannya, ide itu memang terdengar bagus.
”Lalu ..., bagaimana aku mengumpulkan mereka. Bahkan mereka juga melawan.”
[”Bukankah sudah kukatakan aku bisa menyamar?”]
Kemampuan Menyamar? Benar, itulah yang dikatakan Tombak Halilintar. Lalu, bagaimana dia akan menyamar?
Riki tidak pernah berpikir untuk melakukan hal ini. Dia menggali dengan membeli alat penggali dari item shop. Dia menggali di dalam game, kemudian membuat lubang yang sangat besar, dan itu benar-benar melelahkan. Riki berpikir bahwa Tombak Halilintar akan menyamar, dan menjadi pemimpin dari Big Rabbit, dan menggiring mereka sampai ke dalam jebakan. Riki diminta membuat lubang itu, dia pun segera membuat karena berharap mendapatkan banyak kristal.
Riki kini mengandalkan Tombak Halilintar sebagai senjata item Legendary.
Hampir setengah hari di dalam game, Riki membuat jebakan yang sangat besar. Jebakan siap, Riki menutup lubang besar itu dengan jaring dan menutupinya dengan daun. Luasnya, setidaknya setengah lapangan bola. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh Riki, melakukannya di dalam permainan.
[”Siapa yang memintamu untuk menutupinya?”] suara dari Tombak Halilintar.
”Jebakan harus tidak terlihat bukan?” Riki bertanya heran. Ini memang sebuah game, tapi Sky Legend adalah game dengan penggambaran nyata. Apa yang salah dengan itu semua? Bukankah, Tombak Halilintar harusnya tahu hal itu?
[”Naiklah ke atas pohon, gunakan sisa kristal yang kamu miliki untuk experience/pengalaman. Kamu harus naik level lebih cepat. Sisanya, biar aku yang mengurusnya.”]
Riki masih heran, apa yang ingin dilakukan Tombak Halilintar? Namun, ia mengikuti kata-kata Tombak Halilintar dan naik ke pohon. Tombak Halilintar tetap bersama Riki, senjata itu bersinar dan dua item di ujungnya menyala. Tombak itu turun sendiri dari atas pohon.
Riki kemudian menggunakan sisa kristal yang dimiliki. Tersisa sekitar 3.000 kristal. Riki akhirnya menggunakan semua kristalnya, untuk dikonfersi menjadi experience. Cukup berat hal itu dilakukan Riki, karena dia bisa menukar itu dengan uang tiga juta rupiah. Namun, dia juga harus berkembang seperti kata Tombak Halilitar.
Benar! Dia harus menjadi legenda dengan saran Tombak Halilintar!
[Gunakan kristal, menggunakan semua untuk pengalaman]
[3.000 Kristal dikonversikan ke Pengalaman]
[Anda naik level]
[Anda naik level]
[Anda naik level]
Naik tiga level sekaligus, kini dia level 24. Dan, Riki menunggu di atas pohon. Saat dia melihat ke bawah, dia tak menyangka kalau Tombak Halilintar menggunakan jaringan suara yang aneh dan melengking. Apa yang dilakukannya?
[”Semua Big Rabbit yang ada dalam luas jangkauan lima kilometer persegi, berkumpul! Berkumpul! Berkumpul! Ke sumber suara!”]
Apa-apaan si Tombak Halilintar! Suara itu ...
Dan, mata Riki terbelalak tak percaya dari seluruh penjuru, Big Rabbit datang melompat begitu saja dan mereka menengok ke kanan dan ke kiri seperti biasanya. Pertama, jumlahnya puluhan, menjadi ratusan hingga ribuan. Semuanya datang dan terus melompat, besar ukuran mereka seperti kambing besar di dunia nyata.
[”Berkumpul! Berkumpul! Berkumpul!”] suara Tombak Halilintar lagi dan dia ada di tengah lubang yang digali oleh Riki.
Jadi ..., yang dimaksud menyamar oleh Tombak Halilintar adalah menyamarkan suaranya? Itu adalah, suara developer atau perintah sistem dalam Game! Tombak Halilintar menyamar dengan suara sistem game! Ini gila!
Big Rabbit melompat dan terperangkap, daun dan jaring di atasnya langsung terbuka. Big Rabbit berjatuhan, itu sudah banyak! Riki hendak menyalakan apinya, tapi Big Rabbit tak peduli dengan yang lainnya yang sudah masuk ke lubang. Mereka tetap masuk, maka Riki menunggu lagi.
Gila! Ini sangat banyak!
Satu lagi, kini Riki mengerti kenapa Big Rabbit itu menuruti Tombak Halilintar.
[Mengaktifkann kekuatan penyamaran, suara Tombak Halilintar menjadi sistem dan mengarahkan Big Rabbit dalam jangkauannya untuk mengatur mereka]
Jadi begitu rupanya? Penyamaran adalah kekuatan yang hebat! Aku kaya! Saking gembiranya dan melompat hampir saja Riki terjatuh dari pohon.
Hampir saja! Kini, Riki tetap tenang hingga tinggal satu atau dua Big Rabbit yang tersisa, dan mereka pun ikut masuk ke lubang besar, yang di dalamnya Big Rabbit sudah berhimpitan. Giliran tugas bagi Riki.
Riki melompat dan menghidupkan korek api, di dalam lubang itu sudah ada minyak yang cukup. Dan, korek itu dilemparkan begitu saja dalam lubang yang penuh sesak Big Rabbit.
Boom! Brush!
Semuanya terbakar, ada hologram yang terlihat menandakan para Big Rabbit itu hilang dan menghasilkan angka-angka yang terlihat, dengan kristal yang melayang keluar dari kobaran api.
[Kristal anda bertambah, Anda membunuh 2.000 Big Rabbit. Total kristal didapatkan, 10.000 kristal]
Luar biasa! Ini tidak pernah terjadi dalam hidup Riki selama bermain game. Dan, dia bisa mendapatkan kristal sebanyak itu dalam waktu yang cepat. Benar-benar Tombak Halilintar, senjata yang spesial!
”Tombak Halilintar, bagaimana kalau melakukannya lagi!” teriak Riki kegirangan.
[”Sudah cukup, kamu harus berburu monster yang lebih kuat. Levelmu harus naik dan kamu harus berlatih untuk bertarung! Bahkan, Player pemula saja bisa membunuh Big Rabbit meskipun sulit.”]
Benar kata Tombak Halilintar. Player pemula dengan level 2 pun mampu berburu Big Rabbit. Dan, selama ini hal itu yang dilakukan oleh Riki dengan mengumpulkan uang. Berburu Big Rabbit adalah cara paling mudah, menjadi buruh di dalam Sky Legend.
Jadi, Riki tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, mulailah menjadi seorang Player sebenarnya. Dia harus naik level dan membuat dirinya menjadi legenda.
[Konsumsikan 8.000 Kristal pada Pengalaman, Kekuatan dan Skill] Riki menyisakan kristal untuk berjaga-jaga.
Energi di dalam tubuh Riki semakin kuat, efek penguatan. Riki merasakan tubuhnya semakin ringan dan kuat. Statnya meningkat secara signifikan.
[Anda naik level]
[Anda naik level]
[”Baiklah, aku merasa semakin kuat!] kata Tombak Halilintar, dia akan semakin kuat seiring dengan naiknya level pemiliknya.
Tidak pernah dalam hidup Riki dalam satu hari, dia naik level hingga lima tingkat sekaligus.
[”Jadi ..., ayo berburu monster yang lebih kuat!”] kata Tombak Halilintar.
”Baiklah!”
[”Kamu perlu berlatih bertarung! Kamu akan melawan Monster Bajra!”]
Riki tak percaya, Tombak Halilintar mengajaknya untuk berburu Monster Bajra yang posisinya lebih dalam lagi di dalam hutan. Sedikit dari para Player yang melakukannya, Bajra adalah Singa Bersayap yang sangat kuat, dan setidaknya mereka harus level 40 untuk melawannya. Tapi, benarkah dia bisa melawannya.
”Aku belum level 40, Tombak Halilintar!” tolak Riki.
[”Ikuti saja kata-kataku, Riki!”]
Meskipun ragu, Riki menuruti kata-kata Tombak Halilintar, item Legendary yang akan mengubah jalan petualangannya.