Pasukan Langit
Berangkat ke Kota Samarkan
Barsha menyerap energi alam yang sangat melimpah, pencerahan tinggi didapatkannya. Dia merasakan kekuatannya meningkat sampai ke puncak. Dia sendiri masih penasaran energi dari mana yang ada di sekelilingnya, tapi dia segera menyerapnya.
Kekuatan melimpah itu memenuhi seluruh tubuhnya, ada tanda-tanda menyala di setiap bagian tubuhnya. Itu adalah efek dari kelimpahan energi, Barsha mengontrol dan menstabilkannya.
Bilah-bilah angin energi muncul di sekeliling Barsha, itu adalah efek di mana dia dapat mengontrol kekuatan alam di sekitarnya. Seorang assassin lebih mengutamakan kecepatan dan damage tanda disadari oleh orang lain. Energi angin adalah kekuatan yang paling tepat dimiliki oleh seorang asasin.
Saat energi melimpah dimiliki oleh Barsha, bilah angin seperti senjata yang terbuat dari angin dan berbentuk energi mengelilinginya, seperti melindunginya atau bahkan bersiap menyerang musuh dengan kecepatan tinggi.
Semua orang di dalam penghalang itu, merasakan perubahan pada kekuatan mereka. Mereka merasakan lebih bertenaga dan juga energi yang mereka miliki, seolah tidak ada habisnya untuk diserap.
Di kejauhan, Aji melihat mereka dari balik pohon. Dia tersenyum usahanya tidak akan sia-sia, sakitnya tubuh yang tercabik-cabik terbayar lunas. Aji merasakan bahwa kekuatan mereka semua telah meningkat dengan sangat cepat, dan bahkan Aji yakin sekarang, mereka bisa menahan Lima Gerbang dan juga pasukan kegelapan.
Satu hal yang mungkin tidak diketahui orang lain selain dirinya. Kekuatan dari Shura, Lord Demon adalah kekuatan yang tidak bisa dibayangkan. Untuk itu, Aji harus berhadapan satu lawan satu dengannya dan tidak ada yang mengganggu.
Kekuatan yang mengerikan dari Shura, adalah kehancuran dunia itu sendiri. Dan, dia pernah melihatnya langsung. Para pendekar cukup untuk menghentikan Lima Gerbang dan jika mereka berhasil. Maka, tugas Aji hanyalah menyingkirkan kekuatan Shura tanpa gangguan dari penghalang yang selalu melindunginya.
”Seraplah energi kalian sebanyak mungkin, jangan sia-siakan nutrisi kekuatan kalian. Karena, kalian akan menghadapi monster-monster dari neraka! Hanya ini hadiah yang bisa kuberikan pada kalian semua. Teman-temanku.”
Aji melompat dan pergi dari pohon itu. Dia bergerak dan berpindah tempat untuk memulihkan kekuatannya dengan baik. Bunga Bulan akan segera muncul, dan itu adalah artefak langit keempat yang disebutkan oleh Yonan.
Saatnya menghadapi ancaman lainnya dari para pasukan kegelapan. Mereka harus dilemahkan sedikit demi sedikit dan akhirnya, itulah tugasnya sebagai pengemban tanggungjawab dari rekan-rekannya.
***
”Apakah kalian sudah siap?”
Barsha yang berdiri begitu anggun, dan juga cekatan menanyakan hal itu pada anggota Pasukan Langit yang sudah bersiap berangkat. Rambutnya mulai memanjang dan tertiup angin sepoi di depan kantor Pasukan Langit.
Wajah putihnya dan juga ketajaman matanya membuat siapa saja kagum pada ketua Pasukan Langit tersebut.
”Siap ketua!” semua pasukan langit hampir berbarengan menyahut. Pejuang Jiro sudah berangkat lebih dulu ke benua Frost Line, dia ingin menyelidiki dengan tepat di mana Bunga Bulan akan muncul.
Saat Pasukan Langit hendak berangkat, iringan beberapa kuda datang dan menghentikan pergerakan Pasukan Langit yang sudah menaiki kuda-kuda mereka.
Rombongan itu adalah rombongan Dasatama dan penasehat Nurin yang merupakan penasehat dari benua Orpris. Pasukan Langit memberi salam penghormatan, mereka sebelumnya sudah meminta izin, untuk bersiap dalam misi mencegah kekuatan kegelapan yang akan mengambil artefak Bunga Bulan.
”Kalian berangkatlah duluan, kalian bisa menggunakan portal teleportasi dari pusat kota. Kami akan mengirim pasukan khusus dari pasukan pertahanan untuk segera menyusul. Pejuang Jiro juga sedang mencari lokasi di mana Bunga Bulan akan muncul. jika saya sempat, saya akan segera menyusul.”
Para Pasukan Langit memberi hormat dan berpamitan.
”Berhati-hatilah Pasukan Langit,” salam dari Dasatama.
”Baik tuan Dasatama, kami akan selalu berjuang untuk kedamaian seluruh benua!”
Pasukan Langit pun berangkat, dari kejauhan Dasatama melihat mereka semua kini setelah pelatihan yang diberikan oleh adiknya, Jiro. Dia melihat banyak perubahan pada 21 orang yang sudah digembleng dalam latihan neraka tersebut.
Kekuatan rank mereka bahkan telah meningkat sangat tinggi, dan bahkan itu adalah pencapaian yang menurutnya mustahil dalam pelatihan singkat. Mereka adalah sosok-sosok jenius yang mewakili semua benua untuk menjadi Pasukan Langit.
Para Mondu sudah dibersihkan meskipun belum semuanya. Setidaknya, mereka sudah dilemahkan. Kali ini, persiapan untuk peperangan di salah satu benua di Frost Line akan segera dimulai.
Tempat itu, tempat yang paling terpencil di antara lima benua. Frost Line adalah benua dengan tingkat hutan dan keadaan alam tertinggi. Kemajuannya tertinggal dari empat benua lainnya. Namun, mereka memiliki kekayaan alam yang sangat tinggi dan murni.
Catatan sejarah menyebutkan, periode ini akan muncul Bunga Bulan yang diramalkan. Bunga Bulan menjadi artefak keempat yang ada di dunia ini. Artefak Langit yang bisa membuat seseorang memiliki kekuatan dewa dan mampu menghancurkan segalanya. Selain itu, Bunga Bulan bisa digunakan untuk kebaikan dimana kekuatannya bisa untuk membuat orang terang hatinya ketika terkena efek dari Bunga Bulan tersebut.
Perebutan Bunga Bulan akan segera dimulai, para Lima Gerbang yang legendaris akan turun tangan. Di lain sisi, Frost Line akan mendapatkan dampak dari peperangan perebutan tersebut. Bisa jadi, ada juga pasukan dari kalangan bela diri putih yang juga menginginkan artefak itu untuk dirinya.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti dalam perebutan Bunga Bulan.
Dasatama juga harus bersiap.
Pasukan Langit langsung menuju kota Orpris, mereka melakukan teleportasi dengan bergantian karena setiap teleport hanya bisa maksimal 10 orang. Maka mereka membaginya menjadi tiga kelompok.
Mereka menuju kota Samarkan yang merupakan ibukota dari benua Frost Line, dan pemimpin mereka adalah pemimpin Ronald. Pasukan Langit bersiap dengan membawa senjata khusus yang sudah dibuat oleh mereka di perguruan Bangau Emas tempo lalu.
Tidak ada kekhawatiran dalam diri mereka mulai saat ini. Mereka sudah bersiap dan mempersiapkan segalanya untuk bertempur melawan pasukan kegelapan.
Meskipun mereka memahami bagaimana kekuatan pasukan Lord Demon yang selalu diceritakan mengerikan. Namun, mereka tidak takut lagi pada musuh yang lebih kuat dari mereka sekalipun.
Aji mendapatkan tim dengan jumlah 7 orang, semuanya dibagi menjadi 3 kelompok untuk masuk ke portal teleportasi. Kelompok yang bersama Aji; Gayatri, Nagada, Alicia, Nora, Sanjo dan Arion.
Mereka menunggu giliran karena kedua tim yang awal sudah pergi duluan, dan menunggu untuk dibukanya stasiun teleportasi di kota Samarkan. Jika mereka sudah siap maka akan ada sinyal yang dikirimkan, dan kemudian baru stasiun teleportasi di kota Prisma akan siap kembali untuk memasukkan orang ke dalam portal.
”Bagaimana kamu melakukannya Aji?” tanya Gayatri pada Aji yang duduk sendirian, Gayatri mendekatinya.
Aji melihat sekilas pada wajah cantik Gayatri, topinya menutupi sedikit wajahnya yang putih, ”Apakah soal artefak Heart Dragon yang kau tanyakan?”
”Benar,” kata Gayatri.
Aji tersenyum, memang tidak ada yang bisa disembunyikan lagi jika itu adalah Gayatri, kekuatan pengamatannya juga semakin terang dan sangat tepat. Sekuat apapun dirinya menyembunyikan hal itu, dia pasti akan ketahuan juga. Gayatri akan menjadi aset besar bagi perdamaian di masa depan.