Pasukan Langit

Keyakinan Nagada

Ketiga anggota Pasukan Langit naik kuda, diantar oleh Basel menuju ke stasiun kota tempat teleportasi. Stasiun yang dijaga dengan baik oleh setiap pemimpin benua, merupakan alat transportasi yang dibuat dengan sangat rumit. Mulai dari sihir, kerjasama beberapa ahli sihir dan juga dengan artefak tertentu.

Tidak mudah dalam pembangunan stasiun teleportasi, dalam radius perjalanan yang jauh. Pembangunan alat teleportasi harus bisa dihubungkan dengan stasiun teleportasi yang sudah ada, sehingga ada kode pengiriman yang bisa dilakukan dengan bersamaan sebagai tempat landasan dan juga tempat tujuan.

Kedua alat transportasi harus terhubung, sehingga mampu memindahkan fisik seseorang yang hendak diteleport. Magic teleport sebenarnya bisa dibuat oleh seseorang seorang diri, misalnya dia membuat hole teleportasi seperti yang dilakukan Mora saat melawan Pasukan Langit. Namun, hal itu biasanya hanya jarak pendek.

Ada juga saint yang bisa melakukan teleportasi ke tempat yang jauh, bahkan antar benua. Namun, hal itu membutuhkan kekuatan yang tinggi dan penguasaan ruang yang baik. Hal ini pernah dilakukan oleh Alicia dan pada saat itu, Alicia sudah mendapatkan gulungan warisan dari saint Yonan, Kakeknya.

”Lelaki misterius itu..., siapa dia sebenarnya ya?” Nora masih melihat ke atas, dia sejajarnya juga naik kuda ada Aji dan Barsha, ”Entahlah! Mungkin dia seorang pahlawan yang tidak mau dikenal orang lain.”

Nora mempercepat laju kudanya dan melewati Barsha dan Aji.

”Aku tahu itu kamu Aji,” Barsha melihat ke depan, dan terus meluruskan jalan kudanya tanpa menengok.

Aji pun tersenyum, dia tidak menanggapi hal itu. Dan mereka telah sampai di stasiun. Mereka masuk ke dalam, Basel menuntun mereka hingga memasuki portal yang ditutup dengan kaca. Basel melihat pada administrator dan menanyakan kesiapan.

Basel pun kembali kepada tiga Pasukan Langit itu, dan mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam ruangan kaca. Di dalam sana, ada lingkaran portal. Mereka masuk dan beberapa saat kemudian, mereka lenyap setelah administrator teleportasi menekan tombol dengan kekuatan sihirnya sebagai pembuka.

Klap!

***

Nagada duduk di samping ayahnya. Ayahnya itu seperti orang koma dan tak sadarkan diri. Dia merasa ada keanehan dengan kondisi ayahnya sakit yang sudah berjalan tiga tahun itu. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya, bahkan para tabib dari berbagai tempat bahkan luar benua pun sudah dipanggil dan tidak mampu menyembuhkan penyakit ayahnya.

Energi ayahnya seperti terblokir dan ada yang tersumbat. Tidak dikenali apa yang terjadi pada penyakit ayahnya itu.

Di sisi lain, Toda pamannya mencoba untuk selalu menjadi raja dengan merebut kekuasaan. Dia mengatakan bersama 8 penasehat kerajaan Hanusan, bahwa raja sudah tak bisa memerintah dengan baik sehingga kerajaan membutuhkan seorang raja baru.

Nagada sudah diusulkan oleh sebagaian penasehat dan sebagian lagi mengusulkan Toda. Mereka akhirnya sepakat untuk menunda setahun lagi, karena Nagada belum dewasa sepenuhnya untuk menjadi raja Hanusan.

”Ini semua tidak akan terjadi kalau Ayah tidak sakit,” ucap lirih Nagada. Kekacauan dimana-mana karena ada dua kubu yang ingin menguasai kerajaan Hanusan. Terakhir kali bahkan. Kubu yang masih setia pada ayahnya, Yomura, mulai diusik dan bahkan mulai dihilangkan kekuatannya dengan boikot beberapa hal, termasuk boikot keuangan mereka.

Nagada bertugas di kerajaan Hanusan bersama Sanjo dan Yara. Nagada ingat sebelum pergi, dia dipesankan dua hal oleh wakil ketua Pasukan Langit, Aji. Pertama sebuah air yang dimasukkan dalam botol kecil, kedua Nagada harus bisa menyelesaikan misi ini sendiri, karena anggota Pasukan Langit yang lain juga berjuang di masing-masing tempat.

Botol kecil berisi air itu dikeluarkan dari balik baju Nagada, dia melihat air yang jernih tersebut. Aji berpesan agar memberikan air itu kepada Ayahnya yang sedang sakit, dan juga menyalurkan energinya kepada ayahnya tersebut.

Apa maksud Aji? Apakah dia tahu keadaan ayahnya tersebut? Bukankah banyak tabib yang sudah didatangkan dari berbagai tempat, dan tidak ada yang sanggup mengobati ayahnya yang katanya sudah kehilangan jiwa di dalam tubuhnya.

Nagada pun akhirnya memanggil Sanjo dan Yara. Keduanya masuk dan membantu Nagada mendudukkan ayahnya. Saat duduk, Nagada membuka botol berisi air dari Aji itu dan membuka pelan mulut ayahnya. Tubuh ayahnya sangat kurus seperti tubuh tanpa jiwa, bahkan matanya seperti mata yang melihat tempat kosong dan tak ada yang dilihat sama sekali.

Airmata Nagada menetas tak tahan melihat penderitaan dari ayahnya. Dia pun memasukkan air dalam botol itu ke dalam mulut ayahnya, dan membantu untuk memudahkan air itu untuk di telan. Nagada menepuk pelan punggung ayahnya dan mengangkat dagu ayahnya sedikit ke atas.

Air itu telah masuk, Sanjo dan Yara memegang masing-masing pundak raja Hanusan itu. Nagada duduk bersila di belakang ayahnya. Nagada kaget karena ada energi yang seolah keluar dari tubuh ayahnya itu.

Ada kabut gelap yang perlahan-lahan keluar perlahan dan tipis. Apakah itu energi kegelapan? Bahkan, Sanjo dan Yara juga kaget karena mereka melihat hal itu.

Nagada menarik kedua tangan ke dadanya, dia mengumpulkan energi dan mencoba menambahkan energi alam. Semua anggota Pasukan Langit memang sudah diajari dengan baik oleh pejuang Jiro. Membuka circle dalam diri masing-masing sudah diajarkan dengan baik. Namun, setiap anggota Pasukan Langit memiliki kemampuan sendiri-sendiri dalam meningkatkan circle mereka.

Kecepatan setiap orang tentu berbeda, tapi pejuang Jiro mampu membuat mereka yang lambat dengan latihan tertentu untuk menguatkan kekuatan mereka.

Saat ini, Nagada menyerap energi alam dengan circle tingkat 5, itu sudah pencapaian yang besar menurutnya. Energi internal dan digabungkan dengan energi pure alam, membuat energinya terlihat berkembang penuh di kedua telapak tangannya.

Nagada mendorong kedua tangannya ke depan, tepat di punggung ayahnya. Cukup lama, bahkan keringat bermunculan dari tubuh dan wajah Nagada. Sanjo dan Yara tidak ikut campur, berbahaya jika ada benturan energi. Mereka hanya membantu menstabilkan kekuatan dari ayah Nagada.

Energi gelap seolah keluar terus-menerus dari tubuh Yomura, sang raja Hanusan.

”Uhuuk!”

”Uhuuk!”

Ada suara batuk dari raja Yomura. Nagada sempat kaget dan bahagia, tapi dia tak berani untuk mengacaukan energinya. Dia terus menekan kekuatan gelap yang seolah berdesakan dalam tubuh ayahnya. Dia harus mengeluarkannya.

Nagada berkonsentrasi, keringat semakin banyak membanjiri wajahnya. Dia benar-benar menekan kekuatan aneh dalam tubuh ayahnya.

Semakin lama, dia merasa bahwa kekuatannya masuk dan seolah diserap terlalu kuat dalam tubuh ayahnya itu. Mau tak mau, Nagada harus menggunakan kekuatan energi alam lebih banyak untuk dapat meningkatkan kekuatan energi pendorongnya.

Nagada mengerahkan semua kekuatan internal dan kekuatan alam, tak peduli lagi. Dia harus bisa membuat ayahnya sembuh, ini semua adalah harapannya untuk mendamaikan kembali sengketa di kerajaan Hanusan. Aji juga memberikan dia kepercayaan, jadi inilah yang dimaksud Aji bahwa dia bisa melakukannya karena yang lain juga sedang bertugas.

Benar!

”HIAAAAA!”

Ledakan angin dari punggung Nagada nampak meledak. Ini adalah kekuatan tertingginya, energi seperti mendorong begitu kuat pada punggung ayahnya. Bahkan tubuh ayahnya terdorong begitu kuat ke depan.

”Huueeeekkk! Uhuuukk!”

Darah hitam kental keluar dari mulut Yomura. Dia terbatuk-batuk. Bahkan, darah kental hitam yang keluar langsung berasap, dan menghilang dengan asap pekat hitam.

Ini perbuatan pasukan kegelapan?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!