Pasukan Langit
Toda Menyerbu Nagada
Yomura mulai memulihkan kekuatan dirinya, ketiga Pasukan Langit menjaga di sekitar Yomura.
Yomura juga baru menyadari dari cerita puteranya itu, bahwa kekuatan dari perguruan Bangau Emas sudah dihancurkan. Hal itu juga termasuk kontribusi dari Pasukan Langit. Drakos juga sudah terbunuh di tangan Dasatama.
Pada akhirnya, Yomura kehilangan rekan seperjuangannya dahulu. Namun, rekan itu berani meracuni dirinya dengan kekuatan kegelapan, sehingga membuatnya hampir dua tahun tak berdaya bagaikan mayat tanpa jiwa.
Drakos menerima akibatnya, dia akhirnya harus memilih berada di pihak pasukan kegelapan. Meskipun, memiliki alasan bahwa pasukan kebenaran juga memiliki orang-orang yang serakah, dan menutupi keburukan mereka dengan label pendekar putih. Namun, pada dasarnya mereka sama saja dengan pasukan kegelapan.
Sesuatu yang dipercayai oleh Yomura adalah, bahwa kejahatan tetap saja ada baik di pihak pendekar putih maupun pasukan kegelapan. Namun, suatu hari akan lahir orang-orang yang akan membela kebenaran dengan tulus. Yomura yakin akan hal itu.
”Satu hal yang masih aku ingin tanyakan padamu, Nagada,”
”Apa itu Ayah?” tanya Nagada penasaran.
”Siapa yang memberimu air pemurni jiwa itu?”
Air pemurni jiwa lagi? Nagada sendiri masih bingung dengan nama air pemurni jiwa. Jika benar, menurut penjelasan dari ayahnya. Air penyuji jiwa itu adalah energi murni yang dikumpulkan dan disatukan dari alam dan dibentuk sebuah air pemurni jiwa.
Siapa saja yang memiliki dan meminumnya meskipun hanya setetes. Maka, dia akan bisa sembuh dari racun yang berbahaya dan racun yang menekan kekuatan jiwanya. Bahkan, orang yang meminum air pemurni jiwa itu, akan bisa melakukan penerobosan lebih tinggi dari tingkat bela dirinya.
Air pemurni jiwa adalah harta langka, yang hanya bisa dibuat oleh mereka yang sudah mencapai rank bela diri tingkat sembilan. Orang yang bisa membuatnya adalah orang yang berada di tingkat tertinggi, dia adalah seorang saint dan legenda.
Nagada pun jadi berpikir. Jika itu adalah air pemurni jiwa yang dimaksud oleh ayahnya. Maka, Aji memilikinya dan dari siapa dia memiliki air ajaib tersebut?
Aji yang misterius! Dan bagaimana dia bisa tahu, bahwa itu adalah air yang bisa menyembuhkan racun dari tubuh ayahnya. Dia seolah tahu bahwa ayahnya terkena racun kegelapan penekan energi.
Jika Aji mengetahui dan dia memiliki air pemurni jiwa. Dia merupakan seseorang yang benar-benar menyembunyikan identitasnya.
”Blaaaarrrr!”
Belum sempat Nagada berpikir dan menjawab pertanyaan dari ayahnya. Sebuah ledakan terjadi di depan kediaman milik keluarganya itu.
”Keluar kamu Nagada!”
Suara teriakan setelah ledakan itu mengagetkan Nagada dan rekan-rekannya.
”Ayah tetap disini dan pulihkan kekuatan ayah, aku akan menemui mereka. Aku mengenal suara itu dengan baik!”
Nagada tahu bahwa itu adalah suara dari pamannya, Toda. Apakah dia sudah mengetahui perihal ayahnya yang sudah sembuh? Atau, dia ingin mengusirnya dari kerajaan Hanusan?
Nagada dan kedua rekannya keluar, dan Yomura memulihkan kekuatannya dengan cepat. Dia merasakan tubuhnya menjadi semakin murni dan kekuatannya juga mulai membaik. Namun, dia masih membutuhkan waktu dan dia akan segera menyusul puteranya itu.
Nagada keluar di lapangan depan dari kediamannya, di depan sana gerbang terlihat pecah dan hancur.
”Kenapa paman Toda datang ke kediaman kami? Tidak pantas bagi seorang paman untuk mendatangi rumah kakaknya dan menghancurkan sesuatu tanpa izin.”
Nagada merasa tak terima, dia melihat bahwa pamannya akan membuat onar semenjak tahu dia datang siang tadi.
”Kenapa kamu datang dan tidak melapor kepadaku dulu!”
Melapor? Sejak kapan seorang anak dari raja harus melapor kepada seorang perdana menteri kerajaan? Ataukah paman Toda sudah merasa dirinya sebagai seorang raja sekarang?
”Aku adalah raja sekarang di kerajaan Hanusan. Kamu tidak boleh sembarangan keluar masuk di tempat seluruh kerajaan Hanusan ini. Wilayah yang tidak boleh sembarangan siapapun keluar dan masuk sesuka hatinya!” Toda terlihat marah, wajah berewokannya nampak bergerak-gerak tanpa benci.
Nagada tersenyum, ”Sejak kapan seorang putera raja, atau hanya rakyat biasa harus izin keluar dan masuk kerajaan?” itu adalah sebuah hal yang aneh menurut Nagada. Dulu, tidak pernah ada peraturan yang memberatkan siapapun termasuk rakyat kecil.
”Dan... sejak kapan paman Toda diangkat menjadi raja Hanusan? Apakah kamu ingin mengkhianati sang raja Yomura padahal dia masih hidup!” teriak Nagada sedikit membesarkan suaranya.
Di belakang Toda, Lima Penasehat sepertinya datang bersamanya. Sepertinya, mereka juga sudah menyetujui bahwa Toda adalah seorang raja, dan mereka memberikan dukungannya itu pada paman Toda. Jadi, paman Toda sudah merasa menang dan menganggap dirinya sebagai raja yang sah.
Seperti diketahui, di kerajaan Hanusan, siapa yang mendapatan dukungan dari 50 persen lebih para penasehat kerajaan. Maka, dia bisa diputuskan menjadi raja jika memang raja sebelumnya mundur atau meninggal dunia.
”Aku sudah mendapatkan dukungan dari lebih dari separuh para penasehat! Aku adalah raja resmi. Raja Yomura sudah tak mungkin lagi sembuh, dan kita harus memutuskan seorang raja untuk kebaikan rakyat Hanusan!” Toda tak mau kalah.
”Menjijikkan!” ucap Nagada marah.
”Apa maksudmu dengan menjijikkan, keponakan yang bodoh!” Toda menunjukkan jari telunjuknya pada Nagada sambil marah.
”Kau pikir kamu hebat karena menjadi bagian dari pasuka kegelapan Paman Toda?” Nagada tak mau lagi menutupi fakta yang baru saja diceritakan oleh ayahnya. Meskipun terlihat paman Toda kaget akan perkataan dari Nagada. Namun, Nagada meneruskan ucapannya itu.
”Kau tak akan mendapatkan apa-apa dari pasukan kegelapan Paman Toda! Mereka, pasukan Lord Demon hanya ingin kehancuran di seluruh dunia. Mereka akan menjadi penguasa, dan paman Toda hanya akan dilemparkan begitu misi mereka tercapai!”
”Omong kosong!” paman Toda kaget dengan tuduhan pasukan kegelapan, dari mana keponakannya itu tahu begitu banyak, ”Omong kosong soal pasukan kegelapan. Aku akan menjadi raja dan memakmurkan seluruh rakyat Hanusan. Anak kecil sepertimu belum layak dan belum bisa berpikir dengan baik untuk kemakmuran kerajaan ini, Nagada!”
”Lalu... mengapa anda datang dan menghancurkan gerbang kediaman seorang raja. Itu artinya, anda sedang memberontak!” desak Nagada.
”Anak kurang ajar! Aku datang kesini untuk memperingatimu, bahwa kamu tidak boleh keluar masuk kerajaan seenak hatimu saja. Kamu harus izin padaku terlebih dahulu!”
Paman Toda merasa menang, kelima penasehat sudah berada di pihaknya. Apapun yang diperbuatnya, dia akan bisa dilindungi dengan keputusan para penasehat. Satu lagi, dia sudah memberikan mereka uang yang banyak, sehingga mereka akan patuh seluruhnya padanya. Kali ini, Toda akan menghancurkan Nagada.
Nagada juga menjadi bagian dari Pasukan Langit. Itu adalah musuh nyata baginya, di mana dirinya adalah seorang Mondu. Menghukum dan melumpuhkan keponakannya itu akan membuat kedudukannya semakin kuat di kerajaan Hanusan. Dia juga dipercaya di pasukan kegelapan Lord Demon.
”Kamu melawan kerajaan Hanusan wahai keponakanku, Nagada. Maka dari itu. Prajurit!” teriak paman Toda, ”Tangkap ketiga orang itu, mereka sudah membuat kekacauan di kerajaan Hanusan! Mereka tidak mematuhi aturan hukum di kerajaan Hanusan! Tangkap mereka!”
Prajurit bersiap bergerak dan menuju kearah tiga orang Pasukan Langit termasuk Nagada.
”Tunggu!”
Sebuah teriakan mengagetkan mereka semua. Para prajurit pun menghentikan langkah mereka, dari arah pintu keluar sesosok tangan yang terbuka. Seorang yang amat mereka kenal, dia sedang berjalan tegap dan memakai baju kebesaran.
Dia adalah..., Yomura, raja dari kerajaan Hanusan!
Bagaimana bisa! Semua mata menatapnya.