Legenda Tombak Halilintar
Jantung Naga Crimson
Skill baru didapatkan oleh Riki. Namun, Riki juga belum mendapatkan pengetahuan penuh tentang skill yang baru saja didapatkannya tersebut.
Mata Light Speed! Riki masih tidak tahu apa kegunaan dari skill yang telah dikonsumsinya tersebut. Api yang Membara, item yang telah membuat mata kanannya memiliki reaksi energi. Riki akan menemukan kegunaan dari Light Speed pada akhirnya nanti.
Di depan Riki, bayangan Crimson dengan bentuk Ksatria Naga masih terlihat. Namun, itu seperti sebuah gambaran astral dari sosok Crimson yang sudah tiada. Bentuknya tembus pandang. Dia sedang menuntun penerus dari kekuatan cahaya Dewa Naga. Maka, dia masih berada di sana untuk memberikan petunjuk pada Riki.
[Penyerapan Pisau Legendaris selesai oleh Tombak Halilintar, kekuatan segel keempat dari Tombak Halilintar terbuka. Empat Jarum menyala dan berputar, menyerap energi alam dengan lebih sempurna]
Wuunnggg!
Suara empat item yang kini muncul di ujung Tombak Halilintar. Item tersebut terus berputar pada ujung tombak.
[Perputaran Jarum Halilintar, menyerap energi alam dan menjadi sumber kekuatan yang terus mengalir dalam diri Player]
Ini menakjubkan! Riki melihat semua ini bagaikan sebuah bug baginya. Ini adalah permainan, di mana seorang Player yang mampu menemukan celah dalam game tersebut. Hadiah item dan kekuatan yang selama ini dicari oleh para Player. Riki akan memanfaatkannya dengan baik, untuk menjadi Player yang mencapai puncak. Itulah mimpi Riki, dia ingin melihat puncak dari Sky Legend, dan berdiri sebagai Legenda.
”Player Riki, aku belum menghilang karena harus memandumu. Jantung Naga Legendaris membutuhkan wadah untuk menampung kekuatan dari leluhur Naga,” kata Crimson yang tubuhnya tembus pandang tersebut.
[”Riki, biarkan aku yang menyerap Jantung Naga. Hal itu serasi dengan kekuatan awalku sebagai Dragon Spear. Aku bisa menjadi bantuan terkuatmu untuk menjadi Legenda, Riki. Berikan Jantung Naga padaku!”] kata Tombak Halilintar meminta Jantung Naga pada Riki.
Riki pun memikirkannya sejenak, apakah memang cocok antara Tombak Halilintar dengan Jantung Naga? Itu adalah item yang belum diketahui rank dan juga manfaat yang diberikan. Namun, apakah pilihan memberikan Jantung Naga pada Tombak Halilintar, adalah pilihan yang tepat?
Riki memikirkannya lagi. Kenapa Tombak Halilintar begitu menginginkan Jantung Naga, dengan mengharapkan penambahan pada kekuatannya. Bukankah, dia baru saja menyerap Pisau Halilintar dan membentuk kekuatan keempat dari Jarum Halilintarnya?
Riki cukup lama memikirkannya, tapi selama ini memang Tombak Halilintar adalah kartu terkuatnya. Tombak Halilintar sudah membawanya sejauh ini, untuk mengantarnya menjadi kekuatan yang sangat hebat.
Jadi..., Riki pun memutuskan untuk memberikan Jantung Naga pada Tombak Halilintar.
”Baiklah, Tombak Halilintar. Jika itu bisa membuatmu semakin kuat, maka seraplah untukmu,” kata Riki.
[”Tentu saja, aku akan menyerapnya. Aku akan menjadi pendukung terkuatmu untuk mencapai puncak!”]
Tombak Halilintar bergerak sendiri, Jantung Naga masih terbungkus dengan armor yang berbentuk ukiran indah. Di dalamnya, ada jantung yang bercahaya sebagai warisan terkuat dari klan Naga. Ujung dari Tombak Halilintar menyentuh ukiran yang menutupi Jantung Naga. Saat ujung Tombak Halilintar menyentuh Jantung Naga. Penyerapan dilakukan.
[Penyerapan Jantung Naga oleh Tombak Halilintar, diaktivasi]
[Gagal!]
Tombak Halilintar bergerak mundur, dia mencoba lagi dengan ujung tombak menempel pada Jantung Naga.
[Penyerapan Jantung Naga oleh Tombak Halilintar, diaktivasi]
[Gagal!]
Riki melihat dua kali gagalnya penyerapan, Tombak Halilintar sudah gagal melakukan penyerapan. Namun, Tombak Halilintar mengeluarkan energi, dan memutar Jarum Halilintar lebih kencang. Dia hendak melakukan penyerapan dengan paksaan. Ujung tombak kembali menyentuh ukiran yang menutupi Jantung Naga.
[Penyerapan Jantung Naga oleh Tombak Halilintar, diaktivasi]
[Gagal!]
[”Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak bisa menyerapnya!”] Tombak Halilintar mundur dan tombak itu terlihat bergetar.
Riki segera paham dan melihat ke arah Crimson. Crimson yang masih dalam bentuk tembus pandang, sebagai Ksatria Naga.
”Tuan Crimson, bagaimana cara menyerap Jantung Naga?” tanya Riki pada bayangan Ksatria Naga.
”Jantung Naga bukanlah sembarang item yang bisa diserap oleh sembarang makhluk. Dia memiliki kekuatan magis yang hanya bisa diserap untuk makhluk terpilih. Leluhur Naga yang akan menentukan siapa yang berhak menerimanya. Hal itu karena, mereka yang bisa menyerapnya, adalah makhluk yang memiliki kekuatan tekad yang sama dengan Leluhur Naga.”
Riki mulai paham.
”Tombak Halilintar, sepertinya kamu tidak bisa menyerapnya. Jadi, aku akan mencoba menyerapnya,” kata Riki. Tombak Halilintar pun mundur, dan dia sudah menyerah untuk menyerap Jantung Naga. Dia juga baru saja menyerap Jarum keempatnya. Itu sudah cukup baginya.
”Tuan Crimson, apakah aku bisa menyerap Jantung Naga itu?” tanya Riki.
”Aku tidak tahu, tapi kamu bisa mencobanya. Aku akan memandumu untuk melakukan penyerapan,” jawab Crimson.
Riki mendekat ke arah Jantung Naga yang melayang, dia siap melakukan penyerapan dan penyatuan item itu dalam kekuatannya.
”Fokuslah seperti kamu sedang menyerap energi alam, rasakan energi Jantung Naga dan bukalah pikiranmu untuk menyerapnya,” kata Crimson lagi, ”Aku akan membantumu agar kamu bisa menghubungkan Jantung Naga padamu.”
Riki mengikuti petunjuk Crimson. Dia memejamkan matanya, dia merasakan energi besar di depannya. Itu adalah Jantung Naga.
Deg! Deg! Deg!
Riki merasakan detak jantung yang begitu kuat. Denyut energi yang berpendar dan seperti memiliki tekanan yang terus susul-menyusul. Riki fokus dan seperti latihan mengumpulkan energi alam, dengan sistem pernapasan ketenangan di dunia nyata. Riki mencoba menyerap kekuatan Jantung Naga untuk menjadi bagian dari dirinya.
”Kamu memiliki kecocokan dengan Jantung Naga, tingkat kecocokanmu 90 persen. Hal itu berarti, kamu bisa melakukan tranplantasi. Aku akan membantumu melakukan penyatuan total dengan tranplantasi. Bersiaplah untuk proses penyatuan. Aku akan membantumu,” suara pemandu yaitu Ksatria Naga, Crimson.
Jantung Naga semakin mendekat ke tubuh Riki, Tombak Halilintar menjauh. Tombak Halilintar terdorong untuk tidak dekat dengan Riki, saat melakukan transplantasi Jantung Naga tersebut. Riki merasakan tubuhnya bergerak sendiri, dia melayang dan seperti terbaring menghadap ke langit. Di atasnya, Jantung Naga terus bergerak di atas tubuhnya dan bercahaya.
Crimson dalam bentuk Astral, dia memegang Jantung Naga dan menekannya ke dalam tubuh Riki dengan kekuatan energinya. Itu adalah tugas terakhirnya sebagai keturunan Naga, dia menebus dosanya setelah menjadi jahat dan dikuasai kegelapan.
Brush!
Crimson membantu melakukan transplantasi Jantung Naga, dan memasukkannya ke tubuh Riki yang kini melayang di udara.
[Transplantasi dilakukan, peningkatan syaraf tubuh untuk menerima transplantasi. Otot dan kulit menahan kekuatan panas dari Jantung Naga]
AAAAAAAAAHHHHHHH!!!!!!
”Tahan rasa sakit itu, Riki. Kamu adalah Legenda dan kamu harus bertahan!” teriak Crimson. Riki merasakan sakit tak tertahankan, bagaimana game bisa membuat manusia sakit dengan rasa yang luar biasa.
AAAAAAHHHHHHH!
***
Hah! Hah! Hah!
Riki membuka helmnya, kapsul game sudah terbuka sebelumnya. Dia melihat sekujur tubuhnya dipenuhi dengan keringat. Riki keluar dari kapsul game Sky Legend. Dia merasakan tubuhnya dipenuhi dengan hawa panas.
”Ini benar-benar luar biasa. Bahkan, ini seperti di dunia nyata! Benar-benar game terbaik di dunia!”
Riki keluar dari kapsulnya, dan dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepertinya, dia kelaparan. Sehabis mandi, dia pun menemukan Ibunya yang menunggu di meja makan.
”Ibu ..., menungguku?” tanya Riki yang baru saja memakai bajunya.
Ibunya, Irma hanya tersenyum.
”Duduk dan makanlah, Ibu sudah menghangatkan makananmu.”
Riki tak menjawab lagi, dia mengambil piring dan memakan makanannya. Semuanya masih hangat, dan itu adalah pukul 03.00 pagi. Jadi, Riki sudah sangat lama bermain di Sky Legend. Dan, entah sudah berapa kali Ibunya menghangatkan makanan itu.
Riki biasanya akan bangun pukul 22.00 malam, tapi sekarang dia terlalu lama bangun dari game. Mungkin, sejak itu Ibunya tidak tidur.
”Apakah Ibu ...,”
”Sudah, makanlah. Kamu pasti lapar,” Irma menghentikan ucapan Riki. Senyuman Ibunya itu, tidak bisa dilupakan Riki. Dia selalu ada untuk Riki, bahkan saat membelikan Kapsul Game dan menjual tanah kebun mereka. Dia tak peduli dan hanya tersenyum. Riki pasti akan membahagiakan Ibunya, itu janjinya. Dia akan menjadi kaya dari Sky Legend, dan akan mempersembahkan apapun untuk Ibunya.
Riki akan menjual cukup banyak kristal, dan membelikan rumah yang besar dan memenuhi semua keinginan Ibunya.
Hiks!
Riki bahkan makan dengan lahap, namun dia meneteskan airmatanya dan berusaha menahan dirinya. Dia menahan agar tak terlihat oleh Ibunya, tapi hal itu membuat Ibunya semakin tahu kalau Riki sedang tak kuasa membendung tangisnya.
Irma berdiri dan memeluk kepala puteranya yang masih makan tersebut.
”Maafkah, Riki ..., Ibu.”