Merhaba Aisyah

Bertemu Dengan Ameera

"Apa kamu sedang membela Aisyah, Fatimah?" teriak Hawa tidak percaya dengan ucapan Fatimah yang terus menyalahkannya.

 

"Aku tidak menyalahkanmu Hawa, aku juga tidak menyalahkan Aisyah, sudah berbaikan sekarang! aku tidak mau mendengar kalian bertengkar lagi." Fatimah masih terlihat kesal dan bingung mengapa ke dua sahabatnya bertengkar.

 

Aisyah melirik ke arah Hawa berniat untuk mengakhiri drama yang sedang mereka jalankan untuk mengerjai Fatimah tiba-tiba dari belakang nampak Reyhan yang sedang membawa kado dan bunga untuk Fatimah.

 

"Happy brithday to you."

 

Semua orang bernyayi bersama dengan begitu meriah, seakan-akan hendak tumbang tangan Fatimah mencekal lengan Raya dan Aisyah dengan begitu kuat, bagaimana tidak? di saat acara ulang tahunnya sendiri sahabat-sahabatnya bertengkar membuat mood Fatimah hilang begitu saja dan ternyata dugaannya benar Reyhan memberikan surprise yang membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang.

 

"Ya Allah Aisyah apakah ini rencanamu?" bisik Fatimah di telinga Aisyah. "Astaga kenapa Reyhan bawa bunga segala ya?"

 

"Maaf ya Fat, ini memang rencanaku dan yang lain hehehe ya sudah sana tiup lilinnya gak enak tuh sama Reyhan!" seru Aisyah sembari membawa Fatimah untuk mendekat dan menerima pemberian Reyhan.

 

"Happy birthday ya Fatimah, maaf aku hanya bisa ngasih ini yang mungkin harganya tidak seberapa yang terpenting kamu suka dan bisa bermanfaat buat kamu," ujar Reyhan dengan memberikan kado serta bungannya.

 

Hawa yang kebagian membawa kue ulang tahun, "Maafin aku ya Fat, tapi jujur loh aku kesal dengan ucapanmu tadi, yaudah sekarang buruan potong kuenya aku mau lihat kamu mau ngasih ke siapa potongan pertamanya."

 

"Ya sorry lagian suruh siapa ngerjain aku segala kan jadi ke bawa emosi, by the way makasih banyak ya buat kalian semua I am happy dengan surprise yang kalian kasih buat aku," terang Fatimah dengan mata yang berbinar-binar penuh kebahagian.

 

"Sini biar aku yang pegang bungannya," ujar Raya yang siap membantu Fatimah untuk melakukan memotong kue ulang tahun.

 

Acara pun berlanjut hingga malam setelah melaksanakan salat magrib dilanjut dengan acara makan-makan, Prisly sudah menyiapkan semuanya untuk merayakan hari lahir putri kesayangannya itu.

 

"Makasih ya Rey, udah datang ke pesta ulang tahun aku terus bawain aku kado segala," tukas Fatimah sambil tersenyum.

 

"Sama-sama Fat, btw ini ultah yang ke 19 tahun kan?" tanya Reyhan memastikan.

 

Fatimah menganggukkan kepalanya, "Gak terasa usiaku udah menginjak dewasa," kata gadis cantik itu baru menyadarinya.

 

Mereka berdua berbincang-bincang tidak lama karena Fatimah juga sudah dipanggil-panggil oleh para sahabatnya yang hendak menonton live streaming.

 

Fatimah dan para sahabatnya makan di ruang santai yang tidak jauh dari tempat acara di sana juga ada Feby dan Aqila yang bergabung bersama mereka, tepat sekali di hari ulang tahun Fatimah grup Ikon melakukan live streaming di vlive membuat mereka segera menonton karena takut ketinggalan.

 

"Wahh senang banget aku, terima kasih kesayangan sudah buat kado yang istimewa di hari ini," tukas Fatimah dengan begitu senang dia memangku bantal guling untuk menjadi penyangkalnya.

 

Ditepuknya bahu Fatimah oleh Raya, "Sumpah sih waktu aku ulang tahun kenapa ya mereka gak live gitu? kamu beruntung banget loh Fat," sahutnya.

 

"Iya kamu salah satu fans yang beruntung tapi jangan kegeeran dulu," timpal Aqila yang menjadi fans Bobby saat itu.

 

"Ya ampun Mamah nyariin ternyata kalian ada di sini!" pekik Prisly saat menemukan anaknya yang sedang asik menonton artis Korea.

 

Mereka semua pun menoleh menghadap ke arah sumber suara yang ternyata Mamahnya Fatimah membuat yang lain merasa tidak enak hati.

 

Fatimah bangkit dari duduknya menghampiri Nyokapnya itu, "Mamah ada apa nyariin aku?"

 

"Kamu sudah makan sayang?" tanya Prisly sembari mengusap wajah cantik anaknya itu.

 

"Aku akan makan bersama mereka, Mamah tidak perlu khawatir!" ujarnya dengan tersenyum manis.

 

"Baiklah jangan lupa makan ya, ajak mereka makan bersama!" Prisly tersenyum sebelum berlalu meninggalkan Fatimah dan teman-temannya itu.

 

Acara live itu tidak berlangsung lama karena mereka Ikon sedang membicarakan camebacknya yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Maret nanti dengan sabar mereka menanti hari itu.

 

Raya berbaring di sofa dia sangat merasa begitu lelah hari ini, "Fat apakah ada jus untuk kuminum?"

 

Saat itu Aqila yang sedang berbincang-bincang dengan Aisyah sedangkan yang lain sibuk makan cemilan yang sudah Fatimah sediakan untuk mereka.

 

"Ambil saja di kulkas ada banyak jenis minuman yang bisa kau minum!" sahut Fatimah.

 

Hawa menyenggol lengan Fatimah, "Bagaimana perasaanmu mendapatkan kejutan dari Reyhan?" ujarnya dengan tersenyum menggoda.

 

"Ya pasti senanglah ya kan Fat tapi hubungan mereka hanya sebatas sahabat tidak lebih jika pun ada perasaan lebih mereka tidak ingin berpacaran," sahut Feby dengan sarkatis dia tidak bermaksud menyindir Hawa namun mendengar perkataannya Hawa merasa tersinggung.

 

"Ah ya aku kan masih ingat akan janji kita waktu dulu untuk tidak berpacaran terlebih dahulu hingga masuk kuliyah nanti." Fatimah masih mengingat akan perkataan Aisyah waktu itu lagi pula ke dua orangtuanya tidak mengizinkan dirinya untuk berpacaran mereka menginginkan untuk pokus dengan belajar dan pindidikannya.

 

Hawa terdiam entah mengapa cewek itu jadi bungkam mendengar perkataan teman-temannya itu Raya mengira bahwa Hawa merasa tersinggung karena dirinya memang ingin berpacaran dengan Raka tapi cowok itu tidak pernah mengungkapkan perasaannya.

 

Acara pun selesai satu persatu pulang ke rumahnya masing-masing begitu pun dengan Bundanya Aisyah yang sudah pulang terlebih dahulu karena Aisyah izin hendak bertemu dengan seseorang terlebih dahulu bersama Raya.

 

"Fat, kita pamit pulang dulu ya!" pamit Raya kepada Fatimah setelah Hawa pulang duluan dengan mobilnya.

 

Dengan perlahan Fatimah menghambur ke dalam pelukan Raya dan Aisyah, "Terima kasih sudah datang dan buat hari ini menjadi hari yang paling bahagia dan berkesan untukku apalagi di umurku yang ke 19 tahun, kalian hati-hati jika ada apa-apa telepon aku ya!"

 

Ya Aisyah sengaja tidak bilang kepada Fatimah jika dirinya hendak pergi bertemu dengan seseorang karena sudah pasti dia akan ikut dengannya jika tahu jadi Aisyah hanya bercerita dengan Raya dan meminta sahabatnya itu untuk menemaninya.

 

Saat di perjalanan Aisyah menghubungi seseorang yang hendak ditemuinya, "Assalamualaikum dek."

 

"Waalaikumsalam, kakak aku sudah sampai nih kakak sudah sampai mana?"

 

Aisyah menatap Raya sebelum menjawab, "Kakak sudah di jalan sebentar lagi akan sampai kamu tunggu sebentar ya gak apa-apa kan?"

 

"Ah tidak apa-apa ka, ya sudah aku matikan dulu ya ka teleponnya assalamualaikum."

 

Sambungan pun terputus secara sepihak lalu Aisyah bercerita tentang pertemuannya dengan Ameera dan mengapa dia ingin bertemu dengan gadis itu di Ramyan bukan di rumahnya seperti yang sudah Raka katakan waktu itu karena Aisyah ingin melupakan Raka yang baginya cowok itu tidak pantas untuk dirinya banyak sekali perbedaan di antara ke duanya menjadi alasan Aisyah berkata bahwa dirinya belum pantas untuk Raka.

 

"Hay Ameera!" seru Aisyah saat bertemu dengan Ameera untuk yang ke dua kalinya setelah pertemuannya di seminar sekolah.

 

Aisyah ingat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Ameera waktu itu ditambah lagi Raka mengatakan bahwa Ameera sangat mengagumi dirinya, dan anehnya Aisyah merasa risih mengetahui bahwa Ameera adalah adik kandung Raka.

 

"Ka Aisyah, ya Allah senang banget ketemu kakak di sini hay ka Raya," sapa Ameera begitu senang dan tidak nyangka bahwa dirinya bisa bertemu dengan orang yang dia kagumi selama ini.

 

Bagi Ameera, Aisyah adalah sosok yang menginspirasi bagi juniornya mulai dari penampilan, tata cara bersikap dan berbicara mengetahui bahwa kakaknya dekat dengan Aisyah dia langsung menyuruh kakaknya itu untuk mengajak Aisyah ke rumah dan bertemu dengan dirinya. Meski hanya sekadar bertemu saja itu sudah membuat Ameera senang.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!