Legenda Tombak Halilintar
Mantel Bajra
[”Majulah Riki, jika kamu memang ingin menjadi seorang Legenda seperti cita-citamu saat pertama bermain Sky Legend. Maka, kamu harus bertarung dengan lawan yang kuat!”]
Motivasi yang kuat dari Tombak Halilintar, membuat Riki bersemangat. Dia tidak punya pilihan, dia memang sudah terlambat karena terlalu lama menjadi amatir dalam game. Namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
”Ayo maju, Tombak Halilintar!”
[Anda memasuki area Bajra, Singa bersayap yang memiliki kecepatan dan damage yang kuat]
Tubuh Riki bergetar. Dia baru kali ini harus memasuki wilayah Bajra. Selama ini, dia hanya berburu Big Rabbit, atau paling kuat dia akan melawan Burung Pencakar. Bajra adalah buruan Player level 40an.
[Bajra muncul, kalahkan Bajra untuk 50 kristal]
Saka berhadapan dengan Singa yang besar dan memiliki dua sayap, mata Riki terpaku melihat binatang kuat itu. Sungguh besar, dia bahkan seperti nyata dan mengerikan. Taring-taring tajamnya juga terlihat menyeramkan.
Bajra mengaum dan dia marah. Bajra langsung berlari ke arah Riki untuk menyerangnya.
[Skill God Speed diaktifkan]
Woossh!
Kecepatan lari Riki luar biasa, dia sudah kehabisan pikiran langsung berlari. Di belakangnya, Bajra mengejarnya. Kecepatan lari bagi Riki memang sudah dipelajarinya, dan hanya itu kemampuan terbaiknya.
[”Kenapa lari, Pengecut!”] teriak Tombak Halilintar.
”Bagaimana aku bisa melawan binatang kuat seperti itu, levelku belum sampai!”
[”Lawan dengannku, Pengecut! Kamu harus berani terlebih dahulu!”
Benar! Bukankah Riki ingin menjadi legenda. Jika dia berlari terus-menerus. Selamanya, dia akan menjadi pecundang dan sampah!
Riki tidak boleh lari lagi! Dia membulatkan tekadnya. Maju, adalah jalan menuju kepahlawanan dan legenda.
Riki menggenggam tombaknya, dari kejauhan Bajra masih mengejarnya sambil terus mengaum dengan keras dan dahsyat.
Riki berhenti dan berbalik, Bajra semakin dekat. Tidak akan lari lagi, meskipun harus mati.
”Tidak ada yang bisa menghentikanku!” teriak Riki sembil mempersiapkan tombaknya, dia memegang gagang tongkat dengan kedua tangannya. Dia bersiap dengan persiapan menghadang serangan Bajra, dan beast itu datang.
Riki menguatkan tekadnya, pertarungan satu lawan satu.
HIIIAAAA!
Riki berlari menerjang arah serangan Bajra, dia berharap bisa menusuk Singa bersayap tersebut.
Brush! Klap!
tombak tajam Riki ditahan oleh sayap-sayap Bajra, Bajra memajukan kedua sayapnya untuk menahan ujung tombak tersebut. Sayap Bajra membentuk pelindung untuk melindungi dirinya. Tusukan tombak Riki dijepit dengan sayap-sayap kuat Bajra. Riki kesulitan untuk menarik kembali tombaknya. Saat itu, Bajra melihat peluang dan menyerang Riki dengan cakar dari kakinya yang tajam. Riki mencoba menahannya setelah dapat menarik tombaknya, tapi cakar Bajra tetap mengenai Riki dan menyerempet bagian depan tubuhnya.
Srak!
Riki terdorong ke belakang, ujung cakar Bajra merobek armor sederhana di dada Riki. Dia terhempas dan punggungnya membentur pohon.
Brak! Klang!
Tombak Halilintar terlempar dari tangan Riki, Tombak itu terlempar cukup jauh dari Riki terjatuh. Bajra sudah datang lagi saat Riki mulai bangun, Bajra membuka sayapnya kembali dan melesat dengan cepat menerkam ke arah Riki.
Riki melihat dengan matanya yang tajam, Bajra mendekat dengan cepat.
Tidak! Aku tidak akan kalah lagi. Riki menerjang karena Tombak Halilintar masih jauh, dia menggunakan kepalan tangannya. Dia teringat bahwa dulu dia sangat berani, namun sejak dia menjadi sampah di dalam game, dia tak berani bermimpi lagi. Adrenalinnya memuncak, maka dia menjadi berani dan bersiap dengan pertarungan.
Cakar Bajra yang kuat dan cepat datang.
Brush!
[Skill God Speed diaktifkan]
Riki menyadari kemampuan terkuatnya, itu adalah kecepatan. Peluangnya untuk menang! Itu adalah kekuatan yang terus ditambahkan, dan dilatih oleh Riki untuk bisa berlari dari Big Rabbit yang menyerangnya dalam jumlah banyak. Dia akan membunuh mereka satu-persatu dengan cepat. Jika dia dikepung banyak Big Rabbit, maka dia akan melarikan diri dengan cepat. Kali ini, dia menggunakan kecepatan itu untuk menghindari serangan dari Bajra.
Woosh!
Serangan kuat dari Bajra dihindari, Riki memutar tubuhnya sambil menunduk. Bajra bahkan kaget, dan saat memutar dengan kencang, pukulan kuat dipersiapkan dengan damage sesuai dengan levelnya. Setidaknya, pukulan itu mampu membuat Bajra terpental.
Bug!
Pukulan yang kuat bersarang di perut Bajra ketika Riki dengan cepat mencapainya. Pukulan itu membuat Bajra terpental dan bahkan membuat Bajra mundur hingga bergulingan sekali.
Berhasil!
Namun, Bajra marah dan bangkit lagi. Dia membuka kedua sayapnya dan dia terlihat marah, dia mengaum dan sayapnya maju menyerang. Energi muncul dari sayap-sayap Bajra dan ujung tajam dari bulu-bulunya dilepaskan ke arah Riki. Ribuan energi tajam menyerang ke arah Riki.
Matilah aku! Kata Riki dalam hati. Aku memang pecundang!
Brush! Brush!
Tidak sakit?
Riki kaget dan membuka matanya, ada cahaya berkilau dan Tombak Halilintar sudah ada di depan Riki. Tombak itu melayang, dan dua item jarum energi mengelilingi ujung tombak.
Pedang Halilintar berdiri tegak di depan Riki dan menahan serangan energi dari Bajra.
[”Sampai kapan kamu mau diam! Ayo serang dengan semua kekuatanmu!”] teriak Tombak Halilintar.
Benar! Riki lupa kalau dia punya senjata legendary. Serangan berhenti, Bajra bersiap kembali. Riki memegang tombaknya. Bersiap kembali, keduanya saling melihat dan akan sama-sama menerjang.
Riki tersenyum sekarang, pertarungan yang menegangkan!
[Skill God Speed diaktifkan]
Syung! Woosh!
Riki melesat dan Bajra mengepakkan sayapnya. Kecepatan lari Bajra semakin cepat, dia membuka kedua cakarnya, dan bersiap menerkam Riki.
Riki melesat dengan cepat, Riki tahu bahwa tusukan tombak adalah cara untuk menembus tubuh Bajra. Dia mempersiapkan tusukan tombaknya. Dia harus fokus pada titik kelemahan Bajra. Mereka hampir bertemu, Riki memutar tubuhnya sambil melompat. Dan, tusukan kuat difokuskan pada bagian vital singa tersebut.
[Fokus anda meningkat, skill baru dibuat karena keberanian. Tusukan Halilintar]
Aliran halilintar memenuhi tubuh Riki dan saling terhubung di sekeliling Riki, kecepatannya semakin cepat. Kedua cakar Bajra tak mengenai Riki, karena dia sudah menusuk bagian jantung Bajra dan tubuhnya menabrak tubuh Bajra.
Bug! Crop!
Riki terhempas ke belakang karena menabrak tubuh Bajra, tombaknya terlepas.
Bruk!
”Ah!” Riki terjatuh, punggungnya terasa retak, sungguh menyakitkan meski di dalam game. Riki terjatuh di tanah.
[Anda mengalahkan Bajra, Title baru; Player yang mengalahkan Bajra saat level anda di bawah 30. Hadiah khusus, Mantel Bajra]
[Mantel Bajra, Spesifikasi; meningkatkan Fisik Defense dan Magic Defense, mengurangi damage musuh sebanyak 50 %]
Riki membuka tangannya menyamping, sambil menghadap ke langit. Pepohonan begitu sejuk. Riki sungguh bahagia. Jadi, ini rasanya bertarung di Sky Legend dan menang melawan monster yang kuat!
Leveling akan menjadi tujuannya sekarang.
[Anda naik level]