Legenda Tombak Halilintar
Evolusi Antgora (2)
Ledakan besar terjadi, tubuh Antgora diselimuti energi yang besar. Para Player melihat hal itu, kekuatan energi dari Antgora dapat mereka rasakan. Tekanan yang sangat kuat, seolah damage yang kuat sudah menghancurkan mereka.
”Matilah kita! Ini bukan monster yang bisa kita kalahkan meskipun dengan kekuatan penuh kita semua!” Sams yang merupakan Player level 147. Dia benar-benar ketakutan. Dia bahkan langsung berlari ke belakang, takut akan kematian dia berlari sendirian menjauh. Dia mencari jalan aman.
Sayangnya....
Brush! Boooooom!
[Player terlog out]
Sams musnah dan terlog out. Mata Antgora melihat Player yang lari tersebut dan dengan matanya, dia mengirimkan serangan cepat yang tak terlihat dan menembus tubuh Sams tersebut. Semua tak percaya, bahkan tak bergerak sekalipun, Antgora mampu menyelesaikan Player tingkat tinggi dengan hanya melihatnya saja.
Serangan magic itu hanya disadari oleh Player yang punya sense tinggi.
”Selama aku melihat kalian, maka aku bisa menghancurkan kalian kapanpun aku mau! Aku sudah menargetkan kalian semua, maka dalam sekali serangan kalian akan mati!”
Antgora membuka delapan tangannya, dia melihat semua Player yang tersisa. Ada 73 Player, semua ada di tiap sudut tempat dan semuanya sedang bersiaga. Antgora tersenyum, dengan kekuatan alam di sekitarnya. Dia akan mengirimkan misil penghancur energi yang sangat cepat.
[”Riki! Dia sedang mempersiapkan energi serangan dalam jangkauannya. Dia menggunakan sihir terkuatnya. Semua Player akan terlog out, semua akan menjadi sia-sia sekarang!”]
”Apa yang harus aku lakukan, Tombak Halilintar?”
[”Potong sayapnya, itu adalah sumber kekuatannya!”]
Riki tak menduga, jadi itulah masalahnya. Mendapatkan informasi paling penting dan hanya dia yang tahu. Sekarang, bagaimana cara memotong sayapnya jika dia bergerak saja, serangan magic akan menghancurkannya lebih dulu.
Riki paham, bahwa dia harus memecahkan masalah itu sendiri. Jika dia meminta pendapat Tombak Halilintar, sama saja dia hanya menjadi pion. Riki adalah Riki, mendapat informasi itu sudah merupakan anugerah baginya. Maka, dia harus memikirkan caranya sendiri.
”Terimakasih Tombak Halilintar, aku akan mencoba mengalahkannya.”
[”Ha.. ha.. ha.. itu baru Riki! Riki sang Legenda!”]
”Berisik!”
Riki sedikit berteriak, para Player yang semula ketakutan melihat ke arah Riki. Bahkan, Antgora merasa dia diremehkan oleh Player Riki tersebut. Dia sedang berpidato kematian, tapi Player itu mengatakan dia Berisik!
Energi Antgora sempat kacau sejenak, Riki mampu merasakan. Itu adalah cara paling efektif, sedetik sebelumnya. Antgora terganggu dengan energi sihirnya, dia hendak menyerang dan menghentikannya sejenak.
”Apa kamu punya rencana, Riki?” tanya Dark Shadow.
”Apakah kamu bisa membuatnya teralihkan dalam waktu satu detik?” tanya Riki.
”Serahkan hal itu padaku,” Dark Shadow tidak tahu apa yang direncanakan Riki. Tapi, dia pun bersiap. Dia ingin melihat, kejutan apa lagi yang dimiliki Riki untuk mengalahkan Antgora.
”Semua Player bersiap, aku tak bisa melindungi kalian semua. Lindungi diri kalian sendiri, aku akan mencoba menyerangnya!” teriak Riki, dia tak bisa menjamin keselamatan para Player. Mereka sendiri tertekan dengan energi Antgora dan kesulitan bergerak, karena semua tempat seolah menjadi efek dalam jangkauan magic Antgora.
”Aku sudah bosan! Matilah kalian semua!” teriak Antgora, target didapatkan. 73 Player terkunci posisinya. Orb energi membesar dan menguat ke arah belakang tubuh Antgora.
”Hancurlah kalian semua!”
[Serangan tertinggi Antgora dilepaskan, Player terkunci. Kematian menunggu]
Syung! Brush!
Semua serangan tertarget. Kecepatan serangan itu, Player yang tak bisa melawan tekanan. Banyak Player yang terbunuh dan mereka yang masih bisa menggunakan defensifnya. Mereka akan menahan serangan itu dengan kekuatan defensif terkuatnya. Maka, para Player konsentrasi dan hanya menggunakan kekuatan defensifnya saja.
Dark Shadow paham, satu detik waktunya untuk mengalihkan. Serangan cepat mengarah padanya, itu adalah serangan yang mematikan Player Sams sebelumnya.
[Shadow Dance diaktifkan]
Dark Shadow membuat bayangan dirinya, dia membelah tubuhnya. Serangan cepat itu menghantam bayangannya. Itu adalah kekuatan yang hanya bisa dilakukan Dark Shadow sekali karena memakan energi divine yang banyak. Bayangannya hancur dan Dark Shadow menggunakan Flash Speed dan dia melayang di langit tinggi, jauh lebih tinggi dari Antgora. Dia melepaskan diri dari tekanan Antgora.
Dia menggunakan dua pedangnya, memutar dan membentuk bulan di belakangnya.
[Bulan Penuh, Crash Shadow]
Antgora kaget, ada Player yang lepas dari serangannya dan kini bahkan muncul di atas ketinggian. Dia langsung mengeluarkan energi serangan pedang, dengan sabetan ribuan pedang energi. Membentuk energi bilah bulan sabit dan menyerang dengan kekuatan tertinggi ke arah Antgora.
Antgora melepas energinya, serangan ke arah para Player terhenti. Mereka yang sudah terlog out sudah menghilang, dan mereka yang masih fokus menahan serangan masih bertahan meskipun mendapatkan luka.
Antgora fokus menghadang serangan ribuan sabetan bulan sabit yang kuat dari Dark Shadow. Dia menggunakan orb menyala di belakangnya.
Brush!
”Ini belum seberapa, aku tak terkalahkan!” teriak Antgora.
”Kamu salah monster jelek! Bukan aku yang akan melakukan tugas akhirnya!”
”Apa!” Antgora sempat kaget, saat itulah sesosok bayangan dengan cepat melewati tubuhnya. Dia teralihkan sejenak, kecepatan tak masuk akal ini. Siapa yang menyerangnya?
[God Speed diaktifkan, diperkuat dengan booster orb Jarum Halilintar]
[Slow Thunder, Pusaran Badai disatukan]
”Tusukan Halilintar!”
Riki terbang dengan kekuatan penuh, dia terbang dengan kekuatan tertinggi dan menggunakan ujung tombaknya untuk mencapai Antgora. Riki melewati Antgora sekejap karena teralihkan pada serangan Dark Shadow. Riki melewati tubuh Antgora, memutar tubuhnya dan menebas delapan sayap Antgora yang mengepak cepat.
Crash! Slash! Slash!
Sayap Antgora terputus, Orb yang menyala menghilang dan kekuatan Antgora melemah. Dia kehilangan kekuatan seluruh alam di Lorong ketiga, dia kehilangan akses energi besarnya. Langit menjadi cerah dan awan menghilang.
”Tidak mungkin, aku tidak akan kalah lagi!”
Crop!
Belum sempat meneruskan kata-katanya, Riki sudah mengayunkan tombaknya kembali dan menebas leher Antgora.
”Istirahatlah dengan tenang, Antgora. Kamu memang musuh yang kuat!”
Kepala Antgora terpisah dan menghilang bersama tubuhnya.
[Antgora yang perkasa dikalahkan, Lorong selanjutnya terbuka. Para Player diberikan pilihan untuk meneruskan atau berhenti. Sky Lord menunggu Player kuat untuk menyelesaikannya]
Riki turun dari atas, disusul oleh Dark Shadow. Player di bawah terluka, dan tersisa 17 Player. Sisanya sudah terkena serangan Antgora dan tak bisa menahan serangan kuat monster kuat itu. Hanya tersisa 17 Player dari 1.001 Player yang masuk ke Sky Lord. Jadi, apa pilihan mereka selanjutnya.
Musuh di depan sana, pasti jauh lebih berbahaya! Sky Lord, benar-benar menyimpan rahasia besar yang belum pernah terbuka untuk Player manapun.
”Jadi ..., apakah kamu masih ingin melanjutkannya, Riki?” tanya Dark Shadow.
”Pertanyaan yang tidak perlu kamu tanyakan untukku, Suci. Aku datang untuk menjadi Legenda!”