Legenda Tombak Halilintar
Berjalan Seperti Bayangan (1)
Karkash sudah dijatuhkan, Riki mampu menembus tubuh besar Karkash. Dan, Riki berdiri sambil memegang tombaknya ke arah bawah.
Semua Player tak percaya, Karkash dikalahkan oleh seorang Player dengan kekuatan tusukan tombaknya. Sementara, pertarungan di sisi lain masih berlangsung sengit. Ruby yang mampu mengambil item sihirnya kembali. Dia menggenggam berlian itu dan melakukan sihir kembali, dia baru sadar kalau Karkash sudah dikalahkan. Hanya karena teralihkan sejenak, satu rekannya sudah tumbang.
Semangat para Player bertambah dan kembali membara, hal itu karena salah satu dari tiga monster kuat itu sudah dikalahkan. Mereka bersemangat lagi, para Player sudah tahu dan mereka harus menjauhkan Ruby untuk membantu Gomu.
”Kalian pikir, aku sama dengan Karkash! Kalian aku aku hancurkan menjadi debu!” teriak Gomu yang mendapati para Player menyerangnya bersamaan. Skill, ultimate, sihir, buff. Semua serangan para Player menjadi satu, Ruby juga sibuk dengan para Player lainnya, meskipun dia bertarung sambil memberikan buff pada Gomu.
Gomu marah, dia memusatkan energi. Tangan kanannya yang diselimuti armor dipenuhi energi. Dia dia menghantam tanah di bawahnya.
”Pukulan Penghancur Dewa!”
Booom! Blarrr!
Seluruh dinding Colosium bergetar, beberapa dinding roboh. Serangan yang semula hendak menyerang Gomu masih ditahan dengan defensif sihir Ruby. Bumi bergoncang dan para Player terhempas.
Nana dari kejauhan, mengambil kesempatan.
”Ultimate, Peluru Penghancur!”
Dor!
Serangan kuat, energi yang padat mengarah pada Gomu. Riki melihat hal itu, dia sedang memulihkan energinya, cukup banyak energi yang digunakan sebelumnya. Ruby hendak melakukan sihirnya kembali melalui lingkaran sihir. Riki merasa energinya terkuras, dia butuh istrirahat dan mempersiapkan energinya kembali.
Dark Shadow sudah paham, dia menggunakan kecepatannya dengan kekuatan penuh mengarahkan serangan pada Ruby. Tujuannya adalah agar Ruby tak fokus lagi memberikan buff dan perlindungan pada Gomu.
”Wind Dragon!”
Wusshh!
Dark Shadow memutar tubuhnya, dua pedangnya bagaikan lingkaran yang menyatukan energi. Dia menerjang ke arah Ruby, kekuatan yang besar. Ruby tak bisa fokus, dia gagal memberikan penghalang energi. Dia harus menahan serangan Dark Shadow dengan lingkaran sihir berupa defensif.
Klang! Ruby menahan serangan kuat dari Dark Shadow, sedangkan tembakan kuat Nana mampu mendekati Gomu. Gomu kaget dan menahannya dengan armor di tangannya, hanya itu kekuatan terkuatnya. Item yang menjadi andalannya.
Peluru ultimate Nana mengenai armor kuat di tangan Gomu, hingga menembusnya hingga ke tubuh Gomu.
Boomm!
Itu adalah kekuatan ultimate, Nana kelelahan. Dan, tubuh Gomu menghilang dan pecah.
[Gomu dari Yakash dikalahkan, item drop armor panghancur diberikan pada Player yang mengalahkannya]
Tinggal satu lagi, dia adalah Ruby. Dark Shadow dipentalkan dengan kekuatan sihir. Dark Shadow memutar tubuhnya dan kembali menjejak tanah.
”Kamu tidak terluka?” tanya Riki yang mendekat ke arah Dark Shadow, dia sudah memulihkan kekuatan energinya.
”Tidak masalah. Dua monster lainnya sudah dikalahkan, tapi aku merasa bahwa Ruby adalah monster terkuat di sini, dia adalah bos monsternya,” jawab Dark Shadow.
”Kamu benar, pertarungan sebenarnya baru akan dimulai.”
Ruby yang besar itu melayang di udara, dia dikelilingi para Player yang sudah lebih dari separuh sudah log out. Mereka cukup kelelahan, dan Ruby pun tersenyum.
”Saatnya mengakhiri kesenangan ini. Aku akan membuat kalian semua mati dengan cepat!”
Ruby mengatakan hal itu dan membuka kedua tangannya, berlian di genggaman tangan kanannya menyala. Dan saat itu, terciptalah puluhan, atau ratusan lingkaran sihir merah di sekitarnya. Lingkaran sihir memenuhi tempat di atas, semuanya menghadap ke bawah dan para Player melihat ke atas. Mereka melihat Ruby di atas dan semua pandangan di langit tertutupi semua lingkaran sihir.
”Matilah dengan bangga, karena sudah menemuiku dan mengetahui kekuatan terkuatku!”
Energi menyala dari tiap lingkaran sihir. Energi terkumpul, dan semua Player tahu itu adalah kekuatan kosmik yang siap dilepaskan. Jika itu terjadi, maka semua Player akan dimusnahkan dalam waktu bersamaan. Ini adalah pembantaian yang sebenarnya.
”Sihir Penghancur Jiwa!”
Brush! Energi dari tiap lingkaran sihir menyerang ke para Player. Bagaikan hujan tanpa celah, serangan kuat yang akan menghancurkan seluruh colosium dan juga memusnahkan semua Player. Player yang tak memiliki kekuatan defensif, mereka tak punya harapan dan hanya memandang itu sebagai kiamat.
Booo! Boom! Booommmm!
Serangan bertubi-tubi datang. Ledakan terjadi. Player yang memiliki kecepatan hanya bisa meliuk ke sana dan kemari menghindari serangan kosmik dan ledakan.
[Player terlog out]
[Player terlog out]
[Player terlog out]
Player Tank diberikan buff oleh support mage, mereka menahan dengan shield kuat. Meskipun begitu, tank harus menggunakan semua kekuatannya untuk menahan ledakan. Semua itu demi ledakan yang tidak ada akhirnya.
[Player terlog out]
[Player terlog out]
[Player terlog out]
Begitu banyak Player yang terlog out, mereka merasakan sakit dengan pengurangan hingga 75% rasa sakit. Itu tetap saja sakit, mungkin seperti terbentur kepalanya dengan sesuatu. Player tinggal sedikit, semua sudah kelelahan. Ledakan terus menghancurkan tanah dan lantai di mana para Player berada.
Riki bertindak cepat. Dia menggunakan kekuatan tombaknya, mengayunkannya dan membentuk shield. Dia melindungi Dark Shadow, meskipun dia tahu Dark Shadow pasti bisa melindungi dirinya sendiri. Namun, Riki bertanggung jawab penuh karena dia yang mengajak Dark Shadow, hingga memasuki dungeon mengerikan seperti ini.
”Kenapa melindungiku? Kamu seharusnya mengutamakan dirimu sendiri. Kamu tahu kalau levelku jauh di atasmu bukan?” Dark Shadow penasaran.
Riki tersenyum sambil melihat ke atas, dan menahan setiap serangan dengan shield dari tombak dan tiga Jarum Halilintar yang berputar.
”Ada orang-orang yang selalu ingin dianggap orang lain kuat, padahal mereka menyembunyikan kelemahannya dengan baik. Kita sebagai manusia, hanya bisa saling melindungi untuk bisa bertahan. Setiap kali aku melindungi orang lain, maka aku yakin suatu hari dia akan melindungiku. Itulah manusia, dan itulah Player. Player bermain untuk bersenang-senang, dan aku senang bisa melindungimu!” kata Riki pada Dark Shadow.