Legenda Tombak Halilintar
Lorong Ketiga. Antgora; Bergerak tanpa Bayangan
Riki dan player yang tersisa, kini memasuki kedalaman dari dungeon Sky Lord. Mereka yang bisa melewati tiga monster kuat di lorong kedua. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan untuk dipilih secara player sendiri – sendiri. Seperti sebelumnya, pemberitahuan untuk memilih meneruskan misi atau menyerah kembali muncul.
[Lorong ketiga dipersiapkan untuk Player. Player yang tersisa diberikan pilihan untuk melanjutkan atau berhenti]
Player yang masih tersisa dari lorong kedua, setelah menghadapi monster Ruby. Mereka berjumlah tiga ratus lima belas Player, dan mereka berhasil selamat dan mengalahkan tiga penguasai Colosium; Karkash, Gomu, dan Ruby. Meskipun, ada juga yang terluka tapi segera mendapatkan pengobatan dari Healer.
[315 Player, pilihlah pilihan kalian sekarang. Maju atau berhenti, masing-masing Player memutuskan pilihannya sendiri. Waktu pilihan 60 detik, jika tidak memilih maka diputuskan untuk menjadi bagian yang memilih berhenti. Waktu berjalan]
[Review lorong selanjutnya. Musuh kuat menunggu anda, Pertempuran tak terlihat dan kematian yang sangat cepat]
Semua Player bergidik melihat pemberitahuan besar yang muncul, sebelum mereka memasuki lorong selanjutnya. Pintu lorong pun terbuka untuk semua Player. Mereka hanya perlu memilih untuk menekan tanda Maju atau Berhenti.
Namun, bagi mereka yang sudah melihat tiga monster sebelumnya, dan ada tulisan tentang gambaran lorong berikutnya. Mereka memutuskan untuk Berhenti. Mereka yang memang sudah bersiap untuk mati, maka merekalah yang memilih untuk Maju memasuki lorong selanjutnya.
[Waktu memilih selesai, 79 Player memilih Maju dan sisanya otomatis akan kembali ke tempat sebelumnya]
[Eksekusi dilakukan]
Splash! Splash! Splash!
Hampir dari 75% dari Player yang tersisa, menghilang dari 315 Player yang tersisa sebelumya. Player yang tersisa pun saling berpandangan, mereka bersiap untuk lorong selanjutnya.
[Masing-masing Player yang bertahan, mendapatkan hadiah yang disesuaikan dengan kontribusinya di lorong kedua]
[Anda naik level]
[Anda naik level]
[Anda naik level]
[Stat dan kekuatan setiap Player yang memilih maju ditingkatkan]
Hadiah yang cukup menyenangkan, mereka sedang dihibur sebelum memasuki pembantaian selanjutnya. Riki pun mampu merasakan hal itu, dalam game semua Player yang bermain akan dibuat spot jantung. Hal itu adalah adrenalin tantangan, mereka yang memang memilih bermain permainan, maka disuguhi hadiah besar setelah itu dijatuhkan ke dalam jurang. Kali ini pun demikian, dan Riki tersenyum untuk bersiap pada tantangan selanjutnya.
”Apakah kamu tersenyum karena mendapatkan hadiah kenaikan level? Kamu terlalu naif, Riki,” kata Dark Shadow yang kini melihat ke arah Riki yang tersenyum.
”Tidak juga, aku tersenyum karena tantangan selanjutnya adalah kematian!”
”Apa maksudmu?” Dark Shadow mengira bahwa Riki bahagia karena mendapatkan hadiah. Dark Shadow sudah merasakan dengan sense, sebagai Player level tinggi dan pengalaman bermain Sky Legend. Bahwa di depan sana, musuh yang jauh lebih mengerikan dari Trio Colosium sedang menunggu.
”Kita sedang bermain bukan?” kata Riki, ”Jadi, semakin kuat musuh kita. Maka, di sanalah jalan Legenda sedang dibuka!”
[Lorong ketiga terbuka, silakan masuk para Player. Anda adalah Player yang terpilih untuk menaklukkan Sky Lord]
NGGEEEEEKKKK!
Pintu raksasa terbuka, bercahaya dan seperti sebuah portal. Para Player, jumlah mereka tersisa 79 player. Mereka berjalan memasuki pintu besar itu, mereka mulai saling melihat satu sama lain. Namun, mereka tidak saling bicara. Kini yang tersisa dari para Player tersebut, setidaknya memiliki level Player di atas 130. Kecuali, Riki yang levelnya paling rendah.
Mereka semua masuk, hampir bersamaan karena pintu lorong itu sangat besar.
Splash!
[Antgora telah menunggu Player yang berani, dia menantikan sosok Player kuat yang mampu bermain imbang dengannya. Mereka yang tak punya kualifikasi, hanya akan menjadi debu yang hilang dihempaskan badai]
Pyak! Pyaakkk! Wusshh!
Angin yang cukup kencang menghempaskan kulit para Player, mereka dapat merasakannya dengan baik. Lorong pada dimensi selanjutnya, lokasi tempat di pantai dengan debur ombak yang cukup tinggi. Angin terasa menerpa dan menerbangkan rambut para Player. Mereka semua berada di depan lautan yang terhampar luas, mereka menghadap ke lautan.
Jadi, di mana musuhnya? Antgora ..., apakah dia adalah ...
Mata para Player pun melihat sesosok makhluk yang terlihat jauh dari pandangan. Dia berjalan di atas air dan sedang menuju ke pantai. Dia berjalan di atas lautan, dia hanya berjalan tapi sebenarnya sedang terbang dengan kecepatan tinggi. Semakin lama, semakin dekat dan nampaklah sosok setinggi dua meter dengan kepala seperti semut, bagian depan yang moncong maju ke depan di bagian mulutnya. Ada capit yang besar, sebesar tangan manusia. Dia adalah makhluk seperti semut yang ramping, dan memiliki sayap yang masih lunglai ke bawah. Dia semakin dekat dengan para Player.
[Antgora telah datang, bersiaplah untuk mati]
Para Player bersiap, kekuatan mereka disiapkan. Mereka mencabut senjata, dan ini pasti musuh yang kuat karena hanya sendirian. Tipikal dalam game, lawan yang sendirian merupakan lawan yang lebih mengerikan, ketimbang lawan yang muncul dengan jumlah yang banyak.
”KIEEEEKKKKK!”
Suara mengerikan terdengar menyayat dari Antgora.
[”Riki, jangan pernah berkedip di hadapan Antgora. Dia adalah monster yang setara dengan Player dengan level 180an. Dia memiliki kecepatan yang tak bisa diikuti mata,”] suara dari Tombak Halilintar segera menyadarkan Riki. Jika benar demikian, maka ini benar-benar gawat, monster dengan level tinggi. Antgora menggunakan kecepatan dan seranganya yang mematikan.
Crak!
Antgora memiliki delapan tangan. Dua tangan utama sedang bersedekap, dan enam lainnya bergerak setelah sebelumya dilipat. Enam tangan membuka dan dua tangan utama tetap bersedekap. Enam tangan memiliki ujung yang mirip senjata dan terlihat sangat tajam.
”Kalian telah berani memilih Maju, maka bersiaplah untuk mati. Player lemah! Aku akan menghancurkan kalian dalam waktu sesingkat-singkatnya!”
Wusshh!
Angin bertiup kencang, seperti tekanan yang menusuk dengan ribuan jarum energi ke tubuh para Player. Mereka dapat merasakan tekanan kuat tersebut.
”Kamu pikir, kamu dapat menakuti kami! Kami yang akan membunuhmu, Antgora!” seorang Player maju, dia memakai pedang dan ujung pedang diseret di pasir pantai. Dia pun melesat dengan cepat.
Empat orang Player ikut maju, mereka adalah satu tim. Mereka sudah bekerja dalam sebuah tim dan selalu melakukan pertarungan bersama. Mereka sudah saling memahami. Maka, mereka maju untuk menyelesaikan pertarungan tersebut. Satu monster dilawan dengan Squad, seperti biasanya. Formasi mereka lakukan, dengan membuat posisi lima bintang.
Dua di belakang, Player Support dan penyihir, satu depan tank dan dua di tengah adalah Fighter dan Assasin. Mereka bersiap melakukan serangan awal, mereka begitu percaya diri untuk mengalahkan Antgora.
Sony sebagai Tank yang memimpin tim Squad tersebut, dia yakin bisa menang dengan kelengkapan timnya. Dalam dua lorong sebelumnya, mereka mampu mengantisipasi semua krisis. Tim mereka utuh, mereka bertarung dengan baik. Bisa dipastikan bahwa tim mereka saja yang masih utuh. Artinya, mereka memiliki kerja sama tim yang solid dan bagus.
Kali ini, Sony ingin menunjukkan pada Player yang lainnya, mereka memang layak dan pantas untuk terus maju. Mereka berharap, hingga ujung lorong nanti mereka utuh dan akan tetap bertahan untuk mendapatkan hadiah Sky Lord. Mereka harus menunjukkan kekuatan tim mereka kali ini. Melihat kesempatan musuh mereka hanya satu, jadi mereka akan lebih mudah dalam kerja sama squad. Para Player yang di belakang melihat mereka.
Sony tersenyum, saat ini adalah giliran bagi dirinya untuk membuktikan kemampuannya. Empat rekannya sudah tergabung dalam squadnya. Mereka semua orang terpilih dari role masing-masing Player. Semua ini tidak akan bermasalah.
”Bersiap semua! Kita pasti akan pulang dengan membawa bendera kemenangan, dan memulai debut kita sebagai squad paling hebat!” suara Sony penuh kebanggaan.
”Baik kapten!” empat orang, satu wanita dan tiga pria. Mereka semua menyambut gembira kata-kata Sony sebagai ketua mereka.
”Apakah kalian sudah cukup dalam persiapan? Ataukah, kalian akan terus berpidato?” tanya Antgora yang menatap kelima Player tersebut. Dia memiringkan kepalanya ke kenan, tenang dan tatapannya tampak meragukan kemampuan squad Sony tersebut.
”Makhluk Durjana, beraninya kamu meremehkan kami. Bersiap semua, kita akan mengalahkan dia dengan cepat...!”
Wusshh!
Angin kencang menerpa, saat Sony berteriak dan menghadap empat rekan di belakangnya. Saat itulah, pandangan Sony berputar, apakah dia pusing dan kelelahan? Atau dirinya kelelahan dan pingsan di dalam game?
Tidak!
Kepalanya terjatuh di pasir pantai, dan dia melihat empat rekan timnya yang kaget tak percaya melihat hal itu. Itu adalah pandangan terakhirnya di dalam game permainan Sky Legend. Dirinya langsung terlog out. Serangan kuat dari Antgora begitu kuat.
[Player Terlogout]
***
Inggris, detik yang sama.
NGGIIIKKKK!
Pintu kapsul terbuka, lelaki berumur 29 tahun yang bernama Sony itu terbangun dan membuka helmnya. Dia terlog out dengan kecepatan tak masuk akal. Dia bahkan berkeringat, dia melihat kedua tangannya, berkeringat dan gemetaran.
Mereka yang tersisa ..., tidak akan bisa meneruskan pertempurannya. Musuh yang mengerikan dan tidak terlihat gerakannya, tak ada gerakan apapun. Namun, Sony sudah terlog out dan terbunuh dengan cepat. Rasa sakitnya seperti masih terasa, dan hanya melihat kelebat cakar dari tangan Antgora yang membentuk senjata.
Mereka semua, tidak akan ada yang bertahan ...., Sony yakin akan hal itu. Dan, empat rekannya sedang menanti kematian mereka.