Legenda Tombak Halilintar

Berjalan Seperti Bayangan (2)

[Kekuatan shield menahan serangan sihir, konsumsi energi besar terus dilakukan. Tombak Halilintar menambah energinya, dan membuat Jarum Energi berputar untuk mengumpulkan energi alam]

Jarum Halilintar juga menjadi fungsi untuk poros orb energi. Riki baru memahami, jika item-item itu terus berputar. Hal itu karena Tombak Halilintar terus menyerap energi alam dengan putaran item-item Jarum Halilintar tersebut. Riki terbantu dengan hal itu. Energinya mampu terisi dengan cepat dan stabil.

Player yang masih mampu bertahan, mereka menunggu waktu di mana Ruby pasti kelelahan. Saat itu, saat dia reset pada energinya. Mereka akan menyerang dengan kekuatan penuh dan mengalahkan monster itu. Saat ini, mereka hanya bisa bertahan karena serangan sihirnya benar-benar kuat. Jika mereka keluar dari defensif, mereka bisa terkena serangan tersebut.

”Dark Shadow ..., butuh berapa lama waktu yang kamu butuhkan, untuk menghancurkan Ruby?” pertanyaan itu dan panggilan dari Riki. Dark Shadow merasa bahwa dia memiliki teman sekarang. Ada orang yang bertanya tentang kemampuannya.

”Dua detik. Apa maksudmu bertanya hal itu, Riki?”

”Itu sudah cukup, siapkan kekuatanmu. Aku akan mengalihkan perhatiannya. Saat kamu melihat celah itu, lakukan saja tugasmu dan bunuh Ruby!”

”Jangan bilang kamu akan ...”

Terlambat, Riki sudah melompat ke atas. Dia terus menghunuskan Tombak Halilintar dan menghalangi serangan energi. Padahal, serangan tersebut bagaikan hujan tanpa henti. Riki terus mendekat ke arah Ruby, dia berlari ke dinding dan naik dengan kecepatan penuh, berlari ke atas pada dinding colosium.

[God Speed diaktifkan]

Ruby melihat ada juga Player yang berani melawan dan maju, dia cukup menarik. Bukankah dia juga yang sudah mengalahkan Karkash? Saatnya untuk membalas dendam.

”Player lemah, kamu datang untuk menyerahkan nyawa! Bersiaplah untuk menjadi tumbal bagi Karkash yang merupakan anak buahku!”

Beberapa lingkaran sihir mengarahkan serangan pada Riki, energi Ruby bergeser dan semua ledakan itu mengarah pada Riki. Dark Shadow tahu bahwa Riki masih level 100an, tapi dia memang seorang Player yang menikmati permainan Sky Legend. Entah kenapa, Dark Shadow bisa memahami dan respect padanya. Namun, bukan saatnya untuk kagum. Dia sedang mengorbankan dirinya untuk membuat Dark Shadow memiliki kesempatan untuk mengalahkan Ruby.

Brush! Boom! Booom! Booooommm!

Semua serangan mengarah pada Riki yang berlari ke atas, dia terus berlari naik dengan kemampuan keseimbangannya. Menggunakan energi untuk terbang dan juga energi Jarum Halilintar yang menjadi sumber kekuatannya.

”Tombak halilintar, gunakan semua kekuatanmu!”

[”Aku sudah tahu, Riki! Kamu yang harus bersiap karena serangan Ruby adalah serangan sihir yang kuat! Kamu seolah berlagak kuat untuk mencari perhatian wanita itu bukan?”]

”Kamu berisik!”

Serangan datang bertubi-tubi, Riki melombat ke dinding lain, kembali dan melompat ke sisi lain. Dinding-dinding itu pecah dan meledak, colosium hampir hancur karena ledakan di setiap sisi. Serangan Ruby begitu kuat dan tak memiliki jeda.

Jika tak memiliki jeda, maka Player harus maju untuk membuat celah tersebut. Serangan terus datang, Riki menggunakan tombaknya, memutarnya, dan menahan serangan kosmik dengan defensif. Pusaran Badai dan Perisainya. Semua dikerahkan oleh Riki. Meski begitu, dia menerima Damage energi yang cukup banyak.

Masih bisa bertahan! Masih bisa bertahan! Riki terus memompa semangatnya, dia harus bisa membuka celah Dark Shadow untuk menggunakan ultimate serangannya.

Mata Riki menajam, dia melihat Dark Shadow di bawah. Dark Shadow menghindari serangan energi dari atas, dan dia juga melihat ke arah Riki. Sudah saatnya, Riki melihat Ruby berada dalam jangkauannya. Riki menjejak dinding dan kekuatan dikumpulkan. Dia melesat ke arah Ruby, energi difokuskan pada tolakan kakinya. Dia melesat.

Ruby tahu Riki menuju ke arahnya, dia menggunakan sabetan tombaknya.

[Slow Thunder diaktifkan]

Riki mengayunkan tombaknya, efek slow diarahkan pada Ruby. Namun, Ruby bukan monster biasa, dia menghempaskan tubuh Riki dengan kekuatan telekinesis. Riki kaget dan tubuhnya tertahan. Serangan efek slow pecah. Monster yang kuat. Kini, tubuh Riki dihempaskan dengan energi kuat, energi dorongan itu mampu membuat Riki terdorong sangat kuat.

”Tahan Tombak Halilintar!”

[”Ayo fusion, Riki!”]

[Skill Fusion diaktifkan]

Tombak Halilintar pecah, membentuk perisai kuat dari serpihan pedang nano. Armor menempel di seluruh tubuh Riki, membetuk Orb lingkaran booster di punggung armor Riki.

[Menahan sihir kuat telekinesis, tubuh anda mampu menahan dorongan energi sihir telekinesis]

Booster meledakkan energi yang kuat, Riki mampu mengendalikan dirinya. Dia terbebas dari tekanan telekinesis. Ruby yang kini tak percaya bahwa ada Player yang mampu lepas dari sihir telekinesisnya. Apakah dia manusia yang kuat!

Riki menggenggam tombaknya dengan kuat, energi nano membentuk ulang senjatanya. Ultimate Tusukan Halilintar dipersiapkan. Fokus, jika tak bisa mengalahkannya dalam serangan ini. Maka, Dark Shadow akan menjadi eksekusinya. Energi dipersiapkan, booster orb menyala. Tombak Halilintar dipersiapkan.

Brush!

Riki melesat, mengarahkan ujung tombaknya ke tubuh besar Ruby.

”Tusukan Halilintar!”

Colosium berguncang, Ruby tahu serangan itu bukan serangan biasa. Dia tak bisa menanganinya sebelah mata. Ruby menggenggam item mutiara, dia menyatukan tangannya. Dan, seluruh lingkaran sihir bergerak menjadi satu dan menahan serangan Riki yang datang tersebut.

Booom!

Energi sihir yang kuat, Riki tertahan tapi dia tak mau menyerah. Dia terus maju dan harus bisa menembus pertahanannya.

HIAAAAAA!!!

Keduanya menggunakan kekuatan terkuat, saling menekan.

Dark Shadow paham, ini adalah waktu baginya.

”Dark Flash Speed, Crash Shadow!”

Skill ultimate, dua detik adalah waktunya. Namun, Riki memberi waktu yang cukup banyak. Dan, semua mata tak percaya bahwa gerakan tak terlihat, gerakan yang tak bisa diikuti mata. Ruby bahkan tak menyadari dan dia sudah terbelah menjadi ribuan bagian.

[Ruby dikalahkan, sihir terkuatnya dipatahkan. Item Sihir berlian diberikan bagi yang membunuhnya]

Dan, di langit sana. Sesosok Player nampak memegang dua pedangnya, dan membentuk lingkaran bulan sabit energi di belakangnya.

Dia adalah, legenda dari Player, Dark Shadow. Sosok Player yang selalu bermain sendiri dan tak dikenali siapapun. Ternyata, salah satu dari mereka adalah Dark Shadow. Dia sudah menggunakan kekuatan terkuatnya.

Riki terseyum, kekuatan yang kuat. Riki kelelahan dan hampir jatuh, namun dia dibantu Tombak Halilintar untuk tetap stabil. Energi Tombak Halilintar menahan tubuh Riki, dia mampu merasakan hal itu. Jika bukan bantuan Tombak Halilintar, dia pasti terjatuh.

[”Kamu jangan iri, Riki. Kemampuanmu akan melebihi siapapun, jika kamu tidak berhenti dalam berlatih dan leveling! Aku akan selalu membantumu.”]

Riki tersenyum, ”Aku tahu, Berisik!”

[Lorong selanjutnya terbuka, Player yang tersisa diberi pilihan untuk melanjutkan atau berhenti]

”Kamu cukup percaya diri, Riki. Kamu tidak takut jika harus terlog out,” suara Dark Shadow yang sudah ada di sebelah Riki. Sesuai reputasinya, Player yang berjalan seperti bayangan.

”Kita sedang bermain bukan? Jadi, untuk bermain, kita harus bersenang-senang!”

Dark Shadow masih belum memahami tentang Riki, dia seorang yang cukup menarik. Apa yang akan terjadi dengan lorong selanjutnya? Mereka memutuskan untuk terus maju.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!